Sabtu, 06 Mei 2017

Pengaruh dan cara pencegahan HIV/AIDS

Upaya cara pencegahan HIV/AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Virus tersebut dinamakan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Fungsi sistem kekebalan tubuh manusia adalah melindungi tubuh dari serangan penyakit. Kalau sistem kekebalan tubuh dirusak oleh virus HIV, maka ketika tubuh diserang oleh penyakit, sangat mudah penyakit itu masuk dan menyebabkan sakit dan meninggal.

Dilansir dari berbagai sumber, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1996 terdapat 12 juta orang telah terinfeksi virus HIV. Dari jumlah tersebut lebih dari 60 persen berisiko tinggi disebabkan oleh hubungan seksual. Pada tahun 2000 jumlah penderita AIDS makin meningkat dari 12 juta menjadi 18 juta penderita. Di Indonesia pada tahun 1996 telah mencapai 459 orang dan pada tahun 2000 mencapai 2,5 juta orang.

Besarnya masalah serta dampak dari virus HIV/AIDS saat ini diremehkan oleh sebagian orang dan kurang diperhatikan. Wabah virus ini sudah melanda negara-negara berkembang dan negara yang sudah maju. Penyakit ini tidak mengenal batas ekonomi, sosial maupun etnis dan dalam perkembangannya tidak dapat diramalkan dengan tepat.

Sampai saat ini diperkirakan penderita AIDS berjumlah lebih dari 42 Juta jiwa. Jumlah ini terus bertambah dengan kecepatan 15.000 pasien perhari, sementara jumlah pasien di kawasan Asia selatan dan Asia tenggara diperkirakan berjumlah sekitar 5,6 juta. Lebih dari 20 juta jiwa telah meninggal karena AIDS,

Seseorang yang sudah terinfeksi virus HIV/AIDS akan menjadi pembawa dan penular virus AIDS selama hidupnya. Orang yang sudah terinfeksi virus HIV tidak merasa sakit dan tampak sehat. Kondisi yang demikian akan membahayakan masyarakat, oleh sebab itu perlu pemahaman dari masyarakat, agar mampu menghindari penularan penyakit AIDS.

Pengaruh HIV/AIDS pada kehidupan masyarakat

Penyebaran penyakit menular HIV berpengaruh pada kehidupan masyarakat antara lain:

1. Pengaruhnya terhadap pola trend dan sebab kematian
Penyebaran penyakit ini selain akan menurunkan angka harapan hidup rata-rata, juga akan menurunkan rata-rata lama hidup yang dilalui dalam keadaan sehat. Karena ketika seseorang sudah mulai terjangkit HIV, dia sudah mulai sakit-sakitan, walaupun secara fisik mereka masih dapat bekerja dan relatif tampak sehat. Mereka terinfeksi HIV dan telah memasuki pada tahap AIDS maka daya tahan tubuhnya menjadi sangat lemah. Pada saat itu penyakit-penyakit yang semula tergolong ringan menjadi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

2. Pengaruhnya terhadap angkatan kerja
Dengan adanya peledakan HIV/AIDS yang melanda pada kelompok usia produktif (20-49 tahun) maka akan mempengaruhi komposisi angkatan kerja, yaitu komposisi angkatan kerja akan dibanjiri oleh mereka yang berusia tua dengan kata lain semakin sulit mencari tenaga kerja muda, dan pelaksanaan pembangunan akan lebih mengandalkan pada tenaga kerja tua yang secara praktis tingkat produktifitasnya sudah mulai menurun. Dengan demikian pertumbuhan angkatan kerja akan rendah dengan mutu yang rendah pula.


3. Pengaruhnya terhadap beban ekonomi keluarga dan negara
Penyakit HIV/AIDS membutuhkan masa inkubasi kurang lebih sekitar 10 tahun. Pada awalnya seseorang terkena infeksi HIV, ditandai dengan penurunan kondisi kesehatan yang kemudian penurunan kesehatan tersebut akan semakin cepat pada masa memasuki tahap AIDS, dimana orang yang bersangkutan sudah tidak dapat terobati lagi secara medis. Diperkirakan seorang penderita AIDS membutuhkan biaya sekitar 33 juta rupiah, yang terdiri dari 3 juta rupiah biaya langsung dan 30 juta rupiah biaya tidak langsung. Jika beban tersebut harus dipikul oleh pemerintah maka akan merupakan beban pembangunan yang tidak ringan, sehingga akan mempengaruhi stabilitas pembangunan negara baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

4. Pengaruhnya terhadap upaya pengentasan kemiskinan
Kebanyakan kelompok berisiko tinggi, adalah kelompok berpendidikan rendah dan berasal dari kelompok yang secara ekonomi diharapkan masih produktif. Jika terjadi ledakan HIV/AIDS maka kelompok penduduk miskin dan kelompok yang dekat dengan garis kemiskinan yang akan banyak mengalami penderitaan. Oleh karena itu akan mengganggu upaya-upaya untuk mengentaskan kemiskinan yang selama ini menjadi prioritas utama.

Upaya cara pencegahan HIV/AIDS

Secara Medis

1. Pencegahan penularan melalui hubungan seksual
Infeksi HIV terutama terjadi melalui hubungan seksual, sehingga pencegahan AIDS perlu difokuskan pada hubungan seksual. Dengan ini perlu dilakukan penyuluhan agar orang berperilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab yaitu hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami/isteri) dan mempertebal iman agar tidak terjerumus ke dalam hubungan-hubungan seksual di luar nikah.

2. Pencegahan penularan melalui darah

a. Transfusi Darah
Pastikan bahwa darah yang dipakai untuk transfusi tidak tercemar HIV. Kalau anda HIV(+) jangan menjadi donor darah. Begitu pula kalau anda berperilaku resiko tinggi, untuk tidak berhubungan seksual dengan banyak pasangan.

b. Alat suntik dan alat lain yang dapat melukai kulit
Bersihkan alat-alat seperti jarum, alat cukur, alat tusuk seperti tindik dan Iain-lain, dengan pemanasan atau larutan desinfektan. Perlu dilakukan pengawasan agar setiap alat suntik dan alat lainnya yang dipergunakan dalam sistem pelayanan kesehatan selalu dalam keadaan steril. Demikian pula jarum yang dipakai para penyalahgunaan obat suntik (narkoba).

3. Pencegahan penularan dari ibu dan anak (Perinatal)
Diperkirakan 50 % bayi yang lahir dari ibu yang HIV(+) akan terinfeksi HIV sebelum, selama dan tidak lama sesudah melahirkan. Ibu-ibu seperti ini perlu konseling dan sebaiknya ibu yang HIV (+), tidak hamil.

Pencegahan dengan Bahasa Agama : Konsep Islam dalam Memerangi HIV
 
Sebagaimana telah diuraikan di muka, bahwa hingga kini belum ditemukan cara-cara yang efektif untuk mencegah penularan penyakit AIDS. Riset terahir membuktikan bahwa cara yang paling efektif dan aman adalah "jangan ganti-ganti pasangan seks", tetapi seperti diketahui hal tersebut adalah sesuatu yang tidak mungkin. Pada akhirnya orang akan berpaling kepada kesehatan jiwa dan agama. Karena salah satu ciri jiwa yang sehat adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dari hawa nafsu. Mereka tidak lagi mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk apalagi agama mereka abaikan. Mereka beranggapan bahwa batasan-batasan sesuatu dengan moral, etik dan agama hanyalah merupakan penghalang kebebasan dan tidak sesuai dengan hak-hak asasi dan kemerdekaan individu.

Masalah seks bebas dalam Al-Qur'an secara nyata dilarang keras, bahkan perbuatan ini disetarakan dengan perbuatan yang keji dan terkutuk dalam surat Al-Israa' ayat 32 Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk"

Demikian pula larangan untuk berhubungan dengan sejenis atau homoseksual
(Faahisyah). Allah berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 80-81

"Dan (kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala dia
berkata kepada kaumnya "mengapa kamu mengerjakan perbutan faahisyah
yang belum pemah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?".
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada
mereka), bukan kepada wanita. Kamu ini adalah kaum yang melampaui batas"

Telah diuraikan di muka. Bahwa salah satu ciri masyarakat modern dan industri adalah adanya ketidakpastian fundamental di bidang nilai, moral dan etika kehidupan. Dalam kenyataannya proses modernisasi dan industrialisasi bila tidak dilandasi agama telah membawa harga diri serta martabat manusia menurun. Islam mengharamkan hubungan seksual di luar nikah (perzinaan/promiskuitas).

Bagaimanakah pencegahan penularan penyakit AIDS yang benar, bertanggung jawab serta Islami? Karena sesungguhnya AIDS adalah penyakit perilaku seksual manusia, maka pencegahannya adalah dengan merubah perilaku seksual itu ke arah yang sehat, aman dan bertanggung jawab. Oleh karena itu:

- Perilaku seks yang sehat adalah nikah.
- Perilaku seks yang aman adalah nikah
- Perilaku seks yang bertanggung jawab adalah nikah.
Mengapa dikatakan demikian, Allah berfirman dalam surat Ar-Ruum
ayat 21;

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri darijenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar tanda-tanda bagi kaum yang berpikir"

Dengan demikian, bagi orang yang berpikir akan memilih menikah dari pada hidup bersama tanpa nikah (kumpul kebo), bergaul bebas atau pun melacur. Mereka yang menikah dan tidak berzina, mereka adalah orang yang menjaga kehormatan/kemaluannya serta terhindar dari penyakit kelamin seperti AIDS yang berakibat kematian karena memang belum diketemukan obatnya.

Bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur berzina dan belum atau sudah tertular virus HIV/AIDS, Islam memberikan jalan keluarnya, yaitu:

1. Segeralah bertaubat dengan sungguh-sungguh, sebagaimana Nabi bersabda. "Bertaubatlah kamu sebelum maut menjemputmu!". Bukankah Allah maha pengasih, Maha Penyayang dan Maha pengampun?.
2. Sebagai konsekuensi taubat tersebut di atas, berjanjilah kepada Allah untuk tidak menularkan kepada orang lain dan tidak lagi melakukan perzinaan.
3. Tingkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal saleh. Sehingga dengan ketaqwaan dan amal saleh tertebuslah dosa dan kesalahan masa lalu dan siapa tahu mereka meninggal bukan karena penyakit AIDS, tetapi oleh sebab lain, bukankah Allah itu Maha Adil manakala taubatnya diterima.
4. Terhadap mereka yang tertular HIV bukan karena perzinaan, misalnya melalui jarum suntik, transfusi darah ataupun lainnya, bertawakkallah kepada Allah SWT, karena apa yang dialaminya adalah musibah, cobaan dan mereka sebenarnya merupakan "korban" dari orang lain.
5. Bila ajal tiba tetaplah dalam iman Islam. Firman Allah surat All Imran ayat 102.
"Dan janganlah sekali-kali kamu meninggal, melainkan dalam keadaan
beragama Islam".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar