Kamis, 15 Juni 2017

5 Mitos dan fakta ibu menyusui bayi

ASI bayi
Jika ibu sudah melahirkan bayi, maka ibu wajib menyusui bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Bayi yang disusui minimal 12 bulan memiliki tingkat kecerdasan, pendidikan dan pendapatan lebih tinggi dibanding bayi yang mendapat ASI kurang dari satu bulan.  Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif lebih berpotensi terkena infeksi saluran pencernaan dibanding bayi ASI. Risiko penyakit lain yang mengintai bayi non-ASI adalah leukemia, hipertensi, asma, eczema, dan masih banyak lagi. 

Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh (antibodi) dan faktor pelindung lainnya bagi bayi. Bayi yang baru lahir memiliki lambung sebesar kelereng. Satu sampai dua sendok teh kolostrum akan mengisi perutnya dengan sempurna. Jika bayi yang baru lahir diberi air atau cairan lainnya, perutnya akan menjadi penuh dan tidak ada lagi ruang bagi kolostrum.

Penelitian di Inggris yang dirilis tahun 2005 mengemukakan fakta bahwa ASI memperkuat daya tahan tubuh bayi dan melindunginya dari risiko diare. Walaupun tingkat ketahanan tubuh berbeda-beda, bayi yang diberi ASI lebih jarang terkena diare.

Studi di Jerman (2009) menunjukkan bahwa pemberian ASI mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak alias sudden infant death syndrome (SIDS) hingga 50%.

Berikut ini adalah mitos dan fakta tentang ASI atau ibu menyusui bayi.

1. Katanya: Ibu yang berhenti menyusui tidak dapat menyusui lagi. 

    Faktanya: 
  •  Bunda dapat kembali menyusui.
  • Membiarkan bayi menghisap payudara akan membuat ASI mengalir lagi. Mungkin diperlukan beberapa hari sampai beberapa minggu agar ASI tersedia dalam jumlah yang cukup.
  •  Bunda bisa minta bantuan tenaga kesehatan terlatih untuk kembali menyusui (relaktasi).
2. Katanya: Ibu harus makan makanan tertentu supaya dapat memproduksi cukup ASI yang berkualitas.

    Faktanya:  
  • Tidak perlu makanan khusus untuk memproduksi ASI yang cukup jumlahnya dan berkualitas. Beberapa budaya menyebutkan bahwa makanan dan minuman tertentu dapat meningkatkan ASI: asupan ini biasanya membuat efek relaks/nyaman pada bunda. Rasa nyaman dapat membantu ASI mengalir.
  • Produksi ASI tidak dipengaruhi oleh makanan, melainkan dipengaruhi oleh seringnya bayi menghisap payudara.
  • Bunda dianjurkan untuk makan lebih banyak untuk kesehatannya.
  • Tidak ada pantangan (makanan) untuk ibu menyusui.
3. Katanya: Bayi menangis pasti karena lapar

    Faktanya: Beberapa alasan bayi menangis, selain lapar:
  • Merasa tidak nyaman (kotor, panas, dingin).
  • Capek karena terlalu banyak dikunjungi orang.
  • Merasa sakit: pola tangisan biasanya berubah.
  • Ibu merokok, minum minuman keras, atau obat tertentu. 
  • Kafein pada kopi, teh, dan minuman bersoda yang dikonsumsi ibu dapat mengalir ke ASI dan membuat bayi gelisah.
  • Sakit perut kolik.
4. Katanya: Ibu yang bekerja di luar rumah atau berada jauh dari bayinya tidak akan bisa terus menyusui anaknya.

    Faktanya:  
  • Jika harus berpisah denganku, bunda bisa memerah dan menyimpan ASI sehingga pengasuh bisa memberikannya padaku. ASI perah diberikan menggunakan cangkir atau sendok, bukan dot.
  • Ibua bisa menyusui bayi di malam hari dan kapan pun selama kita bersama-sama.
  • Bila memungkinkan, ibu dapat membawa bayi ke tempat kerja atau pulang ke rumah untuk menyusui.
5. Katanya: Susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.

Faktanya: Susu formula bisa membuat bayi gemuk, tapi tidak mengandung zat kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, hormon, dan gizi yang dibutuhkan bayi, seperti yang terdapat dalam ASI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar