6 Ciri penderita terkena serangan santet

Boneka voodoo santet
Santet merupakan ilmu hitam yang sangat berbahaya bila mengenai sasaran pada seseorang. Ilmu santet atau sihir sudah ada sejak jamannya rosullulah. Biasanya orang yang melakukan santet mempunyai tujuan tertentu, misalnya karena sakit hati, iri, atau juga urusan persaingan dagang. Orang yang terkena serangan santet biasanya terdapat tanda-tanda yang misterius atau mengerikan yang tidak bisa dideteksi oleh pengobatan medis.

Praktik ilmu hitam seperti santet, pelet, teluh, guna-guna, dan sejenisnya merupakan sebuah fenomena dari sebuah kejahatan yang bersifat magis atau kejahatan metafisis. Karena keberadaannya yang di luar akal sehat dan bersifat non ilmiah, kejahatan magis sangat sulit dipertanggungjawabkan dalam ranah hukum pidana terutama dalam perihal pembuktiannya. Maka dari itu, waspadalah jika terserang santet dan selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Menurut informasi dari orang-orang yang mengalami santet, berikut ciri-ciri penderita terkena santet.

1. Penderita pada awalnya tidak merasa sakit
Penderita tidak terasa pada awal sakitnya kalau penyakitnya disebabkan oleh santet. lnforman 1, 2 dan 3 yang diwawancarai menyebutkan bahwa ia merasa sakit di bagian perut. Bila sakit itu datang terasa sangat sakit seperti ada sesuatu yang menikam di perutnya. Dari pemeriksaan dokter disebutkan ia sakit maag. Dia telah minum obat maag seperti yang disarankan oleh dokter, dan periksa laboratorium secara lengkap, hasilnya ia sehat. Informan tersebut kemudian berobat alternatif pada orang pandai atau paranormal, kemudian dideteksi bahwa penyakit yang ia derita bukan penyakit medis, ada orang yang sengaja membuat sakit. 

Setelah dibersihkan dan dipagari maka keadaannya menjadi semakin baik. Istilah dibersihkan mengacu pada pembersihan penyakit yang ada pada tubuhnya dengan cara pengambilan penyakit melalui cara supranatural. Pembersihan yang dilakukan sampai berulangkali tergantung berat ringannya penyakit, dan kontinyu tidaknya santet yang dikirim. Pemagaran yang dimaksud adalah pagar ghoib yang diciptakan untuk memagari pasien dari serangan santet yang dikirim.

2. Sakit yang diderita bersifat menahun
Sakit yang diderita bersifat menahun dan bisa diderita sampai parah. Menurut data di lapangan, ditemukan pasien yang tidak dapat berjalan. Ia hanya bisa dipapah karena keadaan perutnya sangat besar. Sementara ada seorang pasien yang tidak bisa menelan makanan, bahkan ia sampai dioperasi bagian lehernya, namun tetap tidak bisa digunakan untuk menelan makanan, untuk makan perlu disonde. Ketika peneliti datang ke rumah penyembuh di kawasan Piyungan, peneliti menemukan kasus bahwa ada seorang penderita pada saat-saat tertentu berlaku seperti ular. Banyak penderita yang ditemui oleh peneliti menjadi kurus kering, lemah dan tidak berdaya.

3. Disertai tanda-tanda berupa suara atau bola api
Penderita merasa bahwa penyakit yang diderita disertai oleh tanda-tanda lain. Data yang diperoleh di lapangan, menunjukkan bahwa sebagian besar penderita merasakan bahwa sebelum dan selama sakit selalu mendengar suara-suara aneh yang terdengar meletus di atap rumahnya. Suara tersebut kadang terdengar seperti suara tembakan atau petasan. Data yang lain berupa suara seperti guyuran pasir yang terdengar di atas atap genteng.

Sementara data yang lain ditunjukkan oleh adanya suara burung yang berbunyi sangat khas yang selalu muncul pada malam setelah jam 0.00. Informan yang lain menyatakan bahwa selama masa sebelum sakit sampai sakit ia sering mendengar suara barang pecah berhamburan di lantai rumahnya. Informan yang lain menyebutkan bahwa pada waktu-waktu tertentu, ia melihat barang-barang di rumahnya dapat bergeser dengan sendirinya. Data yang lain menunjukkan bahwa pada sebagian informan terdapat tanda-landa adanya keanehan di rumahnya berupa adanya bola api yang berpendar di atas atap rumahnya sebelum kemudian pecah dan terdengar suara seperti benda-benda yang pecah berhamburan.

4. Munculnya benda-benda atau binatang secara tiba-tiba di sekitar tempat tinggal atau di tempat kerja
Data di lapangan menunjukkan bahwa pada awal sakitnya muncul benda-benda tertentu yang muncul secara tiba-tiba di rumahnya. Benda- benda tersebut adalah taburan bunga. kemenyan, binatang berupa lintah dan ular. Bahkan seorang penderita menyatakan bahwa ada ceceran darah yang terdapat di teras sampai di depan kamarnya pada waktu sebelum ia menderita sakit. Bahkan ada penderita yang merupakan informan yang menyatakan bahwa ketika ia sedang bekerja melembur pekerjaan di rumahnya ia duduk di kursi sampai malam hari. Pada pagi harinya ketika pembantunya akan mengepel lantai tampak ceceran darah yang menetes di bawah kursi.

5. Munculnya mimpi-mimpi yang menyeramkan
Sebagian besar informan menyatakan bahwa sebelum sakit dan selama sakit sering merasakan mimpi-mimpi yang menyeramkan. Diantaranya adalah mimpi berkelahi dengan wewujudan seseorang yang tidak jelas sosoknya. Pada informan keempat, mimpi-mimpi tersebut justru dialami oleh anaknya. Disebabkan oleh mimpi yang sangat menyeramkan, kadang-kadang anaknya sampai berteriak-teriak. Setelah ditanya ternyata ia bermimpi orang tuanya disiksa oleh seseorang yang tidak jelas siapa jati dirinya, dengan dimasukan ke lautan. Di lain waktu anak tersebut juga bermimpi orang tuanya akan dibawa pergi atau bahkan dicekiknya.

6. Penderita mengalami halusinasi
Berdasarkan informasi dari orang-orang yang terkena santet, ada informan yang mengalami halusinasi. Penderita tersebut pada saat-saat tertentu setiap hari merasa seolah-olah hidupnya sudah tidak lama lagi. Kadang-kadang dalam seminggu ia merasa sekelilingnya berbau bunga seperti bau bunga yang ditaburkan pada orang yang meninggal. Pada sumber keterangan didapatkan bahwa perasaan halusinasi tersebut dialami ketika ia sering merasa sakit dan lemas, namun belum dideteksi bahwa ia terkena santet.

Dari penelitian menunjukkan bahwa penderita yang mengalami halusinasi biasanya juga mengalami keadaan blank head atau keadaan pikiran yang kosong sesaat. Pada infoman yang diwawancarai menyatakan bahwa seolah-olah pikirannya menjadi kosong atau bahkan bisa tiba-tiba terasa ringan sekali seperti keadaan mau pingsan.

0 Response to "6 Ciri penderita terkena serangan santet"

Posting Komentar