Inilah rencana & kiat agar bisnis anda sukses

Bisnis sukses
Jumlah penduduk yang besar merupakan aset bagi suatu bangsa dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Namun demikian laju pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan pada bidang lain, seperti ekonomi dan bidang lainnya berakibat menyempitnya lapangan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah pengangguran, Meskipun kesadaran tentang perlunya pembatasan jumlah kelahiran sudah tumbuh di masyarakat kita, tetapi ledakan jumlah penduduk tetap terjadi pula.

Permasalahan banyaknya pengangguran semakin berat ketika krisis ekonomi melanda bangsa kita. Akhirnya untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga beberapa ibu-ibu rumahtangga bekerja apa saja untuk membantu perekonomian keluarga.

Berkaitan dengan keadaan ini, maka pengetahuan di bidang kewirausahaan nampaknya dapat menjadi alternatif kaum ibu / bapak yang sampai saat ini usahanya masih serabutan, agar dapat memperoleh penghasilan yang jelas, mapan, dan terkelola dengan baik melalui suatu usaha yang menghasilkan produk tertentu di rumah. Usaha semacam itu disebut home industry (industri rumah), yang bila berkembang harapannya mampu pula menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Wirausaha adalah orang yang pandai dan berbakat mengenali produk baru yang bermanfaat bagi masyarakat, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi (tindakan) untuk pengadaan produk baru, memasarkan, dan mengatur permodalan operasinya. Singkatnya, wirausaha adalah orang yang secara mandiri mengelola seluruh hal-hal yang berkaitan dengan produksi dan penjualan suatu barang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perencanaan Usaha
Suatu usaha dapat diperkirakan berhasil dengan baik atau gagal tergantung pada perencanaan usaha yang dilakukan sebelumnya. Perencanaan usaha menggambarkan analisis dan studi kelayakan yang meliputi studi bahan baku, pengolahan sampai pemasaran. Dalam perencanaan usaha juga perlu dilakukan studi aliran kas (cash flow) yang menggambarkan keuntungan yang dapat diperoleh setiap tahun sehingga besarnya keseimbangan pengeluaran dan pemasukan (Break Even Point) dapat diperkirakan dengan pasti.

Bagi kita yang mau memulai usaha kecil-kecilan dalam skala home industry, perencanaan usaha juga sangat penting dilakukan. Ada dua kegiatan perencanaan, yaitu: 

pertama, yang mencakup tugas-tugas, seperti mengadakan kontak dengan bankir sebagai sumber
dana (bila dana dari bank), akuntan, pengacara bila usaha kita akan didirikan dalam badan hukum tertentu.  

Kedua, perencanaan yang berkaitan dengan kegiatan rutin usaha, seperti menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, alokasi waktu produksi, dan pemasaran produk.

Secara awam, sebelum berwirausaha kita harus mempersiapkan dan merencanakan modal, peralatan yang digunakan untuk produksi, prosedur baku pembuatan barang produksi, bahan baku produk, pemasok bahan baku (kalau baru mulai usaha berarti lokasi pengambilan bahan baku), pelaksana, pemegang keuangan, pelaku pemasaran, menentukan jumlah barang yang akan diproduksi, target penjualan, sasaran konsumen, harga barang produk, keuntungan yang diharapkan, jalan keluar jika mengalami hambatan, sampai hal-hal kecil seperti bentuk kemasan, nama produk dan bentuk label. Setelah semua dipersiapkan, barulah kita memulai bisnis yang tentunya diawali dengan niat dan motivasi yang tinggi, serta DOA agar usaha kita berhasil dengan baik. Bukankah kita berusaha, Tuhan juga yang menentukan ?


Setelah home industry yang kita jalankan berlangsung satu minggu kita perlu mengecek bagaimana kelancaran pemasaran barang produk kita. Bila ternyata lancar, dan keuntungan yang kita harapkan terpenuhi, maka kita dapat meneruskan usaha. Demikian juga minggu berikutnya. Jadi, ketika kita memulai usaha baru, harus sesering mungkin melakukan pengecekan pemasaran/penjualan barang produk kita di pasaran. Namun setelah berjalan berbulan-bulan dan ternyata hasilnya selalu sesuai dengan harapan kita (mendapatkan laba), maka pengecekan dapat dilakukan per bulan, karena itu berarti prospek usaha kita cerah.

Secara ilmiah, hal-hal yang perlu direncanakan meliputi :

A. Kegiatan dan Jenis usaha
-
Judul : menggambarkan secara garis besar usaha yang akan dilakukan.
- Jenis Usaha : meliputi produk-produk apa yang akan dihasilkan.
- Analisis Situasi : menggambarkan situasi, mulai dari sumber daya alam, bahan baku produk, sumber daya manusia, usaha yang telah ada sampai prospek pemasaran, hambatan dan juga keuntungannya.
-Tujuan : meliputi tujuan atau target yang diharapkan dapat dalam jangka pendek dan jangka panjang.

B. Spesifikasi Produk
 

Mencakup perumusan produk (bentuk, jenis, kemasan), proses pengolahan, dan manfaat barang produk.

C. Rencana Usaha
Mencakup proses, lokasi, investasi, rencana produksi, kebutuhan dana, diagram alir kas (cash flow).

Untuk memulai suatu usaha sendiri bukanlah hal yang mudah, tetapi dibutuhkan motivasi yang tinggi dan kiat-kiat untuk bertahan dan meraih kesuksesan. Berikut kiat-kiatnya, antara lain :

1. Percaya diri
Seseorang yang akan memulai usaha harus memiliki percaya diri yang tinggi, sehingga usaha apa pun yang direncanakan dan akan dijalankan tidak setengah-setengah, tetapi yakin bahwa usaha tersebut akan berhasil.

2. Optimis
Optimis adalah keyakinan untuk berhasil. Seseorang yang memulai usaha harus optimis dengan jenis produk yang akan dijual. Yakin bahwa produk tersebut dibutuhkan masyarakat, laku, dan memiliki kelebihan diantara produk serupa lainnya.

3. Berani mencoba
Bila kita sudah optimis, maka harus langsung dicoba, karena seorang wirausahawan harus berani dan siap menanggung resiko kegagalan. Kegagalan adalah hal yang biasa dalam suatu usaha. Oleh karena itu, sebelum memulai usaha harus direncanakan masakmasak, mulai dari permodalan, produksi, untung-ruginya, jangkauan dan cara pemasarannya.

4. Berani bermimpi / berandai-andai
Seseorang yang mau memulai usaha harus berani bermimpi/berandai-andai bila usahanya sukses/berhasil. Hal ini merupakan motivasi yang kuat untuk mulainya suatu usaha. Bukankah tanpa bayangan, seseorang malas untuk bertindak ?

5. Kreatif
Sebelum memulai usaha, sebaiknya kita melihat produk serupa yang mungkin sudah ada di pasaran untuk melihat kelemahan” yang dapat kita amati. Kelemahan inilah yang harusnya kita tutupi dan perbaiki dengan kreativitas kita, sehingga produk yang kita tawarkan nanti meskipun serupa tetapi memiliki sesuatu kelebihan. Sebagai contoh, telur asin sudah biasa di pasaran, tetapi kalau ibu kreatif dapat menambahkan rasa bawang pada telur asin tersebut, sehingga diperoleh telur asin rasa bawang.

6. Pandai melihat peluang
Seseorang yang ingin berwirausaha harus pandai melihat situasi, sehingga mengetahui barang apa yang dibutuhkan pada saat itu. Bila orang “gedean” bernegosiasi dengan main golf, maka sebagai wirausaha baru, kita bernegosiasi melalui even-even kecil, misalnya arisan, di sekolah ketika menunggu anak pulang, di pasar dengan langganan belanja. Melalui orang per orang lama-lama produk kita akan dikenal, dan bila produk kita memang memiliki kelebihan, mereka pasti “ketagihan” untuk membelinya.

7. Tidak malu
Malu adalah sifat yang sangat menghambat ketika kita akan berwirausaha. Hilangkan rasa malu, karena usaha yang kita lakukan “halal”, tidak mengganggu kepentingan orang lain. Ketika usaha kita baru berdiri, tentu saja semua pekerjaan sampai pemasaran kita sendiri yang melakukan. Hal ini bukan sesuatu yang memalukan. Bukankah banyak contoh pengusaha yang berawal dari keadaan yang demikian, memulai dengan susah payah dari bawah ?

8. Berani beda
Hal ini perlu ditempuh agar produk kita laku di pasaran. Berbeda yang dimaksud misalnya, beda rasa, beda kemasan, beda harga, beda cara pemasaran, beda pelayanan, beda pelayanan, dan sebagainya. Sesuatu yang berbeda sangat mudah dikenang pembeli.

9. Jujur
Merupakan modal penting karena wirausaha berhubungan dengan orang banyak. Kejujuran akan membawa pada kepercayaan konsumen kepada kita. Hal apa pun yang berkaitan dengan produk kita, harus dinyatakan secara jujur (tidak ditutup-tutupi). Bukankah sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga ?

10. Menepati janji
Wirausaha akan berhasil sangat tergantung pada jaringan pemasaran yang kita bina. Pelanggan/konsumen tidak akan lari dari kita ketika semua yang dijanjikan dari kita dipenuhi. Sebagai contoh : janji pemberian bonus bagi yang dapat menjualkan produk kita dalam waktu kurang seminggu, maka ketika itu terjadi kita harus memenuhinya.

Selain kesepuluh kiat di atas, maka dalam mengembangkan kewirausahaan kita harus memiliki konsep diri yang jelas, mau dibawa kemana jenis wirausaha kita, apakah mau dipertahankan dalam bentuk home industry atau mengarah pada usaha yang lebih besar ? Konsep diri ini penting karena merupakan motivasi untuk pengembangan usaha. Selain itu bila kita ingin menjadi wirausaha yang berhasil, harus tahan banting dan siap menghadapi kegagalan sebagai cambuk untuk maju dan memperbaiki diri. Bila kita ingin berwirausaha, jangan ragu-ragu untuk memulai. Tentukan jenis produk, siapkan modal, rencanakan dengan baik, dan mulai. Langkah awal memang berat, terutama dalam menarik pelanggan/konsumen, tetapi setelah berjalan, jalan mulus terbentang di depan kita.

Semua orang berhak menjadi wirausaha, semua orang dapat menjadi pengusaha. Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang mampu melewati tantangan-tantangan dalam mencapai tujuan yang akan di cita-citakan. Kegagalan dan penolakan yang dialami dianggap sebagai cambuk dan tantangan untuk maju dan memotivasi untuk meraih kesuksesan. Jangan berhenti untuk usaha, tantangan dan masukan yang positif berharga bagi kita untuk mawas diri, instropeksi, demi meningkatkan dan mencapai tujuan yang ingin kita capai. Tidak ada suatu kesuksesan yang diperoleh tanpa mengalami tantangan atau hambatan. Orang yang sukses adalah orang yang mampu melewati hambatan dan tantangan yang dihadapinya, semua itu diawali dari bawah. Semoga kita siap menjadi wirausaha.

0 Response to "Inilah rencana & kiat agar bisnis anda sukses"

Posting Komentar