Jumat, 30 Juni 2017

Omzet penjualan menurun? inilah penyebabnya

Faktor penyebab omzet penjualan menurun
Omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjulan suatu barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu. Pertumbuhan usaha dari masing-masing masyarakat tidak selalu sama karena adanya perbedaan faktor yang mendasari, misalnya faktor ekonomi, sosial, politik, kultural maupun sejarah. Lingkungan mayarakat yang sedang berkembang, sektor usaha sering menghadapi situasi rumit karena banyaknya keterbatasan dan hambatan untuk tumbuh sesuai kondisi tradisional yang sering dialami masyarakat pada umumnya yang sedang berkembang.

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis yang ada disekitar bisnis tersebut yaitu yang disebut lingkungan usaha, diantaranya faktor internal terdiri dari: tenaga kerja, peralatan dan mesin-mesin, permodalan, bahan baku, sistem informasi dan administrasi, dan faktor eksternal terdiri dari: keadaan alam, perekonomian, pendidikan dan teknologi, sosial dan budaya, pemasok, pelanggan, pesaing.

Pemaparan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan omzet penjualan, secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat dimasukkan sebagai indikator penyebab penurunan omzet penjualan pada industri kerajinan monel yang dikategorikan menjadi faktor intern meliputi kualitas barang, persediaan bahan baku, teknologi dan faktor ektern yang meliputi selera konsumen, barang pengganti (subsitusi), persaingan, pemasok (supplier) dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor-faktor yang timbul karena pengaruh rangsangan dari dalam. Faktor-faktor intern penyebab penurunan omzet penjualan antara lain: kualitas barang, persediaan bahan baku, teknologi.

a. Kualitas barang
kualitas adalah kesesuaian atau kecocokan dengan spesifikasi dan standar yang berlaku ataupun dapat memuaskan keinginan, kebutuhan dan pengharapan pelanggan dengan biaya yang kompetitif. Kualitas produk adalah krusial untuk memenangkan peperangan dan hanya terjamin apabila departemen inspeksi dapat mengendalikan proses produksi.

Apabila suatu barang mutunya menurun, maka akan segera berpaling kepada barang lain yang lebih baik mutunya, dan sementara itu mereka pun dengan sendirinya akan menyebarluaskan berita buruk itu kepada orang lain, jika pengendalian mutu barang tidak segera diatasi maka akan terjadi penurunan omzet penjualan. Dalam penelitian ini kualitas monel yang baik adalah berdasarkan kualitas bahan bakunya.


b. Persediaan bahan baku
Setiap perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan produksi akan memerlukan persediaan bahan baku. Tersedianya persediaan bahan baku maka diharapkan perusahaan industri dapat melakukan proses produksi sesuai kebutuhan atau permintaan konsumen. Persediaan merupakan salah satu aktiva lancar berupa barang dagang yang siap dijual dalam kegiatan pokok (operasional) perusahaan.
Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian besar produk jadi, bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, impor atau hasil pengolahan sendiri

c. Teknologi
Teknologi adalah proses mengubah masukan kedalam keluaran. Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Proses pengubahan input menjadi output dapat dibedakan satu dengan lainnya dari jenis teknologi yang digunakan. Teknologi dalam hal ini dinyatakan sebagai tingkat kecanggihan ilmu pengetahuan pada proses konversi ini yakni pada jenis pabrikasi, peralatan, keterampilan dan jenis prosedur serta tahapannya. Proses suatu barang dapat menggunakan mesin-mesin otomatis dengan sedikit tenaga kerja atau dengan tenaga buruh yang banyak dan dengan jumlah penggunaan mesin yang sedikit.

Penerapan ilmu pengetahuan dan keahlian merupakan inti dari penggunaan teknologi pada proses produksi. Tantangan saat ini adalah seberapa jauh penggunaan peralatan atau mesin sebagai tenaga manusia akan meningkatkan produktivitas dan mutu. Pengembangan teknologi terjadi sejak revolusi industri di mana tenaga mesin atau mekanis menggantikan tenaga manusia.

2. Faktor ekstern
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang timbul karena pengaruh rangsangan dari luar. Faktor-faktor ekstern penyebab penurunan omzet penjualan antara lain: selera konsumen, barang pengganti (subsitusi), persaingan, pemasok (supplier).

a. Selera konsumen
Dalam manajemen pemasaran, konsumen sering diartikan dengan pelanggan, pasar, permintaan, permintaan pasar, pembeli dan sebagainya. Selain itu konsumen juga dapat diasumsikan mudah tertarik dengan sesuatu yang baru atau berbeda dari apa yang biasa dilihatnya sehari-hari. Sedangkan selera diartikan sebagai minat atau keinginan, sehingga selera konsumen dapat diartikan sebagai minat atau keinginan konsumen untuk membeli suatu produk, dalam rangka memenuhi kebutuhannya.

Konsumen biasanya, menghendaki harga monel yang murah, dan motif atau corak yang bagus karena ingin menunjukkan status dan prestasinya dalam masyarakatnya. Dalam hal ini, pengusaha harus menemukan tentang keinginan apa yang penting bagi konsumen. Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dilayani oleh perusahaan dengan memuaskan mereka, sehingga pasar potensialnya akan menjadi lebih besar, selain itu menjaga selera konsumen juga penting dengan menciptakan inovasi dan kreasi baru, dikarenakan selera konsumen yang dapat berubah setiap saat.


b. Barang pengganti
Barang pengganti adalah barang yang dapat berperan sebagai pengganti barang lain. Seiring kemajuan teknologi, ditemukan barang pengganti aksesoris lain selain monel diantaranya barang import seperti titanium yang berasal dari Cina, barang impor yang berasal dari Thailand, selain itu perak dan kuningan sehingga banyak pengusaha seperti kerajinan monel kurang laku dipasaran, karena konsumen cenderung membeli aksesoris import tersebut, yang terlihat lebih bagus dan lebih mudah didapat.

c. Pesaing
Menjalankan suatu usaha tidak akan lepas dari yang namanya persaingan, karena persaingan sudah menjadi bagian di dalam pelaksanaan perekonomian yang khususnya dalam melakukan pemasaran, sehingga menjadi hal yang yang mau tidak mau harus dilakukan dalam mejalankan usaha perusahaan. Persaingan adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tanpa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggannya. Persaingan akan terjadi pada beberapa kelompok pesaing yang tidak hanya pada produk atau jasa sejenis, dapat pada produk atau jasa substitusi maupun persaingan pada hulu dan hilir

Persaingan memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dari persaingan adalah pelaku usaha menekan harga menjadi lebih rendah dengan cara melakukan efisiensi dan formula lainnya supaya pelaku usaha tersebut dapat menarik lebih banyak konsumen dibanding pesaingnya, pelaku usaha selalu berlomba untuk melakukan inovasi dan menciptakan produk baru demi terus menjaga pangsa pasar, pelaku usaha terus melakukan pelayanan-pelayanan kepada konsumen lebih baik dibanding pesaing-pesaingnya.

Dampak negatif dari persaingan adalah persaingan memerlukan biaya-biaya lebih dan kesulitan-kesulitan tertentu yang tidak ada dalam sistem monopoli, persaingan menimbulkan lebih banyak pengorbanan dengan keuntungan yang lebih rendah dibanding dengan monopoli, maka dari itu banyak pelaku usaha yang ingin meniadakan adanya persaingan karena dengan menghilangkan persaingan memungkinkan pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar. Adapun persaingan kerajinan monel di Desa Kriyan Kabupaten Jepara dalam penelitian ini adalah persaingan dengan daerah lain penghasil monel yang terus melakukan inovasi baru dan kreasinya pun lebih bagus.

d. Pemasok (supplier)
Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan usaha baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain, terdapat hubungan saling ketergantungan antara pemasok dan perusahaan. Ketergantungan perusahaan pada pemasok adalah pentingnya produk pemasok bagi perusahaan dan sulitnya mencari sumber lain sebagai pengganti. Ketergantungan pemasok pada perusahaan adalah suatu tingkat dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan bagi pemasok dan sulitnya menjual produk kepada pembeli lain dan semakin banyak permintaan pasar, pemasok harus cepat tanggap dalam menanganinya, serta harga bahan baku harus disesuaikan dengan modal yang ada, sehingga hubungan antara investor sangat erat juga demi kelancaran proses produksi.

Itulah faktor-faktor yang menyebabkan omzet penjualan menurun yang harus anda perhatikan jika melakukan bisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar