Ritual mistis tumbal pesugihan nyi blorong

Nyi blorong

Nyi Blorong merupakan salah satu contoh kepercayaan berkaitan dengan persekutuan gaib antara para lelembut atau setan-setan dan para pencari pesugihan dan selanjutnya, biasanya disertai syarat dan tumbal tertentu.

Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong atau Ratu Laut Kidul mungkin sudah ratusan tahun menjadi legenda sebagian masyarakat jawa, terutama mereka yang tinggal di pesisir selatan seperti Yogyakarta. Konon karena kecantikannya beberapa pelukis, termasuk mendiang Basuki Abdullah menorehkan sang mithos ini pada kanvas nan lebar. Namun mithos seolah-olah kurang greget bila tanpa dibarengi aktivitas ritual tahunan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pesisir selatan dengan menabur sesajen berupa bunga hingga mengumpankan kepala kerbau ganteng.

Nyi Blorong dipercayai sebagai ratu yang berkuasa di kerajaan lelembut Laut Selatan. Kesaktian Nyi Blorong sangat luar biasa sehingga dia mampu mewujudkan apa pun keinginan manusia. Orang-orang yang ingin mendapatkan pesugihan bisa menjalin hubungan dengan Nyi Blorong. Untuk menjalin persekutuan gaib dengan Nyi Blorong, menurut kepercayaan ini, pasti disertai dengan syarat yang harus dipenuhi.

Pertama-tama, orang itu harus pergi ke wilayah Pantai Laut Selatan dan melakukan ritual "mbucal badan" (berpuasa dan bersemedi) selama 40 hari 40 malam. Selama ritual itu jika berhasil, ditandai dengan munculnya Nyi Blorong dan memberikan syarat-syarat khusus. Syarat-syarat tersebut biasanya termasuk ritual larung sesaji yang juga harus dilaksanakan di wilayah Pantai Laut Selatan.

"Sesaji pokok yang harus dilarung, biasanya berupa dua sisir Pisang Raja, Pinang, Sekar Abon-abon, jajanan pasar lengkap dan beragam tanaman ubi-ubian. Sedangkan barang-barang yang harus dilarung sebagai persembahan kepada keraton gaib Laut Selatan dan Nyi Blorong, harus dibagi dua dan masing-masing diletakkan dalam sebuah wadah yang terbuat dari kuningan."

Wadah pertama dan kedua, harus disertai dengan kain panjang yang bermotif spesifik. Juga di dalamnya dimasukkan bermacam-macam barang misalnya minyak wangi, buah-buahan, dupa dan uang logam ratusan rupiah. Ritual larungan ini harus dilaksanakan secara rutin setiap tahun pada tanggal yang sama dengan ritual pertama, sesuai dengan petunjuk usai melakukan 'mbucal badan'.

Sesudah ritual ini dilaksanakan, Nyi Blorong akan mendatangi pelaku ritual dengan memakai kamuflase, biasanya digambarkan memakai kebaya tradisonal dan bermahkota layaknya Ratu. Juga biasanya datang pada bulan purnama, ketika penampilannya semakincantikdan kesaktiannya sempurna. Diadatang dan meninggalkan sisik dari tubuhnya sendiri. Sisik yang tanggal itu dipercaya akan berubah menjadi emas setiap kali Nyi Blorong menerima persembahansesaji.

Sesuai dengan hasilnya, maka persekutuan gaib ini terkait dengan tumbal. Tumbal itu langsung berkaitan dengan orang yang mengajukan persekutuannya. Pada saat ajal akan tiba, diyakini mereka akan "menjadi bagian dari penghuni kraton gaib Laut Selatan". Orang itu akan mengabdi selamanya. Selain itu, ia diharuskan mencari orang lain untuk menambah prajuritnya. Tumbal ini, mampu meremajakan kulit ular Nyi Blorong sehingga membuatnya senang. Sehingga, semakin banyak nyawa yang dipersembahkan, maka semakin besar pula jumlah emas yang diterima.

Juga ada pendapat tentang tumbal pencabut nyawa. Menurut versi lain, "nyawa manusia ini akan dipakai sebagai sarana pemuas nafsu Nyi Blorong." Terutama nafsu seksual Nyi Blorong yang dikatakan luar biasa dan harus dilayani oleh semacam budak seks. Disamping itu pada saat-saat tertentu, salah satu syarat para pencari pesugihan harus memenuhi hasrat Nyi Blorong juga.

Banyak orang-orang mencari harta dengan jalan pintas, terutama mencari pesugihan agar cepat kaya. Memang cepat kaya, tapi ada risikonya yang harus dihadapi yaitu pada saat ajal akan tiba, akan menjadi pengikut iblis sehingga bertentangan dengan ajaran agama. Kalau ingin mencari harta yang baik, harus bekerja keras, entah itu berdagang atau kerja di tempat orang lalu berdoa pada yang di atas agar rezekinya lancar.


Referensi: "Mengais Harta Tiban Sisik Emas Nyi Blorong", no. 2101 dan 2103, Tgl. 1-10 Sept dan 21 - 30 Sept 2001, PT. Jawa Pos.

0 Response to "Ritual mistis tumbal pesugihan nyi blorong"

Posting Komentar