Rabu, 12 Juli 2017

10 Jenis tema dalam pembuatan film

Film

Judul film yang menggunakan nama-nama hantu cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia sehingga menimbulkan kesan bahwa masyarakat Indonesia masih menganut paham dinamisme. Pada tahun 2006 film horor Kuntilanak berhasil menyedot penonton sebanyak 1,8 juta dengan pendapatan kotor 30 Milyar dari biaya produksi 3,5 Milyar. Film horor Kuntilanak ini mengalahi film horor sebelumnya yakni Jelangkung yang pernah sukses ditahun 2001 yang menyedot penonton sebanyak 1,2 juta penonton.

Film juga berpotensi menjadi sumber pendidikan informal melalui isi pesan yang dikandungnya, tidak peduli bagaimana cara pesan itu disampaikan muncul. Namun yang pasti, isi yang dikandungnya tidak bebas dari nilai-nilai tertentu, seperti bias ideologi atau politik dari si pembuat film. Media yang paling sering dipakai secara kolektif adalah film kemudian disusul televisi.

Berikut ini adalah jenis atau tema dalam pembuatan film

1. Drama
Tema ini mengangkat aspek-aspek human interest sehingga sasarannya adalah perasaan penonton untuk meresapi kejadian yang menimpa tokohnya. Tema ini dikaitkan dengan latar belakang kejadiannya, seperti jika kejadian disekitar keluarga maka disebut drama keluarga.

2. Action
Tema ini bisa dikatakan sebagai film yang berisi pertarungan secara fisik antara tokoh baik dan tokoh jahat.

3. Komedi 
Film komedi tidak harus dimainkan oleh pelawak, tetapi juga bisa oleh pemain film biasa dan selalu menawarkan sesuatu yang membuat orang tersenyum atau tertawa. Ada 2 jenis komedi yaitu komedi slapstik yang memperagakan adegan konyol seperti dilempar kue, dan situation comedy (sitcom) yang menghadirkan adegan lucu dari situasi yang dibentuk dalam alur dan irama film.

4. Tragedi
 
Tema ini meniktikberatkan pada nasib manusia, sebuah film dengan akhir cerita nasib tokoh utama yang selamat dari perampokan, pembunuhan dan lainnya.

5. Horor (suspense-thriller) 
Film horor adalah film yang menawarkan suasana menakutkan dan menyeramkan yang membuat bulu kuduk penontonnya merinding. Suasana horor bisa dibuat dengan animasi, special effect atau oleh tokoh-tokoh dalam film.

6. Drama Action 
Drama action menyuguhkan suasana drama dan adegan-adegan ”pertengkaran fisik”. Biasanya film dimulai dengan suasana ”drama” setelah itu suasana tegang berupa ”pertangkaran-pertengkaran”.

7. Komeditragi
Suasana komedi ditonjolkan lebih dahulu kemudian disusulkan dengan suasana komedi. 

8. Komedi Horor
 
Film ini menampilkan film horor yang berkembang, kemudian diplesetkan menjadi komedi. Unsur ketegangan yang bersifat menakutkan menjadi lunak karena unsur tersebut dikemas dengan adegan komedi.

9. Parodi
 
Tema ini merupakan duplikasi dari film-film tertentu yang diplesetkan (disindirkan). Jadi tema parodi berdimensi duplikasi film yang sudah ada lantas dikomedikan.

10. Musikal
Merupakan jenis film yang diisi dengan lagu-lagu maupun irama melodious, sehingga penyutradaraan, penyuntingan, akting, termasuk dialog, dikonsep sesuai dengan kehadiran lagu-lagu dan irama melodiuos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar