Rabu, 19 Juli 2017

10 Mitos dan fakta seputar gender

Mitos dan fakta tentang seputar gender manusia

 Inilah mitos dan fakta tentang jenis kelamin (gender)

Gender adalah pemilahan peran, fungsi, kedudukan, tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang berfungsi untuk mengklasifikasikan perbedaan peran yang dikonstruksi secara sosial dan kultural oleh masyarakat, dan bersifat tidak tetap serta bisa dipertukarkan antar keduanya. Dalam kaitannya dengan ilmu sosial, gender adalah pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam bentuk sosial yang tidak disebabkan oleh perbedaan biologis yang menyangkut jenis kelamin.

Dapat ditarik suatu pengertian bahwa bahwa pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat yang didasarkan pada bentuk-bentuk sosial dan kultural masyarakat (peran, fungsi, kedudukan, tanggung jawab) dan bukan atas dasar perbedaan jenis kelamin (sex). Perbedaan gender sering menimbulkan ketidakadilan gender (gender inequalities), terutama terhadap kaum perempuan baik di lingkungan rumah tangga, pekerjaan, masyarakat, kultur, maupun negara.

Untuk memahami konsep gender, harus ada pembedaan antara konsep gender itu sendiri dengan konsep jenis kelamin (sex). Jenis kelamin (sex) merupakan pembagian dua jenis kelamin pada laki-laki dan perempuan yang ditentukan secara biologis dan memiliki sifat-sifat permanen yang tidak dapat berubah dan ditukarkan antara keduanya. Sifat tersebut merupakan kodrat yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap laki-laki dan perempuan.

Berikut ini adalah mitos dan fakta tentang seputar gender:

1. Mitos:  Laki-laki adalah penguasa atas perempuan.

Fakta:  Tidak ada hubungan antara tinggi atau rendahnya kekuasaan dengan jenis kelamin.

2. Mitos:  Posisi dalam kehidupan sosial laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.

Fakta:  Posisi dalam kehidupan sosial antara laki-laki dan perempuan adalah sama.

3. Mitos:  Laki-laki lebih cocok jadi pemimpin daripada perempuan.

Fakta:   Laki-laki dan perempuan sama cocoknya untuk menjadi pemimpin karena hal tersebut ditentukan oleh kemampuan individu.

4. Mitos: Pendidikan laki-laki harus lebih tinggi daripada perempuan.

Fakta:  Pendidikan laki-laki dan perempuan seharusnya setara, tidak ada yang lebih dipentingkan.

5. Mitos:  Pendapatan suami harus lebih tinggi daripada istri.

Fakta:  Pendapatan suami tidak harus lebih tinggi daripada istri, keduanya bertujuan sama untuk menghidupi keluarga.

6. Mitos:  Laki-laki menangani urusan publik dan perempuan menangani urusan domestik, itulah kodrat laki-laki dan perempuan.

Fakta:  Tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa laki-laki menangani urusan publik dan perempuan menangani urusan domistik. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan masing-masing
bukan kodrat.

7. Mitos: Perempuan lemah dan cengeng.

Fakta:   Lemah dan cengeng bukanlah sifat kodrati milik perempuan, banyak perempuan yang kuat, tegar dan tidak cengeng.

8. Mitos:  Laki-laki harus kuat dan perkasa.

Fakta:  Bukan hanya laki-laki yang harus kuat dan perkasa, perempuan juga.

9. Mitos:  Laki-laki pelindung perempuan.

Fakta:  Laki-laki dan perempuan harus saling melindungi.

10. Mitos:  Kepala keluarga harus laki-laki.

Fakta:  Kepala keluarga adalah siapa yang paling mampu untuk memimpin, tidak tergantung pada jenis kelamin, dilihat dari kemampuannya memimpin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar