Selasa, 18 Juli 2017

11 Mitos dan fakta tentang seksualitas

Seputar seksual
Seks berarti jenis kelamin, segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin disebut dengan seksualitas. Perilaku seksual adalah:segala tindakan yang bisa diamati berupa tindakan seksual terhadap orang lain atau diri sendiri, mengungkapkan diri secara seksual atau cara berbicara dan bertindak. Penggunaan alat kelamin untuk penikmatan atau membentuk keturunan Orientasi seksual adalah orientasi yang terkait dengan pilihan partner seks untuk aktifitas seksual maupun hubungan-hubungan emosional dalam jangka panjang, atau terkait dengan kombinasi-kombinasi seksual.

Secara biologis, berhubungan erat dengan bagaimana manusia menjalani fungsi seksual, sesuai dengan identitas jenis kelaminnya dan bagaimana dinamika aspek-aspek psikologis (kognisi,emosi,motivasi, perilaku) terhadap seksualitas, itu sendiri, serta bagaimana dampak psikologis dari keberfungsian seksualitas dalam kehidupan manusia. Misalnya bagaimana seseorang berperilaku sebagai seorang laki-laki atau perempuan,bagaimana seseorang mendapatkan kepuasan psikolosis dari perilaku yang dihubungkan dengan identitas peran, jenis kelamin, serta bagaimana perilaku seksualnya.

Berikut ini adalah mitos dan fakta seputar seksualitas

1. Mitos:  Perawan tidaknya perempuan bisa dilihat dari caranya berjalan, bentuk pantat, dan bentuk lutut.

Fakta:  Perawan tidaknya perempuan tidak bisa dilihat dari ciri-ciri fisiknya. Perawan ditentukan dari pernah atau tidaknya seseorang berhubungan seksual.

2. Mitos:  Besar kecilnya penis bisa dilihat dari ukuran jempol tangan atau kaki.

Fakta:  Ukuran penis tidak bisa dilihat dari ciri-ciri fisik seseorang.

3. Mitos: Mandul hanya dialami oleh perempuan.

Fakta:  Mandul bisa dialami oleh perempuan maupun laki-laki. Mandul disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: gangguan pada organ reproduksi, gangguan hormonal, dan psikologis yang dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan.

4. Mitos:  Dorongan seksual seseorang bisa dilihat dari bentuk tubuhnya.

Fakta:  Tidak ada bagian tubuh dari seseorang yang menandai dorongan seksual.

5. Mitos:  Orientasi seksual seseorang bisa dilihat dari cara dia berpakaian dan berpenampilan.

Fakta:  Orientasi seksual seseorang tidak bisa dilihat dari cara dia berpakaian dan berpenampilan. Cara orang berpakaian dan berpenampilan merupakan ekspresi terhadap seni, gaya hidup dan tuntutan sosial, bukan merupakan ekspresi orientasi seksual.

6. Mitos:  Seseorang menjadi lesbian atau gay pasti karena dia pernah patah hati dan disakiti lawan jenisnya.

Fakta:  Seseorang menjadi lesbian atau gay dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya: kondisi biologis, pengalaman masa kecil, pengalaman masa lalu traumatik.

7. Mitos:  Waria memiliki penis dan vagina.

Fakta:  Pada umumnya waria memiliki penis, kecuali apabila sudah operasi kelamin dan apabila seorang waria sudah operasi kelamin dia tidak mau disebut waria tetapi ingin disebut perempuan, wanita atau transeksual.

8. Mitos:  Lompat-lompat setelah hubungan seksual akan mencegah kehamilan.

Fakta:  Mencegah kehamilan dilakukan dengan beberapa metode ilmiah yang terbukti kemanjurannya, misalnya dengan mengunakan alat-alat kontrasepsi, bukan dengan lompat-lompat setelah hubungan seksual.
 
9. Mitos:  Jika tidak mengeluarkan darah saat malam pertama maka perempuan tersebut pasti sudah pernah berhubungan seks sebelumnya.

Fakta:  Jika tidak mengeluarkan darah saat malam pertama tidak berarti perempuan tersebut sudah pernah berhubungan seks sebelumnya. Banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, misalnya bentuk hymens, jatuh dari sepeda atau kecelakaan lainnya.

10. Mitos:  Perempuan yang menopause sudah tidak mempunyai hasrat seksual.

Fakta:  Perempuan yang menopause tetap mempunyai hasrat seksual dan tetap dapat melakukan hubungan seksual, tetapi tidak bisa hamil karena sudah tidak bisa menghasilkan sel telur lagi.

11. Mitos:  Nafsu seks laki-laki lebih besar daripada perempuan.

Fakta:  Nafsu seks laki-laki sama saja dengan perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar