3 Pandangan keliru bagi seksualitas wanita

seksualitas wanita
Seksualitas mencakup kegiatan-kegiatan manusia sebagai makhluk seksual secara lebih luas. Seksualitas terkadang menjadi indikasi kepuasan seseorang akan suatu hal yang dilakukannya terkait dengan tubuhnya. Baik itu mungkin memotong rambut, menggunting kuku atau bahkan kegiatan yang melibatkan relasi kita dengan sesama. Namun, dalam kenyataannya seksualitas kini seolah dipisahkan dari kehidupan manusia, atau mungkin lebih tepatnya dikhususkan bagi manusia yang sudah ‘menikah’ dan dipisahkan dari manusia yang belum ‘menikah’. 

Fenomena dapat terjadi ketika seksualitas hanya dipandang sebelah mata. Seperti yang sudah penulis paparkan di atas, bahwa lebih banyak orang yang mengenal seksualitas prokreatif ketimbang yang rekreatif. Hal ini menunjukkan pandangan di dalam masyarakat kita bahwa berahi seolah menjadi hal yang legal ketika kita sudah berada dalam sebuah ikatan pernikahan. Sehingga posisi pernikahan di sini menjadi semacam ‘lisensi’ seksualitas yang harus dimiliki jika ingin melakukan hubungan seksualitas dan semacamnya. Penulis merasa bahwa kita perlu untuk melihat dari perspektif yang berbeda mengenai hal ini. Karena selama ini hanya seksualitas prokreatif lah yang sering diangkat ke permukaan, sementara kita mungkin tidak mengenal atau bahkan tidak pernah mendengar mengenai seksualitas rekreatif.

Apa arti menjadi seorang wanita atau pria di suatu masyarakat tergantung pada kepercayaan atau pandangan tentang seksualitas pria dan wanita yaitu tentang sikap seksual dan bagaimana perasaan orang tentang tubuhnya sendiri. Beberapa pandangan yang keliru bagi seksualitas wanita yang banyak dijumpai di masyarakat akan dijelaskan di bawah ini:

1. Tubuh wanita adalah memalukan
Orang tua berbeda sikap bila anak perempuan atau anak laki-laki menyentuh tubuh mereka sendiri tubuh wanita itu tidak memalukan tubuhnya perlu untuk dikenal, disayang dan dihargai.

2. Tubuh wanita milik pria
Beberapa gadis dinikahkan sejak kecil untuk memastikan mereka tetap suci. Ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang berat bagi gadis tersebut dan bayi-bayinya.

3. Wanita hanya mempunyai sedikit gairah seksual
Seorang wanita sering diajari bahwa itu merupakan tugas bagi istri untuk melayani kebutuhan seksual suami. Tetapi bila dia seorang ”wanita yang baik-baik” maka dia hanya akan melayaninya, tidak menginginkannya Keinginan seksual adalah merupakan bagian alami dari setiap manusia termasuk seorang wanita bisa merasakan keinginan dan kenikmatan seksual seperti yang diinginkan oleh pria.

Meningkatkan kesehatan seksual berarti:
1. Menurunkan resiko dari kehamilan yang tidak diinginkan dan PMS
2. Bisa menikmati hubungan intim
3. Merubah peran gender yang membahayakan
4. Merubah peran gender yang membahayakan kesehatan wanita, termasuk pandangan yang keliru

0 Response to "3 Pandangan keliru bagi seksualitas wanita"

Posting Komentar