Jumat, 21 Juli 2017

4 Cara penggunaan alat kontrasepsi

Kondom

Ada banyak pilihan dalam menggunakan kontrasepsi, yaitu dengan menggunakan alat atau tanpa alat. Namun sebelum memutuskan penggunaan kontrasepsi terlebih dahulu meminta bimbingan dan konsultasi kepada konselor atau petugas medis. Ada beberapa cara penggunaan kontrasepsi, seperti cara sederhana, cara Non hormonal, Hormonal, dan cara operasi.

1. Cara sederhana :
  • Cara sederhana, seperti Pantang berkala atau Metode kalender, adalah pencegahan kehamilan dengan cara tidak melakukan hubungan seks pada saat wanita dalam masa subur. Untuk mengikuti metode ini wanita harus mempunyai siklus haid cukup teratur. Permasalahannya tidak semua wanita mengetahui kapan masa suburnya, tidak semua wanita mendapat siklus haid yang teratur, bahkan tidak semua pasangan dapat mentaati tidak melakukan sanggama pada saat masa subur, kegagalan biasanya terjadi karena kesalahan penghitungan masa subur.
  • Amenore Laktasi, cara ini bersifat sementara selama enam bulan pertama setelah persalinan, yang memanfaatkan ketidaksuburan alamiah karena proses pemberian ASI. Disini kadar prolaktin tinggi dan menetap selama proses menyusui dapat menekan produksi hormon-hormon yang mempengaruhi menstruasi dan ovulasi.
  • Kondom, adalah sarung karet tipis berbentuk silinder yang dipakai pada penis pria saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom yang benar biasanya disertakan pada kemasan kondom, yaitu dipakai setelah penis ereksi dan penis harus segera ditarik dari vagina setelah ejakulasi untuk menghindari cairan sperma tumpah di dalamvagina. Selain dapat menghindari kehamilan, kondom juga merupakan alat untuk menghindari penularan HIV dan beberapa IMF lain seperti GO dan sifilis. Saat ini juga sudah tersedia kondom untuk wanita (female condom), namun masih jarang yang memakainya.
2. Cara Non hormonal :
  • IUD (Intra Uterine Device) adalah alat kontrasepsi dalam rahim terbuat dari bahan semacam plastik dan ada bagian yang dililit tembaga dan bentuknnya seperti huruf T (cooper T, mirena, multiload). Sebelum dipasang wanita akan diperiksa dulu untuk memastikan kecocokan.
3. Cara hormonal : 
  • Pil KB, Suntik KB dan Susuk KB.
Pil KB diminum oleh wanita setiap hari. Pil ini terbuat dari hormon yang mempunyai kesamaan hormone yang terdapat pada tubuh wanita yaitu estrogen dan progesteron. Ada dua macam jenis yaitu Pil mini dan Pil kombinasi. Pil mini hanya mengandung hormon progesterone berfungsi merubah sifat lendir yang dihasilkan leher rahim sehingga mencegah pembuahan, sedang Pil kombinasi bekerja mencegah keluarnya sel telur dari indung telur. Pil KB bermanfaat jika diminum setiap harisecara teratur, misalnya malam atau pagi saja.

Suntik KB adalah suatu cairan berisi hormon progesterone yang dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu tertentu (1-3 bulan). Dalam hal fungsi sama halnya dengan penggunaan Pil KB.

Susuk KB, adalah kapsul yang berbentuk batang kecil yang dipasang pada wanita yaitu dibawah kulit lengan kiri dengan melakukan operasi kecil. Susuk bekerja setelah 24 jam pemasangan dan memberikan manfaat mencegah kehamilan selama tiga tahun. Susuk dipasang dokter atau tenaga medis saat haid atau setelah nifas.

4. Cara Operasi : 
  • Vasektomi dan Tubektomi
Vasektomi merupakan tindakan operasi kecil pada pria dengan cara menutup saluran sperma (bisa dengan atau tanpa pisau) di sebelah kiri dan kanan kantung zakar. Setelah vasektomi pria masih bisa berhubungan seks, air mani tetap dapat keluar tetapi sudah tidak mengandung sperma, sperma yang tidak keluar akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan penyakit. Vasektomi juga sering disebut kontrasepsi mantap, dilakukan pasangan yang sudah tidak menginginkan anak lagi karena jumlah anak sudah cukup, pasangan yang istrinya sudah sering melahirkan, penyakit yang membahayakan pasangan, atau sebab gagal KB dengan cara lain, yang kemudian memutuskan dengan cara medis operasi pria.

Tubektomi merupakan tindakan operasi wanita pada saluran telur dengan memotong atau mengikat saluran yang membawa sel telur ke rahim. Setelah di operasi sel telur yang keluar akan diserap tubuh tanpa efek penyakit apapun. Tubektomi tidak mengganggu kelancaran ASI, jarang terjadi efek samping ataupun kegagalan, dan terlebih tidak mengganggu gairah seksual.

Dari metode kontrasepsi diatas masih ada lagi yang disebut alat kontrasepsi darurat (Emergency Contraception) dalam bentuk Pil yang bernama after morning pil. Cara ini digunakan pada wanita yang melakukan hubungan seksual yang tidak terlindungi, misalnya karena terjadi kekerasan seksual.


Referensi:
PKBI DIY, 2010, Info Kespro untuk semua.
Pilihan Cara KB Quality Of Care, Working For Clients Right, Jakarta; IPPF dan PKBI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar