Jumat, 07 Juli 2017

5 Jenis pengobatan bagi penderita kanker

Pasien di rumah sakit

Apa yang terbersit di dalam pikiran Anda saat mendengar kata “cancer” atau “kanker”? Ya, penyakit mematikan ini memang masih menjadi sesuatu yang mencekam di telinga dan di pikiran masyarakat Indonesia bahkan di dunia. Selain menjadi penyakit yang mematikan, kanker juga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Berikut ini merupakan jenis-jenis pengobatan bagi kanker:

1. Operasi atau pembedahan
Operasi atau pembedahan merupakan salah satu upaya penanganan terhadap kanker yang bersifat lokal, yakni dengan cara mengambil atau menghilangkan jaringan tubuh yang terdiagnosis kanker. Upaya pembedahan biasanya dilakukan terhadap sel kanker yang bersifat padat (solid tumor). Secara umum tujuannya untuk mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan atau bagian organ lain di sekitarnya, mengetahui level keganasan, menentukan stadium (stage). Ada beberapa tipe operasi bedah yang dilakukan terhadap kanker seperti bedah kuratif, bedah preventif, bedah diagnostik, staging surgery, debulking surgery, bedah paliatif, bedah restoratif dan bedah suportif. Tindakan ini sebaiknya dilakukan oleh ahlinya yaitu spesialis bedah. 

2. Kemoterapi.
Terapi ini diterapkan pada penderita kanker dengan cara konsumsi obat-obatan kimia. Tujuannya adalah menghancurkan sel kanker, mengontrol sel kanker agar tidak tumbuh semakin besar, bermitosis semakin banyak dan menyebar luas serta meringankan gejala-gejala yang timbul karena kanker. Kemoterapi juga digunakan bersamaan dengan terapi kanker lainnya seperti operasi bedah, radioterapi dan terapi biologi, yaitu memperkecil sel kanker sebelum dilakukan operasi pembedahan atau radioterapi (neoadjuvant chemotherapy), menghancurkan sel kanker yang masih terisa pasca operasi bedah atau radioterapi, membantu proses radioterapi dan teapi biologi agar berjalan dengan baik serta menghancurkan sel kanker yang tumbuh kembali atau yang sedang menyebar ke jaringan lain.

Tetapi terkadang, jenis pengobatan ini menimbulkan efek samping. Selama kemoterapi berlangsung, sel-sel tubuh yang sehat pada jaringan tertentu akan terus tumbuh dan membelah diri, sehingga akan memberikan efek seperti sering lelah, mual, muntah, diare atau konstipasi, penurunan jumlah sel darah, rambut rontok, sariawan, rasa sakit di badan, dan sebagainya. Namun, setelah kemoterapi selesai, efek samping tersebut juga akan menghilang secara perlahan.

Kemoterapi dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti diminum langsung, disuntik melalui otot di bagian lengan, paha, panggul atau tepat di bawah kulit di bagian lengan yang tertutup lemak. Selain itu, pemberian kemoterapi dalam bentuk injeksi juga bisa dilakukan melalui vena.

3. Radioterapi
Terapi radiasi atau radioterapi merupakan salah satu standar pengobatan kanker dengan menggunakan gelombang energi pengion dan non pengion. Contoh dari energi pengion yaitu: Sinar X (Roentgen), sinar γ (Co60). Sedangkan energi non pengion seperti menggunakan panas (hyperthermal). Pengobatan dengan radiasi dapat diberikan tunggal ataupun secara kombinasi, baik dengan pembedahan maupun kemoterapi. Radioterapi dapat diberikan pada semua jenis kanker dan stadium. Tujuan dari pemberian radioterapi pada kanker adalah membunuh sel kanker, memperkecil sel kanker, mengurangi rasa nyeri dan obstruksi serta mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan meminimalisir kerusakan pada sel-sel normal pada tubuh.

 Radioterapi dapat diberikan melalui dua cara, yaitu:

1. External radiotherapy, dengan menggunakan pancaran sinar X-ray dari luar tubuh melalui mesin akselerator linier pada dosis yang disesuaikan dengan kemampuan pasien.
2. Internal radiotherapy, dengan cara pemasangan radioaktif ke bagian terdekat dengan sel kanker itu berada.

4. Terapi target
Teknik terapi ini hampir menyerupai kemoterapi yaitu dengan cara meminum obat-obatan anti kanker atau disuntik. Namun, pada terapi target, obatnya mempunyai efek langsung pada sel kanker yang termutasi, tidak mengganggu sel-sel sehat yang ada di sekitarnya dan memiliki efek samping yang sangat kecil. Mekanisme terapi target antara lain memutuskan pembuluh darah yang mengalir ke sel kanker, sehingga dapat menghentikan suplai darah dan nutrisi bagi sel kanker yang akhirnya akan menghentikan proses pertumbuhan dan pembelahan (mitosis) sel kanker tersebut. Beberapa jenis kanker yang bisa ditangani dengan terapi target adalah kanker paru, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker darah tipe tertentu dan kanker kulit.

5. Terapi Hormon
Pada beberapa jenis kanker, hormon sebagai salah satu faktor yang bisa meningkatkan pertumbuhan sel kanker. Melalui terapi hormon, obat yang diminum oleh pasien kanker akan memblok efek hormon yang bisa menumbuhkan sel kanker dan menghentikan pertumbuhan hormon tersebut. Jenis kanker yang bisa diobati dengan terapi hormon antara lain kanker payudara (yang bisa diterapi dengan obat jenis tamoxifen dan aromatase inhibitors), kanker prostat, kanker rahim, kanker tiroid dan sebagainya.

Penatalaksanaan kanker bukan hanya dilakukan melalui intervensi medis, melainkan juga dengan meningkatkan kewaspadaan sebagai upayapencegahan dan perubahan gaya hidup. Diakui oleh dr. Asrul Hasral SpPD-KHOM bahwa kewaspadaan masyarakat terhadap kanker hingga saat ini masih kurang, karena memang beberapa jenis kanker memiliki sifat “symptomless” atau tidak ada gejala yang khas. Meskipun pada permulaan kanker, misalnya kanker payudara ditandai dengan adanya benjolan yang tidak terasa nyeri, masyarakat pun masih kurang begitu mengindahkan bahwa benjolan tersebut bisa tumbuh hingga menjadi kanker.

Upaya awareness lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan informasi yang sebanyak dan sesering mungkin mengenai bahaya kanker dan faktor-faktor risiko apa saja yang bisa menyebabkan kanker, oleh berbagai elemen masyarakat, misalnya komunitas-komunitas masyarakat tertentu.

Selain itu, DR. dr. Andhika menambahkan bahwa petugas kesehatan juga harus menyampaikan informasi lebih detail kepada penderita kanker mengenai jenis kanker apa dan bagaimana penanganan yang terbaik untuk kanker tersebut. Sedangkan modifikasi gaya hidup bisa dilakukan dengan rajin berolahraga secara rutin, menjauhkan diri dari rokok, minuman beralkohol, menjaga pola makan yang sehat, makan sayur setiap hari dan juga buah, menjaga berat badan (jangan sampai obesitas), menghindari elemen-elemen yang mengandung karsinogen, seperti polusi udara, air, limbah, tanah, radiasi.


Referensi:
Chemotherapy treatment for cancer (source, nhs.uk). London: National Health Service UK; 2015
Radiasi (dharmais.co.id). Jakarta: Web RS Dharmais; 2015
Targeted therapy for cancer( source, webmd). New York: WebMD; 2015
what to expect from radiation therapy. New York: WebMD; 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar