Minggu, 02 Juli 2017

Ciri-ciri kucing sehat dan tips merawatnya

Kucing lucu
Kucing adalah salah satu jenis hewan yang sering menjadi pilihan untuk dipelihara. Penampilan dan sikapnya yang menggemaskan membuat tidak sedikit orang yang ingin memeliharanya. Mengadopsi kucing adalah sebuah tanggung jawab besar yang tidak dapat dianggap enteng. Para pemilik kucing harus sabar dan selalu senang dalam memelihara serta menjaga kesehatan

kucing kesayangannya. Dengan begitu kucing juga akan selalu merasa senang dan sehat. Kucing memang terkenal dengan kemandiriannya, akan tetapi kurangnya rasa ingin tahu dan perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan kucing dapat berdampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya.

Terdapat sedikit perbedaan dalam perawatan kucing lokal dan kucing ras. Perawatan kucing ras cenderung lebih sulit dan mahal. Kucing ras juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan kucing lokal. Namun hal tersebut tidak menghalangi pecinta kucing untuk memelihara kucing ras. Sedangkan perawatan untuk kucing lokal atau yang lebih dikenal sebagai kucing kampung tidak memakan biaya sebanyak kucing ras.

Di bawah ini adalah ciri-ciri kucing yang sehat
  • Nafsu makan normal. Kucing yang sakit biasanya lebih jarang makan dibandingkan biasanya.
  • Suhu tubuh berada diantara 37 hingga 39.2 derajat celsius. Kucing dengan suhu badan lebih tinggi atau lebih rendah, kemungkinan besar kucing terkena virus.
  • Mulut tidak bau.
  • Mata bersih tidak belekan apalagi bernanah.
  • Hidung lembab dan tidak mengeluarkan cairan.
  • Telinga bersih dan berfungsi baik.
  • Kotoran kucing padat dan baunya tidak terlalu menyengat. Kadang kala kotoran yang agak cair tidak berarti kucing sakit, bisa saja diakibatkan oleh penggantian jenis makanan atau jenis makanan yang baru tidak cocok untuknya.
  • Lincah dan suka bermain. Jika kucing yang biasanya lincah tiba-tiba menjadi pendiam, sering tidur dan lebih malas, ada kemungkinan kucing sedang sakit.
Jika terdapat tanda-tanda kucing kurang sehat sebaiknya langsung dibawa ke dokter untuk diperiksa. Hal tersebut bertujuan agar kucing yang sakit dapat segera diobati sebelum penyakit tersebut menjadi parah.

Inilah tips dan cara perawatan kucing

1. Persiapan sebelum kedatangan kucing
Barang-barang yang perlu disiapkan sebelum kucing pertama kali datang ke rumah adalah sebagai berikut:

Kandang
Terdapat berbagai macam desain yang dijual di pasaran, baik yang tingkat maupun bisa disusun sesuai keinginan. Pilihlah kandang yang cukup besar untuk kucing.

Kotak Pasir
Kotak pasir digunakan kucing untuk tempat buang air. Jika adopter menginginkan untuk mengadopsi lebih dari satu kucing, siapkan kotak pasir untuk masing-masing kucing karena beberapa kucing ada yang kurang suka berbagi kotak pasir. Akan lebih baik jika jumlah kotak pasir lebih satu daripada jumlah kucing yang ada di rumah. Untuk membersihkan pasir kita bisa menggunakan sekop khusus pasir kucing.

Mangkok Makanan dan Minuman
Mangkok makanan dan minuman yang dibutuhkan adalah mangkok yang cukup solid. Jika adopter memilih untuk mengadopsi anak kucing maka mangkok yang disediakan harus cukup berat agar mangkok tidak mudah digerakkan dan makanan tidak tumpah kemana-mana. Bahan mangkok kucing juga haruslah dari bahan yang mudah dibersihkan.

Sisir Kucing
Sisir kucing digunakan untuk menyisir bulu-bulu kucing. Juga terdapat berbagai macam sisir kucing di pasaran seperti sisir comb maupun brush yang berbentuk seperti sikat halus.

Selain itu keadaan sekeliling rumah juga perlu diperhatikan. Jangan membiarkan barang-barang yang tajam maupun kecil terletak di daerah yang dapat dijangkau kucing. Selalu tutup pintu kulkas, washing machine, dan dishwasher untuk mencegah kucing masuk ke dalam dan terjebak di dalamnya.

2. Makanan dan Minuman
Makanan yang diberikan pada kucing haruslah makanan yang bernutrisi tinggi dan kaya protein. Makanan khusus kucing ini berkisar dari 30-60ribu perkilonya tergantung merk dan kualitasnya.

Sebaiknya pemberian makanan pada kucing tiga kali dalam sehari dan ditakar. Sebagai patokan untuk memberikan makanan, kita dapat mengukurnya dari berat badan si kucing. Pada umumnya kucing akan makan 2% dari bobot badannya. Pemberian makanan yang terjadwal dan tertakar akan membuat kucing lebih sehat juga makanan pun tidak akan ada yang terbuang sia-sia. Setelah lewat dari dua jam, makanan kemasan yang dibiarkan terus terkena udara akan membuat nutrisi yang ada dalam makanan tersebut hilang. Jika makanan tersebut dimakan, maka kotoran kucing akan menjadi sedikit encer.

Minuman yang disediakan untuk kucing juga harus selalu tersedia dan senantiasa bersih agar kesehatannya terjaga.

3. Menyisir Kucing
Kucing dapat merapihkan bulunya sendiri, akan tetapi lebih baik juga kita membantunya untuk merapihkan bulunya dengan cara menyisirnya. Dengan menyisir si kucing, kita dapat mengurangi bola-bola bulu yang dapat masuk ke dalam perutnya, juga mempererat hubungan dengan kucing.

Berikut cara menyisir bulu kucing, baik untuk kucing berbulu pendek maupun kucing berbulu panjang.

Kucing Berbulu Pendek:
  • Gunakan sikat halus atau sarung tangan untuk melepaskan bulu-bulu kucing yang rontok mulai dari bagian kepala dan punggung. Setelah itu sisir bagian kepala hingga ekor, sesuai dengan arah bulu. Setelah itu ganti arah dan sisir berlawanan dengan arah bulu.
  • Balik badan kucing agar kepalanya berada di perut atau di lutut anda. Balik kucing anda dengan baik dan perlahan ambil batang kakinya diantara tangan anda, Sekarang sisir bagian bawah badan kucing sama seperti sebelumnya.
Kucing Berbulu Panjang : 
  • Sisir kucing mulai dari kepalanya dengan sisir sikat halus mengikuti alur bulu kucing. Ulangi selama beberapa kali lalu sisir kucing berlawanan dengan alur bulu, mulai dari ekor hingga bagian kepala.Uraikan bulu-bulu yang terikat, khususnya bagian telinga, perut, bagian paha dan ekor bagian bawah.
  • Balik badan kucing dan sisir bagian bawah kucing, sama seperti sebelumnya sisir dengan mengikuti dan berlawanan arah bulu kucing. Berikan sedikit bedak talek di bulunya lalu sisir secepatnya. Poles bulu kucing dengan menggunakan sarung tangan atau pun kain basah.
Terkadang bisa saja kita melihat kucing kita menjilati badannya tanpa henti. Hal tersebut bisa dikarenakan oleh stress juga kegelisahan terhadap sesuatu. Di lain kasus, hal yang disebut overgrooming ini dapat disebabkan oleh kulit yang iritasi.

4. Memandikan Kucing
Walaupun kucing dapat membersihkan badannya sendiri, kita harus tetap memandikannya agar dapat menghilangkan bau-bau tak sedap dan minyak serta kotoran yang menempel pada bulu kucing. Sebenarnya mandi dapat dilakukan di salon hewan dan harga yang ditawarkan pun bervariatif, namun kita juga dapat melakukannya di rumah. Kita bisa mulai memandikan anak kucing setelah vaksin pertamanya. Kucing biasanya dimandikan dua kali dalam sebulan. Berikut
langkah-langkahnya:
  • Persiapkan peralatan mandi kucing. Kita membutuhkan sampo kucing, handuk besar, sikat/sisir dan pengering rambut. Sebaiknya sisir bulu kucing anda sebelum dimandikan, terutama jenis kucing berbulu panjang. Kita juga dapat memotong kuku kucing anda sebelum mandi.
  • Mandi dapat dilakukan diwastafel yang cukup besar atau pun bathtub. Siapkan air sebelum memasukkan kucing, dan pastikan air tidak terlalu panas atau pun dingin.
  • Biasanya memandikan kucing adalah pekerjaan untuk dua orang, satu untuk memegang kucing dan satu untuk memandikan kucing. Akan tetapi kita dapat melakukannya sendiri. Pegang kucing dengan erat tapi jangan terlalu keras di bagian bawah lehernya atau bagian tengkuk. Coba temukan kapan dan bagaimana anda menukar pegangan dengan tangan lainnya. Lakukan rutinitas mandi sebelum kucing masuk ke dalam air agar kucing dapat berhenti sebentar karena keterpaksaan atau bingung.
  • Basahi bagian bawah kucing, mulai dari kepala dan sampai ke ekor. Beri sampo dengan cara yang sama hingga berbusa dan bilas sampai bersih. Kita juga dapat membaca petunjuk label pada shampoo obat dengan hati-hati. Beberapa membutuhkan 5 sampai 15 menit sebelum dibilas agar efektif. Pembilasan menyeluruh penting dilakukan karena residu sisa sabun dapat mengiritasi kulit kucing atau ditelan ketika kucing menjilati bulunya. Membilas juga dapat menghilangkan kutu dan parasit lain yang bergerak oleh mandi.
  • Mengeringkan bulu kucing bisa dengan menggunakan handuk dan hairdryer. Remas dengan lembut kelebihan air dari bulu kucing lalu bungkus tubuhnya dengan handuk dan keringkan. Jika dia akan berdiri untuk itu, Anda dapat menyisir setiap bagian kusut dengan segera, jika tidak, tunggu sampai dia kering. Jika Anda beruntung, kucing Anda mungkin mentolerir suara dan nuansa hair dryer. Jangan terlalu mengandalkan hal tersebut, karena banyak kucing takut oleh mereka. Ini bukanlah sesuatu yang tepat setelah mandi. Coba lihat bagaimana kucing Anda bereaksi terhadap hair dryer pada hari non-bath. Jika dia takut, tetap keringkan dengan handuk. Anda mungkin dia bisa terbiasa dengan suara hairdryer khususnya jika kita memulai untuk membiasakan memandikan kucing sejak ia kecil.
5. Vaksinasi
Vaksinasi berguna untuk melindungi kucing dari banyak penyakit menular atau pun penyakit berbahaya lainnya. Vaksinasi ini wajib diberikan pada kucing ras karena daya tahan tubuhnya yang berbeda dari daya tahan tubuh kucing lokal. Kucing lokal memiliki kekebalan tubuh yang cukup kuat. Akan tetapi lebih baik kucing lokal ini diberikan vaksinasi agar daya tahan tubuhnya menjadi lebih sempurna. Pada umur 8-10 minggu kucing sudah dapat di vaksinasi. Berikut jadwal vaksinasi kucing secara umum.
  • Umur 8 minggu : Felocell 3 
  • Umur 16 minggu : Defensor 3 
  • Annual/Tahunan : Felocell 3 + Defensor 3
Dalam Felocell 3 terdapat perlindungan untuk virus Feline Upper Respiratory Tract Infection dan Feline Panleukopenia. Virus Feline Upper Respiratory Tract Infection mudah menular, menyebabkan gangguan saluran pernapasan atas, bersin, mata dan hidung berair, hilang nafsu makan. Dalam kasus yang berat, virus ini dapat menyebabkan kematian. Sedangkan virus Feline Panleukopenia dapat menular dan menyebabkan diare, muntah, dehidrasi hingga kemarian. Sering terjadi pada kitten "anak kucing" tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada kucing yang sudah dewasa.

Dalam Defensir 3 terdapat perlindungan untuk penyakit Rabies. Penyakit ini menyerang sistem saraf pada berbagai mamalia dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini juga dapat menyerang manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi.

Tidak sedikit orang yang pertama kali mengadopsi kucing hanya atas dasar suka dan belum pernah mencari tahu tentang cara mengadopsi kucing yang baik. Untuk adopter pemula perlu mencari tahu apa saja yang mereka perlukan agar kucing yang mereka akan atau pelihara dapat selalu terjaga. Terdapat cara yang berbeda dalam merawat kucing ras dan kucing lokal, akan tetapi barang dan peralatan yang digunakan untuk merawat kucing tersebut tidak jauh berbeda.


Referensi:
Buku Taylor, David. (2009). Kitten Taming. China : Octopus Publishing Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar