Kamis, 06 Juli 2017

Faktor risiko internal & eksternal penyakit kanker

Penyakit kanker

Penyakit kanker memang sangat mematikan, maka dari itu berhati-hatilah karena faktor risiko kanker pada umumnya terdiri dari faktor risiko internal dan eksternal. Faktor risiko internal merupakan elemen penyebab kanker yang tidak dapat dikontrol keberadaannya, seperti usia dan gen. Sedangkan pada faktor eksternal merupakan faktor risiko kanker yang dapat dikontrol kondisinya, yakni seperti gaya hidup dan lingkungan.

Faktor internal

- Usia
Pertambahan usia menjadi faktor risiko yang paling penting bagi penderita kanker. Menurut data statistik terbaru dari National Cancer Institute’s Surveillance, Epidemiology and End Results Program, usia yang paling berisiko terkena kanker adalah 65 tahun. Faktor risiko ini pun juga berbeda antara jenis kanker satu dengan lainnya.

- Gen/keturunan
Sebagian besar jenis kanker juga berkembang sebagai akibat mutasi gen dalam garis keturunan yang sama, yakni dari orangtua ke anaknya.

Khusus pada penderita kanker payudara, terdapat tes genetika BRCA I dan BRCA II. Jika dari tes BRCA I dan II menunjukkan hasil positif, DR. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM kembali menjelaskan bahwa kemungkinan besar akan menurun kepada anaknya. DR. dr. Andhika menyebutkan contoh seperti yang terjadi pada aktris dan aktivis asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, yang langsung menjalani mastectomy (operasi pengangkatan payudara untuk mencegah terjadinya kanker) setelah mengetahui hasil positif dari tes gen BRCA I dan II, yang membuatnya dinyatakan berisiko besar terkena kanker payudara dan kanker ovarium, seperti yang dialami oleh ibu dari Angelina sebelumnya. Namun, alat deteksi tersebut belum dioperasikan sepenuhnya di Indonesia, karena pertimbangan harga yang sangat mahal. Kalau pun ada, menurut DR. dr. Andhika, alat tes BRCA I dan II ini masih sebatas untuk penelitian saja.

Faktor eksternal

1. Gaya hidup
Faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker antara lain adalah asupan makanan, alkohol, merokok, obesitas, serta pola diet yang salah.

2.Makanan.
Banyaknya asupan makanan tidak sehat, yakni yang mengandung kalori dan lemak tinggi, seperti konsumsi daging merah berlebihan yang tidak diolah dengan baik (hingga matang) menjadi faktor risiko yang cukup tinggi bagi seseorang untuk bisa terkena kanker usus besar.

3.Merokok.
Konsumsi tembakau atau merokok menjadi faktor risiko tertinggi pada kanker. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif (second hand smoker) pun dapat terkena kanker bila terpapar asap rokok pada intensitas dan frekuensi yang sangat tinggi.

4. Obesitas.
Orang yang mengalami obesitas, termasuk di dalamnya yang kurang atau tidak pernah berolahraga atau pun tidak melakukan diet yang sehat, juga berkontribusi meningkatkan risiko kanker.

5. Alkohol.
Konsumsi alkohol dalam jumlah dan frekuensi yang tinggi menjadi salah satu gaya hidup tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker, yaitu kanker mulut, kanker esofagus, kanker laring, kanker liver dan kanker payudara.

2. Lingkungan
DR. dr. Andhika Rachman SpPD-KHOM menjelaskan bahwa faktor lingkungan berupa paparan berlebihan dari polutan udara (asap rokok, asap pabrik dan kendaraan), polutan air (berasal dari limbah industri), pestisida, radiasi sinar ultraviolet (seperti dari sinar matahari), sinar X-ray dan gas radioaktif yang dilepaskan dari tanah juga memiliki sifat karsinogenik yang tinggi yang dapat memicu terjadinya kanker, seperti kanker kulit, kanker paru, kanker leukemia dan kanker limfoma.

3. Tidak Menyusui
Beberapa penelitian menyatakan bahwa wanita yang tidak menyusui memiliki risiko terkena kanker, khususnya kanker payudara. Sebab, jika tidak menyusui, tubuh tidak menghasilkan hormon oksitosin yang berfungsi mencegah berkembangnya sel kanker. Di sisi lain, produksi hormon estrogen dan progesteron pada wanita yang tidak menyusui akan semakin meningkat yang bisa memicu risiko munculnya sel kanker di dalam tubuh.

4. Faktor Hormonal
Meskipun peluang risikonya cukup kecil, tetapi pemakaian obat hormonal harus hati hati karena ada yang menghubungkan dengan penyakit kanker Seberapa besar masalah ini di Indonesia belum ada data.

5.Gangguan Infeksi
Pada beberapa kasus, serangan virus human papilomavirus (HPV) jenis tertentu dan virus hepatitis B (HBV) serta Epstein Barr Virus ( EBV ) juga bisa menjadi penyebab berkembangnya sel kanker.


Referensi:
Cancer Risk Factors. Minnesota: Mayo Clinic Health Care; 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar