Tips & petunjuk melakukan perjalanan ibadah haji

Kota mekkah
Secara umum ibadah haji adalah ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya. Makna lain haji adalah suatu ibadah yang tidak membedakan kedudukan dan status sosial. Prosesi haji dan maknanya demikian penting untuk dikaji, sebab jangan sampai ibadah ini hanya sebagai ritualnya tanpa mengetahui makna terdalamnya. Ritual haji merupakan kumpulan simbol-simbol yang sangat indah prosesi haji mengandung simbolisasi filosofis yang maknanya sangat dalam yang dapat menyentuh aktivitas kehidupan manusia sehari-hari. Makna prosesi haji apabila dihayati dan diamalkan secara baik dan benar, maka akan mampu memberikan kesejukan, kecintaan, kebenaran dan keadilan kepada umat manusia. Dengan demikian akan tercipta kedamaian di muka bumi.

Dengan memakai pakaian ihram yang berwarna putih yang berarti suci, maka harus berniat dengan sungguh-sungguh untuk memakai pakaian kejujuran, kerendahan hati, kesucian jiwa, dan keikhlasan hanya karena Allah. Setelah mengenakan pakaian ihram, maka sejumlah larangan pun harus diindahkan, tidak menyakiti binatang, membunuh, menumpakan darah, dan mencabut pepohonan. Dengan demikian, manusia harus berfungsi untuk memelihara makhluk-makhluk Tuhan. Dilarang juga memakai wangi-wangian, bercumbu, menikah dan berhias, karena manusia bukan materi semata-mata.

Berikut ini adalah tips serta petunjuk yang harus dilakukan oleh jema'ah haji dalam perjalanan.

A. Persiapan Pemberangkatan
1. Persiapan Mental Spiritual
a. Niat semata ibadah karena Allah SWT.
b. Bertaubat dan mohon bimbingan dari Allah SWT.
c. Selesaikan masalah keluarga, pekerjaan, dll.
d. Silaturahmi dengan banyak pihak dan mohon do’a restu.
2. Persiapan Material
a. Persiapkan bekal secukupnya, termasuk untuk yang ditinggalkan.
b. Dibolehkan melaksanakan walimatussafar.
c. Membawa persiapan ke tanah suci. Contoh: Pakaian dll.

B. Pemberangkatan
1. Di rumah sebelum berangkat dianjurkan shalat sunat safar dan berdo’a untuk
keselamatan diri dan keluarga yang ditinggalkan.
2. Dalam perjalanan dari rumah – Asrama Haji Embarkasi perbanyak dzikir dan do’a.
3. Di Asrama Haji:
a. Menempati kamar dan istirahat.
b. Mengikuti pembinaan manasik.
c. Mendapat pelayanan kesehatan.
d. Menerima paspor haji dan gelang identitas yang harus selalu dipakai.
e. Menerima uang living cost dalam bentuk mata uang riyal.
4. Di pesawat:
a. Patuhi petunjuk yang disampaikan awak cabin atau petugas.
b. Duduk dengan tenang dan jangan hilir mudik kecuali ada keperluan.
c. Perbanyak dzikir, do’a dan baca Al-Quran.
d. Perhatikan ceramah, pemutaran film manasik haji.
5. Gelombang I Jakarta – Madinah.
Gelombang II Jakarta - Jeddah.

C. Sesampainya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah atau Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
1. Turun dari pesawat dengan tertib, jangan lupa tas tentengan dan paspor.
2. Nunggu dan antri dengan sabar di loket untuk pemeriksaan imigrasi.
3. Ngecek koper dan menyerahkannya beserta barang bawaan kepada petugas pengangkut barang untuk diangkut dengan gerobak dan dibawa ke bis (bagi jamaah gel. II).
4. Istirahat di tempat yang sudah disediakan, wudhu, shalat dan niat ihram
umrah (bagi jamaah gel. II).
5. Naik bis menuju Makkah bagi jamaah gel. II.
6. Sampai di pondokan nyimpan barang, lalu siap-siap pergi ke masjidil haram
untuk melakukan thawaf dan sa’i umrah.
7. Di masjidil haram melakukan thawaf dan sa’i umrah yang ditutup dengan
tahallul.

D. Di Makkah sebelum Wukuf
1. Jamaah menempati pondokan yang telah disediakan.
2. Perhatikan gedung yang ditempati, beserta lokasinya agar tidak tersesat. Tiap
gedung dipasang stiker bertuliskan jamaah haji Indonesia, no.maktab dan rumah.
3. Tiap jamaah mendapat gelang maktab yang bertuliskan alamat pondokan, yang harus selalu dipakai.
4. Mengikuti kegiatan bimbingan yang diatur petugas kloter.
5. Apabila pergi ke masjidil haram sebaiknya beregu agar tidak tersesat.
6. Jika tersesat kembalilah ke masjidil haram.
7. Keluar dari masjidil haram hindari waktu-waktu padat seperti ba’da shalat, terutama ba’da shalat jum’at.
8. Jika naik taksi usahakan laki-laki naik duluan, tapi kalau keluar perempuan duluan.
9. Bagi yang melaksanakan haji tamattu’ ada kewajiban membayar Dam.
10. Sebelum wukuf survey dulu ke Arafah, Muzdalifah, Mina, dan ziarah ke gua Hiro dan tempat bersejarah lain dipandu petugas kloter.
11. Tanggal 8 zulhijjah berangkat ke Arafah untuk melaksanakan wukuf pada tanggal 9 zulhijjah dan bagi yang berhaji tamattu’ hendaklah berihram haji dari pondokan.
12. Selama ihram hindari larangan ihram, perkataan/perbuatan kotor, fasik, berbantah-bantahan.
13. Dalam perjalanan ke Arafah hendaklah memperbanyak membaca talbiyah,
dzikir dan do’a.

E. Di Arafah
1. Menempati kemah yang telah disediakan.
2. Sambil menunggu saat wukuf perbanyaklah istigfar, zikir dan membaca al-
Quran.
3. Kalau bisa punya target khatam al-Quran di Makkah, Arafah dan Madinah
(Raudhah).
4. Ikutilah kegiatan wukuf (khutbah dan zikir) yang dipimpin petugas kloter. Waktu wukuf mulai waktu zuhur tanggal 9 zulhijjah sampai dengan terbit
fajar tanggal 10 zulhijjah. Shalat zuhur dan ashar dijama’ taqdim dan qasar. Demikian juga maghrib dan isya’.
5. Selama di Arafah sebaiknya jamaah tetap berada di kemah. Jika ingin ke Jabal Rahmah, sebaiknya waktu survey.
6. Setelah matahari terbenam sempurnalah pelaksanaan wukuf, selanjutnya bersiap naik bis menuju Muzdalifah.

F. Di Muzdalifah
1. Perbanyak zikir dan mengambil batu untuk balang sebanyak 49 atau 70 butir.
2. Lewat tengah malam berangkat ke Mina.

G. Di Mina
1. Menempati kemah yang telah disediakan.
2. Pada hari pertama jamaah haji melontar Jamrah Aqabah sebanyak 7 kali, kemudian menggunting rambut (tahallul awal) dan boleh ganti pakaian biasa tapi belum boleh melakukan hubungan suami istri.
3. Pada tanggal 11 zulhijjah melontar 3 Jamrah (Ula, Wustha, Aqabah) masing- masing 7 kali.
4. Pada saat melontar sebaiknya dipimpin ketua rombongan dengan memperhatikan situasi dan kondisi serta keamanan dan keselamatan.
5. Pada tanggal 12 zulhijjah melontar 3 Jamrah lagi. Bagi yang nafar awal selanjutnya kembali ke Makkah sebelum terbenam matahari.
6. Bagi yang nafar tsani pada tanggal 13 zulhijjah melontar 3 Jamrah lagi.

H. Di Makkah setelah Wukuf
1. Setelah sampai di Makkah segera melakukan tawaf ifadah dan sa’i bagi yang belum melakukan, dengan mempertimbangkan kepadatan jamaah.
2. Selama menunggu keberangkatan ke Madinah jamaah haji mengikuti bimbingan petugas kloter.
3. Bagi yang akan meninggalkan Makkah diwajibkan tawaf wada’(kecuali yang
udzur syar’i).

I. Di Madinah setelah Wukuf (Gelombang II)
1. Menempati pondokan yang telah disediakan untuk waktu 8 hari guna memberi kesempatan melaksanakan shalat fardhu  40 waktu (Arbain) di Masjid Nabawi.
2. Sebelum keluar pondokan (hotel) perhatikan nomor rumah, kenali jalan dan lingkungan sekitarnya, agar kembali tidak tersesat.
3. Usahakan ziarah ke makam Rasul dan dua sahabatnya. Juga ke makam Baqi.
4. Setelah hari ke 3, jamaah diajak ziarah ke Jabal uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Quba secara gratis dipimpin petugas kloter.
5. Selesai melaksanakan shalat fardhu 40 waktu, jamaah haji pulang ke tanah air.

Keberhasilan ibadah haji bukan dilihat dari berapa kalinya seseorang menunaikannya dan bukan pula simbol atau gelar haji atau hajjah yang disandangnya, namun ditentukan oleh kesadaran musyahadahnya kepada Tuhan. Karena musyahadah inilah yang akan membentuk visi kemanusiaan, keadilan dan solidaritas sosial. Dengan melakukan ibadah haji mestinya mampu membersihkan dari unsur-unsur duniawi dan membangunnya di atas batin yang tulus. Haji yang demikianlah yang pantas mendapat gelar haji yang mabrur, haji yang berhasil melakukan musyahadah dengan Tuhan dan mampu memberikan kebaikan, menaburkan kedamaian di muka bumi. Maka pantaslah surga sebagai balasannya.

0 Response to "Tips & petunjuk melakukan perjalanan ibadah haji"

Posting Komentar