Rahasia manfaat dan khasiat kurma dalam sains

Buah kurma segar

Mengungkap rahasia buah kurma dari segi sains

Dari khazanah sains dijelasan bahwa buah kurma berhasiat sebagai anti pembekuan darah, anti inflamasi untuk menghilangkan rasa nyeri; menyehatkan jantung, pembuluh darah dan mencegah stroke; mencegah sembelit, melancarkan buang air besar, membantu pertumbuhan dan kesehatan gigi dan tulang, sebagai anti oksidan, anti bakteri, dan anti jamur.

Buah kurma itu selain bernilai shahih juga memberi petunjuk bahwa kurma adalah makanan yang layak dikonsumsi dan stoknya sebagai makanan sehari-hari dalam keluarga perlu tersedia secara cukup. Artinya, buah kurma adalah makanan yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga dapat dikonsumsi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam konteks Indonesia, kurma bagi pengkonsumsinya adalah identik dengan beras yang layak dikonsumsi bagi pemenuhan makanan harian. Jika kurma menurut petunjuk hadits merupakan buah atau makanan yang penting sehingga bagi yang mengkonsumsinya perlu disediakan secara cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari hari, tentu bagi orang di luar wilayah Arab yang tidak menjadi- kan kurma sebagai makanan yang dikonsumsi sehari-hari, kurma layak dilihat penjelasannya terutama dari segi khasiatnya menurut sains.

Rahasia Sains buah kurma
Kurma (phoenix dactylifera) adalah sejenis tumbuhan palem yang buahnya dapat dimakan, rasanya manis. Pohon kurma tingginya sekitar 15-25 meter, sedang daunnya menyirip sepanjang 3-5 meter. Klasifikasi tanaman kurma adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Subkelas : Arecidae
Ordo : Arecales
Family : Arecaceae
Genus : Phoenix
Spesies : Phoenix dactylifera L

Buah kurma memiliki karakteristik bervariasi. Beratnya 2-60 gram, panjang 3-7 cm, konsistensi lunak sampai kering, berbiji dan berwarna kuning kecoklatan, coklat gelap, dan kuning kemerahan. Jenis tanaman palma ini berasal dari Irak dan banyak ditanam di Timur Tengah dan Afrika Utara. Ia kebanyakan tumbuh di negara-negara Arab seperti Madinah yang dekat dengan gunung berapi, sehingga tanahnya begitu subur.

Kurma mengandung asam salisilat yang bersifat anti pembekuan darah, anti inflamasi, dan menghilangkan rasa nyeri. Kandungan kaliumnya yang menyetabilkan denyut jantung, mengaktifkan kontranksi otot jantung, sekaligus mengatur tekanan darah, bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, sehingga bermanfaat dalam mencegah penyakit stroke. Banyaknya kandungan serat kurma baik bagi usus, dapat mencegah sembelit dan melancarkan buang air besar. Dan kandungan kalsium, fosfor, dan magnesium kurma dapat membantu pertumbuhan tulang dan kesehatan tulang serta gigi.

Buah kurma merupakan buah yang penting dikonsumsi karena menyehatkan pemakainya. Dari situ buah kurma, dalam hadits begitu dianjurkan mengkonsumsinya, yang dari sudut sains komposisi nutrisi dapat dilihat dengan jelas. Daging buah kurma itu kaya gula, yakni terdiri dari 71,2-81,4 %.

Buah kurma kaya akan gula. Gula daging kurma terdiri dari gula pereduksi, disakarida berupa sukrosa, dan monosakaridanya berupa glukosa (37,3-52,3 %) dan fruktosa (28,05-47,5%). Adanya gula pereduksi yang banyak dalam kurma menunjukkan adanya aktivitas enzim invertase yang mampu mengurangi kadar sukrosa. Selain gula, daging kurma juga kaya mineral. Kandungan mineralnya berupa kalsium (123-187 mg/100 g), fosfor (12-27 mg/100 mg), kalium (289,6-512 mg/100 g), natrium (4,9-8,9 mg/100 g), dan magnesium (5,6-150 mg/100 g).

Adanya mineral kalsium, kalium dan fosfor akan membantu proses metabolisme dalam sel manusia. Magnesium dan kalsium penting dalam perkembangan tulang yang sehat dan energi metabolisme dan besi adalah penting untuk produksi sel darah merah. Tingginya kadar kalium dan rendahnya natrium berarti bahwa kurma tepat untuk orang yang menderita hipertensi.

Kandungan nutrisi pada kurma seperti diuraikan di atas, berbeda dalam hal tingkat kematangan. Hal ini berarti tingkat kematangan kurma mempengaruhi kandungan nutrisinya. Pada kurma yang belum matang (berwarna hijau), dikenal tingkat kematangan pertama (kimri). Pada tingkat ini kelembaban dan kadar tanninnya paling tinggi. Pada tingkat Besser, kurma mulai matang yang ditandai semua bagian buah telah berwarna (full coloured). Pada tingkat ini kelembaban mulai turun dan membentuk sukrosa. Pada tingkat yang lain, yakni rutab (berwarna coklat muda), teksturnya lebih lembut, sukrosa telah dikonversi menjadi gula-gula invert. Kurma pada tingkat rutab ini paling digemari orang karena daging buahnya paling lembut dan manis di antara tingkatan lainnya. Tingkat kematangan selanjutnya yaitu tamr. Telah terjadi peningkatan kadar fruktosa dan glukosa dari kurma kimri, khalal ke rutab dan tamr. Tingginya kadar fruktosa khususnya tidak akan mengakibatkan terjadinya diabetes melitus bagi yang mengkonsumsi kurma.

Kandungan nutrisi lainnya selain karbohidrat (gula), juga protein dan lemak. Kedua biomolekul atau disebeut juga metabolit primer ini keberadaanya sangat sedikit dalam daging buah kurma. Hal ini terbukti hasil analisis Assirey (2015) terhadap 10 kultivar sampel kurma yang tumbuh di Saudi Arabia, kadar protein antara 1,72 g/100 g hingga 4,73 g/100 g berat kering. Kadar protein yang kecil ini memberikan arti bahwa kurma bukan sumber protein yang baik sedangkan kadar lemak diperoleh sangat kecil yaitu sebesar 0,12 g/100 g hingga 0,72 g/100 g berat kering.

Asam-asam lemak dalam daging buah dan biji kurma terdiri atas asamasam jenuh dan tak jenuh. Asam lemak jenuhnya terdiri dari asam kaprat, laurat, miristat, palmitat, stearat, margarat, arakhidat, heneikosanat, behenat, dan trikosanoat. Asam lemak tak jenuhnya meliputi asam palmitileat, oleat, linoleat dan linolenat.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah adanya vitamin dan serat dalam daging buah kurma. Vitamin yang terkandung dalam kurma terdiri dari vitamin C (0,002-0,02 %), B1 Thaiamin, B2 Riboflavin, asam nikotinat (niasin) dan vitamin A.

Selain vitamin, daging kurma mengandung serat tinggi yaitu 6,4-11,5 %. Adanya kandungan serat yang tinggi ini, bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker usus, diabetes, dan penyakit hati.

Aktivitas antioksidan buah kurma berhasil diungkap oleh Lemine, dkk terhadap dua tingkat kematangan kurma di Mauritania (blah/khalal dan tamr). Pengujian antioksidannya menggunakan metode DPPH, memberikan hasil bahwa rata-rata akativitas antioksidan pada tingkat Blah 107.5 μmol TEAC/100 g material kering sedangkan pada tingkat Tamr 91.2 μmol TEAC/100 g material kering. Adanya aktivitas antioksidan pada kurma disebabkan adanya senyawa polifenol. Senyawa polifenol yang terdapat dalam kurma diantaranya kelompok flavanol, flavonol, flavon, dan hidroksisinamat. Senyawa polifenol yang kebanyakan terdapat dalam daging buah matang (tamr) adalah polisianidin (95 % dari total polifenol). Polisianidin terbanyak justru terdapat pada biji kurma bukan pada daging buahnya.

Adanya kandungan polifenol dalam daging buah kurma dan ekstrak kurma yang telah dicerna akan meningkatkan kesehatan usus. Peningkatan kesehatan usus ini disebabkan adanya pertumbuhan bakteri yang menguntungkan (bifidobacteria) dan mampu menghambat proliferasi sel kanker usus. Sel kanker yang digunakan sebagai model adalah sel caco-2. Terbukti bahwa ekstrak polifenol dan kurma yang telah dicerna mampu menghambat pertumbuhan caco-2.

Hasil penelitian ini memberikan arti bahwa dengan mengkonsumsi kurma maka akan meningkatkan kesehatan pada usus. Jadi, kesehatan usus merupakan rahasia dari mengkonsumsi makanan kurma.


Referensi:
Satuhu, S. 2010. Kurma, Kasiat dan Olahannya. Edisi I. Jakarta: Penebar Swadaya.
Al Hooti, S., Sidhu, J.S., and Qabazard, H. 1997. Physicochemical Charactristics of Five Date Fruit Cultivars Grown in The United Arab Emirates. Plant Foods for Human Nutrition (50). 101-113.

Ortega-Garcia F anfd Peragon J. 2009. Phenylalanine Ammonia-Lyase, Polyphenol Oxidase, and Phenol Concentration in Fruits of Olea Europaea L. cv. Picual, Verdial, Arbequina, and Frantoio during Ripening. Journal of Agricultural and Food Chemistry.
Assirey, Eman Abdul Rahman. 2015. Nutritional Composition of Fruit of 10 Date Palm (PhoenixdactyliferaL.) Cultivars Grownin Saudi Arabia, Journal of Taibah University for Science 9.
Charoenprasert, S., and Mitchell, A., 2012. Factors Influencing Phenolic Compounds in Table Olives (Olea europaea). Journal of Agricultural and Food Chemistry. 60 (29). 7081-7095.

0 Response to "Rahasia manfaat dan khasiat kurma dalam sains"

Posting Komentar