Jumat, 04 Agustus 2017

Tips berhenti merokok dan cara cegah mengulanginya

Cara berhenti merokok

Mengapa anda harus berhenti merokok
Rokok yang dibakar merupakan bahan kimia yang terdiri dari 4000 zat kimia berbahaya diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif terdiri dari tar dan partikel penyebab kanker seperti gas CO, benzen.

Setiap tahun diperkirakan 7-9% kematian yang terjadi di indonesia akibat penggunaan tembakau.
  • 58% penyakit paru-paru menahun.
  • 22% dari seluruh penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • 90% kasus kanker paru-paru.
  • 50% meningkatnya kasus impotensi.
  • Penurunan efisiensi mental sebanyak 20% sampai 23%.
Hampir semua perokok mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologik terhadap rokok (nikotin). Ketergantungan fisik terhadap nikotin, adalah suatu keadaan di mana penghentian atau pengurangan penggunaan rokok menimbulkan gejala putus nikotin. Nikotin bekerja di otak yang dapat menyebabkan timbulnya perasaan menyenangkan dan santai serta dapat memperbaiki konsentrasi dalam jangka pendek.

Para perokok sering menjadi ketergantungan pada nikotin dan keinginan untuk merokok, dengan tujuan agar dapat merasa normal. Nikotin dengan cepat terurai di dalam hati dan dalam waktu sebelum dua jam perokok dapat mengalami dorongan kuat untuk merokok (sugesti). Sugesti adalah hasrat yang tiba-tiba untuk merokok dan sering diikuti dengan perasaan mudah marah.

Gejala putus nikotin pada waktu berhenti merokok
Nikotin adalah zat yang sangat kuat menyebabkan ketergantungan dan 75% para perokok akan mengalami gejala putus nikotin pada waktu ia berhenti merokok. Gejala putus nikotin adalah:
  • Dorongan yang kuat untuk merokok (sugesti).
  • Mudah marah, frustasi.
  • Sulit kosentrasi.
  • Perasaan tegang dan cema.
  • Perubahan suasana dalam perasaan, seperti depresi.
  • Meningkatnya nafsu makan.
Gejala akan menjadi nyata dalam beberapa jam setelah berhenti merokok yang terakhir. Sebagian besar pengaruh putus nikotin dimulai dalam dua sampai tiga hari dan hilang dalam waktu dua minggu dan tubuh akan menyesuaikan diri untuk hidup tanpa nikotin. Penggunaan Nicotine replacement therapy atau terapi pengganti nikotin dalam bentuk koyo. Permen karet atau inhaler dapat membantu mencegah gejala putus nikotin ini.

Bila anda tidak pernah berpikir bahwa anda mampu untuk berhenti merokok, percayalah bahwa sebenarnya anda mampu berhenti jika mau dan banyak keuntungan yang dapat diperoleh bila anda berhenti merokok. Bila anda ingin berhenti merokok, laksanakanlah segera. Mengurangi rokok adalah baik tapi berhenti rokok haruslah menjadi tujuan anda.

Inilah cara untuk berhenti merokok

1. Berhenti seketika
Hari ini anda masih merokok, besok anda berhenti sama sekali. Cara ini adalah cara yang paling berhasil.
2. Penundaan
Menunda saat menghisap rokok pertama 2 jam setiap hari dari hari sebelumnya.
3. Pengurangan
Jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara bertahap dengan jumlah yang sama.

Bila anda ingin berhenti merokok, mintalah bantuan kepada tenaga kesehatan berupa konseling berhenti merokok. Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, psikolog dapat membantu memberikan advis dan dukungan, berupa konseling untuk berhenti merokok.

Pada beberapa orang terjadi kesulitan berhenti merokok yang disebabkan oleh masalah kesehatan, termasuk di dalamnya masalah kesehatan jiwa seperti adanya depresi. Orang dengan ketergantungan zat seperti alkohol atau narkotik merupakan masalah sulit lainnya.

Tips untuk mengatasi keinginan yang kuat untuk merokok (sugesti) atau cegah mengulanginya lagi

Bila anda mengalami sugesti, ikuti beberapa tips di bawah ini untuk membantu anda mengatasinya:
  • Tunda keinginan untuk merokok, setelah 3 sampai 5 menit, keinginan merokok berkurang dan anda akan ingatkan bahwa anda bukan perokok.
  • Alihkan dengan minum air atau jus buah atau dengan melakukan aktivitas.
  • Coba ambil napas panjang, tarik napas pelan dan keluarkan lagi. Ulangi tiga kali.
  • Gunakan karet di pergelangan tangan, bila anda ingin merokok, tariklah karet itu dan lepaskan, katakanlah dalam hati untuk BERHENTI.
  • Gunakan pikiran positif anda, jika timbul pikiran akan gagal, ingatkan diri anda bahwa anda bukan perokok, tidak ingin merokok , dan anda mempunyai alasan kuat untuk tidak merokok.
  • Hindari situasi yang membuat anda ingin merokok, seperti berkumpul dengan orang yang sedang merokok.
  • Bersiaplah untuk "pertama kali" sebagai orang yang tak merokok. Bila anda merasa berada dalam keadaan yang buruk, rencanakanlah bagaimana mengatasi tanpa rokok.
Banyak orang yang beralasan bahwa mereka merokok untuk mengatasi situasi stres, namun hal ini bukanlah jalan keluar yang terbaik. Pendapat ini mungkin ada benarnya karena stres adalah suatu gejala dari putus nikotin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar