Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Kamis, 28 September 2017

5 Efek dan manfaat bawang putih pada tubuh kita

Bawang putih


Bawang putih memiliki setidaknya 33 komponen sulfur, beberapa enzim, 17 asam amino dan banyak mineral, contohnya selenium. Bawang putih memiliki komponen sulfur yang lebih tinggi dibandingkan dengan spesies Allium lainnya. Komponen sulfur inilah yang memberikan bau khas dan berbagai efek obat dari bawang putih.

Secara klinis, bawang putih telah dievaluasi manfaatnya dalam berbagai hal, termasuk sebagai pengobatan untuk hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes, rheumatoid arthritis, demam atau sebagai obat pencegahan atherosclerosis, dan juga sebagai penghambat tumbuhnya tumor. Banyak juga terdapat publikasi yang menunjukan bahwa bawang putih memiliki potensi farmakologis sebagai agen antibakteri, antihipertensi dan antitrombotik.

Bawang putih juga mengandung komponen minyak atsiri, yang juga memiliki aktivitas antibakteri yang bekerja dengan mekanisme menghambat pembentukan membran sel bakteri. Namun, potensi minyak atsiri sebagai antijamur dikenal jauh lebih besar disbanding potensinya sebagai antibakteri.

Aktivitas antibakteri ialah flavonoid, yang bekerja dengan cara mendenaturasi protein yang dimiliki bakteri. senyawa flavonoid ini juga dikenal baik sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan turunan senyawa fenol yang dapat berinteraksi dengan sel bakteri dengan cara adsorpsi yang dalam prosesnya melibatkan ikatan hidrogen. Dalam kadar yang rendah, fenol membentuk kompleks protein dengan ikatan lemah. Yang akan segera terurai dan diikuti oleh penetrasi fenol ke dalam sel, dan menyebabkan presipitasi dan denaturasi protein.

Adapun efek dan manfaat bawang putih terhadap tubuh kita ialah sebagai berikut: 

1. Pada Metabolisme Lemak dan Kolesterol 
Bawang putih membantu metabolisme lemak dan menurunkan level kolesterol tubuh. Meningkatkan kolesterol baik, HDL dan menurunkan kadar kolesterol jahat, LDL dan trigliserida. Melindungi pembuluh darah dan jantung. Secara signifikan mengurangi aktivitas HMG CoA dan enzim lainnya.

2. Terhadap Proses Oksidasi Sel Kanker
Studi baru belakangan ini menunjukkan bahwa suatu kandungan dalam bawang putih memiliki kadar anti-oksidan yang kuat. Dan komponen sulfur dalam bawang putih juga dipercaya memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan tumor.

3. Terhadap Sistem Kardiovaskular
Bawang putih dapat memperbaiki keseimbangan profil lipid, mempengaruhi tekanan darah, menginhibisi fungsi platelet, antioksidan dan aktivitas fibrinolisis.

4. Terhadap Tulang dan Sendi
Diallyl disulfide (DADS), menghambat ekspresi protease matriks yang menyebabkan kerusakan pada struktur kondrosit. Serta memiliki mekanisme potensial bersifat protektif terhadap pasien dengan osteoporosis. Selain itu pula, bawang putih memiliki kemampuan anti-inflamasi.

5. Kemampuan antibakteri
Studi In vitro telah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki aktivitas melawan banyak bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Beberapa bakteri yang telah diuji sensitivitasnya terhadap bawang putih antara lain ialah Escherichia, Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus, Klebsiella, Proteus, Bacillus, Clostridium dan Mycobacterium tuberculosis. Louis Pasteur merupakan orang pertama yang menemukan efek antibakteri dari jus bawang putih. Bawang putih dipercayai memiliki aktivitas antibakteri berspektrum luas). Kemampuan antibakteri ini diyakini dikarenakan adanya zat aktif Allicin dalam bawang putih.

Rabu, 27 September 2017

Ternyata bawang putih sebagai zat anti kanker

Bawang putih

Bawang putih selain digunakan sebagai bumbu masakan juga digunakan sebagai obat tradisional. Aroma bawang putih yang sangat menyengat serta rasa dari bawang putih yang panas dan pedas. Umbi bawang putih berkhasiat menyembuhkan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit kencing manis (diabetes), penyakit infeksi saluran pernafasan, penyakit cacingan, penyakit infeksi pada usus, penyakit infeksi pada kulit, luka gigitan binatang berbisa, penyakit batuk, gatal-gatal, penyakit tipus, penyakit meningitis karena jarnur Evrytococcus neoformens, penyakit kelamin (gonoruhoe), penyakit maag, penyakit infeksi pada vagina karena jamur Candidas albicans, penyakit kanker, dan mata bengkak karena angin.

Kandungan gizi umbi bawang putih terdiri dari zat organik : protein, lemak dan karbohidrat, di samping mengandung zat-zat hara : kalsium, vitamin dan belerang.Umbi bawang putih juga mengandung asam amino yang disebut alliin. Bila alliin ini mendapat pengaruh enzim alliinase, alliin dapat berubah menjadi allisin. Allisin terdiri dari beberapa jenis sulfida, dan yang paling banyak adalah allil sulfida. Bila allisin bertemu dengan vitamin B1 akan membentuk ikatan allitiamin.

Penelitian Bawang Putih Sebagai Anti Kanker
Berdasarkan penelitian secara epidemiologis yang dilakukan di negeri Cina pada tahun 1986, dibuktikan bahwa dari perbandingan terhadap desa yang penduduknya mengkonsumsi bawang putih secara intensif, diperoleh penderita kanker dari masingmasing populasi adalah 3 per 100 ribu dan 40 per 100 ribu orang.

Penelitian mengenai kemampuan inhibisi bawang putih terhadap sel tumor telah dilakukan sejak tahun 1949 oleh Von Euler dan Lindman, yang membuktikan bahwa aliin murni dapat menghambat pertumbuhan tumor yang diinduksi benzo(a)pirene. Kandugan sulfur yang tinggi pada bawang putih diduga memberi pengaruh pada mekanisme detoksifikasi, yaitu dengan mendukung kerja enzim glutation peroksidase. 

Efek dialil sulfida (lipofilik) dan S-alil sistein (larut air), yang dimurnikan dari bawang putih terhadap hewan model karsinoma yang diinduksi oleh dimetil hidrazin (DMH) telah diteliti dengan hasil yang memuaskan. Dialil sulfida yang diberikan secara oral dengan dosis 200/mg/kg/hari dapat menurunkan tumor 75 % sedangkan S-alil sistein dengan dosis 400 mg/lh/hari mengurangi tumor hingga 50 %. Mekanisme yang terjadi berhubungan dengan induksi glutation-S-transferase pada hati dan penghambatan spesifik sitokrom-P 450. 

Senyawa dialil sulfida, dialil sulfoksida dan dialil sulfon diduga juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi sitokrom-P 450 dan detoksifikasi dan inhibiso tumor yang diinduksi dimetil hidrazin dan N-nitrosodimetilamin. Ekstrak bawang putih dalam air maupun dalam etanol dan senyawa S-alilsistein dinyatakan dapat mengubah aktifitas karsinogen dan juga terbukti mampu menghambat karsinogenesis yang diinduksi secara kimiawi dengan cara mereduksi terbentuknya ikatan DMBA (7,12-dimetilbenzena antrasena) dengan DNA.

Sel tumor yang mengalami prainkubasi dengan komponen bawang putih dapat berubah sifatnya menjadi non tumorigenik, yang disebabkan terganggunya metabolisme sel tumor yang diinaktifasi oleh enzim sulfihidril atau karena ultrastruktural tertentu dari sel tumor rusak. Injeksi bawang putih secata intratumoral pada kandung kemih hewan percobaan terbukti mengurangi insiden dan ukuran tumor, hal ini diduga karena bawang putih selain mengganggu metabolisme sel timor juga merangsang makrofag dan limfosit untuk untuk menyerang sel tumor. 

Ekstrak bawang putih dibuktikan memberi pengaruh penghambatan terhadap pertumbuhan sel kanker SV 40 yang dikultur untuk mentransformasi sel firoblas manusia. Komponen yang diisolasi dari ekstrak bawang putih seperti dilil tiosulfonat, alil metil tiosulfonat, metul alil tiosulfonat, ajoene, aliin, deoksialiin, dialil disulfida dan dialil trisulfida terbukti toksik terhadap alur sel HeLa dan sei vero.

Telah dilaporkan pula bahwa bawang putih mentah dan kapsul kiolik mampu meningkatkan aktifitas Natural Killer. Demikian pula dengan fraksi tiosulfonat bawang putih, pada konsentrasi 0.2 mg/ml dapat meningkatkan aktifitas sel NK hingga 36 %. Selain itu larutan ekstrak bawang putih dan fraksi polar bawang putih juga mampu meningkatkan produksi IL 1 dan IL 2.


Dilansir dari berbagai sumber

Selasa, 26 September 2017

Penyebab dan cara mengurangi pemanasan global

Global warning

Penyebab pemanasan global
Sejumlah bukti baru dan kuat dalam hasil penelitian mutakhir menunjukkan bahwa masalah pemanasan global yang terjadi saat ini disebabkan karena tindakan manusia. Dalam era revolusi industri 50 tahun terakhir ini penduduk dunia telah menggunakan sekurang-kurangnya lebih dari setengah dari sumber energi yang tak terpulihkan dan telah merusak 50% dari hutan dunia.

Penggundulan hutan telah menghilangkan kemampuan untuk menyerap emisi karbon sehingga memacu terjadinya perubahan iklim. Sejak Perang Dunia II jumlah kenderaan bermotor di dunia bertambah dari sekitar 40 juta menjadi 680 juta, yang merupakan kontibutor emisi carbon dioksida pada atmosfer. Enam tindakan manusia yang dikenal sebagai “Tragedy of Commons” sebagai penyebab utama perubahan iklim global adalah:

1. Meningkatnya kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfir.
2. Perobahan terhadap siklus bio-kimia global dari nitrogen dan elemen-elemen lainnya.
3. pembentukan dan pelepasan komponen organik secara terus menerus seperti chlorofluorocarbon.
4. Perubahan besar-besaran dalam tataguna lahan dan vegetasi tutupan permukaan.
5. Perburuan dan perambahan sejumlah besar sumber daya alam dan kehidupan predator dan konsumen.
6. Invasi keanekaragaman hayati oleh species asing.

Inilah cara mengurangi emisi CO2 pada pemanasan global

Merubah Penggunaan Bahan Bakar Pembangkit Tenaga Listrik
  • Listrik sebagai energi utama dalam kehidupan masyarakat harus dapat diproduksi dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, sehingga penggunaan batu bara perlu pertimbangan lingkungan dan mendapat porsi yang seimbang dengan ekonomi dalam rencana pembangunan (Nasrullah Salim, peneliti energi Yayasan Pelangi Indonesia). Sebagai contoh, untuk tiap MWh listrik yang dihasilkan, oleh pembangkit batu bara menghasilkan 934 kg CO2, maka total emisi CO2 yang dihasilkan tidak kurang dari 21 juta ton setiap tahunnya.
  • Penggunaan geothermal untuk pembangkit tenaga listrik akan lebih menguntungkan karena Indonesia memiliki 40% dari total potensi geotermal dunia, yaitu 27 MW yang tersebar di 151 lokasi, yang saat ini baru 270 ribu Watt yang dimanfaatkan. Penelitian pada satu industri manufaktur di Cilegon menunjukkan, mengubah penggunaan bahan bakar diesel ke gas alam dapat menurunkan emisi GRK pabrik tersebut sebanyak 31%.
  • Biodiesel menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan. Penggunaan biodiesel yang sekarang mulai berkembang untuk bahan bakar transportasi, tipe B10 (10% biodiesel, 90% diesel) juga bisa digunakan sebagai bahan bakar industri dan bisa mengurangi emisi GRK tanpa perlu modifikasi peralatan.
  • Cara lain mengurangi emisi GRK adalah partisipasi sektor industri untuk mengefisiensikan penggunaan listrik sebanyak 11% dengan mengurangi listrik pada motor dengan menggunakan teknologi yang lebih efisien.
Mengurangi emisi dari berbagai aktivitas kita

1. Melakukan sedikit perubahan 
Pada pola hidup di rumah dan di sekitar lingkungan sendiri, kita dapat membantu mengurangi gas rumah kaca serta menghemat pengeluaran uang belanja harian.

2. Menggunakan produk dengan teknologi hemat energi
Membeli barang atau peralatan rumah tangga selain bentuk yang menarik juga harus dilihat spesifikasinya, terutama yang dapat mengurangi emisi CO2 serta polusi udara. Produk dari plastik bentuk kemasan, kantong-kantong atau peralatan alat rumah tangga lainnya merupakan bahan yang sulit membusuk selain proses produksinya memerlukan energi yang tinggi.

3. Memelihara peralatan yang menggunakan energi listrik 
Pemeliharaan peralatan secara rutin seperti AC, pemanas air atau peralatan lain yang menggunakan peralatan tambahan seperti filter dll, perlu dirawat dan dibersihkan sehingga selalu berfungsi dengan baik dan tidak menambah beban pada waktu digunakan.

4. Desain rumah hemat energi
Rumah sebaiknya direncanakan selain kuat, indah, sehat tetapi hemat energi (green house) dengan bukaan untuk penerangan dan sirkulasi udara (cross ventilation) yang cukup. Maksudnya adalah, untuk mengoptimalkan masuknya cahaya matahari yang masuk (untuk penerangan) ke dalam ruangan serta memudahkan pergantian udara sehingga temperatur ruangan sejuk. Selain juga menghemat penghematan penggunaan lampu dan alat penyejuk (AC) dll untuk daerah panas. Desain ruangan sesuai dengan fungsinya sehingga, memudahkan mobilitas penghuni. Kemiringan atap yang cukup, dengan sudut lebih dari 30º, akan memberikan kondisi ruangan nyaman.

Jika rumah menggunakan penyejuk atau pendingin (AC), periksa semua bagian dinding bangunan terhadap kebocoran yang mengakibatkan udara luar masuk. Kebocoran akan mengakibatkan penambahan tenaga (power) dan energi yang dipakai.

5. Memanfaatkan tenaga alam 
Sumber tenaga dari alam seperti angin dan matahari, sangat ramah lingkungan sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara maksimal.

6. Menghijaukan halaman rumah 
Tanami halaman dengan tumbuh-tumbuhan seperti rumput, bunga atau pohon perdu sehingga dapat menyerap panas dan air hujan. Penataan halaman yang baik akan menghemat energi, uang dan menyerap emisi CO2 di lingkungan sekitar.

7. Transportasi 
Mengurangi penggunaan bahan bakar untuk bepergian dengan kendaraan pribadi jika tersedia alat transportasi lain seperti sepeda.


Referensi;
EPA, 1989: The Potential Effects of Global Climate Change on the United State. Report to Congress.
Hari Bumi 2006: Solusi Bagi Perubahan Iklim. Yayasan Pelangi Indonesia, 21 April, 2006.

Senin, 25 September 2017

Inilah keuntungan dan kerugian gas rumah kaca

Gas rumah kaca

Kemajuan teknologi yang memanjakan manusia serta kemudahan untuk mendapatkannya menjadikan kita masyarakat konsumtif. Hal ini berdampak pada penggunaannya yang tidak terkendali, mulai dari penggunaan bahan bakar untuk kegiatan domestik secara langsung (bahan bakar untuk transportasi seperti mobil, motor dll) serta penggunaan secara tidak langsung seperti penggunaan listrik untuk mesin cuci, TV, Radio, AC, lemari es dan kegiatan lain.

Selama abad yang lalu manusia pada dasarnya sudah menambah atau meningkatkan gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer, dengan membakar minyak bumi untuk menjalankan mobil, pabrik, utilitas serta peralatan untuk kegiatan sehari-hari, sehingga terjadi penambahan gas karbon dioksida dan metane yang memberikan kontribusi kenaikan suhu bumi dan perubahan cuaca. Dua puluh tahun yang lalu sebetulnya kita sudah mengetahui hal ini akan terjadi dan dampak yang banyak dirasakan oleh masyarakat dunia adalah, terjadinya kenaikan suhu bumi, kenaikan muka air laut, banjir, angin topan, berkembangnya penyakit demam berdarah, dan lain-lain

Beberapa perusahaan besar di dunia dalam pengolahan produknya, secara sukarela bekerja sama dengan WWF sudah mulai mengurangi emisi CO2 dengan melakukan penggantian peralatan produksi serta bahan bakar minyak ke bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan seperti, angin, biomass, energi geotermal dll. Keuntungannya yaitu sebesar $ 100 juta dan ini merupakan prospek ke depan yang bagus dalam rangka pengurangan emisi CO2.

Energi listrik yang digunakan oleh masyarakat berasal dari pusat listrik (power plant) yang juga menggunakan bahan bakar sebagai sumber energinya seperti, batu bara, air, uap, diesel dll. Semua energi tersebut memberikan sumbangan emisi CO2 ke planet yang kita tempati ini.

Apa yang bisa kita lakukan? Kita harus mulai sedikit merubah pola hidup di rumah dan sekitarnya, melalui penghematan penggunaan energi listrik, air, bensin, menciptakan desain rumah serta penggunaan bahan bangunan yang hemat energi serta ikut menjaga kelestarian lingkungan sekitar, hutan dan polusi udara. Partisipasi masyarakat yang sekecil apa pun jika dilakukan secara global akan memberikan arti yang cukup besar dalam mengurangi pemanasan global.

Berikut ini adalah keuntungan dan kerugian dari gas rumah kaca:

Keuntungannya:
Pada kondisi normal, efek rumah kaca adalah ”baik” karena memberikan kehangatan kepada bumi. Manusia dan makhluk lainnya dapat hidup di muka bumi sebetulnya atas jasa dari efek rumah kaca. Bisa dibayangkan jika tidak ada rumah kaca, bagian bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin dengan temperatur seperti di dalam lemari es (-18ºC). Rumah kaca sudah ada sejak jaman dahulu, seiring dengan proses terbentuknya bumi sehingga manusia bisa hidup di dalamnya.

Kerugiannya:
Jika kandungan gas-gas di atmosfer bumi semakin meningkat, akan mengakibatkan bumi semakin panas. Akibatnya akan terjadi pencairan es di daerah kutub yang akan menyebabkan naiknya permukaan air laut, yang akan menenggelamkan sebagian daratan tempat manusia dan makhluk darat lainnya hidup. Ini akan sangat berdampak bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dimana kota-kota tepi pantainya (coastal cities), banyak yang tingginya kurang dari 1 meter. Akibat naiknya permukaan air laut maka air sungai tidak dapat mengalir ke laut dan akan menyebabkan banjir di daratan. Hal yang sangat merugikan adalah, Indonesia merupakan negara agraris yang dengan adanya perubahan iklim, akan mengganggu pola tanam pada produksi pertanian disamping juga timbulnya penyakit tropis yang semakin bertahan di daerah endemik atau ada kemungkinan daerah endemik baru akan muncul.

Minggu, 24 September 2017

6 Efek gas rumah kaca harus anda tahu

Global warning di bumi

Pemanasan bumi disebut juga pemanasan global, yang diakibatkan oleh kerusakan ozon (O3) yang terus meningkat. Kerusakan ozon yang dipicu oleh kian tingginya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer, mengatrol temperatur bumi yang diprediksi mencapai 1 serajat - 3 derajat Celsius. Kerusakan ozon yang tinggi di atmosfer (stratosfer) berpotensi mengubah pola cuaca secara ekstrim dan perubahan iklim.

Peningkatan gas rumah kaca (GRK) seperti CO2, metana, dinitro oksida dan CFC (Chlorofluorocarbons) dihasilkan dari penggunaan bahan bakar minyak seperti, alat untuk transportasi, pembangkit listrik, styrofoam, perlengkapan kosmetika dan perusakan hutan. Disamping itu juga penggunaan AC yang mengandung klorin (CFC) dimana sudah menjadi kebutuhan pada mobil, ruangan dalam rumah, hotel, kantor, bioskop, rumah sakit dan lain-lain, kian memperburuk efek rumah kaca dan mencederai lapisan ozon. 

Abad industrialisasi ikut merusak keseimbangan atmosfer, karena mengeluarkan milyaran ton gas karbon ke udara yang dilakukan oleh negara-negara industri dan berjuta-juta ton gas metana disemburkan dari eksplorasi gas bumi. Akhirnya udara atmosfer menjadi perangkap panas yang bermetamorfosa menjadi selimut rumah kaca yang menyekap panas sinar matahari dan mendorong naiknya panas bumi.

Gas rumah kaca dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim atau pemanasan global. Menurut para ahli, ini disebabkan meningkatnya gas karbon dioksida dan partikel polutan lainnya di atmosfer bumi, yang diibaratkan selimut-selimut gas tersebut menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh bumi ke ruang angkasa.

Beberapa efek dari gas rumah kaca adalah sebagai berikut:

1. Radiasi matahari
Sinar matahari merambat menembus atmosfer. Sebagian diserap permukaan bumi dan sebagian lagi dipantulkan ke angkasa. Panas sinar matahari yang merambat sebesar 343 watt per m2 setara dengan 403 trilyun bola lampu 60 watt. Jumlah panas yang diserap sebesar 168 watt per m2 atau setara dengan 197 trilyun bola lampu 60 watt. Sedangkan yang dipantulkan sebesar 103 watt per m2 setara dengan 121 trilyun bola lampu 60 watt.

2. Radiasi infra merah
Panas matahari yang dipantulkan terperangkap di dalam atmosfer, yang mengakibatkan permukaan bumi mengalami perubahan suhu dan semakin panas karena radiasi infra merah. Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam yang melepas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya mengakibatkan emisi gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer yang semakin kaya dengan gas-gas rumah kaca akan menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas matahari yang dipancarkan ke bumi.

3. Efek umpan balik
Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Apakah ini akan mengurangi atau meningkatkan gas rumah kaca. Umpan balik hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan, karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Tanpa umpan balik, manusia akan merasakan jumlah CO2 yang lebih besar di atmosfer akibatnya, terjadi peningkatan temperatur bumi rata-rata naik 1.2º Celsius.

4. Uap air
Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menyerap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu keseimbangan konsentrasi uap air. Efek gas rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. Umpan balik in meningkatkan kandungan air absolut di udara sehingga kelembaban relatif udara hampir konstant atau bahkan lebih menurun karena udara menjadi penghangat.

5. Laut es
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit dibandingkan dengan es dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair yang akan menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

6. Awan


Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan. Awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan sehingga akan menaikkan efek pemanasan.

Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Efek nettonya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut.


Referensi:
Seo.S., and Hwang, M (1996). “ Global Warming and Global Dioxide Emission: An empirical study.” Jurnal Environmental and Management., London, 46, 327- 343.
IPCC, 2001 IPCC, 2001; Climate Change 2001; Impacts, Adaptation and Vulnerability. Contribution of working Group II to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (Mc Carthy,J,J., O.F. Canziani.,N.A Learly, D.J.Dokken, and K.S.White (eds). Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom, and New York, NY,USA,1032 pp. Coastal Zone and Sea Level Rise Information in chapter 4 and chapter 6.

Sabtu, 23 September 2017

4 Manfaat tanaman bagi alam dan manusia

Tanaman
Tanaman atau tumbuhan sangat dibutuhkan di bumi ini untuk menyeimbangkan lingkungan. Contohnya fotosintesis untuk menyerap CO2 dan mengeluarkan O2 untuk kehidupan. Tanaman membutuhkan CO2 untuk pertumbuhannya. Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfir antara lain akan merangsang proses fotosintesa, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitasnya tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi).

Fotosintesa umumnya terjadi pada semua tumbuhan hijau yang memiliki kloroplast atau pada semua tumbuhan yang memiliki zat warna. Secara umum proses fotosintesa adalah pengikatan gas karbondioksida (CO2) dari udara dan molekul air (H2O) dari tanah dengan bantuan energi foton cahaya tampak, akan membentuk gula heksosa (C6H12O6) dan gas oksigen (O2).


Peran pepohonan khususnya bagian daun yang sangat efisien dalam menjerap partikel debu di udara, oleh karena itu, daun telah digunakan sebagai pemantau atau untuk memonitor tingkat polusi akibat dari partikel padat polusi udara.

Banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman yang dapat menyerap polutan atau sebagai bioakumulator. Pemilihan jenis pohon tergantung pada tujuan biomonitoring. Lumut atau lichen diketahui mampu mengakumulasi logam berat dan senyawa lain dari udara yang sangat efisien karena permukaannya yang besar dan spesifik, serta pertumbuhannya yang lambat. Dengan demikian, tumbuhan tersebut berfungsi sebagian besar sebagai biomonitor pasif yang dapat memberikan indikasi dampak polutan pada tingkat ekosistem. Di sisi lain, tanaman sayuran dapat juga berfungsi untuk mendeteksi efek pencemaran polutan pada kualitas makanan dan pakan ternak.

Penggunaan tumbuhan sebagai biomonitors memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan pengukuran langsung. Salah satu keunggulannya adalah kemudahan melakukan sampling dan melakukan perkiraan elemen apa yang akan diukur. Keunggulan lainnya adalah, biomonitor dapat mengukur tingkat kontaminasi yang berintegrasi dengan waktu, bahkan untuk di daerah terpencil tanpa peralatan mahal. Dengan cara ini, tingkat pencemaran karena kontaminasi dapat dikumpulkan dari waktu ke waktu sehingga tingkat akumulasi dapat di analisis. Pemetaan secara biologi pada skala besar dengan perhitungan statistik yang sesuai dapat dilakukan, sehingga informasi jenis sumber polusi dan model penyebaran polusi tersebut dapat diukur

Banyak sekali manfaat tanaman bagi lingkungan dan masyarakat perkotaan untuk menyeimbangan alam, berikut ini adalah manfaat tanaman yang sering kita peroleh.

Pertama, tanaman dapat berfungsi meredam suara yang berasal dari kendaraan dan kegiatan proses
industrialisasi.

Kedua, berperan sebagai penyejuk iklim, terutama iklim mikro (suhu, kelembaban, pengendalian perbandingan antara gas CO2 dan O2, penangkal angin dan penyaring cahaya matahari).

Ketiga, sebagai pembersih udara dari partikel dan debu serta bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan.

Keempat, Tanaman sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit pada manusia.

Jumat, 22 September 2017

8 Macam polutan dan dampaknya bagi manusia

Dampak polusi udara
Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan. Udara yang dulunya segar, kini kering dan kotor. Hal ini bila tidak segera ditanggulangi, perubahan tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, kehidupan hewan serta tumbuhan. 

Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemaran (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara. Masuknya zat pencemar ke dalam udara dapat secara alamiah, misalnya asap kebakaran hutan, akibat gunung berapi, dan debu meteorit. Sebagian besar pencemaran udara juga disebabkan oleh kegiatan manusia, misalnya aktivitas transportasi, industri, pembuangan sampah, baik akibat proses dekomposisi atau pun pembakaran serta kegiatan rumah tangga.

Menurut asalnya, pencemaran udara dapat dibagi menjadi dua macam, yakni:

1. Pencemaran Udara Alami
Masuknya zat pencemar ke dalam udara/ atmosfer, akibat proses-proses alam seperti asap kebakaran hutan, debu gunung berapi, pancaran garam dari laut, debu meteroid dan sebagainya.
2. Pencemaran Udara Non Alami 

Masuknya zat pencemar oleh aktivitas manusia, yang pada umumnya tanpa disadari dan merupakan produk sampingan, berupa gas-gas beracun, asap, partikel-partikel halus, senyawa belerang, senyawa kimia, buangan panas dan buangan nuklir.

Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Ada beberapa zat penyusun udara yang juga disebut sebagai pencemar, namun tidak berbau dan tidak mengubah warna udara. Karbon monoksida (CO) contohnya. CO merupakan gas pencemar yang sangat berbahaya karena tidak berbau seperti bau belerang yang menyengat. CO juga tidak mengubah warna udara, seperti asap yang mengepul dari pabrik. 

Berikut ini adalah beberapa macam polutan serta dampaknya bagi kesehatan manusia, yaitu:

1. Karbon Monoksida (CO)

Dampaknya: Gangguan pernafasan, penglihatan, jantung. Pada intensitas tinggi dapat menyebabkan kematian.
Sumber: Sisa pembakaran kendaraan bermotor dan pembakaran sampah.

2. Nitrogen Dioksida (NO2)

Dampaknya: Iritasi mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Sumber: Kompor elektrik, water heater, perkakas dengan bahan bakar minyak tanah.

3. Sulfur Dioksida (SO2)

Dampaknya: Dalam jangka panjang dapat menyebabkan bronkhitis, pemicu asma dan kanker paru-paru.
Sumber: Bahan bakar yang mengandung sulfur, misalnya perkakas dengan bahan bakar minyak tanah.

4. Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (PAH)

Dampaknya: Kanker paru-paru, problem kulit dan sistem reproduksi.
Sumber: Asap dan abu tembakau, bahan bakar batu bara

5. Benzen

Dampanya: Kanker, iritasi mata dan kulit, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, gejala kelelahan.
Sumber: Tinta, oli, cat, plastik, karet, detergen, bensin, asap tembakau, serat sintetis, bahan-bahan farmasi.

6. Formaldehida

Dampaknya: Iritasi mata, gangguan pada hidung, tenggorokan, sakit kepala, radang dan problem kulit.
Sumber: Penghilang bau ruangan, lem, tisu wajah, kertas toilet, asap rokok, minyak tanah, furnitur baru, karpet sintetis baru, tripleks, produk kertas dan pembersih.

7. Trichloro-etilen

Dampaknya: Kerusakan hati
Sumber: Ditemukan pada dry cleaning, tinta cetak, cat pernis, lem

8. Xylen

Dampaknya: Mempengaruhi otak (nyeri di kepala), melemahkan koordinasi otot, pusing, iritasi mata, problem THT, melemahkan daya ingat dan kesadaran, berdampak buruk terhadap hati dan ginjal.
Sumber: Cat, karet, alat tulis, alat gambar, pernis, barang cetakan, dan industri kulit.

Kamis, 21 September 2017

Jenis-jenis tanaman sehat indoor dan fungsinya

Ingin rumah sehat, pasanglah tanaman-tanaman hias di dalam rumah

Sansevieria lidah mertua

Bahaya pencemaran udara
Sadar atau tidak selama ini kita hidup dikelilingi oleh sumber pencemaran udara. Pencemaran udara tidak hanya berasal dari cerobong asap pabrik maupun knalpot kendaraan bermotor. Di dalam rumah atau kantor tempat kita bekerja pun ternyata banyak terdapat sumber pencemaran udara. Berbagai macam bahan kimia digunakan untuk membuat produk kebutuhan manusia, mulai dari bahan bangunan, furnitur, pelengkap keperluan kita sehari-hari seperti obat pembasmi serangga, pengharum ruangan, parfum, deterjen, lem dan sebagainya. Berbagai aktivitas manusia seperti merokok, membakar juga semakin memperburuk kualitas udara di dalam rumah. Seperti musuh dalam selimut, senyawa berbahaya yang terdapat di udara akan terhirup, termakan atau masuk melalui kulit sedikit demi sedikit namun bisa berakibat fatal bagi tubuh kita.

Pencemaran udara (polution) di Indonesia sangat memprihatinkan. Udara bersih sangat sulit didapatkan tidak hanya di luar ruangan (outdoor) tetapi juga di dalam ruangan (indoor). Hal ini disebabkan adanya gas gas beracun yang berasal dari asap kendaraan bermotor dan asap rokok serta adanya mikroorganisme merugikan di udara. Karbon monoksida (CO) dalam udara bebas akan teroksidasi menjadi karbon dioksida (CO2). Karbon monoksida juga sebagai kontributor meningkatnya efek rumah kaca dan meninmbulkan fenomena pemanasan globlal. 

Hal ini disebabkan karena karbon monoksida bersama polutan lainnya (CO, CO2, metana, ozon, dan N2O), akan membentuk gas rumah kaca sehingga panas matahari tidak dapat dipantulkan ke angkasa dan terperangkap di dalam bumi yang pada akhirnya menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Karbon monoksida (CO) adalah senyawa yang berwujud gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. CO lebih mudah diserap dan masuk ke aliran darah daripada oksigen (O2). Sumber CO dapat berasal dari gas buang dari sistem pembakaran kendaraan bermotor dan pembakaran sampah.

Meskipun dikelilingi polutan, kita masih dapat menjaga kualitas hidup kita yaitu dengan cara menghadirkan tanaman di dalam dan di sekitar rumah kita. Aneka tanaman antipolutan siap dipekerjakan sebagai pembersih yang akan menyedot berbagai senyawa polutan yang ada di udara. Banyak penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat tanaman sebagai penyerap polutan di udara. Salah satu hasil penelitian NASA membuktikan bahwa tanaman indoor merupakan pembersih udara yang ampuh, yang mampu memerangi Sick Building Syndrom yang biasanya ditandai dengan keluarnya cairan dari hidung, kepala pusing, perut mual, dan badan lemas. Keadaan ini jika terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang lama tentu akan berakibat fatal bagi tubuh.

Beberapa jenis tanaman sehat jika di tanam di dalam rumah dan fungsinya

Hidroponik indoor (di dalam ruang) dapat menjadi alternatif yang potensial karena suhu ruangan tidak sepanas di luar, sehingga tanaman bisa tumbuh sehat secara maksimal. Selain itu hidroponik indoor mampu mengurangi gangguan hama, kareana di dalam ruangan tanaman terlindungi secara lebih baik, tidak memerlukan penyemprotan pestisida sehingga menghemat biaya operasional. Kelemahan dari hidroponik indoor adalah karena sistem ini memerlukan biaya tambahan untuk energi lampu penerangan. Lampu penerangan diperlukan untuk memberikan penyinaran yang berfungsi untuk fotosintesis tanaman. Namun peningkatan biaya ini sebenarnya bisa saja terkompensasi oleh nilai tambah dari peningkatan kualitas produk yang lebih baik, sehat, dan bebas pestisida.

Ada banyak jenis tanaman indoor yang bisa dimanfaatkan sebagai antipolutan sekaligus menambah asri dan segar rumah kita. Sebagai antipolutan, masing-masing jenis tumbuhan mungkin akan menetralisir atau menyerap senyawa polutan yang berlainan. Misalnya saja senyawa formaldehid akan diserap atau dinetralisir oleh tanaman pakis boston (Nephrolepis exaltata), palem, Philodendron, dan Sansevieria. Sedangkan senyawa trichloro-etilen akan diserap dengan baik oleh bambu rejeki (Dracena deremansis) dan krisan (Chrysanthemum sp.). Sedangkan palem dan lili paris (Chlorophytum cosmosum) dapat menyerap gas xylene.

Sansevieria merupakan salah satu marga tumbuhan yang dilaporkan oleh NASA mampu menghancurkan benzen, xylene, formaldehid, dan trichloro-etilen. Tanaman ini mengandung bahan aktif yang mampu mereduksi polutan menjadi asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Keunggulan lain Sansevieria adalah mudah perawatannya dan kemampuannya untuk tumbuh di beragam area baik di tempat yang mendapat intensitas cahaya matahari tinggi maupun rendah. Oleh karena itu Sansevieria dapat dimanfaatkan sebagai tanaman antipolutan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Meskipun tanaman indoor mampu beradaptasi untuk tumbuh di dalam ruangan, tanaman ini tetap memerlukan pencahayaan yang cukup. Jika tidak, pertumbuhannya akan terganggu. Perlu diketahui bahwa serbuk sari dan spora yang dihasilkan oleh tumbuhan dapat memicu alergi pada orang yang sensitif. Dalam hal ini, tanaman berbunga seperti krisan dan suflir (Adiantum) meskipun dapat menyerap polutan tetapi bukan menjadi pilihan yang tepat. Memilih tanaman yang berdaun lebar misalnya Philodendron dan jenis sukulen misalnya kaktus mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat.

Dengan memelihara tanaman indoor kita mendapatkan berbagai manfaat karena tanaman tersebut dapat menyerap senyawa berbahaya yang terkandung di udara, menyaring debu, memproduksi oksigen, menambah kelembaban, menambah keindahan ruangan dan memberikan efek menyegarkan. Tidak diragukan lagi dengan adanya tanaman indoor rumah kita akan menjadi rumah yang lebih sehat.

Selasa, 19 September 2017

10 Tips hemat listrik pada pendingin ruangan (AC)

Air Conditioner (AC)
 
Mesin pendingin ruangan (AC) merupakan peralatan yang kehadirannya telah banyak membantu manusia dalam proses kehidupan, akan tetapi pada setiap mesin pendinginan terdapat suatu media pendinginan yang saat ini lebih dikenal dengan nama dagang "freon". Konsumsi energi listrik pada sistem tata udara (AC) di suatu ruangan tergantung pada jenis media pendingin yang digunakan. Semakin dingin suhu maka semakin besar konsumsi listriknya. Setiap penurunan 1°C akan menaikkan tagihan listrik sebesar 6 persen.
 
Di Indonesia merupakan negara beriklim tropis lembab dengan temperatur udara pada umunya antara 24-32 derajat Calcius dengan kelembaban 60-95%. Hal ini mengakibatkan banyak daerah di Indonesia harus menggunakan sistem ventilasi buatan untuk mendapatkan kondisi udara yang nyaman di dalam ruangan yaitu dengan memasang mesin penyejuk udara atau yang lebih dikenal dengan Air Conditioner (AC). Namun penggunaan AC sebagai penyejuk udara dalam ruangan memerlukan energi yang cukup besar. Oleh karena itu, usaha penghematan energi yang dilakukan terhadap penggunaan peralatan AC akan berdampak signifikan terhadap usaha penghematan energi nasional.

Harus diketahui bahwa, makin besar beban pendingin di dalam suatu ruangan, maka makin banyak kalor yang harus diserap oleh evaporator, dengan demikian kerja kompresor untuk mensirkulasikan refrigeran ke sistem AC akan semakin berat sehingga energi listrik yang dikonsumsi akan semakin banyak. 
 
Oleh karena biaya konsumsi pendingin udara (AC) masih diukur dengan tarif pemakaian daya listrik, maka harus dipilih media pendingin yang mempunyai efisiensi tinggi, artinya untuk mempertahankan suhu yang sama di dalam suatu ruangan, dipilih jenis media pendingin yang hemat dalam mengkonsumsi energi listrik.

Berikut ini adalah cara menghemat listrik pada pendingin udara (AC), yaitu:

1. Matikan AC bila ruangan tidak dipergunakan.
2. Tutup pintu dan jendela saat AC sedang menyala.
3. Atur suhu AC sesuai kebutuhan, sekitar 24-27°C. Ingat, semakin dingin suhu maka semakin besar konsumsi listriknya.
4. Pergunakan kaca film pada jendela ruangan.
5.Gunakan timer untuk mengatur pemakaian AC.
6. Bersihkan AC secara berkala.
7. Gunakan kapasitas AC yang sesuai dengan volume ruangan.
8. Pasang dan gunakan ceiling fan untuk membantu meratakan suhu ruangan.
9. Hindari penempatan peralatan elektronik di bawah atau di dekat indoor unit AC.
10. Gunakan AC yang hemat energi dan memiliki teknologi inverter.

Mayoritas cara di atas memang bisa mengurangi konsumsi listrik untuk AC. Tapi itu semua hanya memegang peranan yang relatif kecil, tidak terlalu signifikan dengan biaya yang dikeluarkan, yang paling harus diperhatikan adalah alatnya, dalam hal ini yaitu unit AC sendiri. Kita harus pandai-pandai memilih AC yang hemat energi.

Minggu, 17 September 2017

12 Tips menghemat energi listrik di rumah

Lampu listrik hemat

Energi listrik adalah salah satu komponen utama dalam mendukung pertumbuhan suatu daerah. Prosentase konsumsi listrik juga dapat menjadi ukuran peningkatan kualitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Energi listrik dalam jumlah besar dihasilkan oleh generator pembangkit listrik. Generator itu digerakkan menggunakan tenaga air, uap, nuklir, matahari, dan lain-lain. Kebutuhan energi listrik semakin meningkat dengan bertambahnya pembangunan perumahan, gedung-gedung, dan jalan-jalan.

Energi listrik banyak digunakan pada peralatan rumah tangga sebagai sumber penggeraknya. Peralatan listrik tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda tergantung dari bebannya, apakah beban resistif, induktif dan kapasitif. Adanya peralatan listrik yang menggunakan beban induktif seperti pompa air, mesin cuci, kipas angin, air conditioner (AC), lampu TL, akan menyebabkan arus dan tegangan tidak se-phasa. Perbedaan phasa tersebut, akan menyebabkan penggunaan daya yang tidak efisien, sehingga pelanggan harus membayar lebih mahal.  Semakin canggih peralatan listrik, makin besar pula penggunaan energinya. Untuk itu, kamu perlu menghemat energi listrik.

Berikut ini adalah tips menghemat energi listrik dengan mudah, yaitu:

1. Gunakan bohlam lampu hemat energi. Pergunakan lampu hemat energi (LHE) dan kurangi pemakaian lampu bohlam/pijar. Lampu jenis ini menggunakan energi 80 persen lebih sedikit dan berumur sampai 10 kali lipat dibandingkan lampu biasa. Harganya sedikit lebih mahal, tetap sangat hemat listrik
2. Nyalakan lampu hanya pada saat diperlukan dan segera matikan lampu bila tidak diperlukan lagi.
3. Pasang lampu di sudut ruangan agar cahaya memantul dari dua sisi tembok. Dengan cara ini, ruangan akan lebih terang sehingga tidak harus memakai lampu tambahan.
4. Matikan TV dan radio bila sedang tidak dilihat atau didengar.
5. Jangan meninggalkan komputer dalam keadaan siaga atau atand by. Komputer dalam keadaan siaga dapat menghabiskan 90% tenaga listrik dibandingkan saat ia menyala total.
6. Cabutlah kabel charger langsung dari colokan listrik bila baterai HP atau alat elektronik lainnya sudah terisi penuh.
7. Bila cuaca panas, jemurlah baju yang telah dicuci di bawah matahari, jangan dikeringkan di mesin cuci.
8. Bila memiliki microwave atau oven listrik, hangatkan beberapa macam makanan bersamaan, jangan satu persatu secara bergantian. Saat memanggang dalam oven, jangan sering-sering membuka pintunya karena energi akan terbuang. Cukup dilihat dari bagian luar kacanya.
9. Seringlah bersihkan kulkas secara teratur, karena energi yang dibutuhkan untuk mendinginkan kulkas kotor akan semakin banyak.
10. Jangan menyimpan makanan dalam kulkas terlalu padat berdesakan, karena udara tidak akan dapat bersirkulasi.
11. Buka tirai jendela di siang hari agar sinar matahari bisa menerangi hingga ke bagian dalam rumah. Hemat dan sehat!
12. Sesuaikan jumlah titik dan daya (watt). Menggunakan banyak titik lampu dengan daya rendah akan lebih hemat energi dan baik untuk kondisi mata dibandingkan dengan menggunakan 1 titik dengan daya besar.

Jumat, 15 September 2017

Waspada, zat kimia racun sering dalam air minum

Senyawa kimia beracun di air

Risiko atau bahaya terhadap kesehatan dapat juga akibat adanya kandungan zat atau senyawa kimia dalam air minum, yang melebihi ambang batas konsentarsi yang diijinkan. Adanya zat/senyawa kimia dalam air minum ini dapat terjadi secara alami dan atau akibat kegiatan manusia misalnya oleh limbah rumah tangga, industri dll. Beberapa zat /senyawa kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia misalnya logam berat, pestisida, senyawa mikro polutan hidrokarbon, zat-zat radio aktif alami atau buatan dan sebagainya.

Beberapa contoh senyawa kimia racun yang sering ada dalam air minum antara lain yakni :

1. Nitrat
Salah satu contoh sumber pencemaran nitrat terhadap air minum yakni akibat kegiatan pertanian. Meskipun pencemaran nitrat juga dapat terjadi secara alami, tetapi yang paling sering yakni akibat pencemaran yang berasal dari air limbah pertanian yang banyak mengandung senyawa nitrat akibat pemakaian pupuk nitrogen (urea). Senyawa nitrat dalam air minum dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan methaemoglobinameia, yakni kondisi dimana haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin sehingga darah menjadi kekurangan oksigen. Hal ini dapat mengakibatkan pengaruh yang fatal, serta dapat mengakibatkan kematian khususnya pada bayi.

2. Fluorida
Fluorida adalah senyawa kimia yang secara alami ada dalam air pada berbagai konsentrasi. Pada konsentrasi yang lebih kecil 1,5 mg/l , sangat bermanfaat bagi kesehatan khususnya kesehatan gigi, karena dapat mencegah kerusakan gigi. Tetapi pada konsentrasi yang besar (lebih besar 2 mg/l), dapat menyebabkan kerusakan gigi (fluorosis) yakni gigi menjadi bercak-bercak. Pemaparan fluorida pada konsentrasi yang lebih besar lagi (3-6 mg/l), dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tulang. Oleh kerana itu, dosis fluorida dalam air minum dibatasi maksimal 0,8 mg/l.

3. Air raksa (Merkuri Hg)
Air raksa atau mercury adalah unsur logam yang termasuk logam berat yang bersifat racun terhadap tubuh manusia. Bisanya secara alami ada dalam air dengan konsentrasi yang sangat kecil. Pencemaran air atau sumber air oleh merkuri umumnya akibat limbah limbah yang berasal dari industri. Pada tahun 1950an, kasus pencemaran oleh logam berat khususnya merkuri telah terjadi di teluk Minamata, Jepang, dan telah meracuni penduduk di daerah sekitar teluk Minamata tersebut. Logam merkuri atau air raksa (Hg} ini dapat terakumulasi di dalam produk perikanan atau tanaman dan jika produk tersebut dimakan oleh manusia akan dapat terakumulasi di dalam tubuh. 

Akumulasi logam Hg ini dapat meracuni tubuh dan mengakibatkan kerusakan permanen terhadap sistem saraf, dengan gejala sakit-sakit pada seluruh tubuh. Oleh karena itu, di Jepang, penyakit karena keracunan merkuri (Hg) dinamakan penyakit Itai-itai yang berarti sakit-sakit, atau sering disebut juga dengan penyakit Minamata(Minamata disease). Dari hasil peneletian, kasus penyakit di Minamata tersebut disebabkan karena pencemaran air oleh limbah yang mengandung merkuri khlorida (HgCl) yang dikeluarkan oleh pabrik-pabrik di sekitar teluk Minamata.

4. Kadmium
Konsentrasi kadmium (Cd) dalam air olahan (finished water) yang dipasok oleh PAM umumnya sangat rendah, karena umumnya senyawa alami senyawa kadmium ini jarang terdapat di dalam sumber air baku, atau jika ada konsentrasinya di dalam air baku sangat rendah. Selain itu dengan pengolahan air minum secara konvesional, senyawa kadmium ini dapat dihilangkan dengan efektif. Air minum biasanya mengandung kadmium (Cd) dengan konsentrasi 1 µg, atau kadang-kadang mencapai 5 µg dan jarang yang melebihi 10 µg. Pada beberapa wilayah tertentu yang struktur tanahnya banyak mengandung kadmium, air tanahnya kadang juga mengandung kadmium dengan konsentrasi agak tinggi. 

Konsentrasi kadmium dalam air minum yang cukup tinggi, kemungkinan juga dapat terjadi pada wilayah yang dipasok dengan air dengan pH yang sedikit asam. Hal ini disebabkan karena pada pH yang agak asam bersifat korosif terhadap sistem plumbing atau bahan sambungan perpipaan yang mengandung kadmium. Tingkat konsentrasi kadmium ini merupakan fungsi berapa lama air kontak/berhubungan dengan sistem perpipaan (plumbing system), dan sebagai akibatnya apabila dilakukan pemeriksaan contoh pada lokasi yang sama, seringkali terdapat variasi tingkat konsentrasi. 

Oleh karena itu untuk mendapatkan konsentrasi rata-rata yang akurat, memerlukan data yang cukup banyak. Keracunan oleh kadmium menunjukkan gejala yang mirip dengan gejala penyakit akibat keracunan senyawa merkuri (Hg) atau penyakit Minamata. Berdasarkan baku mutu air minum yang dikeluarkan oleh WHO (1971), kadar kadmium maksimum dalam air minum yang dibolehkan yakni 0,01 mg/l, sedangkan menurut Peraruran Pemerintah Republik Indonesia No: 20 Tahun 1990, kadar maksimum kadmium dalam air minum yang dibolehkan yakni 0,005 mg/l.

5. Selenium
Selenium dalam air dengan konsentrasi yang agak tinggi biasanya terdapat di daerah seleniferous. Di daerah seperti ini kandungan selinium dalam air tanah (sumur) atau pun air permukaan dapat mencapai orde mg/l. Berdasarkan penelitian terhadap tikus betina, LD50 akut melalui mulut untuk sodium selenate yakni 31,5 mg/kg berat tubuh, dan berdasarkan pengetesan toksisitas akut terhadap tikus, menunjukkan penurunan gerakan spontan, pernafasan yang cepat dan hebat, diare dan selanjutnya mati karena susah bernafas. 

Gejala subakut meliputi menurunnya laju pertumbuhan, terjadi hambatan terhadap intake makanan, dan keluarnya cairan kotoran (tinja). Berdasarkan hasil penelitian terhadap tikus dengan memberikan dosis secara kontinyu selama satu bulan melalui mulut, gejala toksisitas subakut dari sodium selenate terjadi pada dosis 1 mg/kg/hari untuk tikus jantan dan 5 mg/kg/hari untuk tikus betina. Setelah pemberian dosis terus-menerus selama satu bulan, terjadi anemia yang disebabkan menurunya jumlah sel darah merah serta jumlah haemoglobin, dan berdasarkan hasil pembedahan terjadi akumulasi sodium selenate pada hati, ginjal, testis, paru-paru dan limpha. 

Bedasarkan penelitian toksisitas baik akut maupun subakut dari selenium tersebut maka WHO menetapkan kadar maksimun selenium yang dibolehkan dalam air minum yakni 0,01 mg/l, dan menurut Peraruran Pemerintah Republik Indonesia No: 20 Tahun 1990, kadar maksimum selenium dalam air minum yang dibolehkan juga 0,01 mg/l.

6. Trihalomethan
Saat ini beberapa salah satu masalah yang banyak dijumpai dalam air minum yakni masalah yang termasuk polutan mikro yang terjadi akibat hasil samping proses khlorinasi. Senyawa tersebut antara lain yakni trihalomethan atau disingkat THMs. Trihalomethane adalah senyawa organik derivat methan (CH4) yang mana tiga buah atom Hidrogen (H)nya diganti oleh atom halogen yakni khlor (Cl), Brom (Br), Iodium (I). 

Beberapa senyawa trialomethane yang umum dijumpai antara lain yakni khloroform (CHCl3),  dibromokhloromethan  (CHBr2Cl), bromoform (CHBr3). Jumlah total ke empat senyawa tersebut  sering  disebut  total trihalomethan (TTHM). Selain ke empat senyawa tersebut di atas masih ada beberapa senyawa trihalomenthan lainnya tetapi biasanya kurang stabil. Adanya senyawa trihalomethan dalam air minum ini pertama kali diungkapkan oleh J. Rook pada sekitar tahun 1972. 

Pada tahun 1975 Rook mempresentasikan secara lebih lengkap hasil penelitiannya tentang beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya senyawa THMs dalam air minum. Rook menyatakan bahwa senyawa THMs terbentuk akibat reaksi antara senyawa khlorine dengan senyawa alami seperti senyawa humus yang ada dalam air baku. Setelah penemuan Rook tersebut, Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh “National Organic Reconnaissance Survey (NORS)  yang menyatakan bahwa THMs ditemukan hampir di seluruh air miunm (finished water) dan hanya kadang-kadang saja ditemukan pada air bakunya. 

Pada tahun 1976, National Cancer Institute mengumumkan bahwa senyawa khloroform yang merupakan senyawa senyawa THMs yang sering dijumpai dalam air minum, dengan dosis yang cukup tinggi dapat menyebabkan kanker pada tikus. Sekarang ini, hampir tidak ada keraguan lagi bahwa senyawa THMs khususnya khloroform adalah senyawa yang sangat potensial dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, konsentrasi senyawa THMs dalam air maksimum yang dibolehkan umumnya yakni 0,01 mg/l, bahkan ada beberapa standar menetapkan konsentrasi maksimum THMs dalam air minum lebih kecil dari yang tersebut di atas.


Referensi:
Gordon  Culp.  1984.Trihalomethane Reduction in Drinking Water. Technologies, Cost, Effectiveness, Monitoring, Compliance. Noyes Publications. New Yersey. USA. 251 Hal.
Manahan, S.E.  1994.  Environmental Chemistry. 6 th Edition. Lewis Publishers. Boca Raton, Florida. 810 hal.