Rabu, 13 September 2017

9 Macam pencemaran air harus diwaspadai

Pencemaran air

Sumber air didayagunakan manusia untuk berbagai keperluan. Pendayagunaan air dalam berbagai bidang budaya, antara lain untuk transportasi, menghasilkan listrik dari energi potensial pada bendungan, industri dan pariwisata. Perkembangan budaya ini terjadi akibat peningkatan kebutuhan yang dirasakan manusia dan adanya interaksi manusia itu sendiri dengan lingkungan air. Peninggalan sejarah telah menunjukkan bahwa air telah memberi rangsangan bagi perkembangan budaya manusia purba, tampak pada benda-benda purbakala yang seringkali terdapat pada penggalian berupa periuk-periuk yang dipakai untuk menyimpan air.

Pencemaran air telah menunjukkan gejala yang cukup serius, terutama yang berasal dari buangan industri dari pabrik-pabrik yang membuang begitu saja air limbahnya tanpa pengolahan lebih dahulu ke sungai atau ke laut, dan tidak kalah memegang andil baik secara sengaja atau tidak adalah masyarakat sendiri, yakni akibat air buangan rumah tangga yang jumlahnya makin hari makin besar sesuai dengan perkembangan penduduk maupun perkembangan kota. Kondisi tersebut diperburuk lagi dengan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang membuang kotoran maupun sampah ke dalam sungai, dengan demikian akan mempercepat pencemaran air di sungai-sungai. Padatnya pemukiman dan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, serta buangan industri yang langsung dibuang ke badan air tanpa proses pengolahan telah menyebabkan pencemaran sungai-sungai.

Mari kita coba untuk lebih dalam mengenal secara garis besar bentuk-bentuk cemaran dalam air yang harus anda tahu dan waspada. Berikut ini adalah macam-macam pencemaran air:

1. Kekeruhan dan warna
Dalam rangka kita agar mudah mengenali rupa air yang layak kita konsumsi. Kekeruhan dan warna adalah bentuk cemaran yang paling mudah dikenali dalam air.

2. Bau
Demikian juga bau, setiap ada tanda-tanda bau dari air, pasti adalah bentuk cemaran akan kemurnian air. Karena air yang tidak tercemar sama sekali tidak berbau.

3. Rasa
Ini adalah baik rasa yang terasa di kulit atau pun rasa pada lidah. Air yang tidak tercemar tidak memberikan sensasi rasa baik pada kulit maupun lidah.

4. Derajat keasaman
Secara ilmiah mungkin banyak orang mengenal istilah pH sebagai indikasi derajat keasaman dengan skala nol untuk kondisi asam sampai empatbelas untuk kondisi basa. Angka tujuh adalah kondisi netral air dengan keadaan tanpa tercemar. Alat ukur derajat keasaman yang paling mudah adalah dengan menggunakan kertas yang disebut kertas lakmus bisa anda dapatkan di hampir setiap apotik atau toko bahan kimia. Anda tinggal celupkan dalam air yang diuji, anda bandingkan hasil perubahan warna kertas akibat pencelupan dengan indikasi angka pH yang biasanya terdapat di kemasannya. Bila derajatnya ada di sekitar enam sampai delapan, cukup amanlah air tersebut dari segi derajat keasamannya.

5. Konduktifitas
Ini adalah sifat menghantarkan listrik dalam air. Sifat ini dipengaruhi dengan jumlah kandungan apa yang disebut sebagai ion bebas. Air murni adalah air yang bebas kandungan ion bebas sehingga tidak menghantarkan listrik. Tapi tunggu, pengertian untuk air yang layak konsumsi bagi kita manusia justru bukan air murni, tapi air murni dengan sifat konduktifitas pada taraf wajar. Karena sifat konduktifitas wajar ini diperlukan bagi metabolisme tubuh kita.

6. Kontaminasi Mikrobiologi
Ada batas-batas kandungan mikrobiologi atau mungkin dengan bahasa sederhana bisa diartikan makhluk hidup yang sangat kecil tak tampak oleh mata pada air yang kita minum sehingga masih dapat diterima sistem kekebalan tubuh kita yang justru akan melatih tubuh kita agar semakin canggih dalam membentengi diri dari penyakit. Tapi selebih batas tersebut, dan bahkan mungkin pada jenis mikrobiologi tertentu di mana sistem kekebalan tubuh kita rentan dan tak mampu untuk mengakomodasinya, cemaran ini bisa sangat membahayakan bagi tubuh kita. Mungkin saya akan memakai istilah ini dalam bahasa sederhana sebagai makhluk hidup mikro.

7. Kesadahan
Atau beberapa orang secara ilmiah menyebut sebagai sifat kekerasan air, air ternyata juga memiliki sifat keras. Ini sebetulnya adalah jumlah kandungan mineral dalam air. Air murni adalah bebas dari kandungan mineral. Tapi tubuh kita sebenarnya juga butuh mineral, yang bisa diperoleh dari makanan atau air yang kita minum. Jadi mungkin kandungan mineral sampai batas tertentu justru dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan mineral yang berlebih tolok ukurnya bisa kita lihat bila kita memasak air dalam teko, pada dasar teko terkadang didapati semacam endapan putih keras rapuh seperti wujud garam-garaman. Itulah kumpulan mineral tadi yang mengkristal dengan mudah pada panas tertentu. Bila kita selalu mengkonsumsi air dengan kandungan mineral berlebih, mineral-mineral sisa dari kelebihan yang dibutuhkan tubuh kita akan menggumpal di ginjal yang sering kita sebut dengan batu ginjal. Makanya kemudian terkadang orang memilih meminum air dengan kandungan mineral minimum, dengan harapan kebutuhan mineral tubuh tercukupi dengan mengatur pola makan yang baik.

8. Zat-zat terlarut dalam air
Zat-zat ini bisa dalam bentuk padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang larut dalam air, zat-zat ini kadang tidak mudah kita kenali wujudnya dalam air. Sehingga diperlukan metode-metoda pengujian tertentu untuk mengetahui kandungan zat-zat terlarut ini di dalam air. Bila anda kebetulan mengkonsumsi air sumur sementara rumah kita terletak pada radius paling tidak kurang dari sekitar lima kilometer dari industri terutama industri yang mengolah bahan kimia seperti pabrik pupuk, kertas, larutan kimia, bijih plastik, dan pabrik kimia lainnya, ada baiknya secara berkala paling tidak setahun sekali anda mengujikan contoh air sumur anda ke laboratorium, yang demi jaminan kesehatan kita saya kira pengujian ini tidak begitu mahal dari segi biaya.

9. Kandungan Radioaktif
Air pada dasarnya tidak bersifat radioaktif. Tapi air bisa mengandung zat-zat yang bersifat radioaktif. Ada alat indikator radioaktif yang bisa dengan mudah mengenali sifat radioaktif dari sebuah zat. Tapi di luar itu semua, bila saja anda tinggal di kota yang terdapat industri nuklir, anda bersama-sama masyarakat sekitar anda punya hak untuk selalu mengawasi dengan seksama sistem pengolahan limbah mereka. Ada tanda-tanda sedikit pun kelemahan sistem tersebut, apalagi sampai ada bukti pencemaran terhadap air, secara hukum sangsi yang cukup berat akan menimpa industri tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar