Air hexagonal lebih sehat dan bermanfaat bagi tubuh

Air hexagonal
Air adalah sumber kehidupan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai fungsi yang terkait dengan semua bentuk kehidupan yang diketahui. Tubuh jasmani kita kira-kira dua pertiganya adalah air. Sementara orang dapat bertahan hidup selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu tanpa makanan, seseorang biasanya akan mati hanya dalam tiga atau empat hari tanpa air. Kebanyakan dari pusat-pusat besar populasi dunia terletak di dekat sumber air bersih. Pada dasarnya, kehidupan tidak dapat ada tanpa ketersediaan serta akses terhadap suplai air bersih yang memadai. Karena peran penting air dalam menopang segala bentuk kehidupan di planet bumi.

Terdapat sebuah legenda yang berawal dari negara Cina zaman dahulu, di mana di situ terdapat sebuah pengertian di mana air adalah salah satu elemen penting dari lima elemen penunjang dunia yaitu kayu, api, besi, tanah dan air itu sendiri.

Kelima elemen ini dalam kepercayaannya suatu saat bisa memberikan pengaruh baik kepada kita, tapi di saat lain bisa memberikan pengaruh buruk bagi kita. Pengaruh baik atau pun pengaruh buruk yang terjadi sepenuhnya berpulang pada sikap kita manusia sendiri dalam menjaga sikap kita akan keseimbangan lima elemen tadi. Misalnya api, kita tahu kita manusia mungkin tidak dapat melangsungkan kehidupannya tanpa kehadiran api. Tapi sikap manusia yang ceroboh bisa membuah si api ‘marah’ dan memusnahkan apa saja yang menjadi milik kita.

Demikian juga air, pentingnya air bisa menjadi malapetakan ketika kita teledor dalam menjaga keseimbangan hubungan kita dengan air di alam. Dari pengertian ini pun dikembangkan saat itu bahwa air sendiri terdapat air yang ‘baik’ dan air yang ‘jahat’. Air yang jahat yang bila dipakai, entah dipakai mandi atau pun diminum akan memberikan pengaruh buruk baik bagi kesehatan fisik, pikiran dan bahkan emosi seseorang. Sedang air yang baik dapat memberikan pengaruh baik kepada manusia, bisa berupa peningkatan semangat, melancarkan peredaran darah, memberikan pengaruh emosi yang baik dan sebagainya.

Dari legenda turun temurun ini, orang kemudian secara ilmiah berusaha mencari korelasi akan fenomena tersebut. Karena memang keadaan demikian bisa dirasa begitu nyata dalam kehidupan kita.

Kemudian para ahli yang meneliti hal ini sampai saat ini telah sampai pada kesimpulan bahwa air sendiri secara molekul bisa terdapat dalam dua bentuk dalam rangka oksigen dan hidrogen salang bergandeng-gandengan. Yaitu berbentuk segi lima sehingga orang sering menyebut sebagai pentagonal, dan berbentuk segi enam atau sering disebut sebagai air hexagonal.

Dalam keadaan normal, apalagi air yang mengalir, atau air yang berada pada temperatur di atas temperatur ruang di sekitarnya, molekul-molekul air lebih suka untuk berbentuk pentagonal. Karena secara hukum alam, dalam oksigen dan hidrogen saling gandeng menggandeng, bentuk pentagonal adalah bentuk yang dengan mudah dapat dijalin diantara mereka. Sehingga mayoritas kandungan bentuk molekul air dalam air berkeadaan normal ini adalah pentagonal.

Oksigen bebas yang juga dibutuhkan oleh metabolisme tubuh manusia, lebih mudah ‘terjebak’ di dalam bentuk molekul air hexagonal. Sehingga bisa saya katakan bahwa air normal, akan memiliki kemampuan kelarutan oksigen yang terbatas, karena mayoritas bentuknya adalah pentagonal, bentuk di mana oksigen bebas tidak bisa dengan mudah terjebak di dalamnya.

Air pada bentuk hexagonal pun yang kemudian dipercaya sebagai air dengan pengaruh baik, ternyata dipercaya bahwa air ini lebih mudah membawa zat-zat makanan di dalam tubuh manusia dibanding air pentagonal. Tidak hanya itu, beberapa ahli pun berusaha meyakinkan secara ilmiah bahwa air pada bentuk hexagonal dapat dengan mudah terserap oleh sel-sel manusia. Sehingga sampai kepada mitos, air yang ‘baik’ berbentuk hexagonal ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Secara alamiah, air normal, dengan kondisi mayoritasnya berbentuk pentagonal, bila kemudian mendinginkan air tersebut, molekul-molekul air akan saling merapat, dan getaran molekul menjadi melambat. Hal yang kemudian terjadi adalah seolah-olah molekul-molekul air tersebut dipaksa ditumpuk-tumpuk sehingga menjadi berbentuk hexagonal dengan volume yang lebih besar. Itulah mengapa air yang kemudian membeku justru volumenya menjadi sedikit lebih besar. Apalagi bila ditambah bila pada proses pendinginan ini air tersebut mengalami kontak dengan udara cukup luas, sehingga setiap dipaksa menjadi hexagonal, bersamaan dengan itu menjebak oksigen bebas. Sehingga total kelarutan oksigen dalam air meningkat. Itulah mengapa air dingin terasa lebih segar bila diminum, karena kandungan oksigennya yang lebih banyak, seperti layaknya kita menghirup udara segar mengandung oksigen tanpa cemaran.

Bahkan saat ini juga telah banyak dipasarkan sebuah alat, yang tanpa proses pendinginan, air bisa dipaksa berbentuk hexagonal, dengan memberikan tekanan aliran tertentu dan medan magnet yang cukup kuat menembus air tersebut. Melalui proses ini juga seolah-olah air dipaksa untuk ditumpuk-tumpuk kembali menjadi berbentuk hexagonal. Sehingga dengan alat ini juga, kemudian air diberi oksigen dengan tekanan lebih untuk juga agar oksigen bebas masuk ke dalam jalinan hexagonal tadi.

Dengan proses yang kurang lebih sama, ada juga yang menamai air ini sebagai air berenergi. Pemberian air ini sah-sah saja, karena biasanya proses pemberian medan magnet yang cukup kuat dalam air yang mengalir dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi elektromagnet. Sehingga seolah-olah kata-kata sederhananya, air tersebut mengalami proses pemberian energi.

Apakah air ini baik? Tentu air ini baik, walaupun data ilmiah mengenai hal ini belum pernah secara terbuka dipaparkan dan diuji secara ilmiah pula. Hanya saja kalau bagi saya, pertanyaannya adalah apakah harga yang kita keluarkan untuk mendapatkan tiap liter air ini sebanding dengan nilai tambah yang di dapat bagi kesehatan kita.

Baik air hexagonal beroksigen atau dengan membeli alat pengolah air hexagonal, dua duanya bila dihitung secara ekonomis, akan memberikan konsumsi air yang kita minum tiap liternya menjadi lebih mahal. Sedang menurut saya manfaat yang di dapat, bila kita cukup berdisiplin dalam pola makan dan pola hidup yang seimbang, akan memberikan hal yang kurang lebih sama dengan kita secara rutin mengkonsumsi air heksagonal tadi.

Secara berkala, misalnya sebulan sekali kita mengkonsumsi air hexagonal ini dalam sehari, bagi saya mungkin sudah termasuk cukup sebagai terapi menjaga keseimbangan kesehatan tubuh. Ini seperti layaknya bila kita hidup di kota besar, menghirup udara berpolusi setiap hari, sebulan sekali berlibur di daerah pegunungan untuk menghirup udara bersih bebas dari polusi.

Air hexagonal terasa manis dan enak diminum dibandingkan air jenis lainnya. Dalam penelitian saya, meletakkan orgonite di dekat gelas selama beberapa jam, setelah itu airnya diminum dan ternyata terasa enak. Jadi, anda bisa dengan mudah mendapatkan air hexagonal dengan meletakkan di dekat orgonite, entah itu orgonitenya dapat beli atau pun membuat sendiri. Ingin sehat secara alami, minumlah air hexagonal yang banyak memiliki manfaat yang jarang orang mengetahuinya.

0 Response to "Air hexagonal lebih sehat dan bermanfaat bagi tubuh"

Posting Komentar