Minggu, 10 September 2017

Bahaya ular berbisa dan cara menanggulanginya

Ular beracun kobra
Ular merupakan binatang reptilia yang banyak kita jumpai bila kita melakukan perjalanan ke sawah, hutan, sungai, rawa, pantai dan laut. Untuk daerah tropis seperti di negara kita, ular banyak sekali dan macam-macam jenisnya. Baik yang berbisa maupun yang tidak berbisa. Ular tersebut sangat aktif pada waktu malam hari untuk ular berbisa dan siang hari untuk ular yang tak berbisa.

Ular berbisa tinggal di daerah yang sama dengan warna kulitnya, terkecuali ular yang hidup di air. Tempat tinggal ular selalu berpindah-pindah tergantung dari jenis makanan yang mudah diperoleh dan tidak diganggu musuhnya. Setiap jenis ular mempunyai tempat tinggal yang berbeda tergantung dengan faktor di atas. Namun pada umumnya ular selalu tinggal di daerah yang lembap, dan semak-semak yang dekat dengan air yang tenang.

Penderita korban gigitan ular di kota besar jarang dijumpai, sebab habitat ular terutama ditempat yang rimbun, berair dan tertutup. Dari 2500–3000 spesies ular yang tersebar di dunia kira-kira ada 500 ular yang beracun.1 Ular penghasil racun (snake venom) berbahaya, racun yang dikeluarkannya terdiri atas campuran enzim dan nonenzim seperti protein nontoksis yang mengandung karbohidrat dan logam.

Bahaya ular berbisa

Pada umumnya ular tidak akan menyerang, mengganggu manusia, namun bila mana diganggu maka ular akan menyerang manusia. Untuk jenis ular yang berbisa selain kobra, ular tidak akan menggigit meskipun kita pegang. Dan pada umumnya orang menganggap semua ular berbahaya dan bila ketemu selalu berusaha untuk membunuhnya. Maka dengan mengenal jenis-jenis ular kita akan mudah mengatasi gangguan-gangguan dari ular. 

Tapi kita harus menganggap bahwa ular yang selalu berbisa (untuk selalu berhati-hati bila bertemu ular). Bahaya yang ditimbulkan ular selain gigitan, biasanya lilitannya adalah bahaya sampingan, misal terkejut. Efek terkejut bisa menyebabkan beberapa efek sampingan yang lain.

Beberapa spesies ular bergantung pada perubahan patofisiologis racun, seperti: kobra dan krait, berpengaruh meracuni saraf (nerotoksik). Ular berbisa (viper) seperti ular laut mengakibatkan perdarahan dan meracuni otot (miotoksik). Peracun saraf (nerotoksik) hasil tubokurarine berupa hambatan di persaraf-ototan (neuro-muskular), sehingga terjadi layuhan menggelambir (paralisis flasid). Kelayuhan (paralisis) meluas dengan menyerang otot palatum, dagu, lidah, pangkal tenggorok (laring), leher dan otot telan. Umumnya otot dikendalikan oleh saraf otak, pupil beraksi (reaktif) menyempit hingga detik akhir. Otot dada lebih lama bertahan dengan nyeri sekat rongga badan (diagfragma), sehinga terjadi kelayuhan (paralisis) sampai detik akhir.

Info kasus
Penderita laki-laki, 75 tahun masuk rumah sakit tgl 12 Desember 2006, sebelumnya penderita pada pukul 09.00 digigit ular di tungkai kiri, dibawa ke RSB dan kemudian dipindahkan ke RSSG pada hari yang sama. Penderita mengeluh : terasa panas, nyeri, badan kaku semua dan kaki bengkak.

Inilah cara menanggulanginya:
 
1. Membiasakan diri melihat ular dan mempelajarinya, sehingga akan tahu persis, gejala yang ditimbulkan akibat digigit ular.
2. Bila bertemu ular usahakan tenang dan jangan bergerak yang menggetarkan tanah/cabang kayu (bila kita memanjat pohon).
3. Ular sangat peka dengan bau minyak tanah/ bensin (usahakan daerah perkemahan diberi bebauan tersebut).
4. Ular sangat takut dengan binatang yang berkuku tajam (kucing, musang) usahakan di rumah ada kucing.
5. Hati-hati berjalan di malam hari tanpa lentera, terutama pada bulan purnama karena pada bulan tersebut ular biasa keluar untuk mencari jodoh.

Bila sampai digigit ular usahakan perawatan darurat:

1. Usahakan bisa melihat ular yang menggigit, berbisa atau tidak.
2. Kalau berbisa atau ragu-ragu lakukanlah secara darurat.
3. Ikat pergelangan kaki dan tangan di atas ruas yang tertotok di daerah yang dekat jantung dan pada luka diberi air panas.
4. Usahakan darah keluar sebanyak mungkin dengan membuat luka baru, sampai keluar buih darah dan warna hitam.
5. Hisap luka yang ada dengan alat atau dikop.
6. Cara mengikat dengan tali pipih dan usahakan setiap kurang lebih 15 menit tali tadi dibuka beberapa menit, atau memutar potlot, kayu untuk menjaga peredaran darah.
7. Cepat dibawa ke orang yang ahli atau ke rumah sakit.


Jadi, berhati-hatilah di mana pun berada karena ular beracun bisa saja muncul secara tiba-tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar