Rabu, 06 September 2017

Fakta dibalik istimewanya daging kambing

Daging kambing segar

Daging kambing adalah daging selain sapi yang biasa digunakan untuk berkurban dalam perayaan hari besar umat Muslim ini. Banyak cerita di balik daging kambing. Daging kambing banyak juga dikonsumsi untuk meneladani Nabi. Daging ini, konon merupakan makanan mewah kesukaan Nabi. Daging kambing menjadi favorit, terutama untuk pria, karena dikenal sebagai pembangkit gairah seperti halnya daging rusa. Daging kambing membuat tubuh menjadi lebih panas.

Daging kambing sebagai bahan makanan yang tak pernah habis dibicarakan. Kambing adalah komoditas yang dicintai, dicari, namun sekaligus dibenci bagi yang tak menyukainya.

Jenis kambing yang banyak ada di Indonesia, adalah kambing jenis kambing kacang, dan kambing afrika. Kambing kacang, ciri-cirinya adalah ketika melahirkan, anaknya selalu kembar, lebih dari satu, bisa dua atau empat, namun juga ada yang ganjil, tiga, atau lima. Kambing jenis inilah yang paling banyak ada di Indonesia. Sedangkan jenis kambing afrika, berciri badannya lebih besar, tinggi, telinganya panjang dan beratnya sekitar satu kuintal.

Seberapa tua
Daging kambing yang paling tepat untuk dikonsumsi adalah daging kambing yang cukup umur. Di Tegal, Jawa Tengah, ada budaya memakan kambing yang umurnya sangat muda, kurang dari tiga bulan.

Pada umur itu daging kambingnya belum sempurna ototnya membentuk serat-serat yang mapan. Memang, teksturnya lebih empuk, tapi dagingnya akan kenyal, alot, seperti karet. Usia yang paling bagus pada kambing untuk disembelih adalah 12 atau 14 bulan. Pada kambing yang berusia ini, dagingnya paling sempurna. Ciri yang paling bagus adalah ketika gigi si kambing sudah tanggal.

Aroma bau khas
Satu hal yang khas dari daging kambing adalah aroma khasnya yang tidak ada dalam daging lain. Namun, sebagian kalangan yang tak menyukai karena bau yang mengganggu. Hal itu selalu disuarakan pada kita sejak kecil.

Aroma tersebut sebenarnya adalah bau yang khas. Hanya ada pada kambing. Aroma prengus ini bahkan bisa menambah sensasi khas dalam berbagai masakan. Bau tajam ini berasal dari feromon. Feromon ini ada di semua kambing, dan yang terbanyak di kambing jantan. Zat ini berasal dari tanduk yang ada di kambing. Supaya bau kambing tidak terlalu menyengat di dagingnya, bagi yang sudah ahli mengulitinya, ada trik khususnya. Ketika satu tangan sudah memegang bagian luar kambing bagian yang berbulu jangan memegang bagian dalam daging.

Untuk menghilangkan bau daging kambing, juga bisa dilakukan menggunakan timun. Daging kambing yang sudah dipotong, diremas-remas dengan timun yang baru saja dipotong kecil-kecil. Getah yang ada pada timun, bisa menghilangkan bau kambing.

Daging alot
Salah satu kendala dalam memasak daging kambing, adalah tekstur dagingnya yang liat keras atau alot. Jjika hendak memasak daging kambing, jangan langsung setelah hewan itu disembelih. Cara itu akan membuat daging kambing cenderung lebih keras. Paling tidak, disarankan, rebus kambing lebih dulu dalam air yang mendidih. Tambahkan kunyit, jahe, daun salam, sereh, dan lengkuas. Bumbu-bumbu ditambahkan agar dagingnya beraroma rempah, tak prengus lagi.

Selain itu, juga bisa mencoba trik dengan cara membungkus daging kambing dengan daun pepaya. Dalam daun pepaya terdapat zat papain. Zat ini bisa mengempukkan daging, namun tak banyak merusak daging. Cara lain, adalah dengan membalurkan parutan nanas atau jus nanas pada daging. Jangan sampai lebih dari 10 menit. Di dalam nanas, ada enzim bromelein, yang bisa memecah daging.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar