Waspada, bahaya penyakit menular kriptosporidiosis

Gejala, pemularan, risiko, dan cara pencegahan penyakit kriptosporidiosis

Penyakit kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh tertelan parasit Cryptosporidium. Penyakit ini terutama menyebabkan diare dan kekejangan perut.

Apa itu kriptosporidiosis?
  • Kriptosporidiosis merupakan penyakit diare yang disebabkan parasit  Cryptosporidium, yang menjangkiti usus.
  • Infeksi Cryptosporidium telah dilaporkan pada manusia dan berbagai binatang ladang, hewan piaraan dan binatang asli.
  • Walaupun ada beberapa spesies Cryptosporidium, hanya Cryptosporidium parvum dan Cryptosporidium hominis yang dianggap mengakibatkan infeksi pada manusia.
Gejala
  • Gejala yang paling umum dari kriptosporidiosis adalah diare cair dan kekejangan perut. Gejala lain mungkin termasuk demam, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan. Beberapa penderita infeksi tidak mengalami gejala apa pun.
  • Tanda-tanda pertama penyakit ini timbul antara 1-12 hari (rata-rata 7 hari) setelah seseorang terinfeksi.
  • Gejala mungkin timbul dan hilang dan mungkin berkelanjutan berhari-hari sampai berminggu-minggu. Orang yang mempunyai sistem imunitas yang lemah mungkin mengalami gejala lebih parah yang dapat berkelanjutan berbulan-bulan.
Bagaimana penyakit ini ditularkan?
 
Cryptosporidium terdapat dalam bahan tinja dari manusia dan binatang yang terinfeksi. Infeksi terjadi apabila parasit ini ditelan. Penularan paling sering terjadi melalui:
  • Kontak dari orang ke orang, terutama dalam keluarga dan di kalangan anak kecil (misalnya di pusat penitipan anak).
  • Minum air yang tercemar.
  • Berenang di kolam yang tercemar.
  • Menangani binatang yang terinfeksi atau tahinya.
  • Makanan (jarang terjadi).
Seseorang paling berjangkit apabila mengalami diare, tetapi parasit ini mungkin dibuang beberapa hari setelah gejala hilang.

Siapa saja yang menghadapi risiko?

Orang yang paling mungkin terinfeksi Cryptosporidium termasuk:
  • Orang yang mempunyai kontak dekat dengan orang lain yang menderita kriptosporidiosis.
  • Anak-anak yang menghadiri pusat penitipan anak, termasuk anak-anak yang memakai lampin.
  • Orang tua anak yang terinfeksi.
  • Pekerja penitipan anak.
  • Perenang yang tertelan bahkan sedikit saja air kolam renang.
  • Orang yang minum air yang belum diolah (misalnya, dari sungai atau danau).
  • Orang yang melakukan perjalanan ke negara berkembang.
  • Orang yang bekerja dengan binatang.
  • Pria yang berhubungan kelamin sesama pria.
Orang yang mempunyai sistem imunitas yang lemah mengalami risiko penyakit yang lebih parah dan harus berjumpa dengan dokter jika gejala timbul.

Bagaimana penyakit ini dicegah?
 
Untuk mencegah dari terjangkit kriptosporidiosis:
  • Cuci tangan Anda dengan baik menggunakan sabun dan air selama 10 detik setelah menggunakan kakus, menangani binatang atau tahinya, menggantikan lampin, bekerja di kebun dan sebelum menyiapkan makanan atau minuman.
  • JANGAN minum air yang belum diolah (misalnya, dari danau atau kali). Memasak air akan membunuh Cryptosporidium
  • Jangan tertelan air ketika berenang
  • Jangan berenang di perairan alam (mis. sungai, anak sungai, bendungan, laut) dalam waktu seminggu setelah hujan lebat. 
Ketika melakukan perjalanan di negara berkembang, hindari makanan atau minuman yang mungkin tercemar (misalnya sayur-sayuran mentah, air keran atau es yang dibuat dari air keran).

Untuk mencegah dari menularkan kriptosporidiosis, penderita kriptosporidiosis harus:
  • Tidak berenang selama sekurang-kurangnya dua minggu setelah diare telah berhenti.
  • Tidak menggunakan handuk atau seperai bersama orang lain selama sekurang-kurangnya dua minggu setelah diare telah berhenti.
  • Tidak menangani makanan selama sekurang-kurangnya 48 jam setelah diare telah berhenti.
Anak kecil yang menderita diare harus tetap tinggal di rumah dan tidak ke sekolah, prasekolah, pusat penitipan anak dan sekelompok bermain sampai 24 jam setelah diare berhenti.


Referensi:
health.nsw.gov.au

0 Response to "Waspada, bahaya penyakit menular kriptosporidiosis"

Posting Komentar