Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Senin, 30 Oktober 2017

6 Tips amankan dapur dari kebakaran

kebakaran api

Kebakaran merupakan salah satu musibah yang paling sering terjadi baik di beberapa kota besar maupun di pedesaan. Hampir setiap hari kita membaca di koran atau melihat siaran di televisi tentang musibah kebakaran yang terjadi baik dalam rumah penduduk, gedung perkantoran, hotel, pertokoan atau pasar. Bencana kebakaran sangat berbahaya karena dapat memakan korban jiwa. Selain itu kebakaran yang terjadi di kawasan penghunian atau pun perdagangan akan menimbulkan kerugian material dan ekonomi yang besar.

Kebakaran merupakan bencana yang lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia (human error) dengan dampak kerugian harta benda, stagnasi atau terhentinya usaha, terhambatnya perekonomian dan pemerintahan bahkan korban jiwa. Terjadinya bencana kebakaran di kota kota besar di Indonesia terutama dikawasan perumahan jumlahnya meningkat dengan cukup cepat. Kawasan perumahan yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi dan jarak antar rumah yang cukup rapat, merupakan salah satu tempat yang sering mendapat bencana tersebut. 

Bencana kebakaran merupakan salah satu ancaman bagi perumahan atau gedung dimana saja, apalagi untuk daerah perkotaan. Kebakaran tidak mengenal waktu, bisa terjadi kapan saja. Maka dari itu, waspadalah jika terjadi kebakaran dan mencegahnya agar tidak terjadi kebakaran khususnya di rumah pribadi yang sering terjadi kebakaran di ruang dapur tempat masak yang bersumber dari kompor gas.

Berikut ini adalah tips untuk amankan dapur dari kebakaran:

1. Jangan tinggalkan dapur ketika menggoreng makanan atau memasak dengan minyak dan lemak.
2. Jangan memasak ketika capek.
3. Untuk memadamkan panci yang terbakar, gunakan tutup panci untuk menutup panci itu. Matikan kompor dan biarkan panci menjadi dingin.
4. Jika kalau terjadi kebakaran dan apinya tidak padam, keluar dari rumah dan telepon pemadam kebakaran.
5. Jauhkan benda-benda yang dapat terbakar dari kompor.
6. Jaga agar anak-anak tidak lebih dekat dari tiga kaki dari kompor.

Bahaya kebakaran pada kehidupan manusia banyak yang mengancam keselamatan harta kekayaan, jiwa, dan raga manusia. Selalu waspada dan tetap siaga jika tiba-tiba terjadi kebakaran. Pencegahan kebakaran sebenarnya dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran warga akan bahaya kebakaran. Masyarakat harus bisa mengantisipasi sejak dini akan potensi ancaman kebakaran di lingkungannya masing-masing, dengan mempersiapkan diri menghadapi ancaman kebakaran. Selama ini antisipasi tersebut biasanya dengan menyiapkan hidran saluran air, atau tabung pemadam kebakaran di beberapa titik di kompleks perumahan atau perkantoran.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Potensi bencana di musim hujan dan antisipasinya

Banjir

Sudahkah kita siap menghadapi musim hujan? Hujan memiliki banyak manfaat, tapi juga dapat menimbulkan bahaya bila kita lengah. Musim penghujan yang sudah memasuki sebagian besar wilayah Indonesia telah memberikan manfaat untuk masyarakat luas terutama dalam ketersediaan air. Daerah yang dalam beberapa bulan terakhir sulit mendapatkan air baik untuk kebutuhan keluarga, ternak dan pertanian sudah mulai mudah untuk mendapatkan air. Namun pada sisi yang lain, musim peralihan seperti ini biasanya menyebabkan kejadian puting beliung meningkat pesat. Perubahan cuaca yang sangat cepat dan tiupan angin kencang sering merusak atap rumah dan mampu untuk mencabut pepohonan dari akarnya. 

Banjir adalah salah satu contoh bencana yang kerap melanda dan pada beberapa tempat selalu menanggulangi perulangan pada musim penghujan. Wilayah sepanjang bantaran kali biasanya rawan banjir, tetapi pada daerah dataran rendah dan makin menipisnya lahan serapan air menyebabkan banjir juga sering melanda.  Memasuki bulan Oktober, jumlah kejadian bencana mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, terutama bencana hidrometeorologi. Bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung terjadi hampir setiap hari dan menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Potensi Bencana di Musim Hujan
Musim hujan menyimpan potensi bencana yang dapat menimbulkan resiko kerugian harta bahkan jiwa bila kita lengah atau tidak siap. Ada dua faktor utama yang dapat menimbulkan potensi bencana ini yaitu faktor alami dan faktor yang diakibatkan oleh tindakan manusia. Diantara faktor alami adalah intensitas curah hujan yang tinggi, durasi waktu turunnya hujan yang lama, angin yang bertiup kencang, dan petir. Potensi bencana yang dapat ditimbulkan dari faktor alami yaitu banjir, angin kencang, puting beliung, gelombang tinggi dan sambaran petir. 

Sedangkan faktor yang diakibatkan oleh tindakan manusia diantaranya membuang sampah di sungai-sungai dan saluran air, tata kota yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan, pembangunan di sekitar sungai yang sampai mengakibatkan penyempitan sungai, dan penggundulan hutan khususnya di daerah gunung/perbukitan. Dan faktor akibat tindakan manusia ini berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.

Antisipasi Terhadap Potensi Bencana di Musim Hujan
Dengan memperhatikan faktor-faktor potensi bencana pada musim hujan di atas, dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan antisipasi guna mengurangi resiko dampak dari bencana yang mungkin terjadi. Antisipasi ini baik untuk dilakukan oleh masyarakat dan juga berbagai pihak dengan saling bekerja sama sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim hujan. Beberapa antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan sungai-sungai dan saluran air dari sampah-sampah, menanami kembali hutan yang gundul dengan pohon-pohon, membuat daerah resapan air, memasang penangkal petir dan memangkas/mengurangi dahan pohon di sekitar rumah atau di pinggir jalan guna menghindari kemungkinan pohon tumbang.

Disamping itu, masyarakat secara umum hendaknya tanggap dengan perubahan cuaca yang signifikan di sekitarnya agar dapat terhindar dari bencana yang bisa jadi akan menimpa. Misal bila langit sudah dipenuhi awan yang gelap pekat dan terdengar suara petir, sebaiknya segera berteduh bila berada di tempat lapang, kolam renang, pantai atau di luar rumah dan segera matikan alat-alat elektronik (televisi, radio, komputer, dll). 

Periksa kembali kondisi rumah, khususnya rumah semi permanen, pada tiang dan atap rumah untuk waspada terhadap angin kencang atau puting beliung. Bagi para nelayan disarankan untuk menyimak informasi cuaca sebelum berlayar mencari ikan, agar terhindar dari cuaca buruk di laut. Berhati-hati ketika sedang dalam perjalanan terjadi hujan lebat karena jarak pandang berkurang dan jalan menjadi licin. Dengan antisipasi dan sikap tanggap ini semoga dapat terhindar dari bencana atau mengurangi resiko yang ditimbulkan.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaannya agar dapat mengantisipasi kemungkinan bencana yang terjadi. Bencana
tidak mengenal waktu sehingga kesiapan dan kewaspadaan akan mampu mengurangi risikonya.

Jumat, 27 Oktober 2017

6 Mitos dan larangan di desa bakaran wetan

Balai desa bakaran wetan

Warga Bakaran wetan yang masih hidup dalam tradisi dan masih benar-benar mempercayai mitos sangat menghormatinya sebagai tatanan sosial dan mereka sadar bahwa masih ada kekuatan gaib di sekitar mereka dan masih menjalankan mitos-mitos tersebut. Mitos-mitos yang ada di Desa Bakaran antara lain dan masih dipercaya oleh masyarakat sampai sekarang:

1. Mitos larangan membuat rumah dengan batu bata merah
Masyarakat Bakaran sampai saat ini tidak memperbolehkan membuat rumah dari batu bata merah. Hal ini disebabkan bangunan pertama Nyai Sabirah adalah sumur yang ternyata terbuat dari batu bata merah, untuk menghormati pepundennya warga tidak mau membuat rumah dari batu bata merah.

Menurut keterangan dari juru kunci Basir sukarno apabila ada yang membuat rumah dengan batu bata merah yang mendiami rumah tersebut akan sakit, berkepanjangan dan akhirnya rumah tersebut dirobohkan oleh pemiliknya.

Rumah bapak Saidan warga Bakaran setempat, beliau tidak percaya akan mitos tersebut Bapak Saidan nekat membangun rumahnya dengan batu bata merah dengan alasan batu bata merah lebih murah dari batu bata putih. Bapak Saidan tidak menghiraukan larangan di desa Bakaran Wetan. Akhirnya rumah tersebut setelah jadi, anak dari Bapak Saidan itu meninggal tidak sakit dan beliau cerai dengan istrinya akhirnya rumah itu dirobohkan oleh pemiliknya hingga sekarang bangunan yang telah dirobohkan itu masih ada, dan sampai sekarang masyarakat Bakaran tidak berani membangun rumah dengan batu bata merah.

2. Masyarakat Bakaran Wetan tidak mau membangun dengan batu
bata merah selain telah ada suatu kejadian yang dialami Bapak Saidan, juga merupakan suatu penghormatan kepada Nyai Sabirah atas jasajasanya kepada masyarakat Bakaran.

Larangan berjoget antara laki-laki dan perempuan (tayuban) Tayuban adalah tarian yang dilakukan pria dan wanita berpasangan dan diiringi dengan gamelan jawa serta penggendang sebagai pengatur irama. Dalam tayuban ini bisanya lelaki dan perempuan berjoged bersama dengan lelakinya biasanya melakukan hal-hal tidak senonoh terhadap wanita seperti mencubit pipi si wanita, memegang pantan wanita ini merupakan suatu tindakan pelecehan terhadap wanita.

Nyai Sabirah merupakan tokoh wanita yang disegani oleh masyarakat Bakaran pada khusunya dan masyarakat Pati pada umumnya. Nyai Sabirah mengajarkan kepada masyarakatnya agar wanita tidak kalah dengan laki-laki ini dibuktikan dengan beliau mengajarkan membatik agar mereka juga dapat menghidupi keluarga mereka tidak hanya laki-laki yang bisa mencari nafkah. Jadi seandainya wanita dapat mencari nafkah untuk keluarga mereka kedudukan mereka sama dan tidak dilecehkan oleh laki-laki maka semasa hidup Nyai Sabirah tidak suka pelecehan terhadap kaum wanita.

3. Mitos Larangan Menjual Nasi
Warga Bakaran Wetan dimanapun dia berada dilarang berjualan nasi. Hal ini sebagai rasa hormatnya kepada Nyai Sabirah. Sampai saat ini warga tidak berani menjual nasi karena takut akan kutukan Nyai Sabirah, sebab semasa hidup Nyai Sabirah tidak pernah menjual nasi sebagai makanan pokoknya bahkan beliau selalu memberi nasi kepada siapa yang membutuhkan.

Warga Bakran Wetan sangat percaya hal tersebut jadi mereka sampai sekarang tidak pernah menjual nasi. Dari hasil wawancara, dahulu ada yang mencoba menjual nasi akhirnya semua masakan yang akan dia jual termasuk nasi itu basi padahal baru saja selesai dimasak. Para pedagang makanan atau masakan di Desa Bakaran Wetan tidak berani menjual nasi bukan berarti mereka tidak menyediakan nasi untuk para pembeli. Para pembeli seandainya menginginkan nasi tidak boleh bilang dengan kata beli nasi tapi dengan kata Nyuwun Sekul (meminta nasi) dan pedagang itu dengan suka rela membiri nasi itu gratis tanpa memungut biaya.

4. Mitos larangan mencicipi makanan apabila memasak buat kendurian yang hubunganya buat acara di Petilasan Nayi Sabirah
Warga Bakaran Wetan mereka apabila memasak buat acara kendurian tidak pernah dicicipi. Hal ini dikarenakan dulu semasa hidup Nyai Sabirah tidak pernah mencicipi masakan yang akan beliau suguhkan ke para tamu yang datang dan beranggapan apabila dicicipi terlebih dahulu akan menyisakan makanan itu pada tamu yang datang.

Jadi mereka masyarakat Bakaran Wetan meniru cara hidup Nyai Sabirah semasa hidup sebagi rasa penghormatan kepada leluhurnya. Kebiasaan semacam ini masih dilakukan dan dipercaya masyarakat Bakaran Wetan dan mereka percaya apabila dilanggar akan mendapatkan hal yang tidak diinginkan seperti halnya dalam mitos tidak mencicipi masakan yang digunakan dalam kenduri ini apabila dilanggar makanan yang baru dimasak tersebut akan basi.

5. Mitos Larangan Tidak boleh Memasak Bagi Ibu-ibu harus dengan keadaan suci tidak boleh memasak dalam keadaan kotor apabila memasak untuk acara kendurian
Warga Bakaran Wetan apabila memasak masakan untuk kenduri harus dengan keadaan bersih atau suci tidak berhalangan (haid) atau dalam keadaan kotor. Hal ini mempunyai alasan karena kenduri ini adalah suatu ritual yang sakral dan doa untuk para leluhurnya. Masyarakat Bakaran Wetan menganggap hal tersebut merupakan ibadah jadi mereka mengibaratkan apabila kita melakukan ibadah harus dengan keadaan bersih dan suci.

Mitos ini masih sangat dipercaya oleh warga masyarakat Bakaran Wetan sebagai wujud penghormatan apabila mitos ini dilanggar masakan yang baru dimasak untuk kenduri dalam jangka waktu yang tidak lama akan menjadi basi.

6. Mitos Harus Meledang Bayi yang Baru Lahir dan Pengantin
Meledang bayi yang baru lahir dan pengantin ini merupakan salah satu upacara atau ritual di Desa Bakaran Wetan. Upacara dipercaya masyarakat Bakaran sebagai upacra meminta restu kepada Nyai Sabirah untuk bayi yang baru lahir dipercaya agar setiap langkah yang bayi itu akan tempuh mendapatkan keberhasilan. Upacara ledang pengantin ini dimaksudkan agar dalam menjalani kehidupan yang baru setelah mereka menjalani ijab qabul akan lebih baik.

Upacara ledang Bayi dan pengantin ini adalah upacara mengintari Petilasan Nyai Sabirah sebanyak tiga kali. Upacara ledang bayi ini dilakukan dengan cara menggendong bayi yang baru lahir dan yang menggendong bayi itu bukan ibunya karena ibu si bayi itu masih dalam keadaan kotor karena orang yang baru saja melahirkan itu dalam keadaan nifas yang diwakilkan orang lain. Upacara ledang pengantin ini juga sama seperti ledang bayi hanya saja yang membedakan adalah pelaku upacara, untuk ledang pengantin ini dilakukan pengantin yang baru melakukan ijab qabul dan mengintari petilasan Nyai Sabirah dengan berpakaian pengantin dan lengkap beserta make-upnya sebanyak 3 kali.

Masyarakat Bakaran Wetan sangat percaya dengan hal tersebut, mereka selalu melakukan upacara itu dan mereka juga percaya apabila tidak melaksanakan upacara itu akan mendapatkan Bebendhu (keburukan, Bencana).


Referensi:
Dojosantosa.1985. Unsur Religius dalam Sastra Jawa. Semarang : Aneka Ilmu.
Hari Susanto, P. S . 1987 . Mitos Menurut Pemikiran Mircea Elliade . Yogyakarta : Kanisius.

Rabu, 25 Oktober 2017

Waspada, gejala dan penularan influenza

penyakit flu
Influenza disebabkan oleh suatu virus. Kebanyakan penderita sembuh setelah beberapa hari, tetapi bagi penderita tertentu mungkin mengancam nyawa. Untuk mencegah influenza, dapatkan vaksinasi influenza tahunan. Jika Anda menderita influenza, tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, cuci tangan Anda sebelum menyentuh orang lain, dan tetap tinggal di rumah.

Influenza atau flu disebabkan oleh infeksi virus influenza A, B, dan lebih jarang, C. Penyakit ini terutama berdampak terhadap tenggorok dan paru-paru, tetapi juga dapat mengakibatkan masalah jantung dan bagian lain tubuh, terutama di kalangan penderita masalah kesehatan lain. Virus-virus influenza tetap berubah, dan mengakibatkan wabah setiap musim penghujan. Setelah beberapa dasawarsa, jenis influenza baru akan muncul yang mengakibatkan wabah yang parah dan meluas. 

Setiap orang sudah mengenal dan sudah pernah menderita penyakit ini. Bila terserang penyakit ini pekerjaan sehari-hari akan terhalang, karena gejala penyakit ini ialah rasa tidak enak badan, demam, rasa pegal linu, lemas, lesu, bersin-bersin dan terasa nyeri di otot-otot dan sendi.

Untuk orang-orang dengan faktor resiko tinggi seperti usia di atas 65 tahun, atau orang-orang dengan penyakit tertentu seperti penyakit kronis pada hati, paru-paru, ginjal, jantung, gangguan metabolik seperti diabetes melitus, atau orang yang sistem imunnya rendah berpotensi mengalami keparahan. Kadang sulit untuk membedakan flu dan salesma pada tahap awal infeksi ini, namun flu dapat diidentifikasi dengan adanya demam mendadak dan rasa lelah atau lemas.

Gejala
Gejala-gejala biasanya timbul satu sampai tiga hari setelah infeksi, dan mungkin termasuk yang berikut secara mendadak:
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit otot dan sendi
  • Sakit tenggorok
  • Batuk
  • Hidung beringus atau tersumbat
  • Lelah parah.
Kebanyakan penderita sembuh dalam waktu seminggu. Dibandingkan dengan banyak infeksi lain (misalnya pilek), influenza cenderung mengakibatkan gejala dan komplikasi yang lebih parah. Komplikasi dapat termasuk pneumonia, kegagalan jantung atau semakin parahnya penyakit lain.

Kebanyakan orang dapat sembuh dari gejala-gejala ini dalam waktu kurang lebih satu minggu tanpa membutuhkan perawatan medis yang serius. Waktu inkubasi yaitu dari saat mulai terpapar virus sampai munculnya gejala kurang lebih dua hari.

Pada masa inkubasi virus tubuh belum merasakan gejala apa pun. Setelah masa inkubasi gejala-gejala mulai dirasakan dan berlangsung terus-menerus kurang lebih selama satu minggu. Hal ini akan memicu kerja dari sistem imun tubuh yang kemudian setelah kurang lebih satu minggu tubuh akan mengalami pemulihan hingga akhirnya benar-benar sembuh dari influenza.

Bagaimana penyakit ini ditularkan? 
  • Virus ini sebagian terutama ditularkan dari orang ke orang melalui tetesan setelah orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui bersentuh (mis. ketika seseorang berjabat tangan dengan orang lain). Lebih mudah untuk terkena influenza di tempat yang tertutup atau sesak.
  • Penderita influenza dapat menularkan penyakit dari hari sebelum, sampai beberapa hari setelah gejala mulai timbul.
Jangan menularkan influenza!

Jika Anda mengalami gejala influenza:
  • Tetap berada di rumah sampai Anda lebih sehat.
  • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu sewaktu batuk dan bersin dan buang di dalam tempat sampah setelah dipakai.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir selama 10 detik setelah batuk, bersin atau membersihkan hidung, dan sebelum menyentuh orang lain atau benda yang mungkin disentuh oleh orang lain.
  • Sewaktu berjumpa dengan dokter, telepon sebelum waktu untuk melihat apakah dokter tersebut dapat memberikan Anda tempat menunggu yang terpisah dan mintalah masker jika Anda sedang batuk dan harus menunggu dekat orang lain.
Orang yang menderita flu disarankan banyak beristirahat, meminum banyak cairan, dan bila perlu mengkonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala yang mengganggu.

Selasa, 24 Oktober 2017

Makna dibalik tradisi upacara siraman pengantin

siraman pengantin adat jawa

Siraman, dari kata siram yang artinya menguyur atau mandi. Banyak sekali ritual mandi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama ketika akan melakukan sebuah upacara budaya. Sepasang pengantin akan melangsungkan ijab qabul sehari sebelumnya juga melakukan upacara siraman. Mandi dalam kehidupan sehari-hari dilakukan agar orang menjadi bersih badannya, segala kotoran yang melekat di badan akan hilang tersapu air dan sabun. Akan tetapi hakikat dari mandi (siraman) dalam upacara pengantin adat Jawa tidak hanya sekedar membersihkan wadag badan tetapi juga membersihkan jiwa. Membersihkan diri dari noda dan dosa serta sifat-sifat yang kurang baik. Membersihkan segala gangguan agar supaya pada saat prosesi ijab qabul tidak lagi ada aral yang melintang. Pengantin agar dapat memulai hidup baru dengan keadaan yang bersih dan suci. 

Secara rasional siraman (mandi) mempunyai pengaruh secara fisik, badan yang loyo akan menjadi segar apabila terkena siraman air, indera penciuman akan terpuaskan dengan wanginya bunga-bunga sritaman, indera peraba dapat menikmati segarnya air yang menyapu tubuh, indera penglihatan menjadi bahagia melihat air yang diberi berbagai macam bunga, biasanya dengan diiringi musik gamelan maka gelombang otakpun menjadi lebih tenang.

Mandi dalam konteks Islam dan siraman dalam pandangan filsafat memiliki relasi yang sangat sinergis kedua-duanya memiliki makna bahwa baik mandi maupun siraman berusaha menghilangkan kotoran, dalam Islam disebut hadas sedangkan dalam pemaknaan filsafat disebut kotor/dosa. Tujuan dari keduanya sama yaitu untuk mencapai kesucian, dalam Islam agar syah untuk melakukan ibadah shalat, puasa dan haji, sedangkan untuk filsafat agar suci untuk dapat sangkan paraning dumadi.

Kehidupan masyarakat Jawa sangat bersifat seremonial, mereka selalu ingin meresmikan suatu keadaan melalui upacara. Upacara-upacara yang dilakukan masyarakat Jawa berkaitan dengan siklus kehidupan manusia. Upacara-upacara ini dilakukan dalam rangka membereskan suatu keadaan untuk mencapai tujuan. Upacara-upacara ini termasuk adat istiadat yang sifatnya sakral baik mengenai niat, tujuan, bentuk upacara, perlengkapan upacara maupun tata laku pelaksanannya. Sehingga ketika akan melaksanakan upacara maka membutuhkan persiapan yang benar-benar matang bahkan terkesan jlimet.

Salah satu seremonial yang bersifat adat istiadat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa ketika akan menikahkan putra-putrinya adalah menyelenggarakan upacara siramannya itu disiram atau dimandikan. Siraman merupakan mandi ritual dimaksudkan agar calon pengantin menjadi bersih secara spiritual dan berhati suci. Di dalam upacara siraman ini memiliki tata urutan dan perlengkapan (ubarampe) yang sudah ada aturannya (maton/pakem). Nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap rentetean alur pelaksanaan dan peralatannya semua menjadi penting karena memiliki arti dan makna.

Mempelajari dan memahami budaya Jawa, ibarat memasuki hutan simbol yang rimbun, di dalamnya penuh tantangan, keunikan dan sekaligus daya tarik yang menggoda. Sadar atau tidak, banyak falsafah dalam budaya Jawa yang masih memiliki denyut aktualitas. Tidak semua falsafah Jawa usang, tetapi jika dilakukan reaktualisasi akan semakin ada kejelasan makna. Hutan simbol rimbun yang penuh dengan isyarat semu, yang antik, yang artistik, yang memiliki nilai estetik dan nilai etik tidak akan dapat ditangkap arti dan maknanya apabila tidak diungkap secara komprehensif, bahkan bisa jadi menyebabkan pemahaman yang sepotong-potong atau hanya tertangkap kulitnya saja.

Banyak orang yang melihat dan melakukan adat upacara siraman ketika ada prosesi upacara perkawinan, tetapi banyak juga yang tidak tahu makna, arti dan tujuannya, padahal di dalamnya sarat dengan simbol yang perlu dipahami. Masing-masing simbol dalam alur rentetan pelaksanaan dan peralatannya penuh makna maka harus dilakukan sebuah kajian agar makna dan simbol menjadi jelas arti, maksud dan tujuannya, sehingga upacara siraman tidak saja dijadikan lambang kemegahan bagi yang punya hajat dan status sosial dimana seseorang berada, tetapi upacara siraman diadakan dalam rangka melestarikan adat istiadat yang di dalamnya memang sarat dengan makna.

Adakalanya pertemuan antara budaya lokal dengan ajaran agama terlihat tidak sejalan dengan kaidah ajaran agama. Tetapi pengalaman sejarah yang panjang dalam hal integrasi budaya lokal dengan unsur budaya pendatang mampu menyajikan sebuah kekayaan budaya bangsa bahkan sebagai alat pemersatu bangsa, sebab budaya merupakan hasil karya manusia, sehingga manusia sendirilah yang dapat menerima, menolak atau mengubah budaya tersebut. 

Salah satu bentuk integrasi budaya lokal dengan budaya pendatang adalah diadakannya upacara siraman ketika akan melakukan pernikahan. Upacara siraman yang di dalamnya memuat nilai-nilai filosofis dan nilai agama (religi), terlepas dari persoalan pro dan kontra, syirik atau tidak syirik, inilah sebuah kenyataan bahwa budaya siraman ini ada di masyarakat Jawa dan dijalankan oleh masyarakat Jawa. Dalam rangka mengungkap makna simbolis yang terdapat dalam upacara siraman yang penuh dengan simbol-simbol dan butuh pemaknaan ini, maka sebuah penelitian tentang upacara siraman penting dilakukan agar masyarakat yang melakukan upacara ini paham akan apa yang dilakukan.


Referensi:
Ahnadi, Asmoro, Filsafat Umum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.
Purwadi, Tata Cara Pernikahan Pengantin Jawa, Yogyakarta: Media Abadi, 2004.
Endah, Kuswo, “Petung, Prosesi dalam Ritual Manten Masyarakat Jawa”, Jurnal Kebudayaan Jawa, Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Vol. I No 2 Agustus 2006.

Minggu, 22 Oktober 2017

Manusia purba tertua di jawa indonesia

Sejarah manusia purba tertua di pulau jawa indonesia
 

Pithecanthropus, yang berarti “Manusia kera” telah ditemukan lebih dari satu abad yang lalu di Trinil, Jawa Timur. Ini merupakan penemuan pertama fosil manusia purba yang berbeda dari manusia modern. Dapat dipastikan bahwa lebih dari satu juta tahun yang lalu mereka sampai di Pulau Jawa dari daratan Asia Tenggara, melalui jembatan daratan yang terbentuk akibat turunnya muka air laut pada zaman es. Menurut beberapa ahli antropologi, asal manusia purba dapat ditelusuri di dalam kelompok Hoino erectus yang muncul di Afrika sekitar 1,7 juta tahun yang lalu, yang kemudian menjelajahi dunia. Akan tetapi, adanya bentuk arkaik di dalam fosil-fosil tertentu, seperti rahang bawah Meganthropus - “Manusia raksasa” - membuat beberapa peneliti berpendapat bahwa ada makhluk yang lebih primitif, mirip dengan Australopithecus di Afrika, yang pernah hidup di Pulau Jawa.

Pithecanthropus, yang fosilnya ditemukan di banyak situs, telah hidup dan berevolusi di Pulau Jawa selama lebih dari satu juta tahun. Kubah Sangiran yang terletak di depresi Solo (di utara kota Solo) merupakan daerah teniuan fosil manusia purba yang paling kaya dan yang paling lengkap dari segi stratigrafi di Pulau Jawa.

Stratigrafi daerah Sangiran diawali dengan batu lempung yang diendapkan di laguna pada akhir Pliosen, sekitar dua juta tahun yang lalu. Laguna tersebut kemudian diisi oleh breksi volkanik dan lahar. Pada Plestosen bawah diendapkan pada lingkungan rawa, yaitu batu lempung Pucangan di mana dijumpai fosil manusia yang paling tua di dalamnya.

Di bagian atasnya terdapat konglomerat yang kemudian diikuti oleh endapan sungai purba (formasi Kabuh, 800.000 tahun yang lalu), di mana ditemukan sebagian besar fosil Pithecantropus. Satuan ini kemudian ditutupi oleh breksi dan lahar Notopuro.

Berdasarkan karakternya, Pithecanthropus mempunyai hubungan dengan Horno erectus khususnya yang ditemukan di Benua Asia. Tulang pahanya menunjukkan bahwa mereka telah berjalan di atas dua kaki dan pada usia dewasa mempunyai tinggi sekitar 1,7 meter. Fosil manusia yang paling arkais memiliki bagian atas tengkorak yang lebar dali datar, membuktikan bahwa otaknya kurang berkembang. Tulang tengkorak umumnya tebal dengan super struktur seperti adanya atap tengkorak yang meninggi (saggital keel) dan tulang alis mata yang sangat menonjol.

Tempat hidup
Pada Plestosen Bawah dan awal Plestosen Tengah (kira-kira antara 1,7 dan 0,7 juta tahun), beberapa daerah di bagian tengah dari timur Pulau Jawa masih berupa lautan. Secara perlahan laut tersebut mundur dan memberikan tempat bagi pegunungan dan gunung api-gunung api busur Sunda seperti Gunung Merapi yang masih aktif hingga sekarang.

Sangat mungkin bahwa Pitecanthropus telah hidup pada tempat dengan relief-relief yang sejak zaman itu sudah sangat berubah. Hal itu mungkin diakibatkan oleh berbagai fenomena alam, seperti pengangkatan, perlipatan, dan sebagainya. Maka tidaklah mudah untuk menemukan situs-situs penghunian tersebut.

Pada masa itu, iklim selalu berubah sejalan dengan penurunan dan kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia pada zaman kuarter.

Ketika itu, pemandangan pada umumnya terdiri dari hutan tropis yang lembab di pegunungan dan di dalam depresi merupakan rawa-rawa, yang dihuni oleh hutan bakau di pinggiran pantai. Pada garis lintang yang tinggi, selama zaman es, di sepanjang aliran sungai hutan tropis yang lembab berubah menjadi suatu bentuk hutan galeri yang terbatas, sedangkan perbukitan diisi oleh hutan yang lebih terbuka (monsoon forest).

Bagaimana hidupnya?
Pertanyaan ini menyangkut masalah misteriusnya Pithecanthropus. Fosil-fosil tersebut ditemukan tersebar di dalam endapan sungai dari terisolasi dari tempat kehidupan prasejarah. Pithecanthropus harus beradaptasi dengan lingkungannya dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Penelitian terhadap jejak-jejak guratan mikroskopis pada gigi menunjukkan bahwa makanan Pithecanthropus sebagian besar adalah tumbuh-tumbuhan. Sebagian alat mereka terbuat dari kayu, karena lingkungan geologinya tidak memungkinkan mereka mendapatkan bahan batu yang baik.

Namun, beberapa situs memperlihatkan adanya jejak-jejak industri yang terbuat dari batu. Situs Kedung Cunipleng, di sekitar Miri (Sragen), telah memberikan suatu pandangan tentang lingkungan alam di Pegunungan Kendeng (di sebelah utara kota Solo) 900.000 tahun yang lalu. Di sini telah ditemukan beberapa artefak batu tertua di daerah tersebut.

Salah satu situs yang paling lengkap adalah Ngebung yang terletak di kubah Sangiran (berumur sekitar 700.000 tahun), yang telah mengungkapkan bekas penghunian di tepian sungai purba. Beberapa alat batu, yang cukup sederhana (misalnya kerakal yang dipangkas sebelum digunakan), ditemukan berdampingan dengan tulang-tulang binatang yang pecah-pecah, diantaranya Stegodon (jenis gajah purba), cervidae (kijang), bovidae (kerbau) dan Hexaprotodon (kuda Nil). Adanya banyak tulang yang panjang seperti tulang palia, tulang kering d.an sebagainya, kesemuanya pecah, menunjukkan bahwa mungkin sekali manusiaa purba telah memanfaatkan isi sumsum tulang-tulang tersebut sebagai makanan.


Referensi:
Buku, berjudul anekaragam pendekatan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya tentang asia tenggara maritim.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Waspada, makanan beresiko anak terkena bakteri

Anak sedang makan

Ada bakteri dalam kebanyakan makanan. Makanan yang tidak mempunyai bakteri hanyalah makanan yang dibuat secara sintetis di pabrik steril, atau makanan yang telah diperlakukan panas setelah disiapkan. Contoh termasuk makanan kaleng dan formula bayi cair. Segala makanan lain mempunyai sedikit bakteri. Memastikan bahwa makanan tetap aman melibatkan pengendalian jumlah bakteri.

Kerusakan makanan sering disebabkan oleh bakteri, yang dapat mengakibatkan makanan tidak dapat dimakan dan kurang enak tetapi tidak selalu berbahaya. Namun bakteri tertentu, yang dikenal sebagai patogen, berbahaya. Bakteri patogenis mungkin umum. Jika bentuk bakteri ini ada dalam jumlah yang cukup besar, dapat mengakibatkan keracunan makanan atau gastroenteritis. Penyakit-penyakit ini biasanya melibatkan mual, muntah, diare dan kekejangan perut.

Untuk tumbuhnya bakteri sampai jumlahnya cukup untuk mengakibatkan penyakit, makanan harus mengandung khasiat untuk pertumbuhan, kelembapan dan berada pada suhu yang memungkinkan bakteri membiak dengan cepat. Selang waktu antara mengonsumsi bakteri berbahaya dan menunjukkan gejala dari penyakit berbeda-beda.

Berbagai bakteri mengakibatkan berbagai penyakit. Ada yang mungkin mengakibatkan penyakit yang singkat dan ringan, manakala yang lain dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius dan mungkin mengakibatkan dehidrasi yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Keracunan makanan terutama serius pada anak-anak dan orang lanjut usia karena sistem imunitasnya lebih lemah dan mereka lebih mudah mengalami dehidrasi.

Kebersihan makanan
Sistem imunitas anak kecil belum berkembang sepenuhnya, dan garis pedoman keselamatan makanan harus diikuti kapan saja menyiapkan makanan bagi mereka.

Pencemaran dalam makanan dapat termasuk:
  • benda asing seperti rambut, butir logam atau benda lain yang termasuk secara tidak sengaja dalam proses penyiapan dan memasak.
  • bahan kimia dari proses produksi makanan, atau bahan pembersihan.
  • pencemar asli, misalnya toksin.
  • pencemaran dari hama.
  • bakteri.
Anak-anak terutama cenderung menderita penyakit yang disebabkan oleh organisme dalam makanan karena sistem imunitasnya yang kurang matang. Di pusat anak kecil, makin banyak anak yang diberikan makan makin besar risikonya, karena lebih sulit untuk menangani jumlah makanan yang lebih besar secara aman. 

Inilah beberapa makanan berisiko tinggi dan rendah karena mengandung bakteri 

Makanan berisiko tinggi
Makanan yang memungkinkan bakteri tumbuh dengan mudah adalah makanan yang lembab dan mengandung banyak khasiat. Makanan ini dikenal sebagai ‘makanan berisiko tinggi’, dan termasuk susu, daging dan ikan, serta segala masakan yang mengandung makanan ini. Nasi juga memungkinkan bertumbuhnya bakteri tertentu. Jika makanan ini dibiarkan di luar kulkas untuk jangka waktu panjang, makanan tersebut akan rusak, tetapi hanya akan menyebabkan penyakit jika mengandung bakteri patogenis yang berbahaya. Memastikan bahwa makanan tetap aman untuk dikonsumsi bergantung pada mengendalikan segala aspek penanganan makanan dan segala penyakit yang berkaitan dengan makanan, untuk memastikan bahwa bakteri tidak dapat membiak dan tumbuh sampai besar jumlahnya.

Makanan berisiko rendah
Makanan yang kurang memungkinkan bakteri tumbuh, atau ‘makanan berisiko rendah’, termasuk pasta mentah dan beras, roti dan biskuit, kudapan yang dibungkus, permen dan coklat. Makanan ini dapat disimpan dengan aman untuk waktu yang lama tanpa didinginkan. Makanan kaleng aman apabila kaleng masih bersegel, tetapi setelah dibuka, makanan tersebut mungkin berisiko tinggi. Permen, coklat dan berbagai makanan kemasan juga termasuk ‘makanan tidak penting’ dan tidak boleh disediakan dalam pusat anak kecil. Makanan berisiko rendah berguna untuk lemari makanan di pusat anak kecil, tetapi harus digabungkan dengan makanan berisiko tinggi dalam pola makan yang mencukupi untuk nutrisi yang pantas.

Jumat, 20 Oktober 2017

9 Tips mengurangi risiko tersedak pada bayi

Bayi makan

Tersedak merupakan keadaan gawat napas yang masih sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Menurut data, angka kematian yang disebabkan oleh obstruksi jalan napas khususnya tersedak masih tinggi di kalangan bayi. Pada bayi yang tersedak, harus diperhatikan apakah ada perubahan sikap menyebabkan bayi karena mereka belum bisa melakukan tanda umum tersedak. Perubahan yang mungkin terlihat adalah kesulitan bernapas, batuk yang lemah, dan suara tangisan lemah. 

Penyebab bayi tersedak diantaranya adalah posisi menyusui yang salah dan terlalu banyak susu yang masuk ke dalam mulut bayi yang tidak seimbang dengan kemampuan bayi menyedotnya, sehingga membuat bayi kesulitan bernapas, dan menghalangi keluar masuknya udara, sehingga pada saat inspirasi, laring terbuka dan minuman atau benda asing masuk ke dalam laring, kemudian benda asing itu terjepit di sfingter laring.

Air susu ibu atau formula memberikan segala khasiat yang diperlukan oleh bayi dari usia lahir sampai enam bulan. Dari usia sekitar enam bulan, bayi memerlukan makanan keras di samping air susu ibu atau formula untuk khasiat dan tenaga yang mencukupi. Beralih dari air susu ibu atau formula ke makan berbagai makanan harus menjadi suatu pengalaman yang positif. Pengalaman makan pada masa kecil dapat mempengaruhi sikap dan tabiat kemudian, di samping mempengaruhi kesehatan. Keterampilan yang dipelajari oleh bayi ketika mulai makan makanan keras dan pengalamannya dengan rasa dan tekstur baru merupakan dasar untuk tabiat dan pilihan makan kelak. 

Makanan keras pertama yang diberikan kepada bayi sering merupakan biji-bijian bayi yang diperkaya dengan zat besi, karena halus, mudah dicampurkan dalam jumlah kecil dan memberikan zat besi tambahan, yang merupakan khasiat tambahan yang paling dibutuhkan oleh bayi. Air yang telah dimasak dan didinginkan, atau susu sapi bisa dicampur dengan sereal. Makanan dapat diperkenalkan dalam urutan apapun asalkan teksturnya cocok dengan tahap tumbuh kembang bayi. Makanan licin harus diberikan pada mulanya. Makanan dengan berbagai tekstur dan kepekatan dapat diberikan secara bertahap kepada bayi yang telah mulai makan dengan baik. Jika makanan diberikan oleh pusat anak kecil, pastikan bahwa tersedia makanan yang sesuai dengan budaya dan agama.

Penting agar staf dan pengasuh siaga sehubungan dengan risiko bayi termengkelan. Bayi masih sedang menguasai keterampilan makan, dan tidak mempunyai gigi atau kurang gigi, tidak mempunyai gigi geraham (gigi belakang) untuk mengunyah makanan yang lebih keras dan trakea (jalan napas) yang lebih kecil, yang dapat lebih mudah tersekat pada usia ini. Penting agar bayi dapat duduk untuk makan dan diawasi ketika sedang makan.

Anak kecil umumnya ‘tercekik’, dengan batuk atau tersendat, ketika mereka sedang belajar makan. Hal ini berbeda dari termengkelan dan tidak harus memprihatinkan. Namun, termengkelan yang menghalang pernapasan merupakan darurat medis.

Berikut adalah tips untuk mengurangi risiko termengkelan:
  • Awasi bayi kapan saja mereka sedang makan.
  • Jangan letakkan bayi dalam pelbet atau ranjang dengan botol.
  • Jangan topangkan botol untuk bayi.
  • Pastikan bahwa bayi siap dari segi perkembangan untuk makan sebelum memberikan makanan keras.
  • Pastikan bahwa bayi sadar dan siaga ketika diberi makan.
  • Jangan sekali-kali memaksa anak untuk makan.
  • Berikan makanan dengan tekstur yang sesuai, mulai dengan makanan yang licin dan lunak, dan kemudian lanjutkan ke lebih banyak jenis rasa dan tekstur.
  • Parut, masak atau tumbuk buah-buahan dan sayur-sayuran keras, seperti apel atau wortel.
  • Jangan pernah memberikan bayi potongan buah dan sayuran yang mentah dan keras, kacang-kacangan, berondong jagung atau makanan padat yang keras, kecil, bulat, lengket, dan lainnya.
Makanan dengan risiko tinggi tersedak seperti kacang utuh, biji-bijian, wortel mentah, batang seledri dan potongan apel harus dihindari sampai tiga tahun pertama karena ukuran atau konsistensinya meningkatkan risiko sulit bernafas dan tersedak. Namun selai kacang dapat diberikan kepada bayi sejak sekitar usia enam bulan.

Kamis, 19 Oktober 2017

7 Tips menangani anak rewel tentang makanan

Makan sehat pada masa kecil dicapai dengan pembagian tanggung jawab antara anak-anak dan orang dewasa. Orang tua dan staf atau pengasuh bertanggung jawab atas memberikan jumlah sesuai makanan yang sehat dan berkhasiat. Anak-anak kemudian menentukan apa dan berapa banyak yang akan mereka makan dari makanan yang ditawarkan. Anak-anak mengetahui kapan mereka lapar atau kenyang, dan harus diperbolehkan berhenti makan apabila telah kenyang. Mereka harus tidak diberikan dorongan untuk selesai makan suatu hidangan, atau dipuji karena menghabiskan semua makanan di piringnya. Ini memungkinkan mereka makan menurut nafsu makannya dan mempelajari cara untuk menanggapi isyarat lapar dan kenyang dari tubuhnya.

Orang tua menyediakan, anak-anak menentukan
Sedapat mungkin, makanan harus dihidangkan di meja dengan cara yang memungkinkan anak-anak menyajikan dirinya dan menentukan berapa banyak yang akan mereka makan. Memastikan bahwa piring besar, mangkuk penyajian dan alat penyajian tersedia dan dapat diakses memberikan dorongan kepada anak-anak untuk menyajikan diri sendiri. Ini membantu mereka mengembangkan koordinasi serta keterampilan seperti menuangkan, menyajikan dan menyampaikan.

Jika dua sajian ditawarkan dalam satu hidangan, keduanya harus berkhasiat dan berdasarkan makanan dari kelompok-kelompok makanan dasar. Anak-anak harus diperbolehkan makan sajian kedua apakah sajian pertama telah dihabiskan atau tidak. Anak yang menolak makan harus tidak dipaksa makan. Apabila anak-anak membawa hidangan atau kudapan sendiri, mereka dapat menentukan berapa banyak makanan yang akan dimakan. Segala makanan yang tidak dimakan dibawa pulang ke rumah dalam kotak makanan.

Anak berlatih tumbuh lebih lamban daripada bayi dan nafsu makannya kurang teratur. Oleh karena itu, mereka mungkin rewel tentang pilihan makanan. Ada anak prasekolah yang lebih besar, yang juga mungkin rewel tentang makanan. Seperti yang disebutkan sebelum ini, orang tua dan staf dan pengasuh bertanggung jawab menyediakan pilihan makanan sehat dan memberikan dorongan kepada anak-anak untuk mencicipi setiap makanan yang berlainan. Terserah kepada anak-anak untuk menentukan berapa banyak makanan yang akan dimakan. 

Penting agar orang tua tidak repot tentang makan, karena ini menambah fokus pada hal ini dan dapat mengakibatkan situasi menjadi lebih parah. Yakini orang tua bahwa rewel tentang makanan dapat merupakan perilaku normal bagi anak berlatih. Bagi kebanyakan anak yang sehat, aktif dan sedang tumbuh dengan baik, tidak perlu khawatir. Namun, jika seorang anak tidak makan satu kelompok makanan sama sekali atau mempunyai pilihan makanan yang sangat terbatas selama jangka waktu panjang, rujukan kepada Ahli Gizi Berpraktik Terakreditasi mungkin membantu.

Inilah beberapa tips untuk menangani anak yang rewel tentang makanan: 
  • Pastikan anak tidak kenyang minum atau makanan tidak penting sebelum makanan utama atau cemilan.
  • Pertahankan rutin waktu makan yang tetap untuk hidangan dan kudapan.
  • Pastikan bahwa waktu makan menyenangkan dan tidak menimbulkan stres.
  • Jangan menyogok atau menghukum anak yang menolak makan.
  • Pastikan bahwa orang dewasa mencontohi tabiat makan yang sesuai.
  • Tetap tawarkan makanan yang sebelumnya ditolak. Bahkan adakalanya anak-anak perlu terpajan kepada makanan baru beberapa kali sebelum merasa biasa.
  • Tetapkan batas waktu 20 sampai 30 menit untuk suatu hidangan. Setelah waktu itu, ambil segala makanan yang tidak dimakan dan perbolehkan anak meninggalkan meja. Jangan berikan makanan atau minuman alternatif sampai hidangan atau kudapan berikut yang direncanakan.

Rabu, 18 Oktober 2017

Hal harus diperhatikan agar ibu dan bayi tetap sehat

bayi

Ibu adalah sosok yang hebat di mata anak (khususnya) dan di mata dunia. Mengapa demikian ? Karena dari seorang ibulah muncul atau dilahirkan seorang anak. Betapa hebat dan kagumnya kita terhadap ibu yang melahirkan kita di dunia ini. Ibu memelihara kita dari kecil sampai dewasa dengan kasih sayang yang tak terhingga besarnya, bahkan untuk membalasnya-pun rasanya kita tidak akan pernah bisa.

Semasa kecil kita selalu ditimang-timang setiap kali mau tidur, setiap kali menangis, tanpa mengenal lelah. Namun demikian, ketika besar terkadang kita merantau jauh dari orangtua (ibu), sehingga sepertinya kita meninggalkannya begitu saja. Coba diingat, semasa kecil semua yang kita butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan sebisa mungkin ibu memenuhinya, bahkan kalau perlu nyawa pun diberikan untuk anaknya. Terlebih di saat kita sakit, dengan penuh kesabaran & kelembutan ibu merawat kita.

Ibu mengandung dan kemudian melahirkan kita, tentunya sangat menginginkan bayi lahir dengan selamat dan sehat. Demikian pula harapannya ibu cepat pulih kesehatannya agar dapat merawat dan memelihara kita hingga akhirnya kita bisa mandiri. Di dunia ini tak seorangpun ibu menginginkan bayinya lahir cacat / tidak normal, dan terkena suatu penyakit, baik penyakit bawaan maupun penyakit yang timbul ketika dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara dan pola hidup seorang ibu agar ketika mengandung (hamil) badan tetap sehat, sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat pula. Selanjutnya dapat menjaga dan mengawasi pertumbuhan anak ketika masa balita. Apa saja yang harus diperhatikan agar ibu dan bayi tetap sehat ?

Pemberian ASI
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Bayi diberi ASI saja tanpa makanan dan minuman lain sampai berumur 6 bulan (ASI Eksklusif) . Sejak usia 6 bulan selain ASI diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

 Hal-hal yang perlu diperhatikan
  • Berikan MP-ASI setelah bayi puas menyusui.
  • Pemberian telur dapat dicoba kuningnya dahulu. Apabila ada gejala alergi, telur jangan diberikan dulu, ditunda sampai anak usia 1 tahun.
  • Aneka buah yang dapat diberikan seperti : pisang, jeruk, alpukat, apel, mangga harum manis, papaya, melon.
  • Tidak menambahkan pemanis buatan dan penyedap rasa seperti vetsin atau sejenisnya.
  • Tidak dianjurkan menambahkan garam atau gula berlebihan. Rasa makanan sebaiknya berasal dari rasa bahan makanan itu sendiri.
  • Perhatikan kebersihan alat makan dan proses penyiapan MP-ASI yang benar.
Disarankan untuk penyusuan eksklusif, dengan dukungan positif, untuk bayi sampai sekitar enam bulan. Penyusuan berkelanjutan dianjurkan selama sekurang-kurangnya 12 bulan – dan lebih lama jika diinginkan oleh ibu dan bayi.

Keselamatan Makanan bayi

Keselamatan makanan merupakan suatu pertimbangan yang teramat penting di pusat anak kecil. Hal ini mencakup mengendalikan segala risiko yang mungkin anak-anak termengkelan dengan makanan, menghindari reaksi alergi maupun reaksi intoleran atau sensitif terhadap makanan, dan memastikan bahwa makanan tidak tercemar. Setiap negara bagian dan wilayah mempunyai persyaratan spesifik sehubungan dengan keselamatan makanan dan alergi. Pastikan bahwa ditentukan persyaratan untuk daerah setempat.

 Hal-hal yang perlu diperhatikan
  • Gunakan bahan makanan yang beraneka ragam.
- Pilih bahan makanan yang mudah dicerna.
- Irisan lauk-pauk dan sayur dibuat dalam potongan-potongan kecil.
  • Gunakan bumbu yang tidak terlalu merangsang/pedas.
  • Hindari makanan yang membuat tersedak seperti kacang goreng, anggur atau klengkeng dalam bentuk utuh.
  • Gunakan alat makan yang aman, menarik dan berwarna-warni.
  • Agar anak balita mau makan sendiri, bujuk dan dampingi dengan sabar.
Makanan yang harus diwaspadai termasuk:
  • Makanan keras yang dapat pecah menjadi gumpal atau ketul yang lebih kecil.
  • Wortel mentah, seledri dan potongan apel, yang harus diparut, diiris halus, dimasak atau ditumbuk untuk mencegah dari termengkelan.
  • Kacang-kacangan, biji-bijian dan berondong jagung.
  • Potongan daging yang liat atau sulit dikunyah.
  • Sosis dan hot dog, yang dibuang kulitnya dan dipotong menjadi potongan kecil.
Permen dan keripik jagung yang keras juga menimbulkan risiko tersedak, tetapi makanan ini tidak boleh disediakan dalam tempat penitipan karena termasuk makanan yang tidak penting.

Makanan padat
Menunjukkan minat dalam makanan dan nafsu makan yang bertambah merupakan tanda bahwa bayi siap untuk mulai makan makanan keras. Juga penting agar bayi dapat duduk tegak dengan dukungan terbatas dan mengontrol kepala dan lehernya. Sekitar usia enam bulan, kebanyakan bayi menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka siap untuk mencoba makanan baru.

Yang perlu diperhatikan saat memulai memberi bayi makanan padat
  • Bayi masih mengandalkan susu. Jangan menghentikan pemberian susu pada tahap ini.
  • Tawari bayi Anda pure 30 menit sebelum jam makan biasa.
  • Sebagai langkah pertama, beri bayi Anda 1-2 sendok teh penuh pure. Secara bertahap, tambah jumlahnya jika bayi menikmatinya.
  • Contoh makanan yang sesuai antara lain: pure sayuran, pure buah, kuning telur, sereal beras, dll.
  • Setelah mencoba makanan halus dan lembek, bayi dapat mencoba makanan dengan tekstur lebih kental.
  • Beri bayi minum di sela-sela makan bila perlu.
Disarankan bahwa makanan padat tidak diberikan sampai usia sekitar enam bulan. Jagalah bayi anda agar tetap sehat, karena bayi adalah pemberian dari tuhan yang harus dijaga.

Senin, 16 Oktober 2017

Fenomena dan kejadian kesurupan di sekolah

kesurupan

Fenomena mistis kesurupan
Gangguan kesurupan terjadi karena adanya reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi atau reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti tekanan fisik maupun mental serta labilitas kepribadian. Selain itu, gangguan kecemasan juga menjadi salah satu penyebab penting terjadinya kesurupan. Faktor sugesti juga berperan penting dalam kejadian kesurupan massal.

Pada masyarakat Indonesia, fenomena kesurupan ini selalu dikaitkan dengan gangguan dari roh halus yang mengambil alih tubuh korban selama beberapa waktu dan membuat korban tidak sadar akan apa yang dia perbuat. Paham kesurupan seperti ini merupakan paham tradisional (kuno) yang berkembang secara turun menurun di dalam masyarakat.

Kejadian kesurupan cukup banyak menimpa pelajar Indonesia, yang kebanyakan berada dimasa remaja, ini tentu saja akan berpengaruh pada masa depan bangsa. Remaja yang terkena gangguan kesurupan adalah siswa yang dalam kondisi jiwa labil. Gaya hidup remaja masa kini cenderung jauh dari nilai-nilai religiusitas. Pada masa ini, siswa yang belajar di sekolah menengah berada dalam masa peralihan. Masa ini ditandai dengan berbagai perubahan yang mengarah pada kemantapan dalam beberapa aspek kehidupan, antara lain aspek biologis, intelektual, dan emosional.

Kasus kejadian kesurupan
Fenomena kesurupan yang terjadi di SMPN 1 Kndur telah membuat persepsi yang berbeda-beda dalam masayarat yang ada didalam maupun diluar sekolah. Mempercayai hal-hal gaib adalah persepi mayoritas masyarakat. Sebagai bukti nyatanya masyarakat lebih mempercayai hal-hal gaib bahwa yang menjadi penyebab utama kesurupan yang terjadi di SMPN 1 Kundur dirasakan penyebabnya adalah sosok makhluk gaib.

Dalam fenomena kesurupan missal yang terjadi di SMPN 1 Kundur dapat dilihat penafsiran masyarakat terhadap tidakana kolektif mereka adalah penggunaana jimat dan penggunaan paranormal untuk mencegah dan menagatsi kesurupan yang menimpa para korban kesurupan. Tindakan yang awalnya dimulai oleh satu orang akhirnya berubah menjadi tindakan massal masyarakat untuk menggunakan jimat dan paranormal yang dilakukan oleh kluarga para korban bahakan keluarga dari siswa-siswi yang tidak menjadi korban pun juga ikut menggunakan jimat atau tangkal agar anak-anaknya tidak menjadi korban kesurupan. 

SMPN 1 Kundur sebagai sekolah menengah pertama yang terbesar dan terbaik di kecamatan kundur sekolah ini memiliki jumlah siswa terbanyak yaitu berjumlah 724 siswa yang terdiri dari 19 lokal. Pada tanggal 2 Januari 2012 peristiwa kesurupan masal menimpa sekolah menengah pertama yang terbaik di kecamatan kundur ini. Peristiwa kesurupan yang terjadi di SMPN 1 Kundur ini bermula dari adanya kegiatan renovasi sekolah, renovasi yang dilakukan oleh pihak sekolah awalnya ditujukan untuk memperindah dan mempercantik sekolah berubah menjadi sumber petaka bagi sekolah, yang mana akibat dari renovasi sekolah itu adalah kesurupan massal yang menimpa para siswa dan berlangsung hingga hampir 1 bulan.

Fenomena kesurupan masal yang menimpa SMPN 1 Kundur ini bermula sejak awal tahun baru 2012. Peristiwa ini diyakini oleh banyak ornag berasal dari batu yang di pecahkan karena pihak sekolah akan mengadakan renovasi sekolah. Tak disangka sehari setelah kegiatan renovasi dimulai muncullah satu kejadian yang sangat menghebohkan dan menggemparkan, yaitu kesurupan masal yang menimpa beberapa siswa-siswi dan guru yang berada di sekolah pada saat itu.


Batu yang terletak dibawah pohon besar didekat lapangan upacara ini memang sudah ada sejak sekolah ini pertama kali didirikan. Dari awal sekolah ini berdiri batu tersebut belum pernah sekalipiun direnovasi atau di pindahkan baru tahun inilah pihak sekolah ingin merenovasi dan menghancurkan batu tersebut sehingga menjadi awal penyebab kejadian kesurupan yang menimpa SMPN 1 Kundur.


Sumber utama yang di percaya masyarakat dalam peristiwa kesurupan di sekolah ini adalah tepatnya di lapangan upacara terdapat batu-batu yang di tanam di sekitar lapangan upacara, karena dinilai sudah tidak layak lagi, maka pihak sekolah memutuskan untuk merenovasi lapangan upacara agar lebih indah. Kegiatan renovasi pun dimulai oleh tukang yang telah ditunjuk pihak sekolah, dalam awal pengerjaanya seperti tidak terjadi apa-apa namun setelah selang satu hari timbulah hal-hal aneh yaitu berupa kesurupan massal yang menimpa para siswa yang saat itu sedang belajar praktek biology di laboraturium sekolah. Beberapa siswi langsung kesurupan saat sedang praktek. Siswa-siswi yang kesurupan itu ada yang menangis, maenjerit, tertawa, memaki-maki dan berbicara sendiri.

Melihat bahwa banyaknya siswi yang kesurupan menjadikan pihak sekolah lebih memilih untuk memulangkan seluruh siswanya. Pemulangan siswa bertujuan agar kesurupan tidak terlalu menyebar dan menimpa siswa-siswa yang lainya. Atas pertimbangan dari pihak sekolah pemulangan siswa siswi merupakan langkah yang paling terbaik meskipun harus merelakan kegiatan belajar mengajar terhenti. Kesurupan masal ini berlangsung massal setiap hari, karena berlangsung setiap hari maka siswa yang telah tiba disekolah dan siap untuk menerima pelajaran terpaksa harus kembali pulang kerumahnya masing-masing.

Kesurupan masal yang terjadi di SMPN 1 Kundur itu ternyata tidak hanya terjadi sekali saja, namun kesurupan masal ini terus terjadi berulang-ulang kali. Hampir setiap hari Kesurupan terjadi namun anehnya kesurupan yang terjadi itu pada umumnya banyak yang menimpa siswa-siswa perempuan dibandingkan siswa laki-laki. Semenjak kejadian itu berlangsung belum jelas informasi kenapa lebih banyak siswi perempuan yang menjadi korban kesurupan dibandingkan siswa laki-laki. Dari informasi yang didapat ternyata pemicu kesurupan massal itu masih berasal dari batu yang ada dilapangan upacara telah dipecahkan.

Kesurupan massal yang terjadi di SMPN 1 Kundur sangat dapat sangat mempengaruhi perkembangan mental siswa-siswi yang bersekolah di sekolah tersebut, gara-gara kesurupan massal tersebut, korban yang yang kesurupan menjadi sangat takut untuk kesekolah, hal ini juga didukung oleh orang tua mereka masing-masing, para orang tua yang anaknya menjadi korban kesurupan menjadi sangat khawatir akan keselamatan anaknya jika bersekolah, jadi para orang tua lebih memilih untuk membiarkan anaknya berada dirumah. Bagi siswa-siswi yang berada disekolah menjadi tidak nyaman karena dihantui rasa takut saat berada dikelas maupun diluar kelas. Dari peristiwa kesurupan massal itu juga memberikan dampak secara langsung bagi siswa, yaitu banyaknya para siswa harus ketinggalan pelajaran.

Peristiwa kesurupan masal yang terjadi di SMPN 1 Kundur ini memang benar-benar sangat memberikan dampak yang besar bagi siswa-siswi yang menjadi korban kesurupan. Masalah kesurupan ini jika dibiarkan berlarut-larut maka akan dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan piskologis dan perkembangan mental siswa. Maka dari latar belakang penelitian ini, penulis ingin menggambarkan bagaimana peristiwa kesurupan yang terjadi di SMPN 1 Kundur dan bagaimana tindakan yang di ambil siswa-siswi yang menjadi korban kesurupan terhadap fenomena kesurupan di SMPN 1 Kundur.

Kesurupan massal yang terjadi di SMPN 1 Kundur dipercayai oleh mayoritas siswi-siswi yang menjadi korban kesurupan karena adanya gangguan makhluk gaib yang merasuk kedalam tubuh siswi yang kesurupan. Adanya renovasi di sekolah menjadi penyebab makhluk halus itu mengganggu penghuni sekolah. Korban kesurupan mayoritas adalah kelas 3 dan dari 26 populasi 25 adalah perempuan dan 1 laki-laki. Ada banyak bentuk kelakuan siswa yang mengalami kesurupan seperti menjerit, menangis, berbicara dan memaki-maki.

 

Referensi:
Zulham Iskandar, Kesurupan Siswa di Kediri, Pikiran Rakyat.
Weber, Max, 1958. The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism. New York: Charles Scribner‟s Sons.