Kamis, 19 Oktober 2017

7 Tips menangani anak rewel tentang makanan

Makan sehat pada masa kecil dicapai dengan pembagian tanggung jawab antara anak-anak dan orang dewasa. Orang tua dan staf atau pengasuh bertanggung jawab atas memberikan jumlah sesuai makanan yang sehat dan berkhasiat. Anak-anak kemudian menentukan apa dan berapa banyak yang akan mereka makan dari makanan yang ditawarkan. Anak-anak mengetahui kapan mereka lapar atau kenyang, dan harus diperbolehkan berhenti makan apabila telah kenyang. Mereka harus tidak diberikan dorongan untuk selesai makan suatu hidangan, atau dipuji karena menghabiskan semua makanan di piringnya. Ini memungkinkan mereka makan menurut nafsu makannya dan mempelajari cara untuk menanggapi isyarat lapar dan kenyang dari tubuhnya.

Orang tua menyediakan, anak-anak menentukan
Sedapat mungkin, makanan harus dihidangkan di meja dengan cara yang memungkinkan anak-anak menyajikan dirinya dan menentukan berapa banyak yang akan mereka makan. Memastikan bahwa piring besar, mangkuk penyajian dan alat penyajian tersedia dan dapat diakses memberikan dorongan kepada anak-anak untuk menyajikan diri sendiri. Ini membantu mereka mengembangkan koordinasi serta keterampilan seperti menuangkan, menyajikan dan menyampaikan.

Jika dua sajian ditawarkan dalam satu hidangan, keduanya harus berkhasiat dan berdasarkan makanan dari kelompok-kelompok makanan dasar. Anak-anak harus diperbolehkan makan sajian kedua apakah sajian pertama telah dihabiskan atau tidak. Anak yang menolak makan harus tidak dipaksa makan. Apabila anak-anak membawa hidangan atau kudapan sendiri, mereka dapat menentukan berapa banyak makanan yang akan dimakan. Segala makanan yang tidak dimakan dibawa pulang ke rumah dalam kotak makanan.

Anak berlatih tumbuh lebih lamban daripada bayi dan nafsu makannya kurang teratur. Oleh karena itu, mereka mungkin rewel tentang pilihan makanan. Ada anak prasekolah yang lebih besar, yang juga mungkin rewel tentang makanan. Seperti yang disebutkan sebelum ini, orang tua dan staf dan pengasuh bertanggung jawab menyediakan pilihan makanan sehat dan memberikan dorongan kepada anak-anak untuk mencicipi setiap makanan yang berlainan. Terserah kepada anak-anak untuk menentukan berapa banyak makanan yang akan dimakan. 

Penting agar orang tua tidak repot tentang makan, karena ini menambah fokus pada hal ini dan dapat mengakibatkan situasi menjadi lebih parah. Yakini orang tua bahwa rewel tentang makanan dapat merupakan perilaku normal bagi anak berlatih. Bagi kebanyakan anak yang sehat, aktif dan sedang tumbuh dengan baik, tidak perlu khawatir. Namun, jika seorang anak tidak makan satu kelompok makanan sama sekali atau mempunyai pilihan makanan yang sangat terbatas selama jangka waktu panjang, rujukan kepada Ahli Gizi Berpraktik Terakreditasi mungkin membantu.

Inilah beberapa tips untuk menangani anak yang rewel tentang makanan: 
  • Pastikan anak tidak kenyang minum atau makanan tidak penting sebelum makanan utama atau cemilan.
  • Pertahankan rutin waktu makan yang tetap untuk hidangan dan kudapan.
  • Pastikan bahwa waktu makan menyenangkan dan tidak menimbulkan stres.
  • Jangan menyogok atau menghukum anak yang menolak makan.
  • Pastikan bahwa orang dewasa mencontohi tabiat makan yang sesuai.
  • Tetap tawarkan makanan yang sebelumnya ditolak. Bahkan adakalanya anak-anak perlu terpajan kepada makanan baru beberapa kali sebelum merasa biasa.
  • Tetapkan batas waktu 20 sampai 30 menit untuk suatu hidangan. Setelah waktu itu, ambil segala makanan yang tidak dimakan dan perbolehkan anak meninggalkan meja. Jangan berikan makanan atau minuman alternatif sampai hidangan atau kudapan berikut yang direncanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar