Jumat, 13 Oktober 2017

Kondisi di bumi dan migrasi ke planet lain

Kerusakan bumi

Kondisi planet bumi
Kerusakan bumi yang terjadi pada masa kini merupakan akibat dari perilaku penghuninya sendiri yaitu manusia yang hanya mau mengeksploitasi kekayaan bumi tanpa mau merawatnya. Kini usia bumi sudah semakin tua, dan akibat dari kerusakan tersebut memperparah kondisi ini. Banyak organisasi yang menciptakan gerakan-gerakan untuk menyelamatkan bumi, namun di sisi lain para ilmuwan sibuk mencari planet lain di tata surya yang sekiranya memiliki karakteristik mirip dengan bumi sehingga dapat dijadikan alternatif lain untuk dijadikan tempat tinggal manusia.

Sejauh ini planet yang memiliki karakteristik mirip dengan bumi sudah ada, namun posisinya berada jauh diluar tata surya Bima Sakti. Permasalahannya sekarang, bagaimana cara memindahkan seluruh penduduk bumi ke planet lain yang lokasinya sangat jauh tersebut.

Seiring berjalannya waktu, usia bumi sudah semakin tua. Dalam tata surya dimana terdapat berbagai macam jenis bintang dan planet, namun hanya planet bumi lah yang merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan. Kini usia bumi kurang lebih sudah menginjak usia 4,5 milyar tahun. Namun kita sebagai makhluk yang tinggal di bumi tidak menjaga bumi dengan baik. Kebanyakan manusia hanya berusaha mengeksploitasi kekayaan yang dimiliki bumi tanpa mau merawatnya.

Hutan yang memiliki banyak tanaman sehingga senantiasa mengeluarkan oksigen dan menyerap karbondioksida tidak dirawat dengan baik oleh manusia. Pepohonan ditebang dan lahan hutan dialihfungsikan menjadi lahan komersial, padahal fungsi hutan sangatlah besar bagi kelangsungan hidup bumi ini karena hutan dapat dianalogikan sebagai paru-paru bumi. Kondisi seperti ini diperparah lagi dengan jumlah penduduk bumi yang terus bertambah setiap harinya.

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan oleh penduduk bumi mengeluarkan polusi, baik itu polusi udara, polusi air, maupun polusi suara. Misalnya saja industri membuang limbahnya ke sungai dan mengeluarkan asap hitam ke udara. Degradasi lahan seperti ini tentu saja membuat bumi ini semakin rusak dan menimbulkan permasalahan baru seperti banjir dan tanah longsor.

Ulah manusia merupakan penyebab tertinggi dari kerusakan bumi. Sekarang ini semakin marak gerakan yang dilakukan oleh negara-negara di beberapa belahan dunia khususnya negara maju, yang mengajak warga seluruh dunia untuk mulai menjaga bumi ini. Negara kita, yaitu Indonesia juga sudah melakukan beberapa upaya penyelamatan bumi, diantaranya adalah Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau biasa disebut Car Free Day.

Car Free Day merupakan suatu kegiatan rutin satu kali dalam seminggu yang dilakukan oleh beberapa kota di Indonesia di mana pada jam-jam dan lokasi tertentu, kendaraan bermotor dilarang melewati jalan tersebut. Upaya ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk menurunkan ketergantungannya terhadap kendaraan bermotor. Upaya lain yang telah dilakukan di Indonesia adalah dengan mengurangi penggunaan barang berbahan dasar plastik. Plastik merupakan bahan yang sangat sulit didegradasi oleh tanah. Jika penggunaan plastik ini berlebihan maka akan menimbulkan banyak sampah, jika sampah berceceran maka dapat mengakibatkan banjir, menghambat peresapan air, dan merusak keburan tanah.

Migrasi manusia ke planet pengganti bumi
Di tengah hiruk-pikuk masyarakat yang berbondong-bondong mencari cara untuk menyelamatkan bumi, para ilmuwan menemukan harapan baru dengan menemukan planet lain yang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan bumi. Bumi merupakan planet ketiga dari delapan planet dalam tata surya. Bumi mempunyai lapisan udara dan medan magnet yang melindungi permukaan bumi dari angin, sinar ultraviolet, dan radiasi dari luar angkasa. Planet bumi merupakan satu-satunya planet yang berpenghuni.

Sejak dahulu para antariksawan mencari planet-planet lain yang memiliki karakteristik mirip dengan bumi, misalnya planet yang juga berwarna biru yang memiliki kemungkinan memiliki air sebagai sumber kehidupan. Namun tetap saja tidak ada yang memiliki ciri-ciri kehidupan seperti di bumi. Beberapa bulan yang lalu, para ilmuwan dari National Aeronautics and Space Administation (NASA) menemukan tiga planet baru yang merupakan kandidat terbaik untuk dihuni, namun dua dari ketiga planet tersebut sangatlah jauh letaknya dari bumi karena terletak di luar sistem tata surya Bima Sakti.

Ketiga planet tersebut terdeteksi memiliki kutub, daratan, dan juga lautan. Namun para ilmuwan masih kesulitan untuk meneliti lebih lanjut karena posisi ketiga planet tersebut yang letaknya sangat jauh dan tidak dapat ditelusuri menggunakan pesawat antariksa.

Menurut sebuah penelitian dikatakan bahwa setiap planet memiliki usia sebelum akan kembali hancur. Begitu pun dengan bumi yang di masa depan juga akan hancur, ditambah lagi dengan berbagai macam perbuatan penghuni bumi yaitu manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan yang semakin memperparah keadaan bumi yang sudah cukup tua. Maka para ilmuwan terus mencari planet lain untuk bisa ditinggali bumi, supaya manusia tidak punah. Mereka sedang mencari-cari kandidat planet yang memiliki karakteristik menyerupai bumi dan juga mencari cara untuk memindahkan seluruh penduduk bumi ke planet tersebut.

Jarak antar planet sangatlah berjauhan, sehingga membutuhkan perjalanan yang sangat lama untuk mencapainya, lagi pula sejauh ini belum ada kendaraan yang memiliki kecepatan secepat cahaya, namun umur manusia sangatlah pendek, sehingga jika menuju planet pengganti bumi tersebut hanya menggunakan pesawat antariksa biasa, maka manusia dipastikan akan mati sebelum sampai di planet tujuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar