Sabtu, 21 Oktober 2017

Waspada, makanan beresiko anak terkena bakteri

Anak sedang makan

Ada bakteri dalam kebanyakan makanan. Makanan yang tidak mempunyai bakteri hanyalah makanan yang dibuat secara sintetis di pabrik steril, atau makanan yang telah diperlakukan panas setelah disiapkan. Contoh termasuk makanan kaleng dan formula bayi cair. Segala makanan lain mempunyai sedikit bakteri. Memastikan bahwa makanan tetap aman melibatkan pengendalian jumlah bakteri.

Kerusakan makanan sering disebabkan oleh bakteri, yang dapat mengakibatkan makanan tidak dapat dimakan dan kurang enak tetapi tidak selalu berbahaya. Namun bakteri tertentu, yang dikenal sebagai patogen, berbahaya. Bakteri patogenis mungkin umum. Jika bentuk bakteri ini ada dalam jumlah yang cukup besar, dapat mengakibatkan keracunan makanan atau gastroenteritis. Penyakit-penyakit ini biasanya melibatkan mual, muntah, diare dan kekejangan perut.

Untuk tumbuhnya bakteri sampai jumlahnya cukup untuk mengakibatkan penyakit, makanan harus mengandung khasiat untuk pertumbuhan, kelembapan dan berada pada suhu yang memungkinkan bakteri membiak dengan cepat. Selang waktu antara mengonsumsi bakteri berbahaya dan menunjukkan gejala dari penyakit berbeda-beda.

Berbagai bakteri mengakibatkan berbagai penyakit. Ada yang mungkin mengakibatkan penyakit yang singkat dan ringan, manakala yang lain dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius dan mungkin mengakibatkan dehidrasi yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Keracunan makanan terutama serius pada anak-anak dan orang lanjut usia karena sistem imunitasnya lebih lemah dan mereka lebih mudah mengalami dehidrasi.

Kebersihan makanan
Sistem imunitas anak kecil belum berkembang sepenuhnya, dan garis pedoman keselamatan makanan harus diikuti kapan saja menyiapkan makanan bagi mereka.

Pencemaran dalam makanan dapat termasuk:
  • benda asing seperti rambut, butir logam atau benda lain yang termasuk secara tidak sengaja dalam proses penyiapan dan memasak.
  • bahan kimia dari proses produksi makanan, atau bahan pembersihan.
  • pencemar asli, misalnya toksin.
  • pencemaran dari hama.
  • bakteri.
Anak-anak terutama cenderung menderita penyakit yang disebabkan oleh organisme dalam makanan karena sistem imunitasnya yang kurang matang. Di pusat anak kecil, makin banyak anak yang diberikan makan makin besar risikonya, karena lebih sulit untuk menangani jumlah makanan yang lebih besar secara aman. 

Inilah beberapa makanan berisiko tinggi dan rendah karena mengandung bakteri 

Makanan berisiko tinggi
Makanan yang memungkinkan bakteri tumbuh dengan mudah adalah makanan yang lembab dan mengandung banyak khasiat. Makanan ini dikenal sebagai ‘makanan berisiko tinggi’, dan termasuk susu, daging dan ikan, serta segala masakan yang mengandung makanan ini. Nasi juga memungkinkan bertumbuhnya bakteri tertentu. Jika makanan ini dibiarkan di luar kulkas untuk jangka waktu panjang, makanan tersebut akan rusak, tetapi hanya akan menyebabkan penyakit jika mengandung bakteri patogenis yang berbahaya. Memastikan bahwa makanan tetap aman untuk dikonsumsi bergantung pada mengendalikan segala aspek penanganan makanan dan segala penyakit yang berkaitan dengan makanan, untuk memastikan bahwa bakteri tidak dapat membiak dan tumbuh sampai besar jumlahnya.

Makanan berisiko rendah
Makanan yang kurang memungkinkan bakteri tumbuh, atau ‘makanan berisiko rendah’, termasuk pasta mentah dan beras, roti dan biskuit, kudapan yang dibungkus, permen dan coklat. Makanan ini dapat disimpan dengan aman untuk waktu yang lama tanpa didinginkan. Makanan kaleng aman apabila kaleng masih bersegel, tetapi setelah dibuka, makanan tersebut mungkin berisiko tinggi. Permen, coklat dan berbagai makanan kemasan juga termasuk ‘makanan tidak penting’ dan tidak boleh disediakan dalam pusat anak kecil. Makanan berisiko rendah berguna untuk lemari makanan di pusat anak kecil, tetapi harus digabungkan dengan makanan berisiko tinggi dalam pola makan yang mencukupi untuk nutrisi yang pantas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar