Jumat, 03 November 2017

15 Cara mengurangi bahaya menggunakan pestisida

tips pestisida
Ada banyak gejala berbeda yang timbul akibat keracunan pestisida, dan semuanya sulit dibedakan dari gejala penyakit flu, malaria, reaksi alergi, atau penyakit paru-paru. Biasanya gejalanya tidak cuma satu, seringkali gejala muncul bersamaan. Anda bisa saja tidak tahu bila seseorang keracunan karena gejalanya berkembang secara lambat.

Kadang-kadang untuk dapat mengetahui apakah suatu penyakit disebabkan oleh pestisida atau bukan dapat dilakukan dengan berbicara pada orang yang menderita gejala penyakit yang sama atau orang yang menggunakan jenis pestisida yang sama. Bila beberapa orang menderita gejala keracunan yang sama, dan pestisida memang digunakan di sekitarnya, ada kemungkinan mereka semua keracunan pestisida.

Pestisida diserap tubuh dari beberapa sumber. Tanpa perlengkapan perlindungan pribadi, kulit tangan dan kaki petani terpapar ketika mencampur pestisida dengan air. Kebocoran tangki semprot yang tidak disadari atau tidak segera diperbaiki membuat punggung sampai kaki terpapar pada saat penyemprotan. Petani sering menghirup larutan yang disemprot sendiri atau dari semprotan petani tetangga sehingga pemaparan melalui pernapasan terjadi. Di samping itu petani sering meniup selang dengan mulut jika larutan tersendat sehingga secara tidak sengaja sering menelan larutan pestisida dan mengancam pencemaran pada pencernaan. Gejala akut yang dilaporkan antara lain: gemetar, kelopak mata kedutan, keringat berlebihan, mata merah, batuk-batuk, sempoyongan, dan diare.

Jika Anda bekerja dengan pestisida, gunakanlah dengan sangat hati-hati. Apakah Anda seorang petani atau pekerja, bertanggungjawablah terhadap keselamatan Anda sendiri, keselamatan orang lain, dan keselamatan lingkungan. Untuk melindungi Anda dan orang lain di sekeliling Anda:

1. Kendalikan hama tanpa menggunakan pestisida.
2. Jangan bekerja dengan pestisida sendirian.
3. Gunakan pestisida hanya untuk tanaman yang dimaksud.
4. Gunakan dengan dosis sekecil mungkin. Dosis yang lebih banyak tidak selalu lebih baik.
5. Jangan mencampur dua pestisida yang berbeda.
6. Jaga tubuh Anda dan tubuh orang lain agar tidak terkena percikan pestisida.
7. Jauhkan pestisida dari sumber air.
8. Jangan gunakan pestisida ketika angin kencang, saat hujan, atau menjelang hujan.
9. Pastikan pakaian Anda benar-benar melindungi tubuh.
10. Usahakan tidak mengusap mata, muka, dan leher saat menangani pestisida.
11. Cucilah tangan sebelum makan, minum, atau menyentuh muka.
12. Jaga agar kuku jari tangan dan kaki tetap pendek agar pestisida tidak terkumpul di situ.
13. Gunakan pakaian pelindung dan alat pelindung.
14. Jangan memasuki lahan yang baru disemprot sampai lahan itu aman.
15. Mandi yang bersih setelah menggunakan pestisida.

Berikut ini adalah tambahan tips dan cara untuk mengurangi bahaya menggunakan pestisida:

Ketika bekerja di lahan

Pastikan peralatan Anda berfungsi dengan baik
Untuk keamanan, periksa peralatan Anda sebelum digunakan. Pastikan peralatan penyemprot pestisida tidak rusak dan tidak bocor. Jangan gunakan penyemprot yang patah atau retak atau sarung tangan yang sobek atau pecah. Jika ada respirator, gunakanlah dan ganti filternya setiap hari. Menghirup pestisida tanpa respirator dapat mengancam kesehatan Anda.


Pemilik perkebunan harus menyediakan fasilitas mandi 
Bila pekerja perkebunan menggunakan pestisida, maka pemilik perkebunan bertanggung jawab menyediakan tempat bagi pekerja untuk mandi dan mencuci pakaian serta peralatan mereka, berikut air bersih dan sabun secukupnya.

Mandilah yang bersih dan sering

Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan, merokok, minum, mengunyah permen karet atau tembakau, menyentuh mata, hidung, atau mulut, dan sebelum buang air.
Setelah bekerja, mula-mula cuci tangan dan jari-jari Anda. Kemudian mandilah dengan sabun dan air dingin.


Cuci pakaian bekerja sampai bersih setelah menggunakan pestisida
Mencuci pakaian kerja adalah hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya keracunan pestisida. Bila pakaian kerja digunakan lagi tanpa dicuci, kulit akan terpapar pestisida. Setelah kerja, ganti pakaian dan masukkan pakaian kerja ke dalam kantong plastik untuk melindungi orang yang akan mencucinya (meskipun dikerjakan sendiri). Gunakan sabun dan air bersih, dan pakailah sarung tangan untuk melindungi tangan Anda. Jangan mencuci pakaian yang terkena pestisida di sungai.


Jangan mandi atau mencuci apa pun di saluran irigasi atau selokan pembuangan. 
Usahakan tidak menyentuh pakaian tanpa sarung tangan, dan cucilah tangan Anda sesudahnya. Buanglah air kotor kembali ke lahan, jauh dari sumber air minum. Cucilah beberapa pakaian sekaligus dan ulangi lagi sampai noda dan bau pestisida hilang. Kemudian cucilah sepatu kerja, sarung tangan, dan topi dengan sabun dan air.

Jemur pakaian jauh dari tempat di mana pestisida disemprotkan. Jangan menjemur pakaian di luar rumah ketika pestisida sedang disemprotkan di sekitar rumah atau disemprotkan dari pesawat terbang. Sebelum mencuci pakaian lainnya di ember, cucilah dulu ember dengan air dan deterjen. Simpan pakaian kerja terpisah dari pakaian lainnya.

Jangan masuk ke lahan yang baru disemprot
Tunggulah sampai hasil semprotan kering dan debu pestisida melekat sebelum memasuki lahan. Cari tahu pestisida apa yang baru saja digunakan dan jangan masuk sampai lahan itu aman. Periksa label kemasan pestisida untuk mengetahui berapa lama pestisida itu melekat dan lahan aman untuk dimasuki


Menyimpan pestisida

Pestisida harus disimpan di tempat yang aman dan kering. Seringkali pestisida disimpan untuk waktu yang lama dan menyebabkan kemasannya bocor. Sering ditemukan kucing, burung, atau binatang lain mati di sekitar gudang penyimpanan pestisida. Hal ini seringkali merupakan tanda-tanda awal adanya bahan kimia yang mulai merembes ke tanah dan air.


Simpan pestisida dalam wadah yang benar
Jangan masukkan pestisida dalam kantong makanan binatang, botol minum, atau ember air. Pastikan kemasan pestisida tertutup rapat dan disimpan tegak berdiri. Periksa secara berkala apakah ada retak, bocor, dan noda.


Label kemasan pestisida
Jika Anda membeli pestisida dalam jumlah sedikit dan dimasukkan ke dalam wadah lain, beri label pada wadah dengan nama pestisida dan sebuah gambar yang mencerminkan “bahaya”, contohnya gambar tengkorak dengan 2 tulang berbentuk silang. Jangan gunakan wadah ini untuk kepentingan lain. Simpan pestisida jauh dari jangkauan anak-anak, dalam lemari terkunci, jauh dari makanan.


Angkut pestisida dengan hati-hati
Ketika Anda mengangkut atau memindahkan pestisida, letakkan di bak belakang truk atau di dalam bagasi mobil. Ikat kemasannya dengan kencang agar tidak bergerak dan jatuh. Jangan bawa pestisida dalam wadah makanan Anda atau di atas kepala. Jangan biarkan anak-anak membeli atau membawa pestisida.


Buang kemasan bekas pestisida dengan aman
Jangan pernah menggunakan kemasan/wadah pestisida untuk minum, mencuci, menyimpan makanan, atau untuk apa pun. Jangan gunakan plastik pembungkus pestisida sebagai jas hujan atau untuk kebutuhan lainnya. Cara terbaik membuang kemasan kosong bekas pestisida adalah dengan melubanginya sehingga tidak ada yang dapat menggunakannya lagi, kemudian menguburnya.


Saat mencampur dan menuang pestisida

Ketika Anda mencampur dan menuang pestisida ke dalam aplikator, gunakan pelindung mata, sarung tangan karet, dan sebuah celemek (apron), serta pakaian pelindung lainnya yang biasanya digunakan.


PENTING: Jangan pernah mencampur pestisida dengan tangan telanjang.


Hati-hati
Buka kemasan pestisida menggunakan pisau yang tajam atau gunting sehingga debu pestisida tidak berhamburan keluar. Pisau atau gunting kemudian dicuci, diberi label “khusus untuk pestisida”, jaga agar tidak digunakan untuk kepentingan lain.


Jika Anda menambahkan air ke pestisida, jangan masukkan selang atau kran secara langsung ke dalam campuran pestisida. Jaga selang atau kran tetap bersih agar dapat digunakan orang lain untuk minum atau mencuci.


Patuhi aturan dosisnya, gunakan dosis yang ditentukan pada label. Jangan mencampur, menuang, atau mencuci peralatan di dekat aliran air atau sumber air minum!


Jauhkan pestisida dari mulut Anda 
Untuk membersihkan curat (nozzle) yang tersumbat, tiuplah menggunakan sedotan kemudian tandai ujung sedotan yang menyentuh curat sehingga kelak jika diperlukan lagi, Anda tidak meniup dari sisi sedotan yang pernah menyentuh curat. Untuk mengeluarkan pestisida dari selang alat semprot, atau untuk memindahkan pestisida atau bahan bakar dari satu wadah ke wadah yang lain, jangan hisap selangnya dengan mulut Anda. Dan berhati-hatilah selalu agar tidak terhirup udara beracun ini.

Jangan memegang atau mencicipi pestisida atau benih yang sudah dilapisi pestisida. Jangan makan apa pun dari kebun kecuali sudah dicuci bersih.


Jangan merokok, minum, atau makan ketika mencampur atau menyemprot pestisida. Tinggalkan makanan, permen, dan tembakau dalam wadah tertutup rapat di daerah yang belum disemprot pestisida. Tembakau dan makanan dapat menyerap pestisida, jadi jangan membawanya ketika sedang bekerja. 


Bila pestisida tumpah
Sebelum membersihkan tumpahan pestisida, lindungi diri Anda, orang-orang di sekitar Anda, dan sumber air. Jika ada orang yang telah terlatih membersihkan tumpahan pestisida, mintalah bantuannya. Gunakan selalu pakaian pelindung ketika membersihkan tumpahan pestisida.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar