3 Dampak pestisida pada kesehatan reproduksi

Ibu hamil

Dampak pestisida terhadap kesehatan reproduksi

Terdapat beberapa kegiatan ibu hamil dalam bidang pertanian yang berisiko terhadap paparan pestisida, antara lain kegiatan menyemprot secara langsung, ketika petani menyemprot pestisida ibu hamil sedang membersihkan tanaman atau memanen, selain itu kegiatan mencuci pakaian yang dikenakan petani saat menyemprot juga berisiko terhadap papran pestisida. Paparan pestisida ibu hamil pada trimester pertama sangat berbahaya. Hal tersebut disebabkan karena sistem saraf pusat berkembang dengan cepat pada janin, sehingga ibu hamil harus menghindari kontak dengan pestisida

Pestisida dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dengan melewati beberapa mekanisme yang berbeda, antara lain: kerusakan langsung pada stuktur sel, gangguan pada proses biokimia yang dibutuhkan untuk fungsi normal sel, dan menghasilkan biotransformasi suatu metabolit yang beracun. Gangguan sistem reproduksi yang berhubungan dengan paparan pestisida pada petani perempuan dapat mengurangi kesuburan, abortus spontan, kelahiran mati, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, perkembangan yang tidak normal, kelainan ovarium, dan gangguan fungsi hormonal
 
Sama halnya dengan bahan kimia beracun lainnya, pestisida mempunyai banyak dampak buruk terhadap sistem reproduksi seperti kemampuan memperoleh keturunan, atau perkembangan bayi untuk tumbuh sehat. Bahan kimia dapat masuk ke tubuh wanita dan di kemudian hari muncul di dalam air susu ibu. Ada banyak pestisida yang digunakan di seluruh dunia yang racunnya terkandung di dalam air susu ibu, bahkan pada ibu-ibu yang tidak pernah menggunakan pestisida.

Meskipun Anda menduga bahwa air susu Anda mengandung pestisida, jangan berhenti menyusui bayi. Manfaat menyusui jauh lebih besar dibanding bahaya yang ditimbulkan oleh pestisida yang terkandung di air susu ibu (ASI) sebab ASI adalah makanan terbaik untuk membantu bayi tumbuh sehat dan kuat.

Beberapa dampak pestisida terhadap kesehatan reproduksi adalah:
 
1. Sterilitas (mandul)
Banyak buruh tani laki-laki di seluruh dunia jadi tidak dapat mempunyai keturunan setelah bekerja dengan pestisida tertentu karena mereka tidak lagi dapat menghasilkan sperma.

2. Kelahiran bayi cacat
Bila seorang wanita hamil terpapar oleh pestisida, bayi yang dikandung juga terpapar dan dapat mengalami cacat tubuh. Terpapar oleh pestisida ketika sedang hamil tidak selalu berarti bayi yang dilahirkan akan cacat. Tetapi bayi akan mempunyai resiko lebih besar untuk lahir cacat, kesulitan belajar, alergi, dan masalah kesehatan lainnya.

3. Kerusakan kelenjar yang memproduksi hormon
Hormon-hormon adalah pengendali banyak kegiatan tubuh kita, seperti pertumbuhan dan reproduksi. Bila kelenjar yang memproduksi hormon dirusak oleh pestisida maka akan timbul masalah pada kelahiran bayi dan reproduksi. Walaupun seorang wanita terpapar oleh pestisida sebelum hamil, ia dapat mengalami keguguran atau bayi lahir mati akibat paparan pestisida.

Hubungan antara paparan pestisida selama kehamilan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan pada keturunan mereka. Hal tersebut terjadi akibat paparan pestisida sebelum atau selama kehamilan. Jadi, berhati-hatilah dan jangan terlalu dekat dengan paparan pestisida.

0 Response to "3 Dampak pestisida pada kesehatan reproduksi "

Posting Komentar