6 Cara mencegah penyebaran kuman dan cacing

Kuman dan cacing

Penyakit cacing dalam darah tidak ditularkan secara langsung dari satu ke orang lain. Sebagian hidup cacing harus dihabiskan dengan hidup di dalam keong air jenis tertentu. Program masyarakat dapat diadakan untuk membasmi keong-keong ini agar mencegah penularan penyakit cacing dalam darah. Program-program ini hanya berjalan baik jika orang menaati langkah pencegahan yang paling mendasar yakni: jangan buang air kecil atau buang air besar di dalam atau di dekat sumber air.

Cacing dalam darah (schistosomiasis, bilharzia, demam keong)
Infeksi ini disebabkan oleh sejenis cacing yang masuk ke dalam darah melalui kulit setelah orang mandi, berendam, atau berenang di air yang sudah terkontaminasi. Penyakitnya dapat sangat mengganggu fungsi hati dan ginjal dan dapat terancam kematian setelah beberapa bulan atau beberapa tahun. Para wanita beresiko lebih besar terkena infeksi ini karena mereka menghabiskan waktu lebih banyak di dalam dan sekitar air atau mencari air, mencuci pakaian, dan memandikan anak-anak.

Penyakit ini seringkali tidak memperlihatkan tanda-tanda awal. Di beberapa tempat tanda-tanda umum yang sering terlihat adalah adanya darah di dalam air kencing atau kotoran. Pada wanita tanda ini bisa juga disebabkan oleh adanya luka pada alat kelaminnya. Di daerah di mana penyakit ini banyak terjadi, orang yang memperlihatkan sekedar gejala-gejala yang tidak parah atau hanya sekedar sakit perut saja, patut diperiksa.

Mengingat kuman dan cacing ada di mana saja, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk membantu mencegah penyakit. Untuk menghentikan penyebaran kuman dan cacing:

1. Lindungi sumber-sumber air dan gunakan air bersih untuk minum dan mencuci. Sebaiknya air dibersihkan, kecuali jika Anda tahu airnya benar-benar aman.
2. Selalu mencuci tangan setelah dari WC, dan sebelum memegang makanan. Sebisanya gunakan sabun dan air. Jika tak ada sabun dan air, gunakan pasir yang bersih atau abu. Potonglah kuku karena hal ini juga dapat membantu menjaga tangan tetap bersih.
3. Gunakan WC. untuk menjauhkan kuman dan cacing dari kontak dengan manusia. Jika tidak ada WC, sebaiknya buang air di tempat yang jauh dari sumber air, di tempat di mana kotoran tidak akan disentuh orang atau binatang. Tutupi kotoran dengan tanah agar tidak didatangi lalat.
4. Gunakan cara yang bersih dan aman ketika menyiapkan dan menyimpan makanan. Cuci sayuran dan buah, atau masak sampai matang sebelum dimakan. Berikan sisa makanan kepada khewan piaraan, atau masukkan dalam tumpukan kompos atau toilet. Buang makanan yang busuk, simpan daging dan makanan laut terpisah dari makanan lainnya, dan pastikan daging, telur, dan ikan dimasak sampai matang sebelum dimakan. Setelah digunakan, cucilah perlengkapan makan, talenan, dan peralatan dapur dengan air panas dan sabun dan biarkan mengering di bawah sinar matahari, jika memungkinkan.
5. Jauhkan hewan dari makanan di rumah dan sumber air bersama.
6. Pakailah sepatu untuk mencegah masuknya cacing melalui kaki.

0 Response to "6 Cara mencegah penyebaran kuman dan cacing"

Posting Komentar