7 Langkah menghadapi bencana angin puting beliung

Angin topan (puting beliung)

Angin Puting beliung merupakan salah satu bencana yang merugikan bahkan dapat menelan korban jiwa. Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi bencana, baik gempa bumi, longsor, tsunami, puting beliung dll. Bencana yang terjadi di Indonesia banyak disebabkan oleh beberapa faktor dan faktor yang paling mempengaruhi ialah keadaan topografi di Indonesia, termasuk pola pergerakan angin puting beliung. Angin puting beliung sangatlah unik, karena meskipun dapat diprediksi namun lokasi kejadiannya masih menjadi teka-teki. Bencana ini bersifat merusak hingga dapat menelan korban jiwa.

Angin Puting Beliung belakangan ini sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dan umumnya terjadi pada musim pancaroba.  Angin Puting Beliung merupakan bencana alam dan sulit diprediksi kapan akan terjadi dan dapat menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan/kerugian harta benda dan dampak psikologis. Mengingat dampak yang ditimbulkan oleh Angin Puting Beliung begitu luas, maka diperlukan adanya upaya Mitigasi pengurangan resiko bencana Angin Puting beliung melalui pemberian informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu Angin Puting Beliung.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghadapi bencana angin puting beliung

1. Saat terjadi bencana, Jangan berjalan-jalan di luar ketika topan masih bertiup
Jangan mendekati sungai atau saluran irigasi karena akan sangat berbahaya. Jangan menggunakan lift. Apabila ruangan listrik atau kamar mesin yang terdapat di bawah tanah terendam banjir, lift menjadi tidak dapat berfungsi. 

2. Perkirakan akan terjadinya banjir
Perhatikan baik-baik informasi dari Badan Meteorologi dan pemerintah terkait informasi air pasang atau luapan air. Harap segera lakukan persiapan evakuasi. Berhati-hatilah jika anda berada di bawah tanah. Kemungkinan dapat terjadi banjir di tempat parkir bawah tanah, kota bawah tanah serta kereta bawah tanah. Harap selalu berhati-hati. (6 jam hingga sesaat sebelum terjadi bencana).

3. Ketika pemberitahuan mengenai evaluasi telah dikeluarkan oleh pemerintah, harap bergerak dalam kelompok.
Kunci pintu rumah rapat-rapat, beritahukan kondisi kepada tetangga sekitar dan laksanakan evakuasi secara bersama-sama. Ada baiknya untuk berjalan sepatu training atau trekking untuk berjaga-jaga apabila harus berjalan di area yang tergenang air. Apabila pemberitahuan untuk evakuasi telah diumumkan, lekas persiapkan evakuasi untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan khusus, seperti lansia dan anak-anak. Dalam situasi bencana seperti ini, prioritaskan lansia dan anak-anak, atau keluarga yang mengurusi lansia dan anak-anak, untuk dievakuasi terlebih dulu. Segera pindahkan mereka ke tempat yang aman dengan menggunakan mobil atau kendaraan yang tersedia. Evakuasi dapat dilaksanakan dengan membawa mereka ke tempat yang tinggi seperti bukit, rumah keluarga/kerabat, atau fasilitas kesejahteraan. (6-12 jam sebelum terjadi bencana).

4. Persiapkan senter, bahan makanan dan benda penting lainnya
Pada saat terjadi topan, ada kemungkinan air berhenti mengalir dan listrik padam. Persiapkan senter, radio untuk mengumpulkan perkembangan informasi, serta bahan makan dan air minum untuk beberapa hari ke depan. Pindahkan barang-barang rumah tangga ke tempat yang tinggi. Terutama barang-barang yang mudah rusak apabila basah terkena air. Ada baiknya untuk mendaftarkan barang-barang tersebut kepada asuransi properti terlebih dahulu. (12-36 jam sebelum terjadi bencana).

5. Apabila anda tinggal di daerah dataran rendah, persiapkanlah karung berisi pasir
Karung-karung berisi pasir dapat berfungsi untuk membendung banjir atau luapan air sungai, serta dapat pula memperlambat datangnya banjir. Tanyakan kepada kantor wilayah tempat anda tinggal mengenai ketersediaan karung pasir. Apabila tidak tersedia karung pasir, anda dapat membuat tanggul sendiri. Caranya, masukkan air ke dalam karung sampah yang terbuat dari plastik, kemudian tempatkan karung-karung air tersebut ke dalam blok beton. Atau, cara lain dapat pula dengan menggunakan botol air mineral yang telah diisi air dan masukkan botol-botol tersebut ke dalam kardus. (36-48 jam sebelum terjadi bencana).

6. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan drainase
Selokan yang tersumbat merupakan penyebab genangan di jalanan, taman dan tempat lainnya. Dengan kondisi ini, ruangan bawah tanah serta tempat parkir bawah tanah juga akan terkena imbasnya. Selain itu, apabila selokan di beranda tersumbat oleh daun atau sampah, ada kemungkinan terjadi banjir di loteng atau lantai 2 ke atas. Oleh karenanya, harap lakukan pemeriksaan dan pembersihan pada drainase.

7. Perkuat genting atau atap yang terbuat dari seng
Apabila genting kabur karena diterpa angin dan mengenai seseorang, hal ini dapat menyebabkan kecelakaan yang lebih parah dari sekedar luka-luka. Selain itu, pastikan pula tidak ada kebocoran serta keretakkan pada dinding. Hal yang perlu dilakukan selanjutnya ialah, mengikat barang-barang yang mudah ambruk seperti antena televisi, sepeda, serta tanaman dalam pot dengan tali dan menyimpannya di dalam ruangan.

0 Response to "7 Langkah menghadapi bencana angin puting beliung"

Posting Komentar