Kamis, 09 November 2017

8 Tanda penyakit diare dan cara pengobatannya

Penyakit diare

Kebanyakan penyakit diare disebabkan oleh kurangnya air untuk kebersihan tubuh, WC yang tidak bersih, dan air serta makanan yang terkontaminasi. Seringkali mudah untuk mengetahui di mana kuman dan cacing berada, terutama di tempat-tempat yang kotor seperti kotoran manusia, makanan busuk, WC yang kotor, dan seterusnya. Tapi kerapkali mereka berada di tempat yang kelihatannya bersih, seperti di air jernih, atau di tangan kita.

Kuman dan cacing dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui sentuhan, dan melalui udara bersama debu atau ketika orang batuk atau bersin. Mereka dapat menyebar ke makanan dan air minum, atau dibawa oleh lalat, serangga lainnya, dan binatang. Mereka juga dapat hidup di makanan mentah atau makanan yang kurang matang. Cacing berpindah melalui air minum, terinjak, atau mencuci dengan air yang terkontaminasi, atau makan kerang-kerangan atau sayuran mentah yang berasal dari air yang sudah terkontaminasi.

Beberapa penyakit yang ditimbulkannya, seperti diare, menyebar dengan cepat dan dapat mengakibatkan banyak kematian. Penyakit lainnya yang ditimbulkan kuman-kuman dan cacing dapat menyebabkan sakit yang menahun dan mengarah pada masalah kesehatan lainnya seperti dehidrasi, infeksi, anemia (kurang darah), dan kekurangan gizi. Karena gejala yang paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh kuman dan cacing adalah diare maka penyakit-penyakit ini seringkali disebut penyakit diare.

Tanda-tanda
Tanda penyakit diare yang paling umum adalah kotoran yang basah atau cair dan sering. Tanda lainnya termasuk demam, sakit kepala, gemetar, kedinginan, rasa lemah, kram perut dan usus, muntah dan perut membengkak. Pengobatan yang akan diberikan tergantung dari jenis diare yang diidap seseorang.

Tanda-tanda ini dapat membantu Anda untuk mengetahui penyakit diare yang mana yang diidap seseorang:
  • Kolera: diare seperti air beras, usus sakit dan kram, muntah.
  • Tifus: demam, usus sakit parah dan kram, sakit kepala, sulit buang air besar atau diare yang kental (seperti sup kacang).
  • Giardia: diare yang tampak berminyak, mengambang, dan sangat bau, sakit di usus, agak demam, muntah, kentut, bersendawa yang baunya seringkali seperti telur busuk.
  • Disentri bakteri (Shigella): diare berdarah 10 sampai 20 kali sehari, demam, rasa sakit sekali dan kram di usus.
  • Disentri amuba: diare 4 sampai 10 kali sehari, kadang disertai lendir putih, demam, sakit dan kram usus, dan diare segera setelah makan.
  • Cacing gelang: perut membengkak, rasa lemah, cacing-cacing besar berwarna merah muda atau putih dapat keluar melalui kotoran atau melalui mulut dan hidung.
  • Cacing tambang: diare, lemah, anemia (kurang darah), kulit pucat. Anak-anak yang mengidap cacing tambang dapat memakan tanah.
  • Cacing pita: diare, dalam kotorannya ada cacing tipis berwarna merah muda atau abu-abu.
Pengobatan penyakit-penyakit diare
Cara terbaik mengobati diare adalah dengan memberikan banyak air dan makanan. Walaupun tidak semua, tetapi pada banyak kasus, tidak diperlukan obat. (Untuk informasi lebih lanjut, temui seorang petugas kesehatan atau buku kesehatan umum seperti Ketika Tidak Ada Dokter.)
  • Disentri amuba: paling baik diberi obat.
  • Typhus: paling baik diberi antibiotik karena sakitnya bisa beberapa minggu dan mengarah ke kematian.
  • Kolera: paling baik diberi minuman rehidrasi, banyak cairan, dan makanan yang mudah dicerna untuk menggantikan gizi yang hilang melalui diare atau muntah. Obat-obatan dapat diberikan untuk mencegah tersebarnya kolera.
Jika seseorang mengalami diare berdarah, demam, atau sakit parah, ia harus segera pergi ke pusat kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar