Selasa, 14 November 2017

Misteri uang bergambar soekarno dijadikan jimat

Uang gambar soekarno

Uang memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari karena dengan uang kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita. Sehingga tidak heran bila ada statement bahwa uang merupakan darah dari perekonomian. Walaupun orang bijak mengatakan bahwa uang bukanlah segala-galanya, namun hidup tanpa uang adalah sebuah derita. didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Fenomena uang Soekarno ini sama halnya dengan uang gobok tersebut. Di pihak BI sendiri, dia menambahkan, misalnya diangkat contoh pemilihan gambar pahlawan atau pemimpin yang dijadikan gambar di dalam setiap mata uang. Ketika terjadi pembahasan mengenai siapa pahlawan yang akan digunakan di dalam mata uang, maka harus dicari tahu dulu apakah pahlawan yang bersangkutan masih memiliki sanak keluarga atau keturunannya yang masih hidup.

Jika bermunculan banyak versi pahlawan untuk dijadikan gambar di sebuah mata uang, maka akan diurutkan sejarahnya, pahlawan manakah yang lebih dominan untuk dijadikan di mata uang tersebut. Konflik sama sekali tidak ditemukan di dalam pemilihan mata uang di dalam Bank Indonesia. Dan memang benar pihak BI tidak memproduksi uang bergambar Soekarno untuk dijadikan jimat. Itu hanya orang yang fanatik Soekarno nya saja. Sudah dipastikan bahwa uang bergambar Soekarno yang dijadikan jimat ini tidak memiliki nomor seri sehingga tidak bisa dijadikan alat pembayaran yang sah.

Misteri jimat pada uang bergambar soekarno

Mempertanyakan bagaimana mitos yang terjadi pada uang kertas yang bergambar presiden Soekarno. Fungsi uang disini juga bertambah selain menjadi alat transaksi jual beli dan koleksi, uang juga bisa menjadi sebuah sarat untuk mendapatkan kemujuran dan menghilangkan sial dan dijadikan Jimat. Uang yang memiliki gambar Soekarno dipercaya memiliki sebuah 'kekuatan' magis di dalamnya. Ketika mencoba memegang uang yang bergambar Soekarno dan uang tersebut bisa melengkung. Uang kertas bergambar Presiden Soekarno ini berasal dari Swiss dan memiliki bahan yang berbeda dari uang kertas yang berasal dari Indonesia. Uang kertas dari Swiss ini memiliki berat jenis yang enteng dan apabila terkena panas, maka kertas ini akan melengkung. Dikarenakan uang yang bisa melengkung bila ditaruh di atas tangan maka sebagian masyarakat terutama etnis jawa pun mempercayai ada kekuatan. Uang ini biasanya ‘diisi’ oleh ‘orang pintar’ dan digunakan oleh pemiliknya sebagai jimat yang entah bisa mengusir kesialan dan mendatangkan keberuntungan.
 
Uang yang digunakan sebagai jimat ini tidak hanya uang kertas bergambar presiden Soeharto, tetapi sebagian orang menggunakan uang kertas yang dijadikan jimat yang bergambar monyet pada uang Rp 500an lama dan uang Rp 100 lama yang bergambar perahu layar. Pada gambar monyet, dikatakan bahwa monyet merupakan mahkluk hidup yang sudah ada sebelum adanya manusia dan hal ini seperti halnya teori Darwin. Sebelum manusia menjadi manusia, pada awalnya merupakan sebuah monyet yang akhirnya berevolusi menjadi manusia. Lain halnya dengan uang Rp.100 yang bergambar perahu layar. Perahu layar ini dikenal karena nenek moyang Indonesia merupakan seorang pelaut dan pelaut inilah yang memberikan peradaban bagi Indonesia sendiri.

Uang yang bergambar Soekarno ini lebih banyak digunakan sebagai jimat karena karismatik seorang pemimpin yang berlangsung lama dan hingga saat ini masih dipergunakan. Karismatik Soekarno tidak akan pernah usai. Uang yang bergambar Soekarno memiiki tulisan arab yang berlafal, “kunfayakun” yang apabila dibahasa Indonesia kan berarti “terjadilah maka terjadilah”. Di baliknya, ada gambar penari yang berjumlah ganjil dan biasanya juga paling dicari dengan ada yang gambar ganjil plus gambar Soekarno.

Berdasarkan interview dari penjual uang di Glodok, seorang staf dari Museum Bank Indonesia, teman yang memiliki ‘uang pemanggil uang’, akhirnya bisa mengungkapkan misteri mengapa uang bergambar Soekarno ini dijadikan Jimat bagi sebagian golongan, terutama dialihfungsikan bagi orang Jawa.

Uang bergambar Soekarno ini merupakan uang pecahan dalam bentuk kertas dan bergambar Soekarno dan memiliki banyak versi. Tempat pembuatan uang ini di Prancis, Swiss dan Kemayoran. Nominal yang dibuat adalah Rp 1, Rp 2,5, Rp 5, Rp 10, Rp 100, Rp 1.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000. tampak depan, uang ini bergambar Soekarno dan bertuliskan kun fayakun dan surat al ikhlas dan dapat terbaca jelas oleh mata. Di bagian belakang terdapat gambar penari serimpi dengan jumlah penari ganjil dari 1 sampai 9, penari bali, penari pembawa obor, orang yang sedang membajak sawah, penari yang menggendong 3 anak yang mirip dengan tuyul, walisongo, wayang orang, wayang kulit, rumah adat, panen karet, gatot kaca, srikandi, banteng dan ibu kartini yang sedang berdoa. 

Uang ini berwarna merah, hijau, biru, ungu dan coklat. Uang ini memiliki benang pengaman berwarna perak dan emas dan bisa dilihat jika menggunakan sinar ultra violet atau detektor uang palsu. Selain asma Allah, kunfayakun ada yang tertulis nabi sulaiman di dalam bahasa arab. Uang ini diproduksi pada tahun 1951, 1952, 1957, 1960, 1964 dan 1966.ada uang yang bertuliskan BI dan bertuliskan RI.

Sebuah keanehan jika uang ini diletakan di telapak tangan, maka uang ini akan melengkung dan bergerak dan memang keunikan ini tidak dimiliki oleh uang kertas atau bahan kertas manapun di dunia. Kenapa uang ini bisa melengkung? Terjawab melalui dua perspektif dari pengguna uang dan staf dari museum bank Indonesia. Secara metafisik, uang ini diisi oleh energi Eterik yaitu, jika bereaksi terhadap panas tubuh yang dipengaruhi oleh fisik dan psikis/kejiwaan seseorang. Reaksi ini adalah sebuah gerakan yang menjauhi panas tubuh melalui gerakan melengkung ataupun menggulung. Pertanyaan timbul berikutnya, siapa yang mengisi energi ini. Hal ini terjawab jika dilakukan oleh orang yang memiliki pemahaman lebih mengenai ilmu fisik dan metafisik. Dan memang orang terpilihlah yang dapat memasukan energi tersebut ke dalam sebuah media, yaitu uang.

Uang ini sendiri, menurut pemandu wisata yang ada di BI yang bernama Agus Santoso, Bank Indonesia tidak memproduksi uang yang bergambar Soekarno untuk dijadikan jimat. Menurutnya, uang ini diproduksi oleh orang yang memang fanatik dengan figur Soekarno sebagai pemimpin indonesia yang kharismatik dan memang benar, menurutnya, sebagian oang di pulau jawa mencari uang tersebut karena dipercaya membawa keberuntungan selama hidupnya jika menjaga uang itu dengan baik di dalam dompet atau tempat menyimpan uang lainnya.

Menurut narasumber, uang ini memiliki tulisan asma Allah, kun Fayakun, Nabi Sulaiman serta surat Al Ikhlas di dalam bahasa arab (bahasa Al Qur’an) maka uang ini memiliki khodam ayat dari golongan malaikat. Dengan cara khusus malaikat-malaikat ini dapat diajak ‘berdoa’. Kebaikan doa akan kembali kepada pemilik uang bergambar Soekarno dalam bentuk ketenangan batin, kelapangan rezeki dijauhkan dari marabahaya dan diberi kelancaran di dalam setiap usaha yang dijalankannya. Siapa yang bisa merwatnya maka dia akan hidup sejahtera terutama dalam urusan rezeki dan kekayaan dengan ijin Allah.

Budaya mistik di Indonesia masih banyak dan memang belum terungkap semuanya. Cerita di atas menggambarkan sebuah budaya yang memang sudah ada sejak lama di indonesia dan masih bertahan hingga sekarang.  Di jakarta, kota besar sekalipun, masyarakat urban, masih banyak yang menggunakan media uang sebagai jimat pembawa kesuksesan untuk tinggal dan bertahan hidup di jakarta dan ini memang sudah mempengaruhi pola pikir masyarakat indonesia secara keseluruhan. Sebuah perdebatan yang kontroversial dan sebagai bukti bahwa Indonesia masih mempercayai budaya mistik yang masuk ke dalam undang-undang negara.

 
Referensi:
Tafsir, Ahmad. (2004). Filsafat Ilmu: Mengurai Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengetahuan. Bandung: PT. Remaka Rosdakarya.
Geertz, Clifford. (1964). The Religion of Java. New York: The Free Press.
Craig, Jachlin. (2001). Ritual Mistis Pesugihan dan Pengasihan: Jawa Timur September- Desember 2001, Universitas Muhamadiyah Malang.
Simpson, Jacqueline. (2000). English Folklore Dictionary, Oxford: Oxford University Press.
Lurquin. F, Paul. (2007). Evolution and Religious Creation Myths: How scientists respond, Oxford: Oxford University Press.
Nils G. Holm. (2002). Berjumpa Tuhan. Yogyakarta: Faisar Pustaka Baru.
Adrisijanti Romli, Inajati. (1997). “Islam dan Kebudayaan Jawa”, dalam Cinandi, Yogyakarta: Panitia Lustrum VII Jurusan Arkeologi UGM, hlm. 146-150

Tidak ada komentar:

Posting Komentar