Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Rabu, 20 Desember 2017

6 Fase rawan dalam pernikahan

Masa rawan pada Suami dan istri

Pernikahan merupakan hal yang umumnya akan dilalui dalam kehidupan ini. Sebagian besar manusia dewasa, akan menghadapi kehidupan pernikahan. Sebelum memasuki kehidupan pernikahan, individu mengalami proses yang meliputi perkenalan (ada perasaan ketertarikan), berpacaran, bertunangan dan menikah. Proses tersebut diawali dengan, adanya suatu ketertarikan yang dilandasi perasaan suka, cinta. Saat memasuki kehidupan pernikahan, suami dan istri saling menyesuaikan diri agar kehidupan pernikahan mereka harmonis.

Pasangan suami istri mengikatkan diri dalam ikatan pernikahan karena adanya perasaan cinta di antara mereka. Saat menjalani kehidupan pernikahan, ada gangguan-gangguan yang mereka hadapi seperti masalah penyesuaian diri. Saat kehidupan pernikahan yang mereka hadapi tidak seperti yang mereka harapkan, sering kali suami atau istri berusaha mencari kepuasan dari individu lain yang dianggap lebih dapat mengerti dirinya sehingga hal tersebut memicu munculnya pihak ketiga dalam pernikahan. Suami atau istri merasakan tidak ada lagi cinta dalam kehidupan pernikahan mereka.

Dalam rangka penyesuaian diri, seringkali terjadi perselisihan di antara pasangan karena dalam pernikahan terjadi penyatuan dua pribadi yang memiliki perbedaan dalam kebiasaan, sifat dan pola berpikir. Pada pasangan yang mampu mengatasi perselisihan yang ada, mereka mampu mempertahankan pernikahan mereka. Tetapi pada pasangan yang tidak mampu melewati permasalahan dalam pernikahan mereka, tak jarang mereka memutuskan untuk berpisah atau bercerai.

Pada masa-masa rawan dalam pernikahan bisa dihitung secara matematis. Krisis pertama muncul setelah tiga tahun perkawinan, kemudian muncul di tahun ke lima, sepuluh, lima belas, dua puluh, hingga dua puluh lima tahun. Perhitungan matematis ini dibuat berdasarkan usia pelaku dan usia pernikahan secara umum. sepanjang perkawinan, masa rawan terbagi menjadi 6 fase. Masing-masing fase memunculkan masalah yang berbeda. 

Fase pertama merupakan fase adaptasi antara suami dan istri. Pasangan yang berhasil melalui tahap ini pada umumnya mampu bertoleransi terhadap sifat dan sikap pasangan.

Fase kedua terjadi setelah 5 tahun menikah. Ancaman yang terjadi pada fase ini berawal dari masalah ekonomi pasangan yang belum mapan. Pada fase ini, umumnya suami dan istri bisa sepakat berbagi peran. 

Fase ketiga adalah fase 10 tahun pernikahan. Pada fase ini, suami sudah mulai mapan secara ekonomi. Sementara itu, istri yang sudah memiliki anak usia sekolah dasar makin menikmati perannya sebagai seorang ibu dan istri. Masa rawan di usia pernikahan ini adalah masuknya orang ketiga (pria idaman lain atau pun wanita idaman lain).

Fase keempat setelah 15 tahun pernikahan, suami atau istri mengalami masalah eksistensi diri. 

Fase kelima adalah fase rawan setelah menikah selama 20 tahun. Masa-masa ini merupakan masa refleksi bagi suami dan istri. 

Fase keenam adalah fase 25 tahun hingga tahun-tahun selanjutnya. Pada usia ini, berbagai penyakit degeneratif mulai muncul sehingga menimbulkan gangguan yang berarti. Pada masa ini, ketergantungan terhadap pasangan semakin kuat.

Komunikasi merupakan faktor yang paling penting dalam menjaga suatu hubungan. Saat komunikasi mulai memburuk maka akan menyebabkan kelemahan pada keseluruhan hubungan, dan hasilnya adalah terputusnya hubungan. Saat suami/istri memiliki kepedulian terhadap pasangannya dan memiliki suatu komunikasi yang baik diantara mereka maka kesuksesan yang mereka peroleh dalam kehidupan pernikahan mereka juga tinggi (commitment), demikian pula dengan intimacy dan ketertarikan dengan pasangan (passion).

Rabu, 13 Desember 2017

11 Kriteria wanita idaman pria yang baik untuk dinikahi

Kriteria wanita idaman untuk pria harus dipilih jika ingin menikah

Kriteria wanita idaman pria

Manusia diciptakan dengan berbagai macam kelebihan dari pada makhluk lain ciptaan-Nya, manusia mempunyai akal dan budi yang baik bukan hanya sekedar insting belaka. Juga manusia diciptakan berpasang-pasangan, tujuan dari berpasangan tersebut adalah untuk melestarikan keturunannya. Wanita dapat diumpamakan sebagai tempat penyemai biji, maka harus memilih wanita yang baik. Hal itu adalah kiasan saja, yang dimaksud tempat penyemai biji adalah wanita sebagai penerus atau penyambung keturunan.

Mendengar penyataan tersebut, tergambar dalam benak bahwa banyak pertimbangan yang harus dipikirkan untuk memilih wanita sebagai pasangan yang baik. Seorang laki-laki haruslah pintar dalam memilih pasangan hidup, karena wanita merupakan tonggak keluarga yang sangat penting, selain wanita merupakan pasangan dari laki-laki, dalam keluarga wanita juga mengatur keuangan, tata rumah, masak-memasak, dan lain-lain yang tidak dapat dilaksanakan oleh laki-laki. Inilah beberapa kriteria wanita yang dimaksudkan:

1. Berbakti
Salah satu sifat wanita dalam rumah tangga adalah berbakti, seorang istri haruslah mampu membahagiakan suaminya. Bahwa tugas seorang wanita ibarat jari tangan yang lima, yaitu jempol, panuduh, panunggul, manis, dan jejenthik. Kelima watak wanita itu sering dinamakan panca susila. Panca (lima) dan Susila (tindakan yang baik). Panca susila adalah lima tindakan yang bagus. Jempol sebagai lambang dari Tuhan lambang kebaikan, mempunyai makna agar hati wanita selalu jempol, dan baik dalam menghadapi kehendak dan keinginan suami. Panuduh mempunyai petunjuk (panuduh) suami. Segala apa yang ditunjukkan oleh suami hendaklah dilaksanakan.

Panunggul mengisyaratkan bahwa jika suami memberikan sesuatu agar diunggulkan dan dihargai meskipun pemberian itu hanya sedikit. Istri wajib menghargai hak milik suami. Sementara itu, manis mempunyai arti agar istri harus selalu bersifat manis dalam bertutur kata tatkala mengahdapi kemauan suami, sebaiknya istri dilarang menggerutu, berkata dengan marah, dan tidak menyenangkan hati. Adapun jejenthik mengandung makna agar istri melaksanakan dengan semua kemauan suami tidak terlalu cepat (ngoso) yang tidak didasari sikap kerelaan.

Ciri-ciri calon bidadari syurga adalah istri yang selalu menyenangkan hati suaminya, karena istri yang baik tidak akan pernah menyusahkan suaminya, selalu berusaha untuk menghilangkan kesusahan suami dan ikut serta membantu menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi. Sebagai contoh, seorang suami yang bekerja di kantor. Ketika dia terbangun dan menatap dunia di pagi hari, dia melihat senyuman istrinya membangunkan dia di pagi hari, terlebih apabila disertai dengan kecupan mesra. Ini akan membuat pagi yang menyenangkan batin sang suami. Ketika berangkat ke kantor sarapan pagi sudah tersedia rapi di meja makan dan istri dengan setia menemaninya makan, mengambilkan yang diinginkan suami. Maka, suami berangkat ke kantor dengan perasaan senang dan gembira dan siap mengerjakan tugas kantor dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Ketika sore hari suami pulang rumah sudah dalam keadaan bersih seperti ketika meninggalkan rumah di pagi hari. Saat suami mengetuk pintu rumah balasan lembut dari istri terdengar lembut dan melegakan. Kemudian dengan keadaan istri sudah rapi, berdiri manis dengan senyuman yang khas dan menyambut suaminya dengan rasa rindu dan kasih sayang dan melayani kebutuhan suami setelah lelah seharian bekerja. Apabila hal tersebut dilakukan dengan baik dan senang hati, seorang suami akan menjadi semakin cinta kepada istrinya dan lebih bersemangat dalam mencari nafkah untuk keluarga. Hal itu akan membantu suami untuk masuk surga.

2. Setia
Sebagai pendamping suami yang baik, seorang istri yang setia berarti mampu memegang teguh kepada kesucian perkawinnnya dan menjaga hati agar tidak beralih kelain hati. Banyak godaan-godaan yang membuat goyah sebuah perkawinan akan tetapi seorang istri yang baik harus kuat dalam menjalaninya salah satunya dengan cara setia kepada suami. Kesetiaan merupakan penyejuk dan penentram hati bagi keluarganya khususnya hati suaminya. Kesetiannya dapat membuat hubungan batin atar keduanya menjadi lebih dekat dan harmonis. Disamping itu hubungan tali perkawinan akan tetap utuh karena dilandasi kesetiaan dan saling percaya.

3. Bertaqwa
Selain setia wanita Jawa juga dituntut untuk bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, sebab tanpa dilandasi dengan ketaqwaan sebuah keluarga akan menjadi sepi. Sepi disini mengandung artian anggota keluarga tidak pernah mengaji atau menuntut ilmu agama. Seorang wanita yang bertaqwa dapat membukakan pintu surga kepada setiap anggota keluarganya. Sifat taqwa ini dapat dikembangkan dengan mengajarkan ilmu agama kepada anggota keluarganya dan saling mengingatkan satu sama lain agar tidak pernah meninggalkan ibadah, karena ibadah merupakan tiang kehidupan.

Seorang istri haruslah bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Suci dengan cara berbakti kepada suami, saling mengingatkan dengan suami maupun anggota keluarga lainnya agar tetap beribadah. Cara ini ditempuh agar kelak sekeluarga dapat terhindar dari api neraka dan mendapat ridho Tuhan untuk mendapatka nikmat surga. Maka beruntunglah bila mendapat seorang istri yang bertaqwa dan mampu mendampingi suami dan anggota keluarga untuk mencapai rahmat-Nya.

4. Penurut
Seorang wanita dalam hidup berumah tangga, harus menurut kepada suaminya. Hal itu dilakukan agar kehidupan keluarganya menjadi harmonis. Pada umumnya seorang wanita mempunyai pekerjaan di luar rumah, hal itu tidak menutup kemungkinan istri juga menjadi tulang punggung keluarga oleh karena alasan tertentu. Kodrat seorang istri adalah menurut kepada suaminya dan menjadi pendamping suami sebagai penyeimbang rumah tangga. Istri juga wajib melakukan segala yang diperintahkan oleh suaminya dan tidak boleh membantah perkatan suami, juga harus mengingat-ingat yang menjadi larangan dari suami dan jangan sekali-kali sampai tidak menuruti apa keinginan suami, sangatlah berdosa bila seorang istri berani membantah bahkan tidak melakukan perintah suami.

5. Menerima dan Ikhlas
Seorang wanita khususnya wanita Jawa, mempunyai sikap menerima, yaitu merasa puas dengan nasib, tidak memberontak dan menerima segala yang telah diberikan oleh suami dengan penuh rasa syukur. Sikap menerima menekankan apa yang ada, menerima segala sesuatu yang masuk ke dalam hidup kita baik sesuatu yang bersifat materiil maupun kewajiban atau beban seorang istri dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.

Sebagai seorang istri haruslah dapat meninggikan derajat suami sebagai seorang kepala keluarga sekaligus tulang punggung keluarga, walau suami hanya memberi sedikit nafkah setelah berkerja seharian penuh, sebagai istri yang baik haruslah menerima dengan ikhlas dan menghargai apa yang telah diberikan suami. Sikap istri yang seperti itu membuat suami akan tambah bersemangat dalam bekerja.

wanita yang baik tidak akan membiarkan sang suami melayani dirinya sendiri, sementara ia sendiri duduk berpangku tangan menyaksikan apa yang dilakukan oleh suami. Sebagai seorang isteri yang baik akan merasa enggan bila sang suami sampai tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti memasak, merapikan tempat tidur, mencuci, dan sebagainya. Istri yang baik menyibukkan diri melalui hari-harinya dengan memberikan pelayanan terhadap suaminya, mulai dari menyiapkan tempat tidurnya, makan dan minumnya, pakaiannya, dan kebutuhan suami lainnya. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, kerelaan dan kelapangan hati disertai niat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh ini merupakan bentuk perbuatan ikhlas seorang wanita sholihah kepada sang suami yang diharapkan darinya ia akan memperoleh kebaikan.

6. Bersikap Manis
Sikap seorang istri yang membahagiakan suami adalah bersikap manis dihadapan suami. Secara psikologis sikap manis dapat dilakukan melayani kehendak suami dengan kata-kata yang manis, dan muka yang menyenangkan. Jangan sampai seorang istri berkata kasar, cemberut, walaupun hatinya sedang tidak menentu rasanya, meskipun begitu jangan pernah sekali-kali diperlihatkan di depan suami. Jika hati suami menjadi senang sehingga menambah kasih sayangnya kepada istrinya.

Sikap manis seorang istri terhadap suaminya akan memberikan ketentraman dalam keluarga, jauh dari pertengkaran serta percekcokan yang kerap menuju kepada sikap kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini harus dihindari, mengingat negara kita merupakan negara hukum. Barang siapa melakukan tindakan kekerasan terhadap seseorang akan mendapatkan imbalannya. Sikap manis perlu dilandaskan kepada istri bahkan kepada suami agar terbina keluarga yang tentram dan nyaman.

7. Sopan Santun
Wanita Jawa dituntut untuk mengangkat derajat laki-laki sebagai suaminya dengan berperilaku sopan dan santun di depan suaminya maupun khalayak publik. Sebab sedikit saja melanggar aturan atau sopan santun, maka mala petaka pasti akan datang, misalnya sedikit saja aurat wanita terbuka, pasti akan menimbulkan mala petaka bagi dirinya maupun orang lain. Memang menjadi kewajiban seorang wanita dalam kehidupan harus menerapkan sopan santun baik tingkah laku dan tutur kata.

Sikap sopan merupakan landasan bagi seseorang untuk menjaga harga dirinya, sebab bila ingin dihargai oleh seseorang maka harus belajar menghargai diri sendiri. Sebagai seorang wanita yang baik, seharusnya dapat menghargai dirinya sendiri dengan cara mengenakan pakaian yang baik dan sopan pula. Berjalan dengan kepala tertunduk, pandangan tidak kemana-mana dan ketika duduk merapatkan kedua tumitnya, serta tutur kata yang manis. Cara itu menunjukkan bahwa ia merupakan wanita yang baik dan banyak orang yang akan kagum dan memberikan rasa hormat kepada dirinya. Sikap sopan perlu ditanamkan sejak dini sehingga terbentuklah pribadi yang baik, khususnya kepada seorang wanita yang dalam hal ini sebagai pertimbangan sebagai pendamping suami.

8. Rela Berkorban
Rela berkorban dalam artian mampu menerima apa yang suami inginkan dengan hati yang lapang dan ikhlas. Seorang istri haruslah menurut apa yang dinginkan oleh seorang suami, sebaliknya seorang suami juga harus menghormati seorang istri sebagai pendamping hidupnya. Rela berkorban demi suami merupakan hal yang paling besar pahalanya, seorang istri haruslah setia tulus ikhlas bila ditinggal suami meninggal dunia dan tidak berpaling kepada yang lainnya.

Sikap rela berkorban seorang istri pada suaminya dapat dinyatakan dengan cara memberikan peluang dan semangat kepada suaminya untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang akan suami jalankan. Hal itu menjadikan hati suami canggung dan berat hati ketika melakukan pekerjaan. Banyak kecelakaan kerja yang disebabkan seorang pekerja sedang mengalami banyak pikiran. Rasa ikhlas dan ridho seorang istri kepada suaminya sangat penting, selain akan membuat suami giat bekerja keras untuk menafkahi keluarganya juga terhindar dari kecelakaan kerja.

9. Jujur
Orang yang arif bijaksana dalam sepak terjang kehidupannya selalu menggunakan pertimbangan masak. Mereka tidak bertindak grusa-grusu (tanpa perhitungan), melainkan segala sesuatunya, termasuk risiko yang mungkin terjadi telah diantisipasi terlebih dahulu. Kearifan juga berpengaruh pada sesorang untuk bertindak jujur. Sebab, ada pepatah yen ora jujur ajur, artinya jika tidak jujur bakal hancur nasibnya. Kejujuran juga dapat terjadi dalam hidup berkeluarga. Kejujuran anak terhadap orang tua, suami pada istri, serta istri pada suaminya. Kejujuran merupakan modal untuk menjadi keluarga yang tentram tanpa ada rasa curiga.

Sebagai wanita yang baik dituntut harus jujur dalam setiap perilakunya, wanita kerap kali selalu menyisihkan uang untuk sesuatu hal tertentu yang diinginkannya. Sebaiknya seorang wanita berbicara pada suami tentang keinginannya tersebut, tidak dengan cara sembunyi-sembunyi dan memotong anggaran belanja keluarga. Suami yang baik seharusnya tanggap terhadap kemauan isteri dengan bekerja lebih tekun demi tercapainya keinginan tersebut.

10. Setiti dan Hemat
Wanita harus dituntut untuk setiti dan hemat, setiti berarti memelihara segala sesuatu yang berada di rumah, misalnya setiti dalam memelihara perkakas rumah tangga, membersihkannya setiap kali sehabis dipakai, menata tata ruang rumah dan mengaturnya sehingga sedap dipandang mata. Selain setiti juga harus dapat hemat sehingga anggaran keluarga tidak membengkak, adapun caranya dengan membuat daftar anggaran keluarga, sehingga uang yang masuk dan keluar dapat diketahui dan dikendalikan.

Sikap hemat merupakan hal yang sangat penting dalam keluarga, ketika suatu keluarga dihadapkan dengan urusan keuangan. Peran istri sebagai pengendali laju keuangan keluarga harus pintar-pintar menyimpan uang dan menjalankan perekonomian keluarganya. Menghemat pengeluaran dan membuat anggaran rumah tangga merupakan salah satu jalan keluar dalam masalah finansial. Walau seorang suami memberi nafkah sedikit, seorang istri harus mampu mengolah dan menggunakan hasil kerja keras suami dengan bijaksana sehingga kebutuhan keluarga tercukupi. Hal tersebut menjadikan seorang suami bertambah cinta dan sayang terhadap istrinya.

11. Teliti dan Terampil
Sifat teliti dan terampil juga harus ditanamkan pada setiap wanita, sebab kalau tidak teliti dan terampil maka segala sesuatu kan menjadi kacau. Setiap pria menginginkan wanita yang teliti dan terampil dalam bekerja, oleh sebab itu setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih.  Sifat tanpa pamrih yakni alasan dasar manusia agar bekerja dengan motif yang bersih. Manusia yang mau rajin bekerja untuk dirinya dan keluarganya sudah cukup baik. Tetapi, orang baru dapat dikatakan sudah memenuhi tugasnya sebagai manusia jika ia banyak berbuat kebaikan bagi orang lain tanpa pamrih. Balasan amal hanya diharapkan datang dari Tuhan semata. Bukan semata-mata mengharapkan balas budi orang lain.

Mengacu kepada penjelasan di atas telah digambarkan berbagai tipe wanita idaman laki-laki. Banyak mengatakan bahwa wanita harus mempunyai kepribadian yang baik untuk menunjang kelangsungan berumah tangga, selain itu wanita juga harus pintar dalam berbagai hal.

Selasa, 12 Desember 2017

19 Ciri wanita bentuk fisik dan sifat pada pasangan

Gambaran bentuk fisik dari beberapa jenis wanita Jawa dan sifat terhadap pasangannya

Wanita jawa


Dalam Serat Centhini jilid 2 pupuh Lonthang menyebutkan tentang ciri-ciri wanita menurut bentuk fisik dan bagaimana sifat sehari-hari juga sikap terhadap pasangan, berikut pernyataan yang dimaksudkan.

1. Bongoh (katon becik nyenengake)
Mempunyai ciri-ciri berbadan gemuk, berseri dan kuat, wanita seperti ini biasanya mempunyai karakter bijaksana dalam memberi atau membuat keputusan bersama pasangannya yang memperistrinya akan merasa puas, karena sikapnya yang membuat hati pasangan menjadi merasa ringan dalam menentukan suatu keputusan. Wanita yang seperti ini biasanya dapat membuka asmaragama. Maksudnya sebelum melakukan hubungan seksual kedua pasangan tersebut melakukan puasa, jadi bila semakin lama ditahan nafsu seks maka lebih dahsyat ketika keduanya bertemu dan bermain olah asmara.

2. Sengoh (katon blengah-blengah/kuning nyenengake)
Wanita ini berkulit kuning, banyak senyum agak gemuk sehingga sedap dipandang. Wanita seperti ini dapat membangkitkan keinginan untuk asmaratantra. Maksudnya ketika akan melakukan hubungan seksual dimulai dengan mencium daerah tertentu. Bagian-bagian yang dicium merupakan titik yang membangkitkan nafsu seks. Seperti mencium bibir, dahi, pipi, mata, atau bagian tubuh lainnya. Oleh sebab itu harus pintar-pintar mempelajari tekhnik berciuman, maksudnya berciuman yang membawa kenikmatan bagi keduanya.

3. Plongeh (eseme kadya paite madu)
Wanita seperti ini mempunyai senyum di galir matanya, mempunyai karakter setia dan rela berkorban untuk suaminya. Rela berkorban dalam artian mampu menerima apa yang suami inginkan dengan hati yang lapang dan ikhlas. Yaitu wanita yang dapat membuat pasangannnya mabuk kepayang ibarat terkena sihir cinta yang meluluhkan jiwa.

4. Ndemenaken (ora rewel ora nakal)
Wanita seperti ini mempunyai sinar muka, sinar mata dan tutur katanya memabukkan dan mengenakkan hati pasangannya. Penampilannya dapat membangkitkan asmaranala. Maksudnya perasaan birahi yang timbul dari hati ke hati, jadi hubungan seksual yang dijalankan harus dengan keikhlasan hati kedua belah pihak untuk mencapai kepuasan bersama. Laki-laki yang memperistrinya akan merasa beruntung, karena sikapnya yang tidak rewel dan tidak meminta yang aneh-aneh.

5. Sumeh (manis semu ngguyu)
Wanita ini mempunyai pancaran wajah yang menampakkan bahwa ia mempunyai hati yang sabar sehingga pasangnnya mempunyai ketertarikan untuk merayunya. Wanita ini dapat membuka asmaranada, yaitu ketika akan melakukan hubungan seksual dimulai dengan merayu melalui gandrung atau lagu-lagu cinta, sehingga akan hati pasangan menjadi luluh dan merasa terangsang.

6. Manis (becik ngresepake)
Wanita ini mempunyai ciri manis air mukanya, murah senyum, kontak matanya yang membuat orang terpesona karena mempunyai daya yang mengandung perbawa yaitu kekuatan yang timbul dari kelebihannya dalam berbagai hal. Wanita seperti ini mampu membuka asmaratura, yaitu untuk membuka birahi dengan mengerlingkan mata dengan tatapan hangat dan penuh kasih sayang. Karena mata merupakan pancaran suasana hati, jika ketika melakukan hubungan seksual mata kita mempunyai tatapan hangat penuh kasih sayang dan penuh gairah, maka nikmatlah hubungan seks tersebut.

7. Mrakati (manis nyenengake)
Tipe wanita seperti ini mempunyai ciri menarik hati dengan pandangan mata dan lafal bicaranya yang mampu menyejukkan hati pasangannya. Cahaya mata yang membuat hati luluh terkena sihir cinta berupa asmaraturida, yaitu yaitu ketika melakukan hubungan seksual selalu diringi nyanyian atau lagu-lagu bernuansa kasih sayang. Untuk mencapai kepusan bersama perlu rayuan-rayuan yang syahdu yang membuat hati terlena dan desahan-desahan yang membuat mabuk kepayang keduanya. Laki-laki yang memperistrinya akan beruntung sekali, karena untuk mendapatkannya membutuhkan usaha yang sangat keras untuk meluluhkan hatinya.

8. Jatmika (tangsah nganggo tata-trapsila)
Wanita ini mempunyai sifat yang sopan santun, sehingga yang memperistrinya akan mendapatkan ketenangan pikiran dan dapat membuka jalan penalaran yang benar. Untuk membuka birahi harus dengan pendekatan hati yang membuat jiwa bergetar. Yaitu cahaya mata yang mempunyai daya meluluhkan hati pasangan.

9. Susila (becik bebudine)
Wanita seperti ini mampunyai budi yang baik, hati yang narima dan legawa yang menjadi kelebihannya yaitu bisa menyatu dengan cahaya hati pasangannya. Sebagai wanita yang baik dan pengertian serta menjunjung tinggi tatakrama sebagai landasan menjalani kehidupan banyak lelaki yang mencari tipe wanita seperti ini. Sehingga lelaki yang memperistrinya akan mendapat suatu anugrah yang besar dari Tuhan.

10. Kewes (tarampil wicara)
Tipe wanita seperti ini mempunyai roman muka manis, cara berpakaian yang serba pas, tidak macam-mecam, sikap tegas, tajam pandangannya, membuat pasangannya tertarik untuk mengajak bicara. Bagi yang memperistrinya akan sangat beruntung, karena ia merupakan tipe ideal.

11. Luwes (ora wagu, gampang diatur)
Wanita ini mempunyai daya tarik terhadap pasangannya dengan cara bicara yang fasih dan lemah-lembut gerak-gerik anggota tubuhnya wanita seperti ini mampu menyenangkan pasangannya. Sehingga yang memperistrinya akan menjadi senang dan tentram hati saat memandangnya.

12. Gandes (luwes, kewes)
Hampir sama dengan tipe wanita luwes, tetapi wanita ini juga mempunyai tutur kata manis dan perilakunya menarik hati. Sehingga yang memperistrinya akan merasa sangat beruntung mendapatkan wanita dengan tipe ini, dengan memandangnya saja hati berdegup kencang.

13. Dhemes (sarta pas)
Wanita ini mempunyai ciri sikap yang tenang dengan tutur kata yang kalem dan sopan tingkah lakunya. Wanita ini dapat membuat hati pasangannya menjadi senang dan tentram melihat tingkahlakunya.

14. Sadhet (lincah)
Wanita ini mempunyai ciri sadhet atau tubuhnya berbentuk sedang bersifat cekatan dan tidak suka menyela saat ada yang berbicara. Dengan kelebihannya sebagai wanita yang cekatan, maka segala urusan rumah tangga cepat terselesaikan dan tentunya membuat pasangannya merasa puas dengan pelayanannya.

15. Bentrok (padet awake)
Wanita ini mempunyai ciri tubuh yang besar, tinggi, dan bersisi sehingga seimbang bentuk tubuhnya. Wanita ini mempunyai sifat yang sembada, yaitu selalu merasa cocok terhadap segala apapun. Dalam mengerjakan pekerjaan dengan teliti dan hati-hati sehingga pekerjaannya selesai dengan sempurna.

16. Lencir (duwur pawakane)
Wanita seperti ini berciri-ciri mempunyai postur tinggi semampai dan anggota tubuhnya berbentuk bulat berisi. Sehingga yang menatapnya akan terpesona dan ingin mengajak dia berasmaragama. Maksudnya sebelum melakukan hubungan seksual kedua pasangan tersebut melakukan puasa, jadi bila semakin lama ditahan nafsu seks maka lebih dahsyat ketika keduanya bermain olah asmara.

17. Sarenteg (cendik lan lemu)
Wanita ini mempunyai ciri sarenteg, artinya tinggi tubuhnya kurang tinggi, anggota tubuhnya bulat gemuk, dan buah dadanya gemuk. Wanita ini mempunyai sifat yang welas-asih terhadap pasangannya, akan tetapi bila pasangannya melakukan kesalahan maka kesalahan tersebut akan diingat-ingat seumur hidup dengan kata lain mempunyai hati pendendam. Jadi hati-hati bila menemui wanita seperti ini, harus pintar-pintar menjaga hati.

18. Lejag (polahe jag-jagan)
Wanita seperti ini patut dipertimbangkan untuk dijadikan pasangan hidup, sebab ia mempunyai kepribadian kurang dan tidak sedap tingkah lakunya. Biasanya wanita ini mempunyai ciri bertubuh agak kecil namun tinggi. Wanita seperti ini mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu sifat serik, iri,
dan dengki.

19. Rangkung (pawakan lencir cilik)
Wanita rangkung, berarti wanita yang mempunyai tubuh agak krempeng dengan anggota tubuhnya bulat besar dan posturnya kurang tinggi. Biasanya wanita tipe ini mempunyai sifat yang perhatian yang besar terhadap pasangannya, tetapi dibailk sifat perhatiannya ia juga mempunyai sifat iri, dengki, selalu berfikiran yang negatif. Bagi yang telah memperistrinya diharapkan dapat menjaga hati sehingga dapat meminimalisir sifat jeleknya.

Kebanyakan wanita memang tidak mengacu pada penjelasan di atas, namun kerap kali merupakan akumulasi kompleks dari tipe-tipe wanita tersebut, jadi untuk memilih pasangan yang baik harus melewati banyak pertimbangan demi mendapatkan pasangan yang baik. Mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobotnya. Menegaskan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tipe wanita terdiri dari beberapa macam dan kesatuan yang membuat seorang wanita tersebut sempurna dilihat oleh lawan jenisnya.

Sedikit banyak masukan dari uraian diatas merupakan gambaran dari beberapa jenis wanita Jawa khususnya yang merupakan tipe ideal yang diharapkan seorang laki-laki. Namun dengan bijaksana menyikapi hal tersebut wanita dengan menjadi diri sendiri serta percaya dengan kemampuan sendiri itu lebih baik.


Referensi:
Kamajaya. 1985. Serat Centhini. Yogyakarta: CV. Surya Gading.
Kamajaya. 1985. Serat Centhini Latin. Yogyakarta: Yayasan Centhini.
Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Senin, 11 Desember 2017

Mitos jawa memilih waktu yang tepat untuk bercinta

Mitos Orang Jawa dalam Memilih Waktu yang Tepat untuk Bercinta

Pasangan bercinta


kehidupan orang Jawa banyak dipengaruhi mitos, hal ini tampaknya berkaitan dengan paham kejawen yang mereka anut. Mitos di Jawa erat kaitannya dengan keyakinan atau kepercayaan. Banyak ragam mitos orang Jawa, misalnya mitos larangan, mitos tentang dewa-dewa, mitos ajisaka, mitos semar dan lainnya.

Seperti ajaran tentang seks dalam masyarakat Jawa juga melewati sastra baik sastra lisan maupun sastra tulis, yaitu karya sastra. Sebagai contoh, sastra lisan unen-unen yang berbunyi witing tresno, jalaran saka kulina. Tidak banyak orang yang tahu arti dari unen-unen tersebut, dibalik itu semua terdapat arti yang sangat mendalam dalam kehidupan manusia, karena tiada cinta tanpa mengenal siapa dan bagaimana orang yang dekat, dengan kata lain cinta tumbuh dengan sendirinya karena suatu kebiasaan. Secara sadar atau tidak sadar, hubungan persahabatan atau lainnya, antara laki-laki dan perempuan pasti melibatkan emosi atau perasaan, maka semakin dekat hubungan mereka maka semakin dekat pula hubungan emosi di antara keduanya.

Masyarakat Jawa juga mempercayai bahwa bercinta pada malam tertentu akan bertuah baik dan tidak baik. Mitos tersebut telah dipercayai secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Hal diperkuat oleh sabda Kanjeng Nabi Muhammad dalam Ensiklopedi Serat Centhini ketika menasehati Dewi Fatimah dan Sayid Ali mengenai menunaikan kewajiban suami istri adalah sebagai berikut, “Wahai Ali, nasihatku, jangan engkau bercinta pada tanggal satu atau akhir bulan, keduanya tidak baik. Jika jadi anaknya kecil, lagi pula jangan bercinta tanpa lampu penerangan. Jika kelak menjadi anak, maka anakmu bodoh dan kurang berbudi. 

Jangan pula bercinta pada hari Ahad dan malamnya. Jika jadi anak, maka anaknya menjadi penjahat. Juga jangan bercinta pada hari Rabu dan malamnya, itu tidak baik sebab bila jadi anak maka anaknya akan celaka. Jangan bercinta pada waktu fajar, itu juga tidak baik. Jika jadi anak, maka anaknya akan kelewat hina. Jangan pula ditengah hari, jika jadi anak, dia akan menjadi tukang jampi. Begitu pula jangan bercinta pada malam menjelang hari raya, sebab jika jadi anak, akan menjadi durhaka pada ayah ibunya. Jangan pula bercinta pada saat menjelang hari raya besar, kemungkinan bila jadi anak, akan menjadi siwil adatnya.

Jangan bercinta di tempat yang terkena sinar matahari, sebab anaknya kelak akan menjadi anak yang jauh rezeki. Lagi pula jangan bercinta sambil berdiri sebab anaknya kelak akan menjadi anak yang mempunyai sakit beser, sedikit-sedikit kencing. Jangan pula bercinta pada hari Sabtu juga malamnya, sebab anaknya akan celaka dengan air, bisa tenggelam dalam kolam atau terkena musibah banjir. Jangan pula bercinta dengan mengusap vagina dan penis dengan kain jarik atau pakaian, tetapi lebih baik diusap dengan kain yang tidak dipakai anggota tubuh, sebab anaknya akan menjadi kurang baik budinya.

Jangan bercinta sambil berbicara dan menggunjing, sebab anaknya kelak akan menjadi suka menganiaya. Jangan bercinta dengan melihat vagina, anaknya akan menjadi biadab, jangan bercinta dibawah pepohonan, anaknya suka menganiaya. Juga jangan bercinta menjelang malam Barahat, sebab anaknya kelak akan mempunyai penyakit yang tak kunjung sembuh. Janganlah bercinta di penginapan, kelak anaknya akan celaka sekali. Jangan bercinta pula saat istri datang bulan, sebab bila jadi anaknya akan menderita penyakit kusta. Bila wanita sedang haid jangan menggodanya, lebih baik mencari pelampiasan lain.

Jangan pula bercinta pada Sabtu Legi, anaknya jelek juga gila. Jangan bercinta pada malam 3 grebeg Maulud, Puasa, Besar, itu tidak baik, anaknya akan menderita penyakit ayan. Hindarilah bercinta Sabtu Legi dan malam 3 Maulid tersebut, alangkah lebih baik tahanlah rasa syahwat tersebut. Karena larangan orang tua itu bila dilanggar, akan mendapat mara bahaya.

Baiknya bercinta pada malam Senin, anaknya akan rajin mengaji. Bercintalah pada hari Selasa menuju siang, anaknya banyak yang suka. Bercintalah pada hari Kamis, anaknya banyak rejeki. Bercintalah pada malam Jum’at, anaknya akan pandai. Serta bercinta pada hari Jum’at dan Kamis, anaknya akan menjadi penghulu. Saat bercinta mulailah dengan berdoa, membaca basmalah dan taawud. Bila tidak anaknya akan kurang berbudi.

Bercinta setelah Duha itu juga baik, kerena anaknya akan menjadi ulama dan banyak rejekinya. Itu semua adalah perkataan para orang tua, bila dilaksankan akan mendapatkan kebaikan dan jauh dari mara bahaya, untuk menghindari naas atau kejelekan alangkah baiknya menghindari bercinta padaa tanggal-tanggal tertentu, seperti menghindari naas para Nabi. Pada tanggal 13 Asyura Nabi Ibrahim dibakar, tanggal 3 Maulid Nabi Adam turun ke bumi. Tanggal 16 Robiul akhir Nabi Yusuf diamsukkan sumur, tanggal 5 Jumadil Nabi Nuh tenggelam beserta kaumnya yang ingkar, awal Puasa Nabi Musa terjun ke laut.

Tanggal 24 Puasa Nabi Yunus dimakan ikan paus, tanggal 25 Besar Nabi Muhammad dilempar batu hingga tanggal 2 giginya. Juga menghindari tanggal 3, 5, 13, 16, 24, 25 disetiap bulan karena tidak baik. Juga bulan Puasa, Syawal, Dulkaidah pantangan untuk bercinta adalah pada hari Jumat. Bulan Besar, Sura, Sapar pantangan untuk bercinta jatuh pada hari Sabtu dan Ahad. Bulan Maulid, Rabingulakir, Jumadil awal pantangan untuk bercinta terdapat pada hari Senin dan Selasa. Bulan Jumadil akir, Rajab, Ruwah pantangan untuk bercinta adalah pada hari Rabu dan Kamis.

Melihat pandangan di atas, masyarakat Jawa sangat mempercayai akan hal tersebut karena sifat masyarakat Jawa sangat menghargai petuah atau ajaran leluhurnya. Mitos-mitos tentang mempercayai hari-hari tertentu untuk melakukan hubungan seksual dan tidak melakukan hubungan seksual sangat lekat pada masyarakat Jawa. Memang banyak yang tidak percaya terhadap mitos-mitos tersebut, tetapi banyak pula yang telah membuktikan kebenaran mitos tersebut.

Menyikapi hal tersebut alangkah bijaksana kita bisa mengambil hikmah dibalik mitos tersebut dan menjalankannya untuk mendapatkan keturunan yang baik dan berguna bagi orang tua, masyarakat, dan nusa bangsa. Sikap bijaksana juga dijalankan dalam menyikapi pernyataan di atas, dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah zat yang Maha Mengetahui dan Maha Berkehendak.

Penjelasan di atas mengacu pada Serat Centhini (1985: 90-99) I jilid pupuh Sinom dan Asmaradana. Dalam pupuh tersebut dijelaskan tentang berbagai macam hari baik dan buruk untuk melakukan hubungan suami istri. Ditegaskan pula bagaimana pantangan terhadap hari-hari yang disebutkan, ada pula nasehat-nasehat bagi pasangan yang baru menikah untuk melakukan hubungan badan. Pemilihan hari yang baik demi mendapatkan keturunan yang baik. Seperti telah dijelaskan bahwa melakukan hubungan seks pada malam Senin, anaknya akan menjadi anak yang rajin mengaji, hari Selasa menuju siang, anaknya akan banyak yang suka dan menjadi idola bagi orang-orang, hari Kamis anaknya akan banyak rejeki merupakan pengharapan menjadi orang yang sukses dalam bidangnya kelak, bercinta pada malam Jum’at, anaknya akan pandai kaya ilmu dunia dan akhirat (agama). Bercinta pada hari Jum’at dan Kamis, anaknya akan menjadi penghulu dan banyak memberi pertolongan bagi sesamanya.

Ada pula hari yang pantang untuk melakukan hubungan seks, yaitu hari saat naas nabi-nabi juga hari-hari berikut yaitu pada hari Sabtu Legi, anaknya jelek juga gila, menjadi aib keluarga kebanyakan penyakit gila yang menjadi bawaan lahir. Jangan bercinta pada malam 3 grebeg Maulud, Puasa, Besar, anaknya akan menderita penyakit ayan dan kunjung tiada obatnya. Juga jangan bercinta saat wanita haid, anaknya akan mempunyai penyakit kusta. Jadi secara garis besar nasehat-nasehat itu menjadikan suatu pegangan dan petuah sendiri untuk melakukan hubungan seks demi mendapatkan keturunan yang baik secara jasmani dan rohani.


Referensi:
Kamajaya. 1985. Serat Centhini. Yogyakarta: CV. Surya Gading.
Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Dwiyanto, Djoko. 2008. Ensiklopedi Serat Centhini. Yogyakarta: Panji Pustaka.

Rabu, 06 Desember 2017

9 Faktor permasalahan hutang kartu kredit

Kartu kredit

Kartu kredit adalah salah satu bentuk produk keuangan sebagai alat pembayaran. Sistem pembayaran elektronik memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi, cepat, mudah, aman, nyaman, oleh karena itu keberadaan kartu kredit membuat semakin praktisnya pembayaran, karena pengguna kartu kredit tidak perlu memegang uang tunai. Prinsip kartu kredit adalah “buy first pay later”, yaitu para pengguna kartu kredit dapat bertransaksi terlebih dahulu tanpa perlu memikirkan uang tunai yang mereka miliki saat itu. Prinsip ini berguna ketika kartu kredit sebagai jaminan atau uang muka, seperti pembelian mobil, rumah, atau pembayaran rumah sakit.

Dari pengalaman-pengalaman negara Hongkong SAR, Korea Selatan, Taiwan, Amerika, dan Indonesia dapat diambil beberapa faktor-faktor yang mengubah hutang kartu kredit menjadi sebuah masalah bagi industri perbankan dan negara, sebagai berikut:

1. Keadaan Ekonomi Makro yang Tidak Stabil
Keadaan makroekonomi yang tidak stabil penyebab pertama terjadinya krisis perbankan. Dari negara-negara yang digunakan dalam penelitian ini, peningkatan penggunaan dan hutang kartu kredit yang cepat diakibatkan oleh peralihan pemerintah ke sektor konsumsi karena menurunnya sektor investasi dan ekspor. Hutang rumah tangga melalui hutang kartu kredit dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara melalui pertumbuhan sektor rumah tangga, seperti yang terjadi di Korea Selatan, Hongkong SAR, dan Taiwan. Pemerintah negara tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi yang telah mengalami resesi akibat krisis Asia tahun 1997.

Selanjutnya negara Amerika juga mengalami permasalahan hutang kartu kredit yang juga dipengaruhi oleh keadaan makro ekonomi yang tidak stabil akibat krisis Global 2008. Krisis ini meningkatkan tingkat pengangguran di Amerika dan membuat pengguna kartu kredit mengalami kesulitan membayar hutangnya. Akibatnya, hutang kartu kredit menjadi ketakutan krisis selanjutnya bagi Amerika karena kartu kredit sudah menjadi gaya hidup transaksi mayoritas bagian dan masyarakat Amerika.

2. Gelembung Hutang Kartu Kredit (Credit Bubble)
Asset price bubbles atau credit booms – bust atau credit crunch memicu krisis keuangan. Credit bubble adalah menggelembungnya hutang kartu kredit dan meledak. Menggelembungnya hutang kartu kredit terlihat dari semakin besarnya hutang kartu kredit yang dimiliki negara hingga mulai terganggu fungsi intermediasinya karena tidak ada kewajiban hutang yang terbayarkan.

Hutang kartu kredit meledak ketika perbankan dan lembaga kartu kredit menggunakan wewenangnya untuk meningkatkan tingkat bunga, biaya yang wajib dibayar per bulan, dan biaya pinalti keterlembatan untuk menghindari gagal bayar. Bukan terhindarnya gagal bayar, tetapi semakin besarnya pengguna yang gagal bayar dan mengajukan kebangkrutan pribadi. Pemotongan pendapatan dan penghilangan hak hutang dari penerbit kepada pemegang kartu kredit membuat pemegang kartu kredit semakin tidak mampu membayar hutang mereka di sisi lain mereka memiliki kehidupan yang perlu dibayar. Kebijakan penghentian hak hutang pemegang kartu kredit dari kesepakatan terdahulu ditetapkan agar jumlah hutang tidak semakin besar, baik untuk penerbit kartu kredit tetapi bagi pemegang kartu kredit yang tidak lagi memiliki pendapatan dan aset yang cukup untuk menutup hutang mereka menjadi tombak karena gali lubang tutup lubang tidak bisa digunakan.

3. Ketidaksiapan Penerbit Kartu Kredit dan Pemerintah Menghadapi Liberalisasi Keuangan
Liberalisasi keuangan adalah membuat semakin efisienya sistem pembayaran dan transaksi dalam sistem keuangan. Industri kartu kredit adalah salah satu bentuk liberalisi keuangan. Ketidaksiapan dalam liberalisasi keuangan dalam industri kartu kredit menjebak penerbit kartu kredit, pemegang kartu kredit, dan pemerintah.

Ketidaksiapan liberalisasi keuangan terlihat dari kurangnya pengetahuan dan pengalaman pelaku kartu kredit baru ataupun lama di industri kartu kredit. Bentuk ketidaksiapan adalah proses penyaringan peminjam dan standar peminjaman (underwriting standard) yang dianggap ringan hingga standarnya diturunkan untuk mendapatkan pemegang kartu kredit, seperti apakah memiliki pendapatan, kemampuan membayar kewajiban, dan riwayat pinjaman calon pemegang kartu kredit. Bentuk ketidaksiapan yang lain adalah terbatasnya infrastruktur pelaporan dan saling berbagi informasi tentang kredit, seperti riwayat pemegang kartu kredit yang baik atau buruk, siapa yang memiliki kartu kredit di suatu penerbit, dan seberapa besar kewajiban pengguna tersebut. Meskipun terbatasnya infrastruktur pelaporan kredit, beberapa lembaga penerbit dan perbankan sengaja menyembunyikan informasi sebagai bentuk monopolisitik industri kartu kredit bagi perusahaan mereka.

4. Manajemen Hutang Pemegang Kartu Kredit yang Buruk
Hutang kartu kredit macet yang besar ketika tidak dimanajemen dengan baik akan membawa penggunanya bukan sebagai pengguna gagal bayar, tetapi menjadi personal bankruptcy. Besarnya hutang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu pertama pengguna kartu kredit ingin memenuhi standar hidup tinggi yang tidak bisa mereka capai tanpa kartu kredit, karena alasan status dan ingin kehadirannya dihormati.

Kedua, penggunaan kartu kredit yang tidak semestinya seperti perjudian dan menggunakannya untuk mayoritas konsumsinya tanpa melihat apakah dia mampu melunasi atau tidak. Ketiga, ekspektasi pengguna bahwa pendapatan mereka akan bertambah di masa yang akan datang dan pemikiran bahwa dia besok akan mendapatkan pekerjaan. Pemikiran ini mendorong penggunanya untuk melakukan konsumsi di atas kemampuan rata-ratanya karena berpikir besok akan bisa melunasinya. Tetapi ketika ekspektasi tersebut tidak terjadi, yang terjadi adalah penumpukan hutang yang belum terbayarkan dan pengeluaran yang berlebihan hingga melebihi pendapatan (over budget).

Ketika pengguna kartu kredit dihadapkan pada hutang yang menumpuk dan relatif besar, mereka seharusnya tidak lagi menggunakan hutang-hutangnya dan mulai mencari pendapatan untuk segera melunasi hutang. Tetapi khususnya revolvers yang mengalami kecanduan akan kartu kredit akan terus menggunakan hutangnya hingga mulai sadar sudah mencapai batas limit kreditnya, sehingga hutang semakin besar dan menjadi beban hidup mereka.

5. Informasi Asimetris
Informasi asimetris merupakan faktor utama terciptanya pemegang kartu kredit bermasalah dan pemegang kartu kredit yang gagal bayar. Informasi asimetris diwakili dengan kurangnya informasi pokok tentang pemegang kartu kredit kartu kredit dan informasi tentang industri kartu kredit. Informasi asimetris disebabkan oleh turunnya standar pinjaman akibat kompetisi antar pembuat kartu kredit, kurangnya pengalaman dan pengetahuan para pelaku industri kartu kredit, dan penerbit kartu kredit yang tidak transparan.

Salah satu standar peminjaman adalah penyaringan pemegang kartu kredit yang sesuai (screening) seperti apakah memiliki pendapatan yang sesuai, mampu membayar kewajiban, dan riwayat kredit calon maupun pemegang kartu kredit. Karena turunnya standar peminjaman untuk mendapatkan pengguna yang banyak, terdapat pengguna yang tidak memiliki pendapatan bisa memperoleh kartu kredit hingga yang memiliki pendapatan rendahpun dapat memiliki kartu kredit dengan limit yang diminta pengguna. Dampak informasi asimetris mengenai pengguna berdampak pada pemberian proporsisi hutang yang tidak sesuai seperti lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dan tabungan aktual mereka.

Informasi asimetris tidak hanya dari pengguna tetapi juga dalam bentuk tidak transparannya penerbit kartu kredit kepada calon atau pemegang kartu kredit mengenai dampak negatif dari kartu kredit, seperti wewenang penerbit untuk mengubah tingkat bunga, batas minimum pembayaran perbulan dan biaya pinalti keterlambatan, kemudian memanfaatkan minimnya pengetahuan pengguna mengenai fungsi tingkat bunga yang bersifat eksponen bukan aritmatika.

6. Penipuan Manajemen oleh Penerbit Kartu Kredit
Penipuan manajemen adalah ketika penerbit kartu kredit atau oknum tertentu menggunakan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Penipuan yang sering terjadi adalah pemberian informasi tentang industri kartu kredit yang kurang transparan dari lembaga penerbit kepada pengguna kartu kredit, khususnya dampak-dampak apa yang akan terjadi jika pengguna kartu kredit telat dan/atau gagal bayar, perhitungan tingkat bunga, charge, dan fee.

Penerbit kartu kredit sering menawarkan kartu kredit hanya dengan informasi tingkat bunga rendah hingga 1 persen, reward, bonus, dan kemudahan. Ketika pengguna kartu kredit terlambat membayar, banyak penerbit kartu kredit menerapkan universal default, yaitu penggandaan tingkat bunga dan biaya pinalti yang tak diketahui dengan pasti batas besarannya oleh pemegang kartu kredit. Hal-hal inilah yang membebani pemegang kartu kredit untuk membayar tagihan hingga terjadi kredit macet. Sebagai contoh kasus di Indonesia, terdapat pemegang kartu kredit yang memiliki hutang kartu kredit sebesar Rp 17 juta dengan limit kartu kredit Rp 4 juta. Pemegang kartu kredit tidak lagi menggunakan kartu kredit karena telah mengalami kebangkrutan. Namun, setelah 10 tahun berlangsung tidak memakai kartu kredit, keluarga dekat pemegang kartu kredit tersebut mendapatkan telepon yang mengagetkan dari salah satu penerbit kartu kredit terkait, yaitu hutang kartu kredit yang harus dibayar pemegang kartu kredit tersebut telah mencapai Rp 107 juta.

7. Kurangnya Manajemen Resiko Kredit yang Diterapkan Penerbit Kartu Kredit
Kompetisi intensif antar penerbit kartu kredit untuk mendapatkan keuntungan tinggi membuat mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pemegang kartu kredit yang baru. Pelonggaran standar pinjaman yang meningkatkan resiko pengguna yang gagal bayar dan masalah likuiditas bagi perbankan dan lembaga penerbit.

Pelonggaran standar pinjaman menunjukkan bahwa manajemen resiko yang dilakukan perbankan dan lembaga penerbit tidak tepat. Ketidaktepatan ini memperbesar hubungan antara pelonggaran standar pinjaman dengan pengajuan personal bankruptcy karena kurangnya informasi akan kemampuan para pemegang kartu kredit membayar kewajibanya.

8. Kesalahpahaman Penerbit Kartu Kredit dan Hyperbolic Discounters Tentang Keberadaan Kartu Kredit
Kesalahan utama bagi pemegang kartu kredit adalah menganggap kartu kredit sebagai sumber pendapatan selain pendapatan dan tabungan aktual yang mereka miliki terutama pengguna yang masuk dalam kategori revolvers atau hyperbolic discounters. Kesalahan yang kedua adalah menyalahgunakan kartu kredit bukan untuk kebutuhan mereka tetapi lebih kepada keinginan dan kesenangan seperti perjudian. Dalam kasus ini, ibaratnya memberi gula kepada pasien diabetes.

Kemudian, kesalahpahaman penerbit kartu kredit adalah menganggap kartu kredit menjadi obligasi, yaitu mendapatkan profit tetap dari tingkat bunga personal loan yang tinggi karena resiko kredit macet yang tinggi. Selain itu, mereka juga menjadikan kredit konsumsi menjadi aktifa produktif untuk mendapatkan penerimaan yang berkelanjutan dengan mengubah sudut pandang keuntungan terbesar bukan berasal dari orang yang melunasi hutang mereka, tetapi pemegang kartu kredit yang konstan berhutang kepada penerbit kartu kredit. 

Bank-bank memosisikan revolvers atau hyperbolic discounters menjadi sasaran empuk dan tidak memikirkan dampak negatif dari resiko kredit macet para revolvers atau hyperbolic discounter terutama ketika mereka mendominasi pengguna industri kartu kredit penerbit tersebut. Akibatnya, ketika terjadi kredit macet, pemegang kartu kredit berhadapan pada beban hutang yang besar dan debt collector, kemudian penerbit kartu kredit berhadapan pada NPL yang dapat terus meningkat hingga mengarahkan mereka ke dalam masalah likuiditas.

9. Kesalahan Penetapan Kebijakan Oleh Pemerintah
Pertumbuhan ekonomi merupakan hal penting yang mencerminkan kekuatan ekonomi negara. Ketika kartu kredit dapat menyeimbangkan perekonomian pemerintah menetapkan kebijakan untuk menyuburkan pertumbuhuan kartu kredit dengan menciptakan kondisi yang mudah bagi para pelaku industri kartu kredit.

Kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah adalah bergantung pada sektor konsumsi yang beresiko bubble dan melakukan ekspansi kredit yang pesat. Ketika ratio household loan to disposable income lebih dari 50 persen, hal ini menunjukkan bahwa terdapat banyak pemegang kartu kredit yang memiliki proporsisi hutang lebih besar dibanding pendapatan aktual. Dari inilah gelembung hutang mulai meledak dan dapat mengganggu sistem perbankan dan sistem keuangan.

Pembuat kebijakan seharusnya meminimalkan resiko hutang dan memperlambat pertumbuhan kredit karena resikonya yang besar, bukan menampilkan kekuatan ekonomi bubble yang akhirnya menciptakan resesi dan pengeluaran fiskal yang besar karena terjadinya krisis perbankan.


Referensi:
Mansfield, Phylis M., Mary Beth Pinto, dan Cliff A. Robb. 2013. Consumers and Credit Cards: A Review of The Empirical Literature. Journal of Management and Marketing Research.
Vodová, Pavla. 2003. Credit Risk as A Cause of Banking Crises. Silesian University, School of Business Administration, Department of Finance, Czech Republic.
Ogilvie, Don. 2009. Crisis in The Credit Card Industry – Navigating The Perfect Storm. Deloitte Center for Banking Solutions.

Senin, 04 Desember 2017

Tindakan dan cara menyelamatkan diri dari angin topan

Angin topan

Angin topan adalah pusaran angin kencang yang terjadi disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.  Angin Puting Beliung atau angin topan juga berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain sesuai dengan sebutan di daerah masing-masing diantaranya: Orang Jawa menyebut Angin Puting Beliung adalah Angin Leysus atau Angin Puyuh, di Sumatera disebut angin Bahorok dan di Negara lain seperti di Amerika angin sejenis ini disebut Tornado yang mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Persiapan jauh-jauh hari sebelum musim siklon ( angin topan ) datang dapat mengurangi kerusakan di properti milik Anda serta menghemat waktu dalam kondisi darurat. Anda dapat melakukan persiapan sebelum musim siklon ( angin topan ) dengan cara :

1. Memangkas bersih cabang-cabang pohon yang di sekitar rumah Anda.
2. Memasang daun ( bingkai ) jendela , atau setidaknya menutup jendela dengan bahan terbuat dari logam.
3. Bersihkan area di sekitar rumah Anda dari bahan-bahan material yang tidak terpakai karena benda tersebut dapat diterbangkan oleh angin yang sangat kencang, sehingga bisa melukai seseorang atau menimbulkan kerusakan pada bangunan.
4. Pastikan kotak peralatan darurat selalu ada di dekat Anda , termasuk pesawat radio yang menggunakan baterai, senter dan baterai cadangan.
5. Simpan daftar nomor-nomor darurat yang berguna bagi keselamatan Anda.

Tindakan ketika peringatan cuaca untuk angin topan atau badai besar disiarkan:
1. Cabut kabel peralatan listrik dan semua antena luar televisi dan radio.
2. Matikan aliran listrik dan gas apabila diinstruksikan oleh petugas-petugas keadaan darurat.
3. Amankan perabot luar rumah dan semua barang-barang di kebun.
4. Isi timba-timba dan bak mandi dengan air bersih kalau-kalau ada gangguan terhadap aliran air leding.
5. Tutup jendela dengan kerai atau tempelkan pita berperekat pada jendela dalam pola silang menyilang menggunakan pita yang kuat dan tutuplah gorden jendela.
6. Parkir kendaraan di bawah atap, jauh dari pohon-pohon, kabel listrik dan aliran-aliran air.
7. Kalau tidak ada tempat di bawah atap untuk kendaraan anda, ikatlah selimut dengan kencang di atasnya untuk memperkecil kerusakan-kerusakan akibat hujan es;
8. Pastikan semua anggota keluarga aman dan berlindung di dalam ruang terkuat di dalam rumah.
9. Bawalah Perlengkapan Keadaan Darurat bersama anda ketika berlindung dari badai dan angin topan.
10. Dengarkan stasiun radio setempat untuk berita-berita baru tentang kejadian-kejadian, peringatan-peringatan lebih lanjut dan pesan-pesan keamanan. 

Tetaplah waspada jika ada peringatan badai angin topan dan bersiap-siap mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri karena bencana tidak akan tahu kapan datangnya.