Alam Semesta

Alam semesta ini sangat luas, banyak miliyaran bintang-bintang di luar angkasa. Ingin sekali menjelajah antar bintang dengan menggunakan pesawat pribadi. Untuk mengetahui ciptaan allah yang maha besar ini

Arsip Info

Kamis, 11 Januari 2018

8 Cara perawatan kehamilan oleh ibu hamil

Ibu hamil

Kehamilan dan pada hakekatnya kodrat alam yang harus dijalankan kaum wanita yang sekaligus dapat merupakan ancaman yang terhadap keselamatan jiwanya, agar hal tersebut tidak merupakan ancaman yang serius maka kehamilan perlu perawatan disertai pertolongan yang baik. Perawatan kehamilan sebagai suatu sub system pelayanan kesehatan sangat terkait dengan fungsi reproduksi wanita maka upaya tersebut sangat ditentukan oleh perilaku ibu sendiri.

Perawatan pada kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat salah satunya adalah dengan pemeriksaan kehamilan.Untuk menekan angka kematian Ibu akibat melahirkan kelak, sehingga kesejahteraan ibu betul-betul sudah diperhatikan sejak masa nifas.Kelainan kehamilan dapat diketahui secara dini sehingga bisa diantisipasi secara dini, kelainan-kelainan selama kehamilan. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. 

Perawatan kehamilan atau pemeriksaan kehamilan ini penting karena berguna dalam mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu, memonitor kesehatan ibu dan janin supaya persalinannya aman, agar tercapainya kesehatan bayi yang optimal, mendeteksi dan mengatasi dini komplikasi dan penyakit kehamilan yang mungkin dapat muncul misalnya: hipertensi dalam kehamilan diabetes dalam kehamilan (gestasional diabetes), anemia, janin dengan berat badan rendah, kehamilan anggur, plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir), infeksi dalam kehamilan misalnya keputihan atau imfeksi saluran kemih dan lain-lain.

Berikut ini adalah cara perawatan kehamilan, yaitu:

1. Makan makanan yang sehat dan bergizi empat sehat lima sempurna.
2. Hindari merokok minuman beralkohol, narkotika, obat terlarang.
3. Cukup istirahat dan hindari pekerjaan berat.
4. Menjaga kebersihan diri dan dan lingkungan.
5. Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
6. Merawat payudara.
7. Memperoleh suntikan TT (Anti tetanus).
8. Memeriksa secara teratur ketempat pelayanan kesehatan (Bidan Praktek Swasta, Puskesmas, Dokter Praktek swasta) sedikitnya 4x selama kehamilan :
  • Tiga bulan pertama 1x.
  • Tiga bulan kedua 1x.
  • Tiga bulan ketiga 2x.
  • Apabila menderita penyakit harus memriksakan kedokter, tidak boleh minum obat tanpa sepengetahuan tenaga kesehatan.
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan).Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran).

Asuapan makanan bergizi sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi pada saat kehamilan sampai melahirkan. Status gizi ibu hamil dapat dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi dan keadaan kesehatan ibu hamil selama kehamilan, berbagai resiko dapat terjadi jika ibu hamil mengalami kurang gizi yaitu abortus, bayi lahir mati, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan retardasi mental. Pada ibu hamil yang kekurangan gizi maka perlu pemberian kalori tambahan agar tubuh segera mengalami kondisi yang ideal, meskipun berbagai literatur menyebutkan bahwa ibu hamil kurang gizi, bisa melahirkan anak tanpa ada kelainan apapun. Akan tetapi risiko kehamilan serta saat melahirkan tentunya lebih tinggi dibandingkan ibu hamil dengan kondisi gizi yang sempurna.

Sabtu, 06 Januari 2018

4 Dampak negatif bahaya poligami pada anak

Bahaya poligami
Betapa bahagia dan indahnya apabila semua orang tua bisa mendidik anaknya dengan baik serta membentuknya menjadi pribadi yang shaleh, tentunya pertama kali yang mesti mereka terapkan adalah memperbaiki perilakunya sendiri dalam keluarganya. Jadi, jika seorang ayah tidak dapat menjamin akan dapat berlaku adil maka ia harus mengubur niatnya untuk berpoligami dan mulai memikirkan cara untuk memperbaiki keadaan keluarga dan perkembangan psikologi anak yang tak berdosa yang bisa menjadi korban dari kerusakan atau penyelewengan moral akibat tatanan keluarga yang tak utuh. Keadaan keluarga sangat mempengaruhi perjalanan hidup dan masa depan anak karena lingkungan keluarga merupakan arena dimana anak-anak mendapatkan pendidikan pertama, baik rohani maupun jasmani.

Sudah menjadi keharusan bagi orang tua untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya, karena anak-anak yang tidak mendapatkan bimbingan dan pendidikan yang wajar dari orang tuanya akan menimbulkan kelemahan pada diri anak dalam perkembangan dan pertumbuhan psikologisnya. Kalau hal ini diasumsikan ke dalam keluarga yang berpoligami, maka sudah dapat dibayangkan bagaimana hubungan antara anak dengan ayahnya. Seorang ayah yang berpoligami berarti ia harus menghadapi lebih dari satu keluarga yang harus diurus dan dipimpinnya. Dengan memimpin dua rumah tangga atau lebih, berarti ayah tidak selamanya berada dan menetap pada satu rumah tangga isterinya. 

Akan tetapi senantiasa berpindah-pindah dari rumah isteri yang satu ke rumah isteri yang lain dan seterusnya. Dengan keadaan seperti demikian itu, maka kesempatan seorang ayah untuk bertemu dengan dan bergaul dengan anak-anaknya sangatlah terbatas. Hal itu berarti terbatas pula waktu untuk bertemu dan bergaul dengan anak-anaknya secara continu. Kondisi rumah tangga dalam bentuk demikian menyebabkan banyak di antara anak-anak yang ayahnya berpoligami itu terlantar pendidikannya. Dan selanjutnya mempengaruhi perkembangannya, misalnya anak menjadi pemalas dan kehilangan semangat dan kemampuan belajarnya. Di samping itu tidak jarang menimbulkan terjadinya kenakalan-kenakalan dan traumatik bagi anak hingga mereka berkeluarga. 

Terjadinya tindakan-tindakan atau kasus-kasus tersebut merupakan akibat negatif dari keluarga yang berpoligami yang disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:

Pertama, anak merasa kurang disayang. Salah satu dampak terjadinya poligami adalah anak kurang mendapatkan perhatian dan pegangan hidup dari orang tuanya, dalam arti mereka tidak mempunyai tempat dan perhatian sebagaimana layaknya anak-anak yang lain yang orang tuanya selalu kompak. Adanya keadaan demikian disebabkan karena ayahnya yang berpoligami, sehingga kurangnya waktu untuk bertemu antara ayah dan anak, maka anak merasa kurang dekat dengan ayahnya dan kurang mendapatkan kasih sayang seorang ayah.

Kurangnya kasih sayang ayah kepada anaknya, berarti anak akan menderita karena kebutuhan psikisnya yang tidak terpenuhi. Selain itu, kurangnya perhatian dan pengawasan dari ayah kepada anak-anaknya akan menyebabkan anak tumbuh dan berkembang dengan bebas. Dalam kebebasan ini anak tidak jarang mengalami dekadensi moral karena dalam pergaulannya dengan orang lain yang terpengaruh kepada hal-hal yang kurang wajar.

Kedua, tertanamnya kebencian pada diri anak. Pada dasarnya tidak ada anak yang benci kepada orang tuanya, begitu pula orang tua terhadap anaknya. Akan tetapi perubahan sifat tersebut mulai muncul ketika anak merasa dirinya dan ibunya ”ternodai” karena ayahnya berpoligami. Walaupun mereka sangat memahami bahwa poligami dibolehkan (sebagaimana dalam QS An-Nisa ayat 3) tapi mereka tidak mau menerima hal tersebut karena sangat menyakitkan. Apalagi ditambah dengan orang tua yang akhirnya tidak adil, maka lengkaplah kebencian anak kepada ayahnya.

Kekecewaan seorang anak karena merasa dikhianati akan cintanya dengan ibunya oleh sang ayah akan menyebabkan anak tidak simpati dan tidak menghormati ayah kandungnya.

Ketiga, tumbuhnya ketidak percayaan pada diri anak. Persoalan yang kemudian muncul sebagai dampak dari poligami adalah adanya krisis kepercayaan dari keluarga, anak, dan istri. Apalagi bila poligami tersebut dilakukan secara sembunyi dari keluarga yang ada, tentu ibarat memendam bom waktu, suatu saat lebih dahsyat reaksi yang ada. Sesungguhnya poligami bukan sesuatu yang harus dirahasiakan tapi sesuatu yang sejatinya harus didiskusikan, jadi jangan ada dusta di antara suami, istri, dan anak. Komunikasi dan diskusi tersebut tidak dilakukan oleh suami karena seorang suami ingin melakukan poligami dikarenakan alasan seks semata.

Keempat, timbulnya traumatik bagi anak. Dengan adanya tindakan poligami seorang ayah maka akan memicu ketidak harmonisan dalam keluarga dan membuat keluarga berantakan. Walaupun tidak sampai cerai tetapi kemudian akan timbul efek negatif, yaitu anak-anak menjadi agak trauma terhadap perkawinan. 

Berangkat dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa orang yang pertama dan utama bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup dan pendidikan adalah orang tua (keluarga). Akan tetapi dalam hal ini dimana orang tua memikul tanggung jawab dalam kaitannya dengan pendidikan anak-anak, karena apabila orang tua kurang memperhatikan dan memberikan motivasi terhadap pendidikan anak-anaknya maka lambat laun anak-anaknya pun kurang memperhatikan sekolahnya dan bahkan akan putus sekolah.

5 Dampak poligami ayah terhadap anak

Poligami

Untuk mengembangkan potensi anak, peranan orang tua sangatlah penting, karena berhasil atau tidaknya pendidikan anak tergantung dari bagaimana perhatian orang tua terhadap anaknya dan pendidikan dalam keluarga merupakan tanggungjawab orang tua, karena itu orang tua hendaknya selalu menanamkan nilai-nilai yang baik sejak dini terhadap anak-anaknya sehingga anak-anak itu nantinya akan menjadi anak yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa serta agama sesuai dengan tujuan perkawinan dan pendidikan. 

Kenyataan yang masih terlihat dalam dunia poligami adalah ketika sang ayah melakukan poligami, sang ayah cenderung tidak menghiraukan pendapat anak, maka bisa saja akan berdampak negatif pada proses tumbuh kembangnya dan akan mengganggu emosi anak. Poligami tidak hanya berdampak pada psikologis anak akan tetapi bisa juga berpengaruh pada fisik dan minat belajarnya.

Dampak pada anak-anak tergantung pada tingkat usia anak apakah masih anak-anak remaja atau sudah dewasa dan cara orang tua menangani anaknya. Penting juga pengetahuan yang dimiliki anak tentang peristiwa tersebut. Anak-anak perlu informasi jujur sesuai umur dari orangtuanya. Bila anak melihat ayah mencaci ibunya dengan kata-kata keji, perlahan-lahan ia terbiasa dengan kebencian dan rasa kasih sayangnya akan hilang. Krisis dalam keluarga akan menimbulkan sikap ketidakpedulian terhadap lingkungan dan kurang belas kasih pada sesama.

Komunikasi yang negatif juga mempengaruhi perkembangan otaknya. Anak yang selalu dalam keadaan terancam sulit bisa berpikir panjang. Ia tidak bisa memecahkan masalah yang dihadapinya. Ini berkaitan dengan bagian otak yang bernama korteks, pusat logika. Bagian ini hanya bisa dijalankan kalau emosi anak dalam keadaan tenang. Bila anak tertekan karena terus-menerus terperangkap dalam situasi yang kacau, penganiayaan, pengabaian, maka input hanya sampai ke batang otak. Sehingga sikap yang timbul hanya berdasarkan insting tanpa dipertimbangkan lebih dulu.

Pengaruh yang paling besar adalah pengaruh terhadap perkembangan anak dan masa depannya. Dalam suasana yang tidak harmonis akan sulit terjadi proses pendidikan yang baik dan efektif, anak yang dibesarkan dalam suasana seperti itu tidak akan memperoleh pendidikan yang baik sehingga perkembangan kepribadian anak mengarah kepada wujud pribadi yang kurang baik. Akibat negatifnya sudah dapat diperkirakan yaitu anak tidak betah dirumah, hilangnya tokoh idola, kehilangan kepercayaan diri, berkembangnya sikap agresif dan permusuhan serta bentuk-bentuk kelainan lainnya. Keadaan itu akan makin diperparah apabila anak masuk dalam lingkungan yang kurang menunjang. Besar kemungkinan pada gilirannya akan merembes ke dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi.

Anak bisa berperilaku agresif, melukai diri atau bunuh diri. Perilaku ini dapat muncul tiba-tiba tanpa berfikir. Bisa juga karena anak putus asa terhadap situasi krisis yang memuncak. 

Dampak negatif dari kehidupan keluarga di atas tidak akan hilang walaupun anak sudah hidup berumah tangga. Karena pengalaman psikis dan persepsi tentang keluarga menjadi buruk, maka dapat berpengaruh kepada kecemasannya ketika menikah di kemudian hari.

Berdasarkan uraian di atas, dampak poligami ayah terhadap anak sebagai berikut:

1. Perkembangan psikis anak dapat terhambat, dia akan menjadi anak yang bermasalah.
2. Memungkinkan terjadinya konflik loyalitas, anak-anak sering bereaksi dengan mencoba melindungi secara berlebihan salah satu orang tua dengan mengabaikan kebutuhan sendiri untuk menyenangkan mereka.
3. Anak yang selalu dalam keadaan terancam sulit bisa berpikir panjang. Ia tidak bisa memecahkan masalah yang dihadapinya. Sehingga sikap yang timbul hanya berdasarkan insting tanpa dipertimbangkan lebih dulu. Seperti tindakan bermusuhan.
4. Perhatian seorang ayah terhadap anak-anaknya menjadi terbelah. Sehingga anak merasa diabaikan dan tidak dihargai lagi sebagai anak.
5. Anak akan menjadi rendah diri, pendiam, dan tidak dapat bergaul dengan teman-temannya.

Apabila dapat memilih, maka setiap anak di dunia ini akan memilih dilahirkan di keluarga yang harmonis, hangat, dan penuh kasih sayang. Keluarga yang demikian adalah dambaan dari setiap anak di dunia. Tapi sayangnya, anak tidak dapat memilih siapa yang akan menjadi orangtuanya. Saat mereka lahir, mereka harus menerima siapapun yang menjadi orangtua mereka. Termasuk saat mereka memiliki orangtua yang melakukan praktek poligami.

Selasa, 02 Januari 2018

Misteri fenomena teknologi teleportasi

teleportasi

Teleportasi
Teleportasi adalah semacam sesaat "tanpa tubuh" transportasi. Dalam film-film yang bertemakan masa depan seringkali perpindahan manusia dilakukan dengan cara teleportasi sehingga dalam sekejap saja manusia dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya seberapa pun jauhnya jarak antar lokasinya. Teleportasi adalah pengallihan materi dari satu titik ke titik lain, kurang lebih instan. Saat ini para ilmuwan sedang bekerja dalam metode teleportasi. Teleportasi melibatkan dematerialisasi suatu objek, dan mengirimkannya dalam bentuk detail susunan atom-atom ke lokasi lain yang menjadi tujuan.

Hal ini berarti waktu dan ruang dapat dieliminasi dari suatu perjalanan sehingga kita dapat dipindahkan ke lokasi mana saja secara instan, tanpa melintasi jarak secara fisik. Untuk mentransportasikan satu orang, mesin harus dapat menentukan dan menganalisa secara tepat seluruh atom yang menyusun tubuh manusia. Mesin ini harus dapat mengirimkan informasi ini ke lokasi lain dimana tubuh orang tersebut akan direkonstruksi dengan sangat akurat.

Molekul atom tidak boleh bergeser meskipun hanya satu millimeter, sebab jika tidak, maka objek akan tiba dengan kerusakan neurologi dan fisiologi yang hebat. Sebenarnya konsep dari teleportasi mirip dengan konsep yang terjadi pada mesin faks. Namun lain halnya dengan teleportasi manusia, di mana manusia memiliki nyawa. Teleportasi mungkin untuk memindahkan partikel atom namun bagaimana dengan nyawa? Hal ini masih menjadi misteri sampai saat ini.

Teleportasi dalam agama islam
Transformasi atau perubahan energi menjadi materi atau sebaliknya dapat terjadi karena antara energi dan materi bersifat setara dan komplementer. Materi dapat diubah menjadi energi dan sebaliknya energi dapat diubah menjadi materi. 

Kesetaraan materi dan energi merupakan fenomena yang terjadi secara nyata dan digunakan dalam menghitung energi nuklir yang dapat dihasilkan oleh massa inti dalam sebuah reaksi inti. Perhitungan energi bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika di Nagasaki dan Hiroshima didasarkan atas persamaan yang dikemukakan oleh Einstein tersebut. Jadi, dengan menggunakan sejumlah massa atom, para ahli dapat menghitung energi ledak yang dapat dihasilkan oleh sebuah bom atom. Perlu dipahami bahwa transformasi antara energi menjadi materi juga diterangkan dalam Alquran, yaitu ketika menerangkan bahwa Malaikat Jibril yang merupakan makhluk cahaya (dengan energi cahaya) menampakkan dirinya (bertransformasi menjadi makhluk yang memiliki massa).

Beberapa mengemukakan fenomena yang sama ketika menjelaskan peristiwa Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Rasulullah, yakni transformasi wujud rasul dari makhluk yang memiliki massa menjadi makhluk cahaya sebagai suatu bentuk energi. Fenomena tersebut diajukan untuk memenuhi .teori, Relativitas, di mana sesuatu yang bergerak dengan kecepatan cahaya  atau mendekati kecepatan cahaya akan bertambah massanya. Massa suatu benda atau makhluk akan menjadi tidak terhingga jika berubah dari keadaan diam menjadi bergerak dengan kecepatan cahaya.

Kondisi ini tidak mungkin terjadi pada benda atau makhluk biasa yang memiliki massa, namun dapat terjadi untuk makhluk cahaya. Saya menambahkan sebuah penjelasan sebagai berikut: massa benda atau makhluk akan berubah jika kecepatannya berubah. Nah, jika kecepatannya memang sudah setara dengan cahaya, massanya tidak akan berubah ketika wujudnya bertransformasi dari cahaya menjadi massa. Artinya, sebuah benda atau makhluk dapat memiliki kecepatan setara dengan kecepatan cahaya jika pada saat awal memang sudah bergerak setara kecepatan cahaya.


Suatu makhluk cahaya yang sedang bergerak dengan kecepatan cahaya kemudian bertransformasi menjadi makhluk yang memiliki massa, maka kecepatan tetap setara kecepatan cahaya. Jadi, suatu sunnatullah jika Rasulullah menjalani peristiwa Isra' dan Mi'raj dengan badannya.

Pertanyaan lain yang muncul sebagai berikut, "Kendaraan apa yang memiliki gerakan setara kecepatan cahaya yang dapat mencapai ujung alam semesta dengan cepat ?" Untuk mencapai galaksi Andromeda saja, manusia membutuhkan waktu dalam hitungan tahun cahaya. Bagaimana Rasulullah dapat mencapai Sidratil Muntaha dalam waktu singkat? Sebuah fenomena lain perlu diterapkan dalam menjelaskan hal ini, yakni teleportasi. Fenomena perpindahan lokasi jarak jauh secara spontan atau teleportasi mungkin belum ditemukan secara ilmiah pada saat ini.

Peristiwa teleportasi yang diceritakan dalam kejadian tersebut terjadi ketika Nabi Sulaiman meminta kepada para pembesar di kerajaannya untuk memindahkan singgasana Ratu Bilqis ke hadapannya. Ilmu dan teknologi pada masa tersebut sudah sangat tinggi dan penjelasan mengenai penggunaan teknologi pada masa Nabi Sulaiman juga diterangkan dalam ayat yang lain. Teknologi transportasi pada masa Nabi Sulaiman telah memanfaatkan angin atau udara yang bergerak seperti layaknya pesawat terbang.

Jika teleportasi tercipta, maka akan membantu umat manusia di bumi dengan mudah. Tapi, ada sisi negatifnya jika disalahgunakan teknologi canggih tersebut untuk kejahatan. Menurut informasi dari berbagai sumber, teleportasi sudah ada sejak zaman dulu atau sejak zaman perang dunia, penemuan teleportasi tersebut pada zaman perang dunia secara tidak sengaja dengan cara melilitkan kawat tembaga tiba-tiba menghilang. Mungkin pihak-pihak tertentu menutupi penemuan tersebut demi keamanan.