Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Jumat, 31 Agustus 2018

Pantangan, anjuran, mitos dan fakta ibu hamil

ibu hamil
Kehamilan yang merupakan anugerah bagi setiap pasangan suami istri, menjadi kewajiban pula untuk menjaga dan mengawasi agar berlangsung sehat dan lancar. Salah satu upaya pengawasan terhadap kehamilan adalah adanya kepercayaan terhadap mitos. Kepercayaan tersebut meliputi pantangan dan anjuran yang dipercaya masyarakat dalam menjaga kesehatan serta keselamatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Mitos tersebut berkaitan pula dengan kondisi ibu saat hamil, kondisi ibu saat melahirkan, kondisi janin, dan harapan tentang anak di masa depan

Kepercayaan terhadap mitos tentang kehamilan merupakan pemahaman masyarakat tentang kewaspadaan menghindari resiko selama masa kehamilan dan merupakan bentuk keberagaman budaya suatu masyarakat. Disadari bahwa setiap orang merupakan bagian dari budaya yang ada dalam lingkungan tempat tinggalnya. Budaya tersebut akan berpengaruh terhadap pola pikir, sikap dan perilaku setiap individu. Hal ini juga tercermin dalam kehidupan masyarakat terhadap kepercayaan mereka tentang berbagai pantangan dan larangan kehamilan yang berkembang secara turun temurun. Seperti adanya pantangan makanan tertentu yang berpengaruh pada perempuan hamil. Ketidaktahuan akan kesehatan reproduksi serta status perempuan dalam keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam hal kepercayaan terhadap mitos kehamilan.

Pantangan dan anjuran selama hamil seperti ini merupakan bagian dari mitos yang dikenal di masyarakat, dipercaya dan dijalankan masyarakat Aceh secara turun temurun. Mitos merupakan sebuah cerita yang memberikan pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang. Mitos memberikan arah kepada kelakuan manusia dan merupakan semacam pedoman untuk kebijaksanaan manusia.

Demikian juga mitos tentang kehamilan, diyakini kebenarannya dalam upaya memelihara kesehatan jiwa ibu hamil. Kepercayaan ini menjadi salah satu usaha dan upaya yang berorientasi pada kebatinan. Bertujuan untuk menjaga keselamatan jiwa ibu hamil dalam mencapai keturunan yang baik secara psikis dan jasmani

Seorang perempuan dalam masa kehamilan akan memasuki suasana kehidupan sehari-hari yang penuh dengan berbagai kepercayaan terhadap mitos atas kehamilannya. Setidaknya penelitian ini akan mengungkapkan berbagai informasi mengenai mitos tentang kehamilan yang berkembang di masyarakat. Mengetahui sikap dan perilaku perempuan terhadap mitos tersebut serta pengaruh budaya yang menyertai sikap dan perilaku perempuan itu.

Berbagai pantangan dan anjuran tentang kehamilan yang berkembang di masyarakat lebih banyak diberlakukan terhadap perempuan. Meskipun terdapat juga berbagai pantangan dan anjuran yang dikenakan terhadap suami. Disinyalir, ada mitos yang dibentuk berdasarkan relasi gender yang timpang. Hal ini bila dikaji lebih dalam melihat konstruksi perempuan di masyarakat dimana perempuan berperan dalam urusan reproduksi. Memang, fungsi kodrati seperti hamil dan melahirkan tidak dapat dipertukarkan. Namun, perbedaan secara kodrat inilah yang secara turun temurun menjadikan perempuan memiliki kedudukan dan peran yang berbeda dengan laki-laki. Hal ini berkaitan pula dengan faktor sosial dan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat tertentu. Dimana perempuan tersubordinasi oleh berbagai faktor yang dikonstruksikan secara sosial. Perempuan dipandang dari segi seks semata bukan dari segi kemampuan, kesempatan dan berbagai aspek manusiawi lainnya.

Pantangan ibu hamil
Pantangan perbuatan meliputi perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh istri yang sedang hamil maupun suami dan perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh keduanya. Perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh istri adalah duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan, duduk di atas tanah dan sapu supaya tidak lengket ari-ari saat melahirkan, mandi saat magrib atau senja hari supaya pada kulit bayi tidak kemerah-merahan (rahu), melakukan pekerjaan layu on (daun pisang diasap-asapkan pada api supaya menjadi layu dan wangi) agar kulit bayi tidak mengalami bercak-bercak lebam, melihat kera karena dikhawatirkan kelak bayi yang dikandung akan mirip dengan kera, keluar pada magrib atau malam hari, keluar saat hujan rintik-rintik (ujen meupret-pret) karena dikhawatirkan ada makhluk halus yang mengikuti dan mengganggu kandungannya, melangkahi parit dan kali supaya tidak menyebabkan keguguran.

Pantangan makanan bagi ibu hamil meliputi larangan memakan makanan yang dianggap ’tajam’, seperti nenas, dikhawatirkan mengalami keguguran. Tidak dibolehkan meminum es bagi ibu hamil, agar bayinya tidak besar sehingga dikhawatirkan akan kesulitan saat melahirkan. Larangan memakan nasi kerak, dikhawatirkan akan berdampak tidak keluarnya atau lengketnya ari-ari saat melahirkan. Memakan makanan yang sudah dingin, dikhawatirkan badan ibu menggigil kedinginan saat melahirkan.

Semua pantangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah ibu hamil dari kemungkinan tertimpa bencana. Seperti jatuh, masuk angin dan hal lain yang diperkirakan dapat memberi pengaruh buruk terhadap dirinya dan kandungannya.

Perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh suami adalah bila pulang ke rumah pada malam hari jangan lekas masuk ke dalam rumah tetapi berhenti lebih dulu dipintu atau di luar rumah sambil meludah karena dikhawatirkan ada makhluk halus yang ikut bersamanya dan mengikuti masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu ibu yang sedang hamil.

Perbuatan yang tidak boleh dilakukan keduanya (suami istri) adalah melilitkan kain di leher ataupun melilitkan benda-benda lain seperti tali dan benang supaya tidak terlilit tali pusat, menertawakan orang juling karena dikhawatirkan kelak bayi yang dilahirkan akan juling pula, membunuh binatang karena dikhawatirkan bayi akan mengalami kecacatan pada tubuh sesuai dengan perlakuan yang ditimpakan terhadap binatang tersebut.

Anjuran ibu hamil
Anjuran yang harus dipatuhi oleh ibu hamil meliputi anjuran untuk banyak bekerja seperti banyak berjalan, menyapu, mengepel untuk mempercepat proses melahirkan. Usia kandungan 7 bulan ke atas dianjurkan untuk melakukan hubungan suami istri sesering mungkin, dipercaya akan memudahkan dan mempercepat proses melahirkan serta membuat anak menjadi cerdas.

Anjuran untuk memakai penangkal (seunangkai) di pinggang (seperti tali pinggang) karena diyakini sebagai penangkal makhluk halus yang ingin mengganggu. Hal ini dipengaruhi oleh anggapan masyarakat bahwa seseorang yang hamil mengalami keadaan tubuh yang semakin lemah sehingga mudah dipengaruhi oleh makhluk halus dengan maksud yang jahat. Sama halnya dengan anjuran bila hendak bepergian diharuskan membawa bawang putih atau menyelipkan paku kecil di dalam rambut supaya tidak diganggu makhluk halus.

Memperbanyak membaca surat Yusuf dan surat Maryam. Surat Yusuf dipercaya kelak bila anak yang dilahirkan adalah laki-laki harapan akan menjadi laki-laki yang tampan. Surat Maryam dipercaya bila kelak anak yang dilahirkan adalah perempuan maka harapan menjadi perempuan yang cantik.

Mitos dan fakta kehamilan
Berbagai mitos kehamilan yang telah dikemukakan di atas berasal dari pendapat narasumber ibu hamil/ibu yang pernah hamil dan hampir semua dari mereka memberikan jawaban yang sama mengenai mitos yang berkembang di masyarakat. Pendapat dari ma blien dan orang tua mengenai mitos juga tidak berbeda dengan pendapat dari narasumber ibu hamil/ibu yang pernah hamil. Kepercayaan masyarakat terhadap mitos tersebut didapatkan dari pengetahuan turun temurun seperti yang dinyatakan oleh semua narasumber. Kepercayaan ini harus ditaati dan kecenderungan dari narasumber mematuhi apapun yang dikatakan oleh orang tuanya., bila tidak dikhawatirkan terkena kualat atau ada dampak akibat melanggar suatu pantang.

Biasanya pada kehamilan kedua dan seterusnya, kepercayaan terhadap mitos cenderung berkurang dibandingkan dengan kehamilan pertama. Kekhawatirannya tidak berlebihan dan bisa bergerak lebih bebas karena sudah berpengalaman dengan kehamilan pertama. Bila dianalisis, hal ini berhubungan dengan power yang dimiliki oleh seorang perempuan. Maknanya, ia mempunyai justifikasi sendiri untuk melakukan berbagai hal yang dianggapnya nyaman, aman dan baik untuk dirinya.

Ada ketakutan dari perempuan bila tidak mempercayai pantangan dan anjuran yang dikatakan oleh orangtua, kerabat atau tetangganya. Apalagi dari keluarga dengan ekonomi rendah, kepercayaan terhadap pantangan dan anjuran selama kehamilan menjadi suatu upaya penting dalam menghindari resiko terhadap kehamilan. Suami juga berperan dalam hal ini, dimana suami mewanti-wanti istrinya agar menjaga kehamilan secara baik dan tidak beresiko supaya saat melahirkan nantinya tidak perlu harus ke rumah sakit yang membutuhkan biaya lebih mahal. Apabila terjadi sesuatu gangguan terhadap kandungan dan janin yang dikandung, perempuan menjadi pihak yang disalahkan. Karena dianggap tidak hati-hati dalam mengurusi kehamilannya. Padahal bila dikaji lebih dalam, kesalahan tidak semestinya dilimpahkan kepada perempuan, tetapi banyak faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut. Misalnya, perempuan yang hamil tetap harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menimba air yang membutuhkan tenaga yang besar.

Ibu hamil yang diwawancarai mengatakan bahwa kepercayaan mereka terhadap berbagai pantangan dan anjuran dimaksudkan sebagai upaya menjaga kehamilan agar dapat berjalan lancar dan sehat sampai melahirkan. Upaya lain yang dilakukan dalam menjaga kehamilan adalah dengan mengkonsultasikan kepada dokter dan bidan. Meskipun demikian, keyakinan yang berasal dari turun temurun tidak mereka tinggalkan. Ada mitos yang dipercayai ’katanya terbukti kebenarannya’ karena ada kejadian di masyarakat yang dipercaya akibat melanggar suatu pantangan tertentu. Maknanya, ada mitos tertentu yang relatif dipatuhi dan ada mitos yang berani dilanggar oleh perempuan. Mitos yang relatif dipatuhi bila perempuan meyakini bahwa akan terjadi sesuatu hal terhadap diri dan kandungannya bila melanggar pantangan tertentu. Hal ini dilakukan karena melihat pengalaman orang lain atau pengalaman dirinya sendiri pada kehamilan sebelumnya yang mengalami kejadian buruk karena dipercaya akibat melanggar pantangan tertentu. Mitos yang berani dilanggar adalah mitos yang menurut perempuan tidak bisa diterima oleh alam pikirannya karena tidak masuk di akal.

Untuk mencari tahu mitos yang banyak berkembang sekaligus mengetahui apa saja fakta di baliknya, mitos VS fakta tentang kehamilan di bawah ini

1. Mitos bentuk perut ibu dan jenis kelamin bayi
Ibu hamil yang perutnya membulat ke samping, maka bayi akan berkelamin perempuan. Jika perut ibu meruncing ke depan, berarti bayi akan berkelamin laki-laki.
Faktanya?
Bentuk perut ibu hamil tergantung kepada bentuk tubuh alami ibu hamil itu sendiri.Jika ibu hamil bertubuh mungil, maka bentuk perut cenderung berbeda dengan bentuk perut ibu hamil yang berpostur tinggi atau besar.

2. Mitos gerhana bulan
Ibu hamil yang melihat gerhana bulan, bayi di dalam kandungan akan lahir dengan kondisi bibir sumbing.
Faktanya? Bibir sumbing bisa terjadi karena adanya faktor genetik dan faktor lingkungan di sekitarnya. Berbeda dengan suku Aztec yang percaya bahwa gerhana bulan adalah gigitan di wajah,sebagaimana mereka meyakini bahwa ibu hamil yang melihat gerhana akan mengalami kejadian yang sama pada bibir bayi yang dikandung. Jadi dengan kata lain, bibir sumbing pada bayi tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan bulan. 

3. Mitos larangan mandi
Ibu hamil tidak boleh mandi karena kotoran yang ada di air akan meresap dan membuat bayi terkontaminasi oleh kotoran dari tubuh ibu.
- Bayi terlindungi oleh selaput lendir yang membungkus rahim sehingga kotoran tidak akan sampai ke tubuh bayi. Meskipun sedang hamil, Bunda dapat tetap mandi asalkan menggunakan air dengan suhu yang sejuk untuk tubuh.

4. Mitos makan banyak
Ketika hamil, ibu hamil harus makan untuk porsi dua orang.
- Ibu hamil memang harus makan untuk dua orang, tetapi bukan berarti dalam sekali waktu makan harus mengkonsumsi dua porsi untuk orang dewasa. Sebagai gambaran, wanita dengan berat badan normal, pada saat hamil hanya membutuhkan kalori tambahan sebesar 300 kalori per hari untuk menunjang pertumbuhan bayi. Jumlah itu hanya setara dengan segelas susu skim. Jadi, jangan sampai Anda menambahkan kalori secara berlebihan karena akan sulit membuang kalori lagi nantinya setelah melahirkan.

5. Mitos larangan naik pesawat
Naik pesawat akan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan akibat radiasi, baik karena mesin pemindai di bandara maupun karena tempat ketinggian.
- Mesin X-ray atau mesin pemindai tubuh yang ada di bandara dan berada di ketinggian di dalam pesawat memang memancarkan radiasi,namun yang perlu Anda ketahui adalah tingkat radiasi tersebut terbilang kecil dan tidak cukup untuk menembus masuk ke tubuh sehingga tidak akan mengganggu bayi yang ada di dalam kandungan, menurut seorang profesor ahli fetomaternal.

6. Mitos berhubungan intim
Berhubungan seksual dapat membahayakan kehamilan.
- Hubungan seksual tidak akan membahayakan bayi di dalam kandungan karena bayi terlindung oleh kantong ketuban, otot rahim yang kuat, serta lapisan lendir tebal di mulut rahim. Orgasme juga tidak menyebabkan keguguran karena kontraksi otot pada saat orgasme berbeda dengan kontraksi ketika melahirkan. Anda tidak perlu khawatir selama kondisi kehamilan tidak ada kelainan. Namun tanyakan terlebih dahulu ke dokter bagi ibu yang berisiko keguguran, persalinan prematur, ataupun terjadi perdarahan dari vagina yang belum diketahui sebabnya. Kemungkinan dokter menganjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual. Yang perlu diwaspadai adalah infeksi penyakit menular seksual. Jika ibu hamil terinfeksi penyakit tersebut,misalnya HIV, klamidia, kutil, atau herpes, maka besar kemungkinan bayi akan terinfeksi juga.

7. Mitos kondisi awal kehamilan
Semua ibu hamil mengalami kondisi awal yang sama.
- Lonjakan hormon yang terjadi pada awal kehamilan membuat ibu hamil mengalami kondisi yang tidak biasa. Misalnya, sensitif terhadap aroma tertentu, ingin menikmati makanan tertentu, atau mulut yang tidak pernah berhenti memproduksi liur. Kondisi semacam ini tidak selalu sama. Ibu hamil yang sensitif terhadap aroma tertentu belum tentu mengalami produksi liur yang berlebih. Begitu juga dengan ibu hamil yang mengalami produksi liur berlebih, belum tentu merasa ingin mengkonsumsi makanan tertentu.

8. Mitos: Mengkonsumsi kepiting dapat membuat anak hiperaktif  
Fakta: Tidak ada penelitian yang membuktikan jika kandungan suatu makanan dapat membuat seorang anak hiperaktif. Namun sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk menjalani pola makan yang seimbang dan sebisa mungkin menghindari makanan tanpa kandungan bahan kimia dan bahan pengawet. 

9. Mitos: Melukis selama kehamilan dapat menimbulkan tanda lahir pada bayi
Fakta: tanda lahir biasanya terjadi karena terbentuknya pigmentasi pada kulit bayi. Kondisi ini juga bisa terjadi karena adanya kelainan kondisi pembuluh darah yang terletak pada suatu daerah kulit. Beberapa tanda lahir dapat hilang setelah anak mulai membesar namun sebagian lagi tidak. 

10. Mitos: Mengkonsumsi pisang kembar dapat membuat Anda mengandung bayi kembar siam
Fakta: Bayi kembar siam adalah sepasang bayi yang memiliki satu atau lebih organ yang menyatu. Hal ini terjadi murni karena proses perkembangan satu embrio yang kurang sempurna. Pada saat perkembangannya, embrio seharusnya akan terbelah pada saat dua minggu setelah konsepsi. Pada kasus kembar siam, pemisahan ini tidak terjadi pada waktunya dan tidak terpisah sepenuhnya.

11. Mitos: Ibu yang sedang mengandung harus menghindari panganan dengan efek “mendinginkan” semisal cincau, nanas, dan pisang hijau untuk menghindari risiko keguguran
Fakta: Tidak ada bukti nyata yang menyatakan jika ada kaitannya antara makanan tertentu dengan keguguran yang dialami oleh ibu hamil. Keguguran biasanya terjadi selama tiga bulan pertama masa kehamilan dan biasanya disebabkan oleh janin yang tidak terbentuk secara sempurna. Penyebab lain adalah terjadinya infeksi dan kondisi medis yang kurang menunjang kehamilan, seperti diabetes.

Beberapa mitos ibu hamil yang lainnya:

1. MITOS WANITA JANGAN MANDI AIR PANAS SAAT HAMIL
BENAR : wanita hamil sebaiknya menghindari berendam air panas, sauna atau hoststeam yang suhunya melebihi 38 derajat celcius. PENELITI menunjukkan adanya pengaruh peningkatan suhu tubuh dengan perkembangan sel janin, terutama selama trimester pertama 

2. MITOS WANITA HAMIL DILARANG MEMELIHARA KUCING 
SALAH : Sah-sah saja tetap bermain dan member makan si kucing kesayangan . NAMUN sebaiknya mintalah bantuan orang lain untuk mengurus kotorannya, agar anda terhindar dari risiko terkena toksoplasma. Kotoran kucing mengandung virus yang dapat membahayakan janin. Agar aman pastikan kucing peliharaan anda mendapat vaksinasi dan negative mengandung parasit. 

3. MITOS JAUHI TELPON GENGGAM 
BENAR : Tidak ada larangan bagi wanita hamil untuk menggunakan telepon genggam. Namun memang ada himbuan bagi wanita hamil agar jauh dari radiasi handphone. Beberapa penelitian telah mempublikasikan bahwa radiasi telepon genggam dapat mempengaruhi perkembangan otak janin tentunya jika penggunaan telepon genggam berlebihan 

4. MITOS MORNING SICKNESS BERHUBUNGAN DENGAN IQ BAYI 
BENAR : Sebanyak 50% - 90 % wanita hamil biasanya mengalami mual dan pusing di awal kehamilannya atau biasa disebut morning sickness. Sebuah penelitian yang dilakukan sebuah rumah sakit anak di Totonto mengungkapkan morning sickness dalam kehamilan mungkin pertanda tingginya tingkat IQ pada anak. Hormon kehamilan yang berhubungan dengan morning sickness dicurigai mempengaruhi perkembangan otak bayi selama masih dalam rahim.

5. MITOS DILARANG NAIK PESAWAT TERBANG KETIKA HAMIL 
SALAH : Wanita hamil bebas bepergian dengan pesawat. Namun maskapai penerbangan memang memperketat aturan bagi wanita hamil. Sesuai dengan procedure penerbangan. Wanita haid yang usianya lebih dari 28 minggu harus membawa surat rekomendasi dari dokter 

6. MITOS BENTUK PERUT MENUNJUKAN JENIS KELAMIN 
SALAH : Ada anggapan jika wanita hamil bentuk perutnya turun punya bayi laki-laki, sedangkan jika bentuk perutnya tinggi akan punya bayi perempuan. Nyatanya bentuk perut saat hamil ditentukan oleh tonus otot. Bentuk tubuh usia kehamilan posisi bayi di dalam rahim dan tidak berkoretasi dengan jenis kehamilan bayi 

7. MITOS MELAKUKAN SEKS DAPAT MERUGIKAN JANIN 
SALAH : Selama hamil tidak dilarang untuk berhubungan seks . Hubungan seks tidak akan mengganggu perkembangan bayi. Akan tetapi perlu diingat kondisi kahamilannya juga perlu dijaga. Melakukan hubungan seks tidak akan bermasalah karena janin terlindungi oleh selaput dan cairan ketuban. Dengan catatan hubungan seks wajar atau dengan kata lain tidak ekstrem.

8. MITOS MUAL-MUAL HANYA PAGI HARI 
SALAH : Faktanya perubahan hormone pada wanita hamil dapat terjadi sepanjang hari. Sehingga rasa mual bias saja menghampiri pada siang. Sore atau malam hari. 

9. MITOS MORNING SICKNESS TANDA AKAN MENDAPAT BAYI LAKI-LAKI 
SALAH : Perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan janin laki-laki memicu perubahan derajat morning sickness yang dirasa. Jika morning sickness yang dialami ibu cukup parah kemungkinan besar anaknya perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami morning sickness atau tidak terlalu berat akan mendapat bayi laki-laki. Kemungkinan mitos ini benar cukup tinggi dokter juga mempercayainya. Dikarenakan hormone relaxin yg memproduksi tubuh bertanggung jawab atas rasa mual dan kenyamanan ibu hamil dan wanita yang mengandung bayi perempuan. Lebih rentan terhadap morning sickness.

10. MITOS BAYI PERTAMA BIASANYA LAHIR TERLAMBAT 
BENAR : Sekitar 60% bayi pertama lahir setelah tanggal perkiraan , 35% lahir lebih cepat, dan 5% lahir sesuai tanggal perkiraan. Waktu kelahiran biasanya berkaitan dengan lamanya siklus menstruasi ibu. Jika siklus pendek biasanya ibu melahirkan lebih cepat dari tanggal perkiraan Dan sebaliknya jika siklusnya panjang biasanya ibu melahirkan melewati tanggal perkiraan. 

11. MITOS SAKIT PINGGANG BISA DIHINDARI SAAT HAMIL 
BENAR : Sakit pinggang bisanya dihindari. Misalna dengan memperhatikan postur tubuh. Jangan membungkuk untuk mengambil benda yang di lantai, sebainya tekik kaki anda dan turunkan bahu untuk menjangkau benda dilantai. Kurangi penggunaan sepatu hak tinggi karena dapat menimbulkan ketengangan pada punggung dan menimbulkan sakit pinggang . lakukan gerakan peregangan ringan agar otot di daerah pinggang dan pinggul tidak kaku.

12. MITOS MAKANAN PEDAS MEMPERCEPAT KALAHIRAN 
SALAH : Tak ada bukti ilmiah yg benar –benar valid bahwa makanan pedas bias mengakibatkan kontraksi dan berpengaruh pada janin. Pengaruh makanan pedas lebih kepada ibu. Jika terlalu banyak mengkonsumsinya biasanya menimbulkan rasa mulas. Hal ini terjadi karena adanya iritasi lambung , bukan karena kontraksi melahirkan. 

13. MITOS HINDARI PENGECATAN RAMBUT SAAT MELAHIRKAN 
SALAH : Saat hamil ibu sebaiknya menghindari terpapar produk bahan kimia dalam pewarna rambut yang dapat terserap kulit dalam jumlah yang kecil tidak membahayakan . Terkadang bau menyengat dari produk perawatan rambut dapat menyebabkan mual, jadi gunakanlah di tempat yang ventilasinya memadai. Serta pastikan jika produk pewarna yang anda gunakan adalaj produk yang aman dan sudah disertifikasi dinas kesehatan. 

14. MITOS MAKAN ASIN AKAN MENDAPAT BAYI LAKI-LAKI SEDANGKAN MAKAN MANIS AKAN MENDAPAT BAYI PEREMPUAN
SALAH : Wajar bila wanita hamil selera makannya meningkat dan menginginkan berbagai macam makanan. Namun selera makan yang cenderung menyukai asin dan manis.

15. MITOS WANITA HAMIL CENDERUNG TIDUR KE KIRI 
SALAH : Tidur dengan posisi miring ke kiri akan membuat anda pegal. Tidurlah dengan posisi yang nyaman bagi anda. Beberapa dokter ada yang menyarankan tidur miring ke kiri dapat meningkatkan aliran darah ke uterus dan placenta.

16. MITOS SUAMI JUGA MENGALAMI PERUBAHAN HORMON SAAT ISTRI HAMIL BENAR : Suami juga bias mengalami perubahan horman saat istri sedang hamil. Sering dijumpai suami yang mengalami couvades syndrome. Dimana suami juga merasakan mual, sakit punggung , ngidam sera ikut bertambah berat badan. 

17. MITOS MENYUSUI MEMBUAT PAYUDARA TURUN 
SALAH : Para peneliti telah mengkonfirmasi bahwa menyusui tidak menyebabkan breast ptosis atau payudara turun . Jadi ibu tidak perlu ragu menyusai buah hati ibu. 18. MITOS MELAHIRKAN DENGAN MUDAH ADALAH KETURUNAN SALAH : Mungkin ibu anda mewariskan panggul yang besar yang memudahkan proses persalinan. Faktor kelancaran dan normal juga dipengaruhi bobot bayi, posisi bayi, kesehatan ibu dan gaya hidup.

19. MITOS DOYAN MAKAN DAGING BAYI LAKI-LAKI, DOYAN SAYURAN BAYI PEREMUAN 
SALAH : Sebernarnya jenis kalamin bayi telah ditentukan saat sel telur bertemu dengan sel sperma . Ketika terjadi perubahan dengan sel gamet ayah membawa kromoson x maka bayi akan berkelamin perempua, sedangkan gamet ayah membawa kromoson y bayi akan berkalamin laki-laki 

20. MITOS KEHAMILAN MEMBUAT UKURAN SEPATU BERTAMBAH
BENAR : Sebagian besar wanita mengalami beberapa pembengkakan di pergelangan kaki, telapak tangan dan betis selama kehamilan.

Selasa, 28 Agustus 2018

Penemuan ikan purba coelacanth yang menggemparkan

ikan purba coelacanth

Mulanya ikan coelacanth dipercaya hanya sebagai ikan purba yang hidup pada kala Devonian (sekitar 400 juta tahun lalu) atau lebih tua dari Dinosaurus yang muncul di bumi pada kala Triassic (sekitar 200 juta tahun lalu). Diperkirakan ikan coelacanth ini punah sekitar 80 juta tahun lalu. Ini diketahui dari jejak hidupnya yang terekam berupa fossil-fossil purba. Ada beberapa ciri morfologi yang sangat unik pada ikan purba ini, tetapi yang sangat mudah dikenali yakni bentuk siripnya yang tebal berotot dan sirip ekornya dengan tambahan ekor kecil di bagian belakang. Para ahli menduga ikan ini merupakan bentuk transisi evolusi ke hewan tetrapod (berkaki empat) seperti pada amfibia. Karena itu ikan ini pun dikenal dengan julukan the old four legs (si tua berkaki empat).

Tahun 1938 dunia tiba-tiba digemparkan dengan ditemukannya seekor ikan coelacanth yang ternyata hidup di perairan Afrika Selatan, di lepas pantai Sungai Chalumna.  Ikan yang dipandang sebagai fossil hidup ini akhirnya dinamai Latimeria chalumnae, sebagai penghargaan pada penemunya Marjorie Courtenay-Latimer dan lokasi ditemukannya. Ciri-ciri utamanya masih mempertahankan ciri-ciri ikan coelacanth purba yang dianggap telah punah puluhan juta tahun silam. Setelah itu gencar dilakukan pencarian ikan ini, dan ternyata memang kemudian ditemukan lagi beberapa ekor, dengan pusat konsentrasi di perairan Afrika Timur seperti di Kepulauan Komoro, Madagaskar, Tanzania, Kenya dan Zanzibar.

Tahun 1998 dunia ilmu pengetahuan sekali lagi dihebohkan dengan ditemukannya ikan coelacanth di perairan Sulawesi Utara, di lokasi yang sangat jauh dari perairan Afrika Timur,yang terpisah jarak sekitar 10.000 km. Kisah penemuan ikan coelacanth Sulawesi itu juga amat dramatis. Bermula dari pengalaman Dr. Mark Erdman tahun 1997, yang ketika itu baru saja menyelesaikan studi doktoralnya dari University of California Berkeley, dengan melakukan penelitian ekologi terumbu karang di Sulawesi Utara. Setelah menikah ia mengajak istrinya, Arnaz Mehta, berbulan madu ke Manado. Ketika disana mereka berjalan-jalan masuk ke pasar mereka jumpai ada ikan berukuran besar didorong di atas gerobak. Mark Erdman segera menduga jangan-jangan ini adalah the old four legs yang diketahuinya dari text book yang pernah dibacanya dalam pendidikan menengahnya di Amerika. Ia sama sekali tak menduga bahwa ini sebenarnya adalah temuan yang luar biasa penting. Ia segera meminjam kamera seorang kawan untuk untuk memotret ikan itu yang dijual di pasar seharga Rp 25.000, dan mewawancarai nelayan yang membawanya. Sayangnya ia tidak membeli ikan itu, apalagi menyelamatkan dan mengawetkannya. Ketika ia kembali ke Amerika dan memberitahu professornya, timbul penasaran luar biasa bahwa ini akan merupakan temuan besar yang bisa menghebohkan dunia ilmu pengetahuan.

Mark Erdman (kiri) pertama kali menemukan ikan misterius di atas
gerobak yang akan dijual ke pasar di Manado tahun 1997 (kanan), yang
dicurigainya sebagai ikan purba, dan yang kemudian mendorongnya untuk
menelusurinya.

Mark Erdman kembali ke Manado dalam bulan November 1997 untuk mulai memburu ikan ini. Selama sekitar lima bulan ia mewawancarai lebih 200 orang nelayan di pantai Sulawesi Utara, tetapi sangat sedikit nelayan yang tahu tentang jenis ikan itu. Akhirnya ia menjumpai seorang nelayan yang mengatakan bahwa ia pernah menangkap ikan semacam itu, dan katanya orang setempat menyebutnya ikan raja laut. Dengan memantau lebih cermat ikan-ikan yang didaratkan selama berbulan-bulan akhirnya harapannya terkabul. Tanggal 10 Juli 1998, seorang nelayan yang dipanggil Om Lameh Sonathan, menangkap seekor ikan raja laut ketika memasang jaring cucut pada kedalaman sekitar 150 meter di dasar laut dekat Pulau Manado Tua, yang masih merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Ikan raja laut itu dalam kondisi sekarat ketika diserahkan ke Mark Erdman dan masih sempat difoto dalam keadaan berenang. Nyawa ikan itu akhirnya tak terselamatkan, tetapi jasadnya dapat segera dibekukan, diawetkan dan kemudian diserahkan ke Museum Zoologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di Cibinong. Ikan itu berukuran panjang 124 cm dengan bobot 29,2 kg.

Publikasi tentang temuan coelacanth Sulawesi ini pertama kali dimuat dalam jurnal ilmiah Nature tanggal 24 September 1998, sebagai cover story. Pada saat yang hampir bersamaan di Manado dipusatkan kegiatan Indonesia dalam peringatan International Year of the Ocean 1998 (IYO 98) yang dicanangkan oleh PBB/IOC-UNESCO. Kegiatan itu diresmikan oleh Presiden Habibie, dimana beliau menandatangani piagam “The Ocean Charter” dan “Deklarasi Bunaken” yang menyatakan pentingnya pembangunan kelautan Nusantara ke depan. Berita, poster dan informasi tentang temuan besar ikan raja laut itu langsung dipamerkan dan segera menjadi berita besar dunia yang diliput secara luas di berbagai media termasuk CNN, ABC News, National Geographic. Majalah Discover bahkan menempatkannya sebagai top science stories of 1998.

Ikan raja laut atau coelacanth Latimeria menadoensis pertama
kali dilaporkan keberadaannya di perairan Sulawesi Utara oleh Mark
Erdman tahun 1998.

Sejak itu banyak peneliti dunia dan Indonesia berlomba untuk mengkaji ikan raja laut ini. Lebih 30 publikasi ilmiah dihasilkan dari spesimen tunggal ini yang ditelaah dari berbagai aspeknya termasuk hasil-hasil yang kontroversial. Tim peneliti gabungan Indonesia dan Perancis akhirnya menobatkan nama ikan raja laut ini sebagai Latimeria menadoensis, spesies baru bagi ilmu pengetahuan. Spesies baru ini berbeda dengan yang ada di pantai Afrika Timur. Analisis DNA menunjukkan bahwa Latimeria menadoensis ini dalam perkembangannya mulai memisahkan diri dari Latimeria chalumnae sekitar 1,8 – 11,0 juta tahun silam.

Mengingat pentingnya temuan ini dan untuk menjaga kelestariannya maka Pemerintah Indonesia segera mengeluarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 055/Kpts- II/2000 tentang perlindungan ikan coelacantah atau raja laut (Latimeria menadoensis) sebagai satwa yang dilindungi. Oleh IUCN (International Union for the Coservation of Nature) spesies ini telah masuk Red-list of Threatened Species dalam status vulnerable (rentan punah), sedangkan oleh CITES (Convention of International Trade of Endangered Species) dimasukkan dalam Appendix 1, yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Kapal selam mini (submersible) Jago (dioperasikan oleh Max Planck
Institute
), menginduk ke kapal riset Baruna Jaya VIII (dioperasikan oleh LIPI)
untuk meneliti lingkungan hidup ikan raja laut (coelacanth) di Laut Sulawesi,
November 1999.

Bagaimana sebenarnya kehidupan sang raja laut ini dalam habitatnya yang asli di dalam laut masih merupakan misteri. Upaya untuk merekam kehidupannya mendapat perhatian besar antara lain dari Dr. Hans Fricke (dari Max Planck Institute, Jerman) yang berpengalaman membuat film kehidupan ikan-ikan coelacanth di Komoro, pantai selatan Afrika Timur. Ia dengan tim risetnya datang membawa submersible (kapal selam mini) bernama Jago, ke perairan Sulawesi Utara pada bulan November 1999. Kapal selam mini ini berukuran panjang 3,2 m, lebar 2,0 m, dan tinggi 2,5 m dengan bobot 3,033 kg. Kedalaman operasionalnya bisa sampai sekitar 400 m. Kapal selam Jago ini hanya bisa menampung dua orang yakni seorang pilot dan seorang ilmuwan. Dalam operasinya di Laut Sulawesi, Jago menginduk ke kapal riset Baruna Jaya VIII (dioperasikan oleh LIPI) yang berfungsi sebagai platform pendukung di permukaan. Tetapi Jago dapat bergerak bebas dalam laut karena tak ada hubungan fisik atau kabel antara kapal selam ini dengan kapal pendukungnya di permukaan.

Penyelaman-penyelaman dengan Jago dilaksanakan dengan menjelajahi dasar laut sampai kedalaman sekitar 400-an meter, mulai dari perairan pantai utara Sulawesi sampai ke Pulau-Pulau Sangihe dan Teluk Tomini. Dr. Kasim Moosa, peneliti dari LIPI, ikut serta menyelam dengan Jago dalam misi pencarian raja laut itu. Ratusan kali Jago menyelam namun sang raja laut tidak juga dijumpai. Tetapi berbagai jenis makhluk hidup lainnya dapat terekam. Hampir saja misi yang mahal ini gagal, dan mereka sudah siap-siap pulang kecewa dengan tangan hampa. Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, rasa penasaran belum juga pupus, dan karenanya mereka melakukan penyelaman yang terakhir kali. Kegembiraan meledak karena penyelaman Jago yang terakhir ini baru berhasil menemukan dan merekam dua ekor ikan coelacanth berukuran antara 120-140 cm, pada kedalaman 155 m. Suhu air pada kedalaman itu berkisar 17,8-20,1 oC. Ikan raja laut alias coelacanth itu ternyata hidup di gua-gua bawah laut. Ketika Jago diangkat kembali ke geladak kapal Baruna Jaya VIII , semua bersorak gembira, bahwa pada akhirnya sang raja laut dapat dipastikan keberadaannya dan direkam dengan video.

ROV (Remotely Operated Vehicle) robot bawah air dari
Aquamarine Fukusihima (Jepang), untuk merekam kehidupan ikan
coelacanth di gua-gua bawah laut. (Foto: Dok. Kasim Moosa)

Tujuh tahun kemudian, Aquamarine Fukushima dari Jepang, juga berniat untuk memburu sang raja laut ini. Bulan Maret-Juni 2006 mereka datangkan timnya bekerja sama dengan LIPI. Tetapi mereka tidak membawa submersible berawak seperti yang dari Jerman, melainkan dengan membawa ROV (Remotely Operated Vehicle) yang merupakan robot laut yang dilengkapi kamera untuk laut-dalam. ROV itu berukuran kecil, bisa dioperasikan dari perahu nelayan. ROV yang diturunkan ke dalam laut, dihubungkan dengan kabel ke alat kontrol yang ada di atas perahu atau kapal. Operator ROV di perahu atau kapal mengendalikan jalannya ROV dengan menggunakan joy-stick sambil mengamati monitor komputer di hadapannya, jadi seperti bermain computer game saja. Berhari-hari ROV ini menjelajahi dasar dan gua-gua lautdalam di Laut Sulawesi, dari 11 Maret hingga 4 Juni 2006. Akhirnya, ROV ini berhasil beberapa kali menjumpai dan merekam dengan video kehadiran sang raja laut di lingkungannya yang asli pada kedalaman sekitar 150 meter. Perjumpaan ini sontak menjadi berita dunia, dan hasil rekamannya bisa segera disaksikan orang sejagat lewat saluran Youtube.

Hasil rekaman ikan coelacanth dengan ROV Aquamarine Fukushima
di gua dasar laut di depan Manado (2009). Kiri: enam ekor terekam dalam satu
gua. Kanan: seekor coelacanth muda (juvenile) berukuran 31,5 cm.

Pagi hari tanggal 19 Mei 2007, kejutan terjadi lagi. Seekor coelacanth tertangkap dengan pancing secara tak sengaja oleh dua orang nelayan, Justinus Lahama dan anaknya Delvi Lahama, di dekat pantai Malalayang, Manado. Mereka baru beberapa menit menurunkan pancingnya pada kedalaman 70-100 m saat tali pancingnya bergetar dan terasa berat. Ternyata itu adalah coelacanth, si raja laut, yang berukuran panjang 130 cm. Ketika baru ditangkap, ikan itu masih hidup, dan diupayakan untuk dipelihara, namun nasibnya tak beruntung. Larut malam ikan itu mati, mungkin karena luka, mengalami stress, serta kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Mengejutkan juga, bahwa setelah ikan itu dibedah, ternyata ia sedang mengandung telur. Di dalam perutnya ditemukan 25 butir telur berukuran relatif besar.

Pada tanggal 23 November 2008, sekali lagi terjadi kejutan dengan ditemukanya seekor coelacanth oleh nelayan di pantai Talise, Sulawesi Utara, dengan panjang 110 cm dan berat 20 kg. Ikan ini semakin menarik perhatian dan menjadi maskot untuk Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) yang diadakan di Manado pada bulan Mei 2009, yang dihadiri oleh enam kepala negara.

Pada bulan September-Oktober 2009 Aquamarine Fukushima berhasil lagi merekam dengan ROV ikan coelacanth di perairan Talise, dekat Manado. Bahkan di suatu gua bawahlaut, ditemukan sampai enam individu hidup berkelompok. Di samping itu juga dapat terekam anakan (juvenile) ikan coelacanth.

Ikan coelacanth terekam ROV
Aquamarine Fukushima di perairan Biak, Papua
(November 2010).
Ternyata ikan coelacanth ini tidak saja ditemui di perairan Sulawesi Utara. Tim Aquamarine Fukushima (pimpinan Iwata Masamitsu) bekerja sama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada bulan November 2010 berhasil menemukan dengan merekam dua ekor ikan purba ini di perairan sebelah tenggara Pulau Biak, Papua. Perkembangan lebih mutakhir, tanggal 5 November 2014 tertangkap lagi seekor coelacanth oleh nelayan dari sekitar Pulau Gangga, Sulawesi Utara. Ini merupakan ikan coelacanth yang ketujuh yang tertangkap di Indonesia (tempo.co, 15 November 2014).




Dr. Kasim Moosa, peneliti LIPI
yang banyak terlibat dalam penelitian ikan
coelacanth di Indonesia
Dr. Kasim Moosa, peneliti LIPI yang banyak terlibat dengan penelitian coelacanth, yang juga ikut baik dalam penyelaman dengan submersible Jago, maupun dengan operasi ROV, berspekulasi jangan-jangan ikan coelacanth juga terdapat di perairan lain di Nusantara, tetapi tentunya itu belum dapat dipastikan sampai wujud ikan purba itu benar-benar dapat ditangkap atau terekam sebagai barang bukti yang autentik.









Referensi:
Erdman, M. V. 1999. An account of the first living coelacanth known to scientists from Indonesian waters. Environmental Biology of Fishes 54: 439-443.[
Erdmann, M.V, R. Caldwell & M.K. Moosa. 1998. Indonesian ‘king of the sea’ discovered. Nature 395: 335.
Erdmann, M.V., R.L. Caldwell, S.L Jewett & A. Tjakrawidjaja. 1999. The second recorded living coelacanth from north Sulawesi. Env. Biol. Fish. 54: 445–451.
Fricke, H., Hissmann, K., Schauer, J., Erdmann, M., Moosa, M.K. and Plante, R. (2000).
Biogeography of coelacanths. Nature 403, 38.
Nusantara News 16 November 2010. Aquamarine Fukushima dan LIPI berhasil temukan 2 ikan coelacanth di Pulau Biak. http://lipi.go.id/berita.
Pouyaud, I., S. Wirjoatmodjo, I. Rahmatika, A. Tjakrawidjaja, R. Hadiaty & W. Hadie. 1999.
Une nouvelle espece de coelacanthe preuves genetiques et morphologiques. Life Sciences 322 (4): 261-267.

Selasa, 07 Agustus 2018

Inilah tips saat terjadi peristiwa bencana alam

Bencana alam
Bencana alam merupakan suatu fenomena alam yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung mengganggu kehidupan manusia. Dalam hal ini, bencana alam dapat menyebabkan kerugian bagi manusia baik secara materi, non materi bahkan jiwa.

Bencana alam merupakan peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan penderitaan luar biasa pula bagi yang mengalaminya. Bahkan, bencana alam tertentu menimbulkan banyak korban cedera maupun meninggal dunia.

Bencana alam juga tidak hanya menimbulkan luka atau cedera fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis atau kejiwaan. Hilangnya harta benda dan nyawa dari orang-orang yang dicintainya, membuat sebagian korban bencana alam mengalami stress atau gangguan kejiwaan. Hal tersebut akan sangat berbahaya terutama bagi anak-anak yang dapat terganggu perkembangan jiwanya.
 
Berikut ini adalah tips jika terjadi bencana alam di sekitar anda.

Jika terjadi bencana banjir/kebakaran/tanah longsor
  • Amankan diri anda terlebih dahulu, lalu amankan keluarga anda. Amankan rumah anda dengan mematikan listrik, kompor, air, dan keluarlah dari rumah dengan membawa tas siaga bencana yang telah anda persiapkan.
  • Beritahukan kepada seluruh keluarga dan masyarakat. Umumkan lewat pengeras suara di tempat ibadah, bunyikan kentongan dan beduk di pos-pos ronda dan masjid dengan ketukan tiga kali berirama secara terus-menerus.
  • Hubungi pihak berwajib melalui telepon atau radio genggam.
  • Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba di lokasi bencana. Berikanlah pertolongan sesuai dengan kemampuan anda. Prioritaskan korban yang mengalami luka serius.
  • Jangan mengganggu kerja aparat yang sedang memberikan bantuan dan mengevakuasi korban.
  • Tetap waspada akan bahaya susulan. Selamatkan diri anda dan keluarga ke tempat aman atau lokasi pengungsian. Jangan kembali ke tempat bencana.
  • Dengarkan informasi tentang perkembangan situasi melalui radio. Jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pihak pemerintah atau aparat yang berwenang.
Jika terjadi bencana gempa bumi
  • Merunduk, Lindungi Kepala dan Bertahan di tempat aman. Beranjaklah beberapa langkah menuju tempat aman terdekat. Tetaplah di dalam ruangan sampai guncangan berakhir dan anda yakin telah aman untuk keluar. Menjauhlah dari jendela.
  • Jika anda sedang di tempat tidur, tunggu dan tetaplah di sana sampai gempa mereda, lindungi kepala anda dengan bantal.
  • Jika anda berada di luar ruangan, carilah titik aman yang jauh dari kemungkinan rubuhnya bangunan, pohon, dan kabel. Rapatkan badan anda ke tanah.
  • Jika anda di dalam mobil, melambatlah dan kemudikan mobil anda menuju titik aman, keluarlah dari kendaraan dan lakukan evakuasi.
  • Beritahukan kepada seluruh keluarga dan masyarakat. Umumkan lewat pengeras suara di tempat ibadah, bunyikan kentongan dan beduk di pos-pos ronda dan masjid dengan ketukan tiga kali berirama secara terus-menerus.
  • Periksalah diri anda, apakah ada yang terluka. Lindungi diri anda dari bahaya selanjutnya dengan memakai celana panjang, baju lengan panjang, sepatu, dan sarung tangan.
  • Tolonglah orang lain yang luka. Berikan pertolongan pertama terhadap korban cedera serius.
  • Jika terjadi kebakaran. Carilah pemadam api. Matikan gas jika anda mencium bau gas atau jika menurut anda gas tersebut mengalami kebocoran.
  • Hidupkan radio untuk mendengarkan instruksi dan informasi.

7 Kesulitan yang dihadapi ketika gempa bumi

Gempa bumi
Bencana alam dapat terjadi setiap saat dan tanpa peringatan sama sekali. Ketika terjadi bencana, bisa dipastikan kita berada dalam keadaan shock atau panik. Kepanikan ini dapat membuat situasi semakin buruk.

Berbagai sejarah bencana alam yang pernah terjadi di indonesia adalah wilayah yang rawan bencana. Setiap kali terjadi bencana alam, setiap kali pula kejadian tersebut menimbulkan banyak korban jiwa. Banyak korban jiwa pada setiap bencana alam pada umumnya disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat bagaimana cara bertindak ketika terjadi gempa bumi.

Gempa bumi terjadi pada saat batuan di kerak bumi mengalami tekanan yang sangat hebat oleh pergerakan lempeng-lempeng. Sebagian besar terjadi ketika dua lempengan di kerak bumi saling bergesekan. Lempengan yang dimaksud yaitu lempeng samudra dan lempeng benua. Ketika lempeng saling bergesek dan bertumbukan, akan menghasilkan gelombang kejut yang kita rasakan sebagai gempa bumi. Gempa bumi antara lain bisa disebabkan karena pergeseran dan pergerakan lempeng tersebut dan bisa juga karena aktivitas gunung api. Gempa bumi dapat terjadi dengan tiba- tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

Dalam setahun, gempa bumi dapat terjadi hingga jutaan kali akibat dari pergerakan lempeng bumi yang sangat aktif. Akan tetapi, getarannya tidak terasa oleh manusia yang ada di atas permukaan bumi. Gempa bumi yang dirasakan oleh manusia hanya puluhan kali pada setiap tahunnya dan akibatnya dapat merusak bangunan yang ada di atasnya. Kekuatan gempa bumi diukur dengan skala Richter. Skala Richter diukur mulai dari 1 (getaran ringan) sampai dengan 9 (getaran merusak).

Ini adalah kesulitan-kesulitan pada saat terjadi gempa bumi, sebagai peringatan untuk anda.

1. Kesulitan mendapatkan informasi
Setelah terjadi gempa bumi, selama beberapa hari ponsel sulit tersambung dan internet susah diakses. Kesulitan lainnya adalah terputusnya aliran listrik sehingga baterai ponsel tidak dapat diisi. Kesulitan ini membuat banyak orang tidak mengetahui info tentang apa yang terjadi saat itu, serta tidak dapat menghubungi keluarga dan teman-teman.

2. Pemadaman listrik
Di beberapa daerah, listrik sudah hidup kembali keesokan harinya. Tetapi di daerah yang terkena dampak parah, listrik baru hidup kembali setelah satu minggu. Pemadaman ini membuat masyarakat khawatir karena melewatkan malam yang gelap gulita.

3. Pemutusan air 
Di banyak daerah, air keran terputus selama beberapa hari sampai satu minggu. Orang-orang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air untuk minum dan kebutuhan lainnya.

4. Toilet tidak dapat digunakan
Karena air keran terputus orang-orang mengalami kesulitan menggunakan toilet. Ada yang menggunakan sisa air mandi untuk toilet.

5. Pemutusan gas
Gas terputus di hampir seluruh daerah. Untuk memulihkannya, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Karena itu orang-orang kesulitan untuk masak, menghidupkan pemanas, dan mandi.

6. Kekurangan makanan
Orang-orang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan. Walaupun sudah ikut antrian panjang, bahan makan yang dapat dibeli hanya sedikit karena dibatasi.

7. Alat transportasi tidak beroperasi
Kereta listrik, kereta Shinkansen dan kereta bawah tanah tidak beroperasi beberapa hari, serta jumlah bus yang beroperasi pun dikurangi. Karena kekurangan bensin, mobil dan motor tidak dapat digunakan. Saat itu, pengguna sepeda bertambah banyak.