Kamis, 13 September 2018

13 Alasan allah menciptakan manusia dari tanah itu mulia

adam dan hawa

Dengan berkat rahmat dan inayah-Nya semata, manusia telah diciptakan dengan segala kesempurnaan bahkan dinyatakan secara isyarat di dalam firmanNya: bahwa "manusia adalah makhluk sempurna dan termulia dari seluruh makhluk ciptaan" (QS. 95:4). Demikian itulah keagungan sifat Allah Kepada manusia, Manusia yang sebenarnya dicipta dari bahan yang sangat hina ternyata dengan segala kemurahan kasih-Nya dibimbing dan didekatkan kepada-Nya selaku makhluk termulia atau tertinggi di antara makhluk ciptaan (QS. 17:70).

Sejak awalnya para malaikat dan juga iblis diperintah oleh Allah untuk bersujud (tunduk) kepada Nabi Adam, semua bersujud kecuali iblis.Sejak itulah iblis menjadi makhluk yang hina dan terusir dari surga. Setelah iblis dikeluarkan, Nabi Adam dan istrinya diijinkan oleh Allah untuk makan apa saja yang mereka kehendaki, tapi ada satu larangan bagi keduanya yaitu mendekati pohon terlarang, yang disebut dalam al-Qur’an“syajarah.”

Kemudian iblis yang sudah berada di luar surga itu membisikkan pikiran jahat kepada keduanya.Pada ayat berikutnya iblis dinyatakan dengan kata setan. Itu berarti bahwa iblis adalah setan, dan setan itu adalah jin. Setan itu mengalir mengikuti aliran darah manusia, berarti ia bukan di luar diri manusia tetapi ada di dalam diri manusia. 

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu sehingga kamu tidak bersujud (kepada Adam)ketika Aku menyuruhmu?”Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. al-A'raf).

Maksudnya Iblis ingin mengatakan, “Aku yang lebih berhak atas sujudnya Adam kepadaku, tapi mengapa justru aku yang harus sujud kepadanya?, padahal asal penciptaannya lebih rendah dariku.”Setan (Iblis) menyombongkan diri dengan asal penciptaannya. Ia menggunakan analogi yang salah yang bertentangan dengan nash yang jelas dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Para malaikat menyadari bahwa perintah ini tidak boleh ditangguhkan karena itu adalah tanda ketaatan dan penyerahan diri kepada-Nya, maka mereka pun segera sujud tanpa menunda atau berpikir, apalagi perintah tersebut langsung dari Allah swt yang maha mengetahui dan maha bijaksana, bukan dari siapa yang bisa jadi keliru, tetapi iblis yang memasukkan dirinya dalam kelompok malaikat sehingga otomatis dicakup pula oleh perintah tersebut, enggan dan menolak sujud, bukan karena tidak ingin sujud kepada selain Allah, tetapi karena dia angkuh, yakni mengabaikan hak pihak lain, dalam hal ini Adam as serta memandangnya rendah sambil menganggap dirinya lebih tinggi.

Jangan di duga bahwa keenggana ini baru diketahui Allah swt, ketika itu. Tidak, sebab memang sejak dulu dalam pengetahuan Allah, dia termasuk kelompok makhluk-makhluk yang kafir.

Dia enggan sujud padahal sujud tersebut adalah sujud penghormatan bukan sujud ibadah, atau bahkan tidak mustahil sujud yang diperintahkan oleh Allah Swt itu dalam arti sujud kepada Allah swt, dengan menjadikan posisi nabi Adam as. ketika itu sebagai arah bersujud sebagaimana Ka‟bah di Mekkah dewasa ini menjadi arah kaum muslimin sujud kepada-Nya.


Berikut ini adalah alasan secara logis bahwa manusia itu lebih mulia atau sempurna:

1. Sifat api adalah merusak dan menghancurkan apa saja yang mengenainya, berbeda dengan tanah.
2. Sifat api ringan, panas dan kacau, sedangkan sifat tanah tetap dan tenang.
3. Tanah mengandung rizki dan makanan bagi makhluk hidup, sedangkan api tidak.
4. Tanah dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya sangat dibutuhkan oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan, sedangkan api tidak dibutuhkan secara langsung olehnya.
5. Jika bibit tumbuhan diletakkan di tanah, maka tanah itu akan mengeluarkan hasil yang berlipat ganda dari bibit tumbuhan tersebut. Sedangkan api, jika sesuatu diletakkan di atasnya, maka tidak akan ada lagi yang tersisa (hangus).
6. Api tidak bisa berdiri sendiri, tetapi membutuhkan tempat dimana api tersebut menyala. Sedangkan tanah tidak membutuhkan tempat.
7. Api membutuhkan tanah, sedangkan tanah tidak membutuhkan api karena api memerlukan tempat yang ada di atas tanah.
8. Materi penciptaan Iblis adalah dari nyala api, sesuatu yang lemah dan mudah dipermainkan oleh angin. Materi penciptaan manusia adalah tanah, sesuatu yang kuat dan tidak mudah dipermainkan oleh angin.
9. Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an berbagai manfaat tanah dan mendorong kepada manusia untuk memikirkannya dan merenungkan ayat-ayat dan keajaiban yang ada di dalamnya. Namun untuk api, Allah tidak menyebutkannya melainkan dalam konteks ancaman dan siksa, kecuali hanya di beberapa ayat saja.
10. Dalam banyak ayat, Allah menyebutkan bahwa tanah mengandung banyak keberkahan, berbeda dengan api yang tidak disebutkan keberkahannya.
11. Tanah adalah tempat rumah-rumah ibadah untuk menyebut nama Allah, seandainya hanya ada baitullāh (Masjid al-Harām) di muka bumi ini, maka itu sudah cukup sebagai kehormatan bagi tanah.
12. Tujuan diciptakan api adalah untuk melayani kebutuhan tanah, jika tanah membutuhkan api, tanah akan memanggilnya. Jika tidak maka tanah akan meninggalkannya .
13. Bumi terdiri dari dua unsur. Pertama, air yang diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Kedua, tanah yang diciptakan Allah sebagai tempat penyimpanan berbagai manfaat dan kenikmatan.

Kemudian seandainya kita menerima asumsi yang salah dari Iblis yang mengaku bahwa api itu lebih baik dari tanah, tidak berarti apa yang diciptakan dari api itu lebih baik dari yang diciptakan dari tanah. Sebab penilaian itu terletak pada kesempurnaan akhir penciptaan, bukan terletak kepada materinya yang kurang sempurna, sebagaimana Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik, walaupun berasal dari tanah yang hina dan kotor.

Iblis akan selalu berusaha untuk membuat manusia lupa dari mengingat Allah. Segala upaya Iblis dalam menyesatkan manusia akan menjadi tantangan untuk melawan hegemoninya dengan senantiasa memaksimalkan potensi manusia berupa akal dan hati agar memiliki kesadaran untuk tetap berada di jalan yang lurus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar