Senin, 10 September 2018

3 Jenis ular yang ada di negara jepang

 Jenis-jenis ular di jepang dan penjelasannya

Banyak orang takut akan ular. Tapi di Jepang, Ular adalah hewan yang melambangkan keberuntungan. Karena ular adalah hewan yang melambangkan uang dan kekayaan di Jepang. Orang-orang percaya bahwa jika mereka menaruh sebuah potongan dari kulit ular di dalam dompet, mereka akan menjadi kaya. Mereka juga meletakkan gambar dari seekor ular putih di dinding. Beberapa orang percaya ular adalah dewa binatang, jadi mereka tidak akan pernah membunuh ular. Dikatakan bahwa jika membunuh seekor ular, maka akan menyebabkan hilangnya uang.

Beberapa keluarga orang Jepang memelihara ular. Orang Jepang percaya bahwa setiap ular, khususnya seekor ular putih, adalah sebuah simbol dari nasib baik. Dalam kepercayaan masyarakat Jepang, di sisi lain, ular diidentifikasikan dengan kecemburuan, gairah, dan keirian dari seorang perempuan, dan ular yang dapat merayu juga menipu biasanya didentikkan dengan sosok perempuan.

Di Asia, ular sering diidentikkan dengan dewa naga. Dalam mitologi India misalnya terdapat Nagas, ular naga besar yang dikaruniai kekuatan magis. Dalam ajaran Budha, Nagas diyakini menghuni sungai dan gua bawah tanah. Ular itu juga menjadi penjaga gunung Sumeru. Dalam riawayat hidup sang Budha, diceritakan bahwa ketika ia duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi, muncul ular berkepala tujuh bernama Mucalinda yang melindungi sang Budha dari hujan lebat dengan membentuk kepalanya menyerupai payung.

Di Jepang, ular tersebut terutama terkait dengan sinkretis Benzaiten, dewi dari segala sesuatu yang mengalir: air, kata, dan musik. Dia adalah dewa utama dari kuil di pulau-pulau sebagai Enoshima dan Chikubushima dan sering di gambarkan dengan ular melingkar di sekitar batu yang dia duduki. Dalam legenda Jepang, ular juga merupakan simbol dari kecemburuan seorang wanita: di cerita terkenal tentang Kiyohime, ketika cemburu mengubah dirinya menjadi ular dan mengelilingi sekitar lonceng kuil di mana kekasih yang dicarinya bersembunyi secara harfiah "membakarnya" dia dengan amarahnya.

Jepang diketahui terdapat banyak ular (sebagai orang yang telah mendaki di hutan Jepang bisa membuktikan); ular merupakan bahan dalam obat tradisional. Jenis ular berbahaya adalah mamushi, pitviper itu, gigitannya menyebabkan kematian setiap tahun (ular berbisa lain adalah Habu, ditemukan di Okinawa).

Inilah jenis-jenis ular di jepang:

Ular Habu dari Okinawa

Ular habu
 
Dalam kata Jepang “Habu” menunjukkan sebuah fakta-fakta jenis ular yang mendiami pulau Ryukyu. Ular-ular ini juga dikenal sebagai ular pohon berbisa atau ular lubang berbisa. Ada tiga spesies dari yang ditemukan di okinawa.

Ketiganya adalah ular berbisa yang biasa memakan hewan pengerat dan mamalia kecil lainnya. Ular Habu berukuran besar, berbisa, juga agresif malah tidak selalu dipandang sebagai makhluk berbahaya oleh penduduk Okinawa. Di sana, ular Habu ditangkap dan dijadikan bahan utama minuman keras yang dikenal dengan sebutan Sake Habu.

Ular habu asli okinawa berwarna kuning pucat kehijau-hijauan dan ditandai dengan corak gelombang dengan bintik hijau gelap dengan kuning di pinggir. Bagian permukaan bawah lebih terang dan hampir putih. Seekor ular habu dapat tumbuh sampai panjang 8 kaki walaupun kebanyakan tidak mencapai ukuran itu. Spesies Habu yang diketahui panjangnya hanya sekitar tiga sampai empat kaki memiliki warna kulit yang lebih berwarna abu-abu coklat daripada Habu asli Okinawa Bila mengunjungi Okinawa, penting mengetahu apa yang seharusnya dilakukan ketika digigit oleh ular Habu.Bisa Habu tidak selalu mematikan, namun hemoxotic, yaitu menyebabkan kekurangan sel darah merah sehingga darah teracuni.

Korban dari gigitan ular habu kemungkinan mati atau menderita cacat permanen jika mereka tidak segera ditangani lebih lanjut. Hal yang seharusnya tidak pernah dilakukan adalah mengikat ketat bagian kulit di sekitar area bekas gigitan sekitar gigitan. Hal ini malah menimbulkan efek yang buruk pada bagian yang terkena gigitan.

Tindakan yang tepat saat digigit ular Habu adalah membersihkan area gigitan demi mencegah infeksi di dalam aliran darah. Tubuh penderita dijaga untuk tidak banyak bergerak sampai datangnya petugas kesehatan. Statistik menunjukkan bahwa populasi okinawa diketahui memiliki beberapa penduduk berumur paling panjang didunia. Kehadiran ular habu jelas bukan ancaman besar untuk semua penduduk okinawa dan selain tersedianya fasilitas pengobatan, yang berarti pengobatan kesehatan yang berarti gigitan tersebut tidak berujung pada kematian.

Ular habu lebih aktif pada saat musim panas dan sering terlihat berjemur di tepian batu. Mereka dapat juga ditemukan gua. Kebanyakan ular menghuni area hutan, tapi mereka dapat pindah ke ladang dan jalanan dekat dengan sumber air. Ular habu juga muncul disekitar pemukiman manusia, dimana diketahui suka bersembunyi didalam kuburan tua dan di dalam dinding yang terbuat dari batu kapur. Beberapa penduduk Okinawa tahu betul di mana habitat ular Habu dan mencarinya dalam jumlah yang banyak untuk menjadikannya bahan pembuat Sake Habu. Minuman keras ini sering diminum dari botol yang berisi bagian tubuh ular Habu. Sake Habu berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit.

Kandungan racun dari bisa ular dinetralkan/ dihilangkan oleh alkohol selama proses pembuatan sake. Botol sake habu mengandung ular habu utuh yang terendam di dalam larutan sake tersebut. Seperti alkohol pada umumnya, bau sake sangatlah kuat, tetapi sake habu memiliki bau yang tidak begitu menusuk ketika usus ular dikeluarkan/ dibersihkan dari dalam tubuh ular sebelum di rendam alkohol. Jika benar ular Habu memberikan efek positif bagi kesehatan, maka boleh jadi hal ini yang menjadikan penduduk Okinawa berumur panjang. Minuman kuat/ keras juga digunakan untuk meningkatkan kejantanan. Khasiat tersebut sama dengan mengkonsumsi Viagra, yang dipercaya mendasari fakta bahwa ular habu dapat berhubungan intim selama berjam-jam.

Ular habu okinawa sangat dihargai sebesar dengan ketakutan manusia terhadap hewan itu. Ular habu harus dihindari di alam liar dan harus dijauhkan dari tempat tinggal masyarakat, tetapi dengan penanganan yang tepat, gigitan ular habu tidak akan menyebabkan kematian atau cacat permanen.

2. Ular Mamushi

Ular mamushi
 
Gloydius blomhoffii kadang-kadang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai copperhead Jepang, kadang-kadang sebagai pit viper mamushi, dan kadang-kadang hanya mamushi. Nama lokal adalah Nihon mamushi, tapi biasanya disingkat menjadi mamushi. Ular ini memiliki panjang antara 45-60 cm, memangsa mamalia kecil seperti burung, reptil, dan katak, dan dapat ditemukan di berbagai jenis habitat. Ular viper pit mempunyai kemampuan berburu dalam kondisi cahaya rendah.

Lebih signifikan lagi, ular ini digolongkan sebagai ular paling berbahaya di daratan Jepang, meskipun demikian Mamushi diperlakukan hormat dan hati-hati.

Gloydius blomhoffii, umumnya dikenal dengan sebutan mamushi, moccasin Jepang, pit viper Jepang, atau mamushi Jepang. Ular ini adalah spesies pitviper berbisa yang biasa ditemukan di Cina, Jepang, dan Korea. Terdapat empat subspesies yang akan dijelaskan di sini.

Selain ular Habu Okinawa, mamushi merupakan ular paling berbisa di Jepang. Setiap tahun, 2000-3000 orang di Jepang digigit mamushi. Untuk korban gigitan ringan, dibutuhkan satu minggu pengobatan di rumah sakit. Sementara bagi korban gigitan parah, memerlukan perawatan intensif, dan sekitar 10 korban meninggal setiap tahun.

Ular mamushi adalah predator penyergap yang memiliki kemampuan kamuflase yang sangat baik, yaitu dengan cara menyembunyikan dirinya di antara vegetasi atau sampah daun.Mangsa utamanya ,tidak hanya tikus, tetapi juga burung kecil, kadal, dan serangga. Karena itu mamushi juga dapat ditemukan di sekitar lahan pertanian sekaitan dengan keberadaan populasi hewan pengerat tersebut.

3. Ular putih 

Ular putih

Ular albino atau yang disebut ular putih adalah objek penyembahan. Biasanya dianggap dewa atau utusan dewa oleh masyarakat Jepang. Ular putih juga dikatakan sebagai dewa penjaga rumah penduduk. Mereka menyembah ular putih sebagai utusan Dewi Benten dan sebagai dewa kemakmuran merangkap keberuntungan. 

Daerah Iwakuni di Prefektur Yamaguchi adalah rumah bagi ular albino yang umumnya juga dapat ditemukan di tempat lain di Jepang. Ular putih ini tidak berbahaya yang dapat tumbuh sepanjang 1,8 m, dan secara resmi ditetapkan sebagai harta nasional. Taman Kikko, di seberang Jembatan Kintai di Iwakuni adalah tempat untuk melihat ular yang dianggap sebagai simbol dari Benten, salah satu dewa dari tujuh dewa keberuntungan (Shichifukujin). Taman ini buka dari pukul 9 pagi sampai jam 5 sore, dan tidak hanya berisikan ular, namun pula terdapat kuil Kikko, museum seni Iwakuni, dan museum Kikkawa.

Ular putih di Jepang dianggap membawa keberuntungan dan dapat mengundang kekayaan sehingga beberapa orang biasa menyelipkan sedikit kulit ular di dalam dompet atau tas mereka, bahkan memakai dompet yang terbuat dari kulit ular.


Referensi:
Opler, Morris Edwar.1945.Japanese Folk Belief Concerning The Snake. Southwestern Journal Of Anthropology. Vol 1 No 2 (Summer, 1945) Pp. 249-259.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar