5 Kisah nyata jasad masih utuh pada para syuhada

perang uhud

Alam kubur adalah alam gaib, tidak ada yang mengetahui hakikat berbagai kejadian di dalamnya kecuali Allah. Semua kejadian yang terjadi di dalamnya adalah atas izin Allah. Maka, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Termasuk salah satunya adalah keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada jasad-jasad orang pilihan. Jasad mereka tidak membusuk, rusak, atau berubah sedikit pun. Murni dengan izin Allah, bukan karena rekayasa-rekayasa bahan kimia. Mereka utuh tidak rusak, seakanakan mereka baru saja meninggal. Padahal, mereka sudah berpuluh atau beratus atau bahkan beribu-ribu tahun di dalam kubur. Semua keistimewaan itu menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak, yang tidak pernah terbelenggu hukum apa pun, termasuk hukum alam yang Allah ciptakan sendiri. Oleh karena itu, sekali lagi perlu diingat bahwa hukum alam kubur berbeda dengan hukum alam yang terjadi di dunia ini. Maka, salah jika seseorang mengiaskan alam kubur dengan alam dunia.

Pada dasarnya, jasad manusia yang asal usulnya terbuat dari tanah, akan hancur di dalam kubur termakan tanah. Sebagaimana dapat kita pahami dari kalam Allah, yang artinya, “Dari bumi (tanah) itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan mengembalikan kamu dan darinya kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain (yaitu pada hari Kebangkitan).“ (Thaha: 55). Juga hadis Rasulullah, yang artinya, “Seluruh jasad manusia akan hancur dimakan tanah kecuali tulang ekornya.“ (HR. Muslim).

Namun, jika kehendak Allah menginginkan jasad hamba-hambaNya yang mulia tidak termakan tanah, maka jasad itu akan tetap utuh, seakan baru meninggal kemarin. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah, yang artinya, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad para nabi 'alaihimush-shalâtu was-salâm.“ (HR. Ahmad, Abu Dawud, an- Nasâ`i, dan Ibnu Majah).

Hadis ini memberikan jaminan secara tegas, bahwa jasad para utusan Allah tidak akan rusak dimakan tanah. Adapun untuk selain para nabi, tidak ada jaminan atau kepastian akan terpeliharanya jasad mereka, walaupun tidak ada yang menghalangi kekuasaan Allah. Beberapa kisah nyata menunjukkan jasad sebagian syuhada yang telah dimuliakan oleh Allah, sehingga tanah tidak berani menyentuh sedikit pun. Jasad mereka masih utuh, bahkan kain kafan yang membungkus mereka pun masih utuh, putih, tidak berubah sedikit pun. Tentu semua itu atas izin Allah. Di antara kisah tersebut adalah:

1. Al-Qurthubi dalam at-Tadzkirah meriwayatkan bahwa ketika terjadi banjir di Madinah, terlihat kuburan ‘Amr bin al-Jamuh dan Abdullah bin ‘Amr. Keduanya adalah syuhada Perang Uhud yang dikubur dalam satu lubang. Terlihat keduanya seakan baru saja meninggal kemarin. Tidak ada perubahan, masih persis sama ketika keduanya meninggal pada Perang Uhud. Banjir ini terjadi 46 tahun setelah Perang Uhud.

2. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa sewaktu terjadi banjir di Madinah, kuburan 70 orang syuhada Perang Uhud terkena banjir. Mayatnya timbul keluar dalam keadaan masih utuh. Sampai banjir surut, darahnya masih mengalir harum. Lantas dikubur lagi, tapi sudah tidak ditandai nama-nama mayat tersebut. Yang ditandai karena telah dikenali hanya dua, antara lain Hamzah, karena diketahui dadanya bolong dan jantungnya tidak ada karena dimakan oleh Hindun. Badannya tinggi besar, jasadnya masih berdarah dan harum, bahkan tangannya masih menutup lukanya di lambung yang terkena tombak, yang masih keluar darah, walaupun sudah beberapa ribu tahun. Yang satu lagi adalah Abdullah bin Haram karena diketahui dari kuping dan hidungnya yang terpotong-potong karena diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud.

3. Dr. Thariq as-Suwaidan dalam kasetnya, “Qishshatun Nihayah”, yang dinukil secara langsung dari Syeikh Mahmud ash-Shawaf, menyebutkan peristiwa besar yang dialami oleh sebagian ulama dalam penguburan ulang sebagian sahabat yang gugur syahid di Perang Uhud. Mereka menyaksikan jasad para sahabat setelah 1400 tahun berlalu, tetap seperti sedia kala tanpa perubahan, tanpa pembusukan. Ini merupakan bukti nyata atas kebenaran berita gembira dari Nabi Muhammad untuk para syuhada, bahwa bumi tidak memakan jasad mereka.

4. Disebutkan dalam Sunan at-Tirmidzi, bahwa jasad pemuda yang dibunuh raja zalim dalam kisah Ash-habul Ukhdud, pada masa Umar dikeluarkan dari kuburannya. Ternyata jasad pemuda tersebut didapati masih utuh, tangannya memegangi wajah bagian tengah, seperti ketika ia meninggal.

5. Dari Hisyâm bin ’Urwah, dari bapaknya, dia berkata: Ketika dinding rumah Nabi roboh, sementara Umar bin Abdul Aziz pada saat itu sedang berada di Madinah, tiba-tiba telapak kaki salah seorang penghuni kuburan yang dikubur di rumah itu terlihat dan telapak kaki itu terkena sesuatu hingga berdarah. Umar bin Abdul Aziz kaget sekali, lalu ’Urwah masuk ke rumah tersebut. Ternyata telapak kaki itu adalah telapak kaki Umar bin al-Khaththab. ’Urwah pun berkata kepada beliau, ”Engkau jangan kaget, kaki tersebut adalah kaki Umar bin al-Khaththab.” Lalu beliau menyuruh membangun kembali dinding tersebut dan dikembalikan seperti semula.” (Ahwal al-Qubur, 121).

0 Response to "5 Kisah nyata jasad masih utuh pada para syuhada"

Posting Komentar