Selasa, 11 September 2018

Inilah mitologi ular di negara jepang

 Cerita Mitologi Ular Yang Ada Di Negara Jepang


Makhluk gaib di Jepang terdiri dari bermacam-macam jenis. Di antaranya yang paling suci adalah para dewa dari mitologi mereka, seperti dewi matahari beserta keturunannya, dan juga arwah-arwah tokoh sejarah, termasuk para pendiri sekte-sekte agama dan pemimpin agama, seperti Minamoto no Yoshitune, Nichiren, Shinran, dan lain-lain. Makhluk gaib dari tingkat yang lebih rendah yaitu roh orang-orang yang telah meninggal, yang kemudian akan mendapatkan status sebagai dewa. Dalam tradisi orang Jepang ada kewajiban bahwa roh almarhum harus tetap diperhatikan oleh keturunannya yang masih hidup. Pemujaan seperti ini dalam istilah antropologi disebut pemujaan roh leluhur. Namun Palth (1964) menganggap bahwa istilah “pemujaan roh leluhur” tidak tepat, sebab yang dipuja bukan saja roh leluhur, melainkan juga kerabat dari generasi yang sama. Selain itu roh leluhur tidak selalu dipuja, kebanyakan hanya dirawat, dimohon bantuannya dengan jalan membujuk dan mengambil hatinya.

Tanaman dan binatang juga dianggap mempunyai jiwa (soul) atau roh (spirit). Namun perbedaannya, bahwa semua jiwa manusia dinilai cukup sakti dan tidak boleh dianggap enteng, sedangkan jiwa binatang dan tanaman tidak selalu demikian. Hal ini terbukti dengan adanya jiwa manusia dan jiwa binatang tertentu yang dapat bertindak secara gaib sewaktu mereka masih hidup.

Diantara jenis fauna, makhluk gaib yang dianggap berbahaya adalah binatang menyusui tertentu seperti rase dan anjing, dan binatang melata seperti ular. Sedangkan diantara flora, yang dianggap berbahaya terutama pohon tua, yang biasanya menjadi tempat bersemayam roh-roh. Selain itu fenomena alam seperti laut, air terjun, bongkahan batu besar dengan bentuk aneh, dianggap sebagai tempat-tempat roh bersemayam. Dan terakhir, roh-roh dapat juga bersemayam di dalam benda-benda buatan manusia, seperti cermin, dapur, jamban (wc), dan sebagainya.

1. Yamata No Orochi
Yamata no Orochi adalah bijuu berbentuk ular. Dia memiliki mata berwarna merah darah, delapan ekor dan delapan kepala (juga digambarkan dililit oleh akar belukar dan semak) dan memiliki kekuatan dari dunia iblis, yang merupakan simbol kejahatan. Setiap kepala orochi melambangkan simbol: jiwa, hantu, kejahatan, iblis, dunia setelah kematian, dan kematian. Kekuatan sebenarnya dari orochi seharusnya tidak terlalu besae, bahkan cendrung lemah. Namun Orochi menjadi kuat karena suatu peristiwa.

Diceritakan seorang dari klan Kusanagi melakukan kecerobohan ketika menggunakan pedang legedaris Kusanagi no Tsurugi untuk menyerang Orochi. Karena itu, sebagai konsekuensinya, Yamata no Orochi menagmbil alih pedang itu dan menyerap kekuatan yang ada di dalamnya sehingga menjadi makhluk yang amat kuat, dan akhirnya menyimpan semua kekuatan dari pedang itu di dalam tubuhnya. Dengan kekuatan barunya, Orochi mengeluarkan kekuatan kegelapan yang amat besar dan akibatnya membangunkan bijuu (jelasin singkat bijuu itu apa) yang lain, serta menjadi arogan. Orochi mengalahkan banyak bijuu tetapi dia akhirnya dikalahkan oleh kyuubi. Penyebabnya sederhana: kekuatan kyuubi tidak terbatas, sehingga membuat sebuah lubang pada Kusanagi yang bahkan Enma dan Sarutobi tidak bisa menggoresnya sedikitpun. Dalam legenda, kekuatan Orochi hampir menyamai kyuubi, tetapi dia mempunyai batasan.

Panjang tubuhnya melebihi besar 8 gunung, dia adalah bijuu yeng terbesar. Aslinya, dia lebih lemah dari Hokou dan Nekomatsu. Tetapi, itu 1000 tahun sebelum pejuang pemberani mencoba mengalahkannya dengan Kusanagi No Tsurugi. Dalam prosenya pedang itu terserap oleh orochi, lalu memperbesar kekuatannya secara masif. Setelah itu dia bebas menggunakan kekuatan pedang itu dari perutnya. Dia berasal dari medan perang kuno di osaka.

Orochi bertarung sebanyak lima kali, menang atas Shukaku, Isonade, Kaku, Raijuu, dan kalah telak melawan Kyuubi. Kemampuannya yang bisa memanggil roh jahat ditambah kekuatan dari Kusanagi sayangnya tidak sebanding alias setingkat di bawah Kyuubi. Karena itu Yamata no Orochi dianggap setan/iblis terkuat yang menempati posisi setelah Kyuubi.

Yamato no orochi menunggu kedatangan jenius dari klan yagami, yaitu musuh bebuyutan dari klan kusanagi. Tujuannya adalah untuk membangkitkan yamato no orochi kembali untuk melawan kyuubi sekali lagi. Karena kekuatan yamato no orochi bersemayam di dalam klan yagami, kalau penerus telah muncul sebagai salah satu jenius dalam waktu 1000 tahun mana yang bisa membangunkan kemampuan orochi, maka kemampuannya akan penuh kembali. Setelah proses ini selesai, maka tubuh jenius tersebut akan hancur dalam proses pemunculan kembali tubuh orochi, yang memiliki kekuatan yang baru. Itu tak akan ditemukan sebelum pertempuran menentukan melawan kyuubi, dan sanggup membunuh apapun, menghancurkan tempat yang seperti apapun, dan mendapatkan penglihatan yang tak terbatas (seperti yang dimilikki kyuubi). Inti kekuatan dari yamato no orochi adalah jutsu penyegelan terlarang. Segera setelah penerus klan yagami cukup mapan untuk itu, kekuatan yang lebih besar akan muncul dalam kembalinya yamato no orochi.

2. Nure Onna
Dalam cerita rakyat Jepang, Nure-Onna adalah yōkai yang menyerupai makhluk amfibi dengan kepala seorang wanita dan tubuh dari ular. Sementara deskripsi penampilannya bervariasi sedikit dari cerita ke cerita, makhluk ini sering digambarkan memiliki panjang sekitar 300 m dan memiliki mata seperti ular, cakar panjang, taring, dan rambut panjang yang indah. Nure-Onna biasanya terlihat di pantai sedang mencuci rambutnya.

Tujuan kemunculan Nure-Onna tidak diketahui. Dalam beberapa cerita, dia adalah makhluk mengerikan yang cukup kuat untuk menghancurkan pohon dengan ekornya dan memakan manusia. Dia membawa sesuatu seperti anak kecil yang ia gunakan untuk menarik calon korban. Jika seseorang bermaksud baik dan menawarkan untuk menggendong bayi baginya, Nure-Onna akan membiarkan mereka. Jika mereka mencoba untuk membuang bundelan itu karena memang bukan berisi anak kecil sama sekali, maka sebaliknya, bundelan itu menjadi sangat berat dan mencegah korban melarikan diri. Dia kemudian menggunakan lidah ular yang panjang untuk menyedot semua darah dari tubuh korbannya. Dalam cerita lain, Nure-Onna hanya mencari keheningan saat ia mencuci rambutnya dan bereaksi keras terhadap orang-orang yang mengganggunya.

Di Tsushima di Prefektur Nagasaki, ketika hujan di malam hari, Bakemono yang di kenal sebagai Nure Onago muncul di dekat air dari kolam kecil hingga laut. Seluruh tubuhnya basah kuyup dari atas kepalanya hingga ujung jari kakinya.

Nure onago dapat ditemukan di beberapa bagian dari Jepang. Di Nuwa di Prefektur Ehime, dikatakan bahwa kita bisa melihat rambutnya terbentang dan mengambang di atas permukaan laut, dan itu berasal dari sana dimana dia muncul . di Distrik Uwa, nure onago tidak datang dari laut, tapi dikatakan bahwa dia muncul dari sebuah rambut yang basah kuyup.

Nure onago selalu mempunyai sebuah senyum jahat, dan tawa yang menyeramkan. Jika kebetulan mendengar tawanya, disarankan ikutlah tertawa bersamanya, kalau tidak dia akan menyerang tanpa belas kasihan.

Di Prefektur Kagoshima, di tanjung Tajiri diadakan festival terkenal untuk dewa Ebisu, dan ada yokai serupa dengan Nure Onna di sana, dinamakan dengan Iso Onna (wanita pantai). Penampilannya pun juga basah kuyup dari kepala hingga kaki. Iso Onna muncul di daerah berpasir, baik di pantai sebenarnya atau daerah pedalaman yang banyak pasirnya. Perbedaan utama antara Nure Onna dan Iso Onna terletak pada bagian bawah tubuh mereka. Dikatakan bahwa Iso Onna tidak memiliki bagian kaki, malah berbentuk seperti ular yang memanjang dari bawah pinggang. Iso Onna dan Nure Onago merupakan jenis Yokai yang disebut Nure Onna.

3. Istri Yang Berasal Dari Siluman Ular Buta 
Seorang tabib muda hidup di desa fukae-mura bersama ibunya. Pada suatu pagi musim gugur ketika hujan rintik-rintik mulai turun, seorang gadis jelita berlindung di emperan rumah kepala desa. Pada mulanya ia mengira hujan takkan turun lama, tetapi kenyataannya tidak demikian, ternyata hujan semakin menjadi-jadi. Lebih repot lagi matahari semakin condong ke barat. Penghuni rumah kepala kampung merasa kasihan pada gadis asing ini, dan mereka pun mengundangnya masuk ke dalam rumah untuk menanti berhentinya hujan.

Melalui pembicaraannya dengan si gadis, kepala desa mengetahui sedikit mengenai hal bahwa ia ternyata berasal dari Higo dan sebagainya. Berhubung kepala desa telah dimintai tolong oleh ibu dari seorang tabib muda untuk mencarikan istri bagi putranya itu, maka pikirnya gadis itu lumayan juga. Maka ia pun segera menjadi perantara, dan berhasil dengan baik. Dengan demikian si gadis dari Higo menjadi istri tabib dari fukae, dan dari perkawinan itu tak lama kemudian lahir seorang anak.

Pada suatu hari sewaktu ibu si tabib memasuki kamar menantunya, ia menemukan seekor ular besar sedang melingkari tubuh cucunya. Keduanya sedang lelap dalam tidurnya. Pada waktu si tabib pulang dari rumah pasiennya, ia mendapatka wajah ibunya dalam keadaan pucat pasi. Karena terus didesak akhirnya si ibu pun menjelaskan apa yang telah disaksikannya tadi. Akan tetapi si tabib tak mau percaya bahwa istrinya sesungguhnya seekor ular. Pada keesokan harinya sewaktu ia mengintip ke dalam kamar istrinya, ia menemukan kenyataan seperti yang di ceritakan ibunya kemarin.

Akhirnya si tabib menceraikan istrinya. Dengan suara iba si istri berkata : “saya telah kau tolong beberapa tahun yang lalu di pantai laut, oleh karenanya saya telah mengubah diri menjadi seorang wanita untuk membalas budimu dengan cara melayanimu. Saya adalah ular dari situ di gunung fugen. Jika engkau tidak dapat memperoleh seorang babu susu yang baik, datanglah ke situ fugen.” Si ular pun meninggalkan suaminya. Si tabib kemudian ingat bahwa beberapa tahun silam ia pernah menolong seekor belut putih yang sedang diganggu oleh anak desa. Mungkin ular ini adalah belut putih itu.

Ia pun mencari asi untuk menyusui anaknya, tapi tidak memperolehnya. Maka ia menuju gunung fugen. Ia bertemu istrinya, istrinya pun mengorek keluar salah satu bola matanya untuk diserahkan kepada suaminya. Pada waktu si tabib memberikannya kepada anaknya, oleh si anak bola mata itu dijilatinya, dan air susu keluar dari bola mata itu. Si tabib meras puas dan ia pun pulang, sambil menggendong bayinya di punggungnya dan menyimpan mata istrinya di dadanya.

Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan samurai. Ketika melihat di dada si tabib ada sesuatu yang menonjol, mereka pun curiga. Pada waktu di periksa mereka menemukan mustika yang indah, sehingga mereka merampasnya. Sesampainya di rumah anaknya menagis. Si tabib pun kembali menemui istrinya. Dengan sedih istrinya mengatakan “ saya hanya mempunyai satu mata, tapi demi anak kita saya rela menjadi buta!”.

Samurai tadi pergi ke gunung fugen untuk mencari mustika yang satunya lagi. Dan kebetulan bertemu dengan si tabib, kemudian mata itu pun dirampas oleh mereka. Karena tidak tega mendengar anaknya menangis kelaparan. Maka si tabib kembali ke istrinya. Mengetahui itu istrinya menjadi murka besar. Menurut kisahnya setelah itu muncul gempa besar di daerah itu.

4. Kuil ular/Hebi Jinja
Ular adalah salah satu makhluk yang sering dianggap sebagai dewa, pesan dewa, atau Nushi ( makhluk yang kuat mempunyai hidup panjang dan dapat mengontrol suatu area). Jika menggangu atau merugikan, ular dipercaya membawa ketidakberuntungan atau kerugian untuk orang-orang, keluarga, atau seluruh desa. Kerena ini dipercaya, masyarakat jepang umumnya kagum akan kehebatan ular dan berusaha menghindari ular atau tidak menggangu area habitat mereka.

Kuil dan Pagoda di Jepang di dedikasikan untuk dewa ular. Sebagai contoh di Tono, Prefektur Iwate, banyak tempat-tempat kuil dewa Horyou, yang mana dipercaya mempunyai tubuh seekor ular. Dan dikatakan bahwa membunuh ular di sekitar area adalah tabu.

Masyarakat Nishinogami, prefektur Hyogo, beranggapan ular sebagai dewa air. Yang mana di dedikasikan Kuil Suwa. Dikatakan bahwa ular tidak merugikan area ini. Di gunung Rokushosan di kota Toyota, prefektur Aichi, ada kuil kecil yang di dedikasikan untuk dewa ular, yang dihormati oleh masyarakat Miyaguchi.

Kuil Zeniarai Benzaiten Ugafuku lebih populer dikenal sebagai Zeniarai Benten, merupakan sebuah kuil Shinto di Kamakura, Kanagawa, prefektur Kanagawa di Jepang. Meskipun ukurannya kecil, itu adalah tempat paling populer di kalangan wisatawan karena air pada musim semi di dalam gua di percaya dapat melipat gandakan cuci uang.

Seekor ular putih legendaris dikatakan tinggal di sekitar kuil dan beranggapan salah satu dewa di sembah di sana. Memang ular – ular dan figur pemujaan ular penting dalam mitos seputar gunung Miwa serta mula Shinto pada umumnya.

Banyak orang mengunjungi kuil Kanahebisui (kuil ular besi dan air) di kota Iwanuma, prefektur Miyagi, dan batu sentuh dengan gambar ular di percaya bahwa menyentuh batu ini akan membawa kemakmuran.

Ada kuil di Jepang di dedikasikan untuk ular putih. Selain itu, di distrik Umatate kota Shiraoka, prefektur Saitama, ular putih diyakini menjadi utusan Benzaiten, anggota yang terkenal Shichi-fuku-jin (tujuh dewa keberuntungan yang baik). Dengan demikian, hal ini adalah tabu untuk menyakiti ular. Hebi Jinja ( kuil ular) di prefektur Tochigi memuja ular sebagai dewa ular.


Referensi:
Danandjaja, James. 1997. Foklor Jepang: Dilihat Dari Kacamata Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Sitomorang, Hamzon. 2013. Minzoku Gaku (Etnologi) Jepang. Medan: Usu Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar