Live

Perjuangan hidup dan bertahan hidup harus semangat bagi umat manusia di dunia.

Arsip Info

Selasa, 23 Oktober 2018

Inilah efek bahaya racun ubur-ubur harus diwaspadai

Ubur-ubur

Pantai merupakan salah satu objek wisata yang disukai banyak orang. Ada banyak komoditas tumbuhan dan hewan di dalamnya, salah satunya adalah ubur-ubur. Ubur-ubur adalah hewan karnivora yang hidup di laut dan jenisnya amat beragam, dan terkenal akan sengatannya yang dapat membahayakan. Sengatan ubur-ubur dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi, dari yang ringan, seperti gatal, hingga kematian. Karena itu, ketika berlibur di pantai, kita harus waspada agar terhindar dari bahaya tersebut.

Ubur-ubur atau jelly fish termasuk Phylum Cnidaria. Binatang ini hidup di laut/daerah pantai yang bentuknya seperti bel/lonceng dengan jari-jarinya yang disebut tentakel. Ubur-ubur termasuk kelompok hewan invertebrata dengan tubuh bergelatin, sehingga mirip dengan agar-agar/jeli. Tubuhnya mengandung 95% air.

Kandungan racun
Pada kebanyakan kasus, sengatan ubur-ubur mengeluarkan reaksi toksik yang dapat lokalisata atau sistemik. Meskipun jarang terjadi reaksi hipersensitivitas tipe cepat seperti urtikaria, angioedema, dan anafilaksis, tetapi tetap membutuhkan penanganan medis yang tepat, karena syok dan kematian dapat terjadi pada individu yang lebih sensitif. Dermatitis kontak alergi, reaksi hipersensitivitas tipe lambat dan menetap, granuloma anulare, dan eritema nodosum adalah reaksi-reaksi kulit yang dapat terjadi pada sengatan ubur-ubur.

Racun yang dihasilkan merupakan campuran kompleks protein yang mengandung bradikinine, hemolysine, serotonine, histamine, prostaglandine, adenosine triphosphatase, nucleotidas, fibrinolysine, RNAse, DNAse, dermatoneurotoksin, kardiotoksin, neurotoksin, miotoksin dan protein antigen.

Ubur-ubur memiliki bagian tubuh yang sangat kecil (mirip balon air) yang dinamakan dengan nematocyst. Setiap nematocyst mengandung benang tajam yang telah dilumuri oleh bisa (racun). Setiap benang mengandung duri di bagian ujungnya dan dapat menembus kulit manusia ketika "ditembakkan" oleh ubur-ubur. Nematocyst berada di suatu kantung luar (cnidoblast) yang berjajar sepanjang tentakel ubur-ubur.

Ketika cnidoblast terbuka karena adanya tekanan hidrostatik, kontak fisik (dengan semua benda, termasuk manusia), perubahan osmolalitas, atau karena dari stimulasi zat kimia, cnidoblast mengeluarkan nematocyst yang kemudian "menembakkan" suatu benang tajam yang dapat menembus kulit manusia dan menyebarkan bisanya. Jenis toksin yang umumnya terkandung dalam bisa ubur-ubur adalah neuromuscular toxins, cardiotoxins, hemolysins, dermonecrotoxins, dan senyawa-senyawa mirip histamin. Manifestasi klinik yang pada umumnya muncul setelah sengatan ubur-ubur adalah:

  • Efek akut: Gejala yang muncul segera setelah tersengat adalah rasa sakit seperti terbakar dan pruritus pada bagian yang tersengat. Tergantung dari sengatannya, efek yang dapat ditimbulkannya adalah parestesia, hipotensi, spasmus otot, edema, hemolisis, lesi pada bagian yang tersengat, menggigil, demam, mual, muntah, sakit perut, diare, mialgia, artralgia, sakit kepala, cemas, diaforesis, disfonia, ataksia, kelumpuhan, koma, kejang-kejang, edema paru, dan aritmia. Kematian biasanya berkaitan dengan adanya kolaps kardiovaskular yang muncul secara cepat. Gagal ginjal dan gagal liver yang parah dapat terjadi setelah sengatan ubur-ubur.
  • Efek kronis: Erythema multiforme, keloid, infeksi, hiperpigmentasi, atropi lemak, paraestesia, neuritis, dan kelumpuhan.
  • Efek sengatan pada kornea mata: Iritis, tekanan intraokular yang tinggi, mydriasis, dan gangguan penglihatan.
Mekanisme kerja dari bisa (racun) spesies Physalia physalis adalah dengan menghambat masuknya Ca2+ ke dalam retikulum sarkoplasma (pada jaringan otot). Bisa dari Physalia physalis juga terbukti dapat memblokir impuls syaraf skiatika (punggung bawah hingga ke paha, betis, tumit dan telapak kaki) dari serta terbukti mengakibatkan ektopi ventrikular, kolaps kardiovaskular, hiperkalemia dan hemolisis pada anjing.

Manifestasi klinik yang umum dari bisa atau racun Physalia physalis adalah rasa sakit yang hebat, bullae, nekrosis kulit. Sebagian korban pernah merasakan kelumpuhan dan mati rasa pada daerah yang tersengat. Gejala sistemiknya adalah badan lemas, mati rasa, cemas, sakit kepala, nyeri perut dan punggung, diaforesis, vertigo, hemolisis, sianosis, gagal ginjal, syok dan kematian (jarang). Bisa spesies Chrysaora quenquechira mengandung polipeptida yang dapat bersifat hepatotoksik, dapat menginduksi blokade AV, iskemik miokard, hipertensi dan blokade konduksi syaraf.


Referensi:
Pusat Penelitian Biologi, Fauna Indonesia, Vol. 10. No. 1 Juni 2011, LIPI, Bogor.
Gopalakrishnakone P (eds.), 1990, A colour guide to dangerous animals , Singapore University Press, Singapura, 87-97.
Nelson LS et al. (eds.), 2006, Goldfrank’s Toxicologic Emergencies, McGraw-Hill, New York,1588-1590.

Senin, 22 Oktober 2018

Gambaran, simbol, dan jenis-jenis wujud naga cina

Penggambaran, makna simbol dan berbagai jenis-jenis bentuk naga di cina

Ular naga

Ular naga yang selalu dihubungkan dengan air dan disebut pengatur air, karena ikan, buaya, dan semua hewan memerlukan air untuk hidup. Babi, kuda, sapi, dan segala hewan memerlukan air untuk hidup. Ular dan segala jenis hewan melata membutuhkan air untuk kelembaban. Hingga petir, pelangi, angin topan, dan fenomena alam lainnya berhubungan dengan air. Di dalam kepercayaan masyarakat Cina, dewa air adalah dewa para petani dan Cina merupakan negara pertanian yang besar, sehingga naga selalu digambarkan dengan air atau awan.

Naga dianggap makhluk langit memiliki dua alasan, yang pertama adalah segala yang berhubungan dengan air seperti ikan dan buaya kemudian dihubungkan dengan darat seperti babi, kuda, sapi, dan rusa serta langit seperti petir, pelangi, dan burung-burung yang digabungkan menjadi satu. Dan yang kedua adalah karena kerterbatasan manusia maka memerlukan sesuatu yang melebihi daya pemikiran sendiri seperti agama sehingga manusia dapat melepaskan penderitaan dan memohon atas segala keinginannya melalui bentuk naga untuk disampaikan kepada langit. Fungsinya yang berhubungan dengan langit membuat naga sering digunakan untuk acara-acara kekaisaran dan makhluk mistis. 

Penggambaran
Naga yang sering muncul saat ini kebanyakan merupakan peninggalan dinasti Ming dan Qing (MingQing). Bentuk naga yang sudah berubah bentuk sekian lama, memiliki bentuk seperti ular. Selain itu terdapat sungut atau janggut pada kanan dan kiri mulutnya, sisik yang mematikan di bawah leher dan sebuah mutiara putih dalam genggaman atau mulutnya sebagai sumber tenaga dan lambang kearifan. Sebagai petanda kaisar dan kepemimpinan aristokrat pada zaman dinasti Ming Qing, naga melegenda dalam peradaban Cina Klasik dan membentuk kebudayaannya hingga dewasa ini.

Pada dinasti Song, ada suatu peraturan yang harus diikuti ketika menggambar naga, yaitu sembilan karakter “jiushi”. Seorang pakar lukisan bernama Luo Yuan memberikan deskripsi tentang unsur-unsur pembentuk naga yang tertulis dalam kitabnya, seperti: bertanduk rusa, berkepala unta, memiliki mata kelinci, leher seperti ular, perut seperti kerang, sisik seperti ikan, cakar seperti elang, telapak seperti macan, kuping seperti sapi. Namun sebelum Luo Yuan menetapkan unsur pembentuk naga, sebenarnya ada seorang ahli lukis yaitu Zhon Gyu, pada awal dinasti Song yang sudah memberikan bentukan naga seperti: kepala seperti sapi, mulut seperti keledai, mata seperti udang, tanduk seperti rusa, kuping seperti gajah, sisik seperti ikan, bentuk seperti orang, perut seperti ular, dan kaki seperti burung phoenix jantan.

Sampai kepada Dinasti Ming, bentukan naga menurut Li Zhen, seorang pakar obat yang mengambil tulang naga longgu dari fosil-fosil pra-sejarah sebagai obat menjabarkan bentukan naga seperti: kepala seperti unta, tanduknya seperti rusa, mata seperti kelinci, kuping seperti sapi, leher seperti ular, perut seperti kerang, sisik seperti ikan, cakar seperti elang, dan telapak cakar seperti macan. Dua orang dari Dinasti Song dan seorang dari Dinasti Ming telah memberikan patokan dasar bagi pembentukan naga, namun bentukan ini juga merupakan bentukan yang dipengaruhi oleh suku bangsa dan sejarah yang terjadi pada saat itu. Selain dari tulang-tulang yang dibentuk dari fossil pra-sejarah, bentukan naga juga didapat dari hasil dari puisi-puisi untuk memberikan keindahan, kekuatan pada sesuatu atau alam yang mereka lihat.

Dalam bukunya, Liu Yu Jing mengatakan bahwa bentukan naga tidak memiliki patokan yang sama di setiap dinasti dan di setiap suku yang ada di Cina karena setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, sehingga menurut Liu Yu Jing bentukan naga memiliki unsur-unsur seperti kepala sapi, mulut babi, badan ular, sisik ikan, leher kura-kura, bentuk bulu tengkuk kuda, cakar burung, janggut kambing, tanduk rusa, bentuk posisi badan seperti anjing. Penggambaran bentuk naga sejak Dinasti Xia hingga kini sudah melebihi dari 40 macam. Hal ini terpengaruh oleh kebudayaan setempat dan kebudayaan luar yang masuk pada zaman itu, seperti masuknya Buddhisme yang merupakan kebudayaan India menjadikan bentukan naga menjadi lebih bervariasi.

Makna simbol
Naga merupakan hewan mitologi Cina yang memiliki perlambangan yang sangat rumit. Naga dalam kebudayaan Cina merupakan simbol dari unsur kebaikan dan keberuntungan (berbeda dengan persepsi masyarakat Eropa dan agama Kristen terhadap naga yang menganggap naga merupakan mahkluk yang buruk dan jahat). Naga Cina merupakan perlambangan dari ras bangsa Cina itu sendiri. Masyarakat Cina yang ada di seluruh dunia dengan bangga mengakui bahwa mereka adalah keturunan naga long de chuan ren. Sebagai lambang dari kaisar, kuil-kuil dan tempat-tempat keramat dibangun untuk menghormati mereka atas jasa-jasa dalam mengatur alam untuk kebaikan manusia. Simbol naga dianggap religius pada dasarnya berfungsi menjembatani antara dunia manusiawi dan Ilahi. Maka dari itu perlambangan seperti ini memberikan suatu rasa hormat, takut tetapi dengan bentuk dan makna yang menarik. Simbol-simbol itu bukan saja memberikan imajinasi terhadap setiap penganutnya namun memberikan gambaran hubungan komunikasi antara manusia dan Ilahi.

Mengikuti prinsip ‘suatu bentuk akan selalu memiliki makna’, maka bentuk naga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Cina. Naga merupakan simbol perwakilan dari diri mereka. Simbol merupakan manifestasi dari keadaan kesadaran dan muncul di dalam kebatinan masyarakat Cina yang dapat memberikan makna pada kehidupan bersosialisasi. Sehingga ketika masyarakat Cina melihat naga, maka naga adalah sumber dari nasihat, gambaran, sejarah leluhur yang ingin disampaikan kepada generasi penerusnya. Menurut kepercayaan masyarakat Cina, bentuk naga merupakan gabungan dari sembilan macam hewan, seperti kepala unta atau sapi, tanduk rusa, mata kelinci, cakar elang, telapak harimau, hidung babi, sisik ikan, bentuk badan ular, janggut kambing. Namun melihat dari sejarah kebudayaan yang berubah pada setiap dinasti yang menyempurnakan bentuk naga, bentuk naga seperti ini bukan sesuatu yang baku. Untuk saat ini, bentuk naga yang menjadi patokan akhir adalah peninggalan Dinasti Ming Qing.

Simbol naga saat ini sudah memasuki seluruh aspek dari kehidupan masyarakat Cina dari agama hingga politik dan dari sastra sampai seni. Setiap bangunan bahkan lukisan atau karya sastra untuk mengagungkan sesuatu maka naga akan muncul di tengah-tengahnya. Naga merupakan mitos yang hidup di dalam jiwa masyarakat Cina turun temurun dan sebagai pedoman serta pandangan hidup dalam bersosialisasi. Kepercayaan terhadap simbol naga menjadi landasan filosofi cara berfikir masyarakat Cina. Kaitan antara agama, kebudayaan, dan kesenian tercermin dalam desain yang mengandung makna simbolis spiritual dalam karya seni. Perwujudan kesenian diwujudkan atas ide, bentuk, gaya, jiwa, dan dasar kepercayaan serta mitologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol dan makna bentuk naga pada ornamen bangunan Vihara Satya Budhi Bandung menurut kepercayaan Masyarakat Cina. Kedua menjelaskan kedudukan simbol naga pada Vihara Satya Budhi dan terhadap ornamen-ornamen lainnya.

Keunikan arsitektur Vihara Satya Budhi yang memiliki ciri khas Dinasti Qing dan ornamen-ornamen yang masih kental dengan budaya Cina klasik khususnya naga menjadi menarik untuk diteliti karena pada bangunan klenteng dapat dijumpai banyak sekali ornamen-ornamen kebudayaan Cina. Ornamen-ornamen tersebut memiliki makna keberuntungan dan kebaikan bagi masyarakat yang mempercayainya. Pada awalnya, ornamen-ornamen yang ada pada bangunan klenteng merupakan ornamen yang lebih mengkhususkan kepada sisi peribadatan, tanpa melihat adanya sisi seni. Namun sisi seni ini, dengan sejalannya waktu dan berkembangnya kebudayaan menyerap sisi peribadatan, sehingga ornamen-ornamen yang ada pada bangunan klenteng memiliki nafas kehidupan dan warna tersendiri (Zhu, 2008). Konsep keberuntungan yang selalu digunakan oleh masyarakat Cina pada setiap ornamen-ornamen seni, merupakan salah satu kunci mengapa pada bangunan-bangunan arsitektur Cina banyak sekali ornamen-ornamen yang manjadi landasan kepercayaan masyarakat Cina agar memberikan keberuntungan. Konsep ini dilandasi cara berpikir masyarakat Cina yang takut akan kekosongan dan roh-roh jahat yang ada di sekitar mereka. Salah satu ornamen yang banyak pada klenteng adalah bentuk naga.

Jenis-jenis wujud naga
Bentuk naga terbuat dari gabungan berbagai hewan. Seorang sarjana dari Dinasti Song Guo Ruo Hu menyimpulkan bahwa naga terbentuk dari sembilan hewan, seperti tanduk rusa, kepala seperti unta, mata seperti kelinci, leher seperti ular, perut seperti kerang, sisik seperti ikan, cakar seperti elang, telapak seperti macan, telinga seperti sapi. Namun dalam cerita rakyat tercatat bahwa bentukan naga kepala seperti sapi, tubuh seperti rusa, mata seperti udang, mulut seperti keledai, jenggot seperti orang, telinga seperti kucing hutan, perut seperti ular, kaki seperti phoenix, sisik seperti ikan. Bila naga diteliti lebih dalam lagi menurut suku bangsa yang ada akan banyak muncul bentukan-bentukan lain seperti buaya, kadal, babi, kuda, beruang, salamander, gajah, anjing, monyet, domba, ulat sutera, ngengat, siput, udang, kura-kura, cacing, trenggiling, awan, petir, pelangi, tornado, laut yang pasang surut, tanah longsor, fosil binatang purba, pepohonan, bunga, sungai, dan gunung. Semua yang terdapat di dalam dunia dapat memenuhi kapasitas untuk menjadi bentuk naga.
 
Pada bukunya tentang kebudayaan naga Cina, Pang Jin (2007) membagi jenis naga menjadi:


1. Menurut 5 unsur : naga emas, naga kayu, naga air, naga api, naga tanah.
2. Menurut tempat : naga selatan, naga utara, naga timur, naga barat, naga tengah, naga gunung, naga padang rumput, naga sungai, naga sumur, naga danau, naga laut, naga atas, naga bawah, naga kiri, naga kanan.
3. Menurut warna : naga hijau, naga hitam, naga kuning, naga putih, naga merah, naga ungu, naga berbintik, naga dengan campuran warna pada tubuhnya.
4. Menurut silsilah keluarga: raja naga, ibu naga, anak naga, naga perempuan, anak naga. Anak naga masih bisa dibagi lagi menjadi:
Pulao, bixi, bi’an, suan ni, taotie.
5. Menurut relasinya: qi (Qilin dan Pixiu). 

Kirin (Qilin) merupakan perwujudan makhluk mistis dari rusa, kuda, sapi, kambing, serigala. Makhluk ini memiliki bentuk, kepala kambing, badan rusa, kaki kuda, menerjang seperti serigala, berekor sapi, dan di kepalanya memiliki tanduk. Namun ketika ketika kita melihat gambar kirin itu sendiri akan terlihat jelas bahwa bentuk badan lebih seperti sapi, sedangkan kepala dan ekor seperti naga. Makhluk ini sering disebut memiliki hubungan erat dengan naga, kura-kura, dan burung phoenix. Kirin adalah kejujuran, phoenix adalah kestabilan, kura-kura adalah kebaikan dan keburukan, serta naga merupakan perubahan. Pada kepercayaan masyarakat Cina di Hongkong, Macau, dan Asai Tenggara, Kirin sering digunakan sebagai benda dan ornamen hongshui untuk mendatangkan kemakmuran, penangkal kejahatan, dan tidak pernah digunakan untuk melukai orang lain.


Referensi:
Liu Yu Qing, Zhao Rui Suo. 2000 : Penjelasan Kebudayaan tentang Naga. Beijing : People Publishing Group
Pang Jin. 2007 : Kebudayaan Naga Cina).Chong Qing: Chong Qing Publishing Group
Sun, Ruth Q. 1974 : The Asian Animal Zodiac. Tokyo: Charles E. Tuttle Publishing Co., Inc
Tian Bing E. 2008 : Dragon Totem (The origin of the Chinese dragon culture), Beijing: Social Science Publishing Group.
Zhu li li. 2008 : Kajian Unsur-unsur Dekorasi Tradisional Arsitektur Cina Kuno dengan Dekorasi Kuil dan Hubungannya dengan Psikologi ).Nan Chang, Nan Chang University.

Jumat, 19 Oktober 2018

Penyebab, efek, dan tips mengatasi insomnia

susah tidur (insomnia)
Tidur adalah suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan, proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula, dengan begitu, tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Proses pemulihan yang terhambat dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal, akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi

Pentingnya tidur tidak bisa dipungkiri dan setiap tahap tidur memiliki fungsinya sendiri. Tidur non-REM membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan memastikan tubuh kita cukup beristirahat untuk menghadapi tantangan hidup di hari berikutnya. Di sisi lain, tidur REM membantu memproses informasi yang kita pelajari dan membantu memperkuat ingatan dan kemampuan belajar kita. Oleh karena itu, tidur yang baik bisa meningkatkan kesehatan fisik maupun psikologis kita agar bisa berfungsi secara optimal dan menjaga suasana hati kita dengan baik.

Insomnia merupakan masalah umum di masyarakat. Tidur yang nyenyak membantu memulihkan energi dan fungsi kognitif kita. Sebelum melanjutkan ke definisi insomnia, mari kita bahas tentang siklus tidur terlebih dahulu. Keluhan sukar tidur (insomnia) sering diutarakan berupa penyakit sulit tertidur, sering terbangun hanya mampu tidur sebentar atau tidak nyenyak. Penyebabnya dapat bermacam-macam diantaranya ialah pengaruh lingkungan.

Kesulitan tidur/insomnia ringan merupakan keadaan yang kerap dikeluhkan dengan kendala-kendala seperti kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, sering terbangun dipertengahan malam, dan seringnya terbangun diawal. Insomnia yang kita alami bisa berlangsung beberapa hari saja sampai dua atau tiga minggu.tetapi pada kasus yang kronis insomnia bisa bertahan lebih lama lagi.

Penyebab insomnia
Ada dua penyebab utama insomnia: Insomnia primer dan insomnia sekunder. Penyebab insomnia sekunder mencakup: gangguan mental dan suasana hati, penyakit fisik, penyalahgunaan obat, dan gangguan tidur lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi insomnia meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Bagi orang yang berusia 70 tahun atau lebih, tingkat insomnia bisa mencapai 35%. Insomnia lebih banyak terjadi pada wanita daripada pada pria. 

Secara umum penyebab kesulitan tidur (insomnia) adalah :

1) Stres atau kecemasan. Saat didera kegelisahan yang dalam, biasanya karena memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi.
2) Depresi. Selain menyebabkan insomnia, depresi juga menimbulkan keinginan untuk tidur terus sepanjang waktu karena ingin melepaskan diri dan masalah yang dihadapi.
3) Kelainan-kelainan Kronis. diabetes, sakit ginjal, artritis, atau penyakit yang mendadak seringkali menyebabkan kesulitan tidur.
4) Efek Samping Pengobatan Pengobatan untuk suatu penyakit juga dapat menjadi penyebab insomnia.
5) Pola Makan yang Buruk Mengkonsumdi makanan berat saat sebelum tidur bisa menyulitkan untuk tidur.
6) Kafein,Nikotin, dan Alkohol.
7) Kurang Berolahraga. Juga bisa menjadi faktor sulit tidur yang signifikan.

Efek dari insomnia
Insomnia sesekali tidak akan menyebabkan gangguan signifikan bagi tubuh. Namun, jika insomnia tetap terjadi, gangguan tidur ini bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis penderitanya. Hal ini bisa memengaruhi kualitas hidup, fungsi kognitif, memori, dan fungsi kerja penderitanya dan bisa memberikan beban sosioekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Kesultan tidur dapat memberikan dampak seperti :

a. Orang dengan insomnia lebih muda mendera depresi dibanding mereka yang bisa tidur dengan baik.
b. Kekurangan tidur akibat insomnia memberikan kontribusi pada timbulnya suatu penyakit, termasuk penyakit jantung.
c. Dampak mengantuk/ketiduran disiang hari dapat mengancam keselamatan kerja, termasuk mengemudi kendaraan.
d. Tidur malam yang buruk, dapat menurunkan kemampuan dalam memenuhi tugas harian serta kurang menikmati aktifitas hidup.

Cara higienitas bisa membantu melawan insomnia:

1. Pergi tidur dan bangun secara teratur.
2. Kurangi waktu yang dihabiskan untuk tidur/istirahat di siang hari.
3. Lebih sering berolahraga, namun hindari olahraga yang berat sebelum tidur.
4. Lingkungan tidur yang nyaman, termasuk seprai dan bantal yang nyaman, lingkungan yang tenang dan redup, suhu ruangan yang memadai sangatlah penting untuk tidur.
5. Minum secangkir susu hangat bisa membantu untuk mempermudah tidur.
6. Hindari merasa terlalu lapar atau terlalu kenyang sebelum tidur.
7. Hindari minum terlalu banyak air dan hindari minum kopi atau teh atau minuman beralkohol sebelum tidur.
8. Aktivitas yang santai, termasuk mendengarkan alunan musik, membaca buku, melakukan olahraga relaksasi, dan mandi air hangat bisa membantu untuk mempermudah tidur.
9. Bila tidak tidur, jangan berbaring di tempat tidur.
10. Jika mengalami hal-hal atau masalah yang belum terselesaikan sebelum tidur, jangan memikirkannya secara berulang-ulang. Pertimbangkan untuk menuliskan semua hal dan mengatur waktu untuk melakukannya lagi esok hari.
11. Matikan lampu saat tidur.
12. Jangan membaca, menonton televisi, mendengarkan musik saat berada di tempat tidur.
13. Jika tidak bisa tidur setelah 20 menit berbaring di tempat tidur, bangunlah dan cobalah untuk berbaring lagi jika Anda merasa mengantuk lagi.
14. Ulangi langkah di atas jika Anda terbangun selama lebih dari 20 menit di waktu tengah malam.
15. Terlepas dari kualitas tidur di malam sebelumnya, bangunlah keesokan paginya di jam tertentu yang sudah ditetapkan.
16. Hindari tidur di siang hari.

Jika cara di atas (higienitas tidur) tidak bisa membantu Anda untuk tidur nyenyak, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter.

Kamis, 18 Oktober 2018

Inilah cara pencegahan gigitan ular harus anda tahu

Gigitan ular
Ular tersebar secara luas di seluruh dunia, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, kecuali Antartika dan beberapa pulau kecil seperti Greenland, Hawaii, Islandia, Irlandia, dan Selandia Baru. Ular bersifat ektoterm dimana panas tubuh ular berasal dari lingkungannya. Untuk itu, saat siang hari ular seringkali ditemukan di tempat yang sejuk agar terlindung dari sinar matahari langsung, sementara pada malam hari, ular cenderung menghangatkan diri dibalik bebatuan atau benda lainnya. Sifat ular yang ektoterm ini juga yang membuat ular lebih nyaman berada di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Ular merupakan jenis hewan melata yang banyak terdapat di Indonesia Spesies ular dapat dibedakan atas ular berbisa dan ular tidak berbisa. Ular berbisa memiliki sepasang taring pada bagian rahang atas. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular. Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri.

Gigitan ular merupakan suatu keadaan gawat darurat yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Resiko infeksi gigitan lebih besar dari luka biasa karena toksik / racun mengakibatkan infeksi yang lebih parah. Tidak semua ular berbisa tetapi karena hidup pasien tergantung ketepatan diagnosa maka pada keadaan yang meragukan ambil sikap menganggap semua gigitan ular berbisa.

Berikut ini adalah cara pencegahan dari gigitan ular yang harus anda ketahui:

1. Di dalam rumah
  • Jaga rumah dari tikus yang merupakan mangsa dari ular.
  • Jangan memelihara hewan ternak yang merupakan mangsa ular (misal: ayam) di dalam rumah.
  • Hindari membangun rumah dengan konstruksi yang akan memberikan tempat persembunyian untuk ular, misalnya jerami dengan atap terbuka, dinding jerami dengan celah yang besar, serta lantai yang tidak tertutup secara sempurna.
  • Hindari tidur di atas lantai. Jika memang tidak dapat dihindari, gunakanlah kelambu untuk menghindari gigitan ular.
2. Di area kebun atau halaman rumah
  • Bersihkan rongsokan material bangunan, gundukan sampah, atau sarang rayap karena dapat menjadi sarang ular.
  • Pangkaslah pohon agar tidak menjulur ke arah rumah dan potonglah rumput serta semak menjadi pendek.
  • Tempatkanlah lumbung padi jauh dari rumah agar tidak menjadi sarang ular.
  • Kolam atau kubangan air dapat mengundang katak yang menjadi mangsa ular.
  • Dengarkanlah binatang liar atau peliharaan, biasanya hewan lain akan berisik untuk memperingatkan kehadiran ular.
  • Gunakan alat pencahayaan misalnya senter saat berjalan keluar rumah, pergi ke WC saat
    malam hari atau bersantai di depan rumah.
3.  Di pedesaan
  • Hindari mengumpulkan kayu bakar pada malam hari. Gunakan sepatu boot karet dan celana
    panjang saat berjalan di kegelapan, semak atau saat panen. Ular banyak keluar saat musim
    hujan, waspadalah!
  • Jangan memasukkan tangan ke lubang apa pun di tanah.
  • Bawalah alat penerangan misalnya senter dan obor serta tongkat saat berjalan di malam hari. Berikan penerangan yang cukup di halaman rumah dan sekitar WC.
  • Jangan menyentuh ular mati.
4. Di jalan raya
  • Jangan melindas ular, karena dapat membahayakan pejalan kaki. Selain itu ular dapat terperangkap di dasar kendaraan dan akan keluar saat kendaraan di parkir.
5. Di sungai, muara atau laut
  • Jangan menyentuh ular laut yang terperangkap di jaring ikan. Gunakan tongkat sebagai alat bantu. Waspadalah karena kepala dan ekor ular kadang sukar dibedakan.
  • Waspadalah saat mandi atau mencuci pakaian di pinggir sungai, muara atau laut.
Waspadalah jika melihat ular di mana pun anda berada, karena gigitan ular berbisa sangat berbahaya dan dapat membunuh manusia.

Rabu, 17 Oktober 2018

Asal nama, klasifikasi, dan manfaat bunga sakura

Bunga sakura

Jepang sebagai salah satu negara kepulauan yang memiliki panorama alam yang sangat indah, contohnya pohon sakura. Sakura mulai mekar mulai dari wilayah selatan (Okinawa) sampai wilayah utara (Hokkaido). Sakura bisa dikatakan sebagai lambang musim semi di jepang, karena sekitar pertengahan bulan maret sampai akhir bulan april adalah musim hanami. Pada umumnya sakura dimulai Dari ranting-ranting pohon yang tak berdaun, kemudian muncul kuncup-kuncup bunga. Kuncup-kuncup bunga ini akan mekar secara hampir bersamaan. Bunga Sakura hanya dapat bertahan paling lama seminggu setelah mekar dengan sempurna, dan kemudian sedikit demi sedikit kelopak-kelopak bunganya akan berguguran, berganti munculnya daun-daun berwarna hijau.

Asal kata nama sakura

Sakura selalu diidentikkan dengan negara Jepang, meskipun sebenarnya sakura tidak hanya tumbuh di jepang. Di negara-negara lain seperti di amerika, korea, dan china, juga terdapat bunga sakura, bahkan di indonesia saat ini berhasil mengembangkan bunga sakura. Namun, bunga ini selalu menjadi icon negara jepang, dan mempunyai hubungan erat dengan masyarakat jepang. Kata "sakura" itu sendiri berasal dari kata "saku" dalam bahasa Jepang, yang artinya "mekar", ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Secara harafiah yang berarti, bunga-bunga mekar. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossom.

Klasifikasi bunga sakura

Bunga sakura berasal dari Cina, namun, Karena bangsa jepang telah berhasil mengembangkannya, maka bunga ini lebih terkenal di jepang. Bangsa jepang menyilangkan satu jenis sakura dengan sakura jenis yang lain. Kalau dilihat sekilas semua jenis sakura, nampak sama. Tetapi sebenarnya setiap jenis sakura itu berbedaa. Karena setiap jenis sakura mempunyai karakteristik yang berbeda-beda:

Jumlah mahkota bunga
Sebagian besar bunga sakura, baik yang tumbuh liar maupun hasil persilangan mekar mempunyai lima mahkota bunga. namun ada beberapa spesies sakura yang mekar dengan sepuluh mahkota, dua puluh mahkota, hingga seratus mahkota.

Warna bunga
Warna bunga sakura umumnya berwarna pink cerah dan putih, tetapi ada beberapa jenis sakura yang mekar dengan warna pink gelap dan putih kekuning-kuningan, ada juga beberapa jenis bunga sakura yang berubah warnanya ketika sedang mekar, pada awal mekar bunga berwarna putih dan beberapa hari kemudian bunga akan berubah menjadi pink.

Daun
Bagi pohon yang bunganya mekar lebih awal, biasanya daun tidak akan muncul sampai bunga mekar sepenuhnya. Hal ini menjadikan pohon bunga sakura sangat menarik untuk dilihat dengan warna cerah yang dominan dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran. Sedangkan bagi pohon yang bunganya mekar setelah daunnya, menjadikan pohon sakura juga nampak cantik dengan perpaduan antara warna sakura yang mekar dan daunnya yang hijau atau kecoklatan.

Masa mekar
Pada umumnya Sakura mekar pada pertengahan bulan Maret sampai akhir bulan Mei, di saat musim semi, karena pada musim ini suhu udara di Jepang sejuk, berkisar belasan derajad celcius.

Bentuk Pohon
Sakura tumbuh dengan berbagai macam bentuk. Diantaranya adalah “sakazukijou” bunga dan rantingnya menghadap ke atas, berbentuk seperti huruf V, “kasajou” bunga dan rantingnya menghadap ke atas, berbentuk seperti segitiga atau seperti sebuah payung. Dan “itaboujo “bunga dan rantingnya menghadap ke bawah seperti sedang berjatuhan.

Bunga sakura dalam kehidupan masyarakat  jepang dan manfaatnya

Bunga sakura dalam kehidupan di jepang
Kuroda Momoko, seorang penulis Haiku (syair) mengatakan bahwa bunga Sakura sebagai simbol dari negara Jepang. Dalam salah satu bait syairnya di sebutkan, “Di seluruh kepulauan Jepang, jantung berdetak lebih cepat ketika kuncup bunga mulai mekar. Masa penantian terasa berlangsung tanpa akhir”. Bagi orang Jepang hal ini merupakan momen dan pengalaman yang menyenangkan ketika melihat bunga sakura pertama mekar. Namun bagi mereka, sakura tidak hanya untuk di nikmati keindahannya saja, tetapi bunga ini juga memiliki simbol penting dalam kehidupan mereka. Bahkan menurut budaya Jepang, bunga sakura mempunyai nilai sakral.

Pada musim semi merupakan awal dari kehidupan sosial, kehidupan baru yang indah serta penuh harapan, dan merupakan awal tahun bagi para pengusaha dan dunia pendidikan, karena tahun ajaran baru di sekolah dimulai pada awal April.

Waktu mekar sakura sangat pendek, dari mekar sampai layu hanya memerlukan waktu 7 hari, dan keseluruhan mekar sampai gugur hanya kurang lebih 2-3 minggu. Oleh karena itu, bagi orang Jepang sakura merupakan gambaran kehidupan yang tidak kekal atau fana (mujoukan).

Selain bunganya bagus sakura juga menggambarkan sosok makhluk pekerja keras, jarang orang yang memperhatikan sakura mempersiapkan dirinya, memahami penderitaanya di tengah musim gugur, kemudian saat musim semi tiba sakura tampil memperlihatkan daya tariknya. Sakura melewati semua tantangan dan kesulitan sendiri untuk memepersembahkan karya yang indah dan menarik. Pada saat sakura bersemi orang jepang biasanya mengadakan tradisi acara ritual keagamaan. Yaitu dengan diadakan upacara doa sebelum musim tanam, dengan harapan para petani mendapat sukses besar pada musim panen raya nanti.

Bunga sakura melambangkan perempuan, Keindahan dan kecantikan dari bunga Sakura sering diumpamakan bagi wanita Jepang yang mempunyai wajah yang cantik, putih, mulus, sehat dan segar. Selain itu, bunga sakura juga sering tercetak di dalam perkakas yang digunakan sehari-hari, seperti kimono, alat tulis, peralatan dapur, lukisan dan sebagainya.

Karena Sakura digunakan untuk mengekspresikan banyak hal, maka banyak penyair-penyair yang menceritakan bunga Sakura dalam syair-syair maupun puisi yang mereka ciptakan. Bahkan keistimewaan dan keindahan sakura juga tertuang dalam lirik-lirik lagu sejak dahulu kala hingga sekarang. Salah satunya adalah lagu yang berjudul “Sakura” merupakan lagu yang sangat terkenal di masyarakat dunia, walaupun lagu ini telah mengalami beberapa kali perubahan dalam melodinya, akan tetapi lagu ini tetap mempunyai keistimewaan bagi orang Jepang. Pada umumnya lagu ini dikumandangkan pada saat ada acara-acara pertemuan Negara-negara internasional di Jepang.

Manfaat bunga sakura bagi masyarakat jepang
Selain keindahan bunga Sakura yang diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen termasuk kimono, alat-alat tulis, peralatan dapur dan lukisan-lukisan. Tidak banyak orang yang tahu bahwa selain keindahan dari bunga Sakura, ternyata kayu, kulit kayu, atau serat kayu dari pohon sakura dapat digunakan untuk pembuatan koto (alat musik tradisional Jepang) dan berbagai alat mainan, bahkan bisa juga di jadikan untuk balok bangunan dan alat musik piano dan lain-lain karena kayu dari pohon Sakura mempunyai serat yang bagus, kuat, dan dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

Daun dan bunga sakura juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan, pewangi, atau lainnya. Daun dan bunga yang sudah direndam di dalam air garam biasanya dimanfaatkan untuk berbagai bahan makanan. Contohnya, bahan es krim dan kue kering rasa bunga sakura. Ada juga Sakura mochi, atau kue mochi sakura, karena kue mochi ini dibungkus dengan daun sakura, selain itu Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami, ada juga teh bunga sakura, yang umumnya diminum pada kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan.

Pohon sakura menghasilkan buah yang dikenal sebagai buah ceri (bahasa Jepang: sakuranbo). Buah ceri yang masih muda berwarna hijau dan buah yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu. Walaupun bentuknya hampir serupa dengan buah ceri kemasan kaleng, buah ceri yang dihasilkan pohon sakura ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidak enak sehingga tidak dikonsumsi.

Namun di jepang, ada juga buah ceri yang bisa di makan, yaitu buah ceri jenis sato nishiki yang letaknya hanya di kebun Prefektur Yamagata, karena harganya sangat mahal. Biasanya hanya dibeli untuk dihadiahkan pada kesempatan istimewa. Oleh karena itu, Buah ceri yang banyak dikonsumsi masyarakat di Jepang adalah buah ceri yang diimpor dari negara bagian Washington dan di Amerika Serikat.


Referensi:
Purnama, Shandy. 2010. Sekilas Tentang Bunga Sakura, Ikyu The First, Jakarta

Selasa, 16 Oktober 2018

Sejarah dan jenis-jenis bunga sakura yang terkenal

bunga sakura jepang

Sejarah bunga sakura
Sakura pertama kali muncul dalam karya sastra Jepang yaitu Kojikidan Nihon-Shoki lewat tokoh Kono Hana Sakuya Hime, yaitu putri Dewa Gunung. Dikisahkan dalam Nihon-Shoki bahwa putrid Kono Hana Sakuya Hime naik ke atas kabut dan terbang ke atas langit gunung Fuji, dari atas gunung Fuji dia menaburkan benih bunga. Bunga yang disebarkan itu diberi Sakura (diambil dari nama Sakuya dan menjadi nama Sakura). Adapun di dalam Kojiki dikisahkan bahwa putrid tersebut turun dari langit lewat sebuah gunung api, yang letaknya diperbatasan daerah Miyazaki dan Kagoshima, lalu menjadi istri Ninigi no Mikoto (cucu dewa matahari), dalam kojiki disebut bahwa Sakuya berarti bunga Sakura itu sendiri.

Pada zaman kuno, bunga sakura yang umum ditemukan adalah bunga sakura yang mekar di gunung yang disebut Yamasakura, namun pada masa Edo berkembang sakura jenis Someiyoshino yang menyebar ke setiap daerah di Jepang.

Menurut sejarah, kebiasaan hanami dipengaruhi oleh raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum yang dalam bahasa Jepang dikenal dengan “Ume” di sekitar istana mereka. Kemudian kebiasaan ini ditiru oleh Kaisar, Shogun dan para bangsawan di Jepang juga mulai menikmati bunga Ume (plum) ini. Namun pada abad ke-8 atau awal periode Heian, obyek bunga yang dinikmati bergeser ke bunga sakura.

Di masa pemerintahan Kaisar Saga pada jaman Edo, gemar menyelenggarakan pesta hanami di taman Shinsenen di Kyoto. Para bangsawan pun menikmati hanami di sekitar istana mereka, sedangkan para petani masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi untuk menikmati bunga sakura yang tumbuh di sana sambil membawa bekal untuk makan siang. Hingga sekarang hanami menjadi kebiasaan di seluruh masyarakat Jepang. Bahkan telah di terima sebagai salah satu kekhasan kebiasaan bangsanya.

Bunga ini hanya berbunga 1 kali dalam 1 tahun, oleh karena itu masyarakat Jepang tidak mau melewatkan kesempatan baik untuk menikmati indahnya bunga sakura. Selama musim ini media massa di Jepang juga ramai melaporkan sakura zensen, yaitu ramalan munculnya bunga sakura di berbagai tempat di jepang, yang bisanya di mulai dari dari wilayah Jepang bagian selatan pada pertengahan maret, kemudian terus menjalar ke bagian wilayah utara pada pertengahan april hingga akhir april.

Jenis-jenis bunga sakura
Bunga Sakura memiliki berbagai varian jenis pohon. Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura di akhir zaman Edo. Sakura jenis someiyoshino inilah yang banyak tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura. Sakura jenis someiyoshino memiliki ciri khas sendiri dibandingkan dengan bunga sakura yang lain yaitu, bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar, dan bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura jenis someiyoshino ini hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan biasanya dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga ini yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan dengan nama yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu. Tidak mengherankan jika bunga sakura disanjung banyak orang tidak hanya oleh masyarakat Jepang namun juga wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang karena keindahannya.

Adapun beberapa jenis dari bunga sakura adalah sebagai berikut:

1. Yamazakura
Yamazakura adalah bunga yang pertama kali dan tumbuh liar di jepang. Dahulu sebelum ada sakura persilangan, orang jepang hanya mengenal sakura yang tumbuh liar. Yamazakura tumbuh pada akhir bulan maret sampai awal april. Warna bunganya pink dan bermahkota 5.
2. Somei yoshino
Bunga ini di kembangkan pada jaman edo. Jumlah mahkotanya 5, bunganya berwarna putih dan rantingnya berwarna pink. Bunganya terlebih dahulu mekar sebelum daunnya muncul.
3. Shidarezakura
Sidarezakura bunga dan rantingnya menghadap kebawah seperti sedang berjatuhan. Dalam bahasa inggris di sebut “ weeping cherry trees” . sama halnya dengan yamazakura, shidarezakura tumbuh pada akhir maret sampai awal april. Biasanya mahkota berjumlah lima atau lebih dari 5.
4. Kikuzakura
Bunga ini mekar pada akhir april sampai dengan awal mei, berrmahkota 100. Dan sebelum daunnya muncul bunganya mekar terlebih dahulu. Bunganya berwarna pink. Dalam bahasa jepang disebut “chrysanthemum cherry”
5. Hikanzakura
Bunga sakura ini banyak tumbuh di daerah Okinawa dan pulau Honshu. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Adapun di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret dan lain-lain.

Periode mekarnya bunga sakura sangat pendek, hanya kurang lebih 1 minggu. Di jepang masa mekar bunga sakura ini dikenal dengan suatu kata kiasan yakni “7 hari bunga sakura”, yang artinya bahwa sejak sakura mulai mekar sampai gugur waktunya kurang lebih 7 hari. , dan keseluruhan pohon sakura sejak bunga pertama mulai mekar hingga seluruh bunganya gugur kurang lebih memakan waktu 2 minggu. Namun, terkadang lamanya bunga sakura dapat bertahan mekar juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Apabila cuaca terlalu hangat, maka bunganya akan cepat gugur. Hujan deras dan angin kencang membuat kelopak-kelopak bunga ini cepat sekali rontok. 

Bagi orang Jepang, bunga Sakura merupakan simbol penting yang sering diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, sehingga bunga Sakura dapat ditemukan di mana saja di Jepang.9 Sakura diasosiasikan sebagai perempuan karena perempuan laksana bunga yang yang cantik nan indah dipandang bagaikan bunga sakura yang mekar membawa ketenangan dan kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bahwa sakura adalah bunga penting dalam kehidupan orang Jepang, dimana semua orang memujanya saat mekar, setelah mereka (masyarakat Jepang) melewati musim dingin yang berat. 

Jika sakura dilambangkan dengan kematian karena tumbuh dan mekarnya bunga sakura yang indah hanya sebentar kira-kira seminggu sampai 10 hari saja. kemudian bunga sakura akan layu berguguran tertiup angin, mati lalu hilang. Hal ini melambangkan bahwa kehidupan manusia itu seperti bunga sakura yang begitu singkat, yaitu mekar (lahir) , hidup lalu mati. 


Referensi:
Tanaka, Yukio. 1985. Nihon no Tateyoko, Tokyo Gakken
Takeuchi, Misae.1992. Tanoshiku Yomeru Nihon no Kurashi Juunikageto, Apurikatto

Senin, 15 Oktober 2018

Tahapan pelamaran, persiapan, dan pernikahan adat jawa

pernikahan adat jawa

Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa mempunyai bermacam-macam upacara pernikahan, sehingga kesulitan untuk menentukan ciri rupa atau wajah orang Indonesia. Hal ini menunjukkan oleh berbagai macam alat perlengkapan yang menyertai dalam suatu upacara pernikahan adat. Adat pernikahan yang bermacam-macam menunjukkan latar belakang hukum pernikahan adat yang berbeda-beda dilaksanakan masyarakat bangsa Indonesia.

Kenyataan kehidupan serta alam Indonesia dengan sendirinya membuat bangsa Indonesia untuk saling berbeda selera, kebiasaan atau perselisian budaya, adat serta tradisi. Cara pandang umat Islam Indonesia antara satu daerah dengan daerah yang lain juga saling berbeda. Kondisi ini juga berbaur dengan norma-norma ajaran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu dari perbedaan implikasi tersebut adalah masalah pelaksanaan upacara pernikahan.

Keberagaman suku bangsa di Indonesia juga berpengaruh terhadap sistem perkawinan dalam masyarakat. Upacara pernikahan misalnya, merupakan suatu sistem nilai budaya yang memberi arah dan pandangan untuk mempertahankan nilai-nilai hidup, terutama dalam hal mempertahankan dan melestarikan keturunan. Dalam Islam, pernikahan merupakan sunnah Rasulullah Saw, yang bertujuan untuk melanjutkan keturunan dan menjaga manusia agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan keji yang sama sekali tidak diinginkan oleh agama.

Pernikahan adalah peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang dan upacara-upacara yang dilaksanakan di dalam pernikahan merupakan adat dan tradisi yang perlu dilestarikan, misalnya adat istiadat di pulau jawa.

Inilah tahapan-tahapan pelamaran, persiapan, sebelum dan saat pernikahan

Pelamaran

Secara adat pelamaran terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1 Nontoni: Nontoni adalah langkah pertama untuk pernikahan, seseorang pria dengan orang tuanya pergj ke rumah gadis untuk melihat dan memutuskan kalau dia mau melamar gadis itu.
2 Nglamar: Saudara pria disuruh untuk menyampaikan pelamaran secara lisan atau tertulis.
3 Srah-srahan: Kalau gadis tersebut setuju untuk menikah, upacara srah-srahan diadakan. Peningset, bermacam-macam hadiah, diberikan oleh pria kepada gadis untuk menentukan tunangan. Hadiahnya biasanya termasuk pakaian, perhiasan, alat-alat rumah tangga, uang dan lain-lain, tergantung pada kemampuan keluarga pengantin pria.

Kini, karena orang tua makin jarang menjodohkan anaknya dan kebanyakan orang muda berpacaran terlebih dahulu, upacara nontoni tidak dilakukan lagi. Walaupun orang muda memutuskan untuk menikah sendiri, calon pengantin laki-laki biasanya masih melamar secara resmi dengan upacara nglamar.

Persiapan

Sesudah pelamaran seorang pria diterima oleh seorang wanita, perencanaan upacara pernikahan dimulai. Upacara pernikahan merupakan tanggung-jawab orangtua pengantin putri, dan upacara-upacara biasanya diselenggarakan di rumahnya. Hariyang paling baik untuk pernikahan ditentukan secara adat, bulan yang baik untuk pernikahan dipilih menurut bulan Jawa, kalau cocok, dan tanggal lahir kedua pengantin dihitung untuk menentukan hari upacara.

a. Tarub
Secara fungsi, tarub adalah bangunan sementara untuk tamu di depan rumah, tetapi kepentingannya lebih dari yang fisik saja. Tuwuhan, daun-daun dan buah-buahan yang digantung di kiri dan kanan gerbang, atau pintu masuk, mempunyai arti sendiri-sendiri. Upacara pernikahan dimulai dengan pemasangan bleketepe, anyaman janur kecil yang digantung di tengah gerbang, untuk mengusir roh-roh jahat.

b. Sesaii
Tentu saja ada banyak hal yang harus diurus sebelum upacara dimulai, salah satunya adalah sesaji atau sajen. Kehendak orang yang menyajikan sajen adalah agar upacara-upacara selamat dan sejahtera, sehingga upacara lancar dan selamat, dan tidak ada kekurangan. Sesaji terdiri dari berbagai jenis makanan, buah-buahan, minuman, bunga-bunga dan bahan-bahan lain. Ada beberapa sesaji yang disediakan khusus untuk upacara-upacara pernikahan, dan campuran bahan-bahan untuk setiap sesaji tergantung pada maksud dan maknanya.

c. Tata Rias Pengantin
Untuk setiap upacara pengantin putri harus kelihatan cantik, seharusnya kulitnya kelihatan halus, kekuning-kuningan dan bercahaya. Tata rias pernikahan bermaksud supaya pengantin putri kelihatan seperti putri raja, yang mandi memakai lulur dan jarang keluar dicahaya matahari sehingga kulitnya halus dan kuning. Pengantin pria juga memakai sedikit rias untuk upacara panggih.

d. Paes
Di Jawa Tengah rambut di dahi pengantin putri dipotong dan dicukur membuat bentuk/wes sesudah upacara siraman supaya siap untuk dirias dengan warna hitam pada pagi sebelum akad nikah. Bentuk pares mi terdiri dari beberapa bagian yang harus diukur dan digambar dengan hati-hati supaya mengikuti bentuk yang benar. Simbolisme paes mi adalah untuk mempercantik pengantin putri, atau lebih spesifik, untuk membuang pikiran atau perilaku yang tidak baik supaya dia bisa menjadi orang yang baik dan matang.

e. Rambut Pengantin
Sesudah muka dan dahi dirias rambut dibuat dalam bentuk sanggul. Bagian depan rambut disasak dan dibentuk menjadi sunggar, sedikit rambut di atas teriepas untuk digelung menjadi lungsen. Cemara, atau rambut bagian belakang, diikat dan digelung menjadi sanggul. Sesudah sanggul dirapikan selanjutnya perhiasan dipasang.

f. Busana
Ada beberapa gaya busana yang bisa dipakai untuk upacara pernikahan Jawa tetapi ada dua gaya busana yang utama, yaitu busana basahan dan busana putri. Busana gaya putri pada dasarnya adalah baju panjang bludiran, kain padan dan selop bludiran. Ada beberapa macam busana basahan tetapi pada dasarnya semuanya sama. Busana basahan terdiri dari beberapa jenis kain saja, gaya dodotan, yaitu tidak memakai baju atasan, dan selop bludiran. Pengantin putra memakai topi kuluk yang berwarna biru muda.

g. Perhiasan
Perhiasan kebanyakan mengikuti gaya raja di kraton, maksudnya pengantin sebagai raja sehari. Banyak perhiasan dipakai supaya pengantin kelihatan cantik dan mewah. Bermacam-macam kalung, gelang, cincin dan anting keemas-emasan dipakai oleh calon pasangan suami-isteri, dengan makna sendiri-sendiri.

Upacara Sebelum Pernikahan

a. Siraman
Upacara pertama, yang dilaksanakan pada siang hari sebelum pernikahan, adalah siraman. Upacara ini adalah acara memandikan pengantin supaya dia bersih dan suci untuk malam midodareni dan untuk pernikahan pada hari berikutnya. Kedua pengantin dimandikan dirumah sendiri dalam upacara berbeda, biasanya dilakukan di kamar mandi atau di kebun. Sebagian air dari mangkuk siraman putri dioleskan kepada kendhi untuk dibawa ke rumah pengantin putra untuk upacara siraman dia.

Ibu pengantin putri memulai upacara dengan mengoleskan bubuk sabun kepada tangan dan kaki putrinya. Kemudian tujuh orang, atau lebih asalkan ganjil, menuangkan tiga gayung air bunga kepada kepala dan badan pengantin. Selain dari Ibu dan Bapak pengantin, Ibu-Ibu yang terhormat dan dianggap berakhlak tinggi diminta untuk ikut upacara ini. Tetapi tidak boleh Ibu yang sudah bercerai, janda, yang belum mempunyai anak atau yang tidak bisa mempunyai anak. Maksudnya supaya pengantin diberi berkat seperti Ibu-Ibu ini, agar mudah dan cepat punya anak.

b. Pemecahan Kendhi
Sesudah acara siraman diselesaikan Ibu pengantin menjatuhkan dan memecahkan kendhi. Pemecahan ini adalah simbol pengantin sudah dewasa dan siap untuk meninggalkan keluarga untuk mulai keluarga sendiri, orang tuanya tidak mempunyai tanggung-jawab lagi.

c. Memotong Rambut
Upacara berikutnya juga melambangkan akhir dari masa kecil dan permulaan masa dewasa untuk pengantin. Sedikit dari ujung rambutnya dipotong, maksudnya untuk membuang sangkal atau kotoran dari masa kecil. Kotoran ini dianggap sebagai halangan dan harus dibuang supaya tidak ada halangan lagi untuk kehidupan baru. Rambut pengantin putra juga dipotong dan dibawa ke rumah putri untuk ditanam bersama-sama di kebun. Kemudian pengantin putri digendong masuk kamar oleh Bapak untuk kasih sayang yang terakhir kali sebagai anak dan sebagai lambang ayah membawa anaknya kepada hidup mandiri untuk mulai keluarga sendiri.

d. Peniualan Dawet
Sesudah pengantin putri masuk kamar untuk dirias upacara menjual dawet, sejenis minuman cendol, dilaksanakan. Pecahan dari kendhi diberikan kepada tamu untuk 'membeli1 dawet dari Ibu pengantin putri yang memakai barang-barang penjual dawet. Pecahan kendhi diberikan kepada Ayah yang membawa payung dan dia memberi kembalian. Pendapatan (pecahan kendhi) dari penjualan dawet dimasukkan ke dalam kantong dan disimpan. Upacara penjualan dawet ini bermaksud untuk membuat upacara ramai, seperti minuman ini,dan supaya nanti pendapatan pengantin banyak.

e. Meratus Rambut
Sambil upacara penjualan dawet dijalankan di luar, di dalam kamar pengantin perias sedang menjemur dan meratus rambut pengantin putri. Dalam acara meratus, bubuk ratus dan gula pasir dipanaskan dengan api dan asapnya diarahkan kepada rambut pengantin putri supaya baunya wangi. Lalu rambutnya digelung, muka dan lehernya dicuci, dan dirias dengan hati-hati.

f. Upacara Ngerik
Sesudah upacara meratus rambut, upacara ngerik dilangsungkan. Upacara ngerik merupakan persiapan untuk tata rias yang akan dipakai untuk upacara pernikahan pada hari berikutnya. Anak rambut di dahi gadis dihilangkan dan bagian-bagian dicukur dalam bentuk paes. Sekarang pengantin putri sudah siap untuk malam midodareni.

g. Malam Midodareni
Malam sebelum hari pernikahan merupakan malam terakhir pengantin putri sebagai remaja atau gadis, malam ini dianggap suci dan diberi nama malam midodareni. Dari jam enam sampai jam 12 malam pengantin putri tidak boleh keluar dari kamar, waktu ini dimaksudkan untuk berkenalan dengan keluarga pengantin putra dan untuk menerima nasihat tentang kehidupan sesudah menikah. Selama waktu ini pengantin putri diberi makanan oleh orang tuanya untuk terakhir kali.

Upacara Pernikahan

a. Akad Nikah
Kira-kira jam sembilan pagi pada hari berikutnya upacara Akad Nikah diselenggarakan. Akad Nikah merupakan pernikahan secara agama dan secara resmi. Menurut pemerintah cuma acara akad nikah yang perlu dilaksanakan untuk menikah secara hukum. Upacara ini bisa dilakukan di gereja untuk orang Kristen, di masjid untuk orang Islam atau di rumah saja. Pertama Bapak Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) atau kyai membaca syarat-syarat pernikahan. Pengantin putra harus menyetujui untuk memenuhi semua syarat-syarat ini dan bersumpah untuk menjaga dan melindungi isterinya. Lalu Bapak pengantin putri menyerahkan putrinya kepada pengantin putra. Sesudah kedua pihak setuju untuk menikah kedua pengantin dan kedua saksi menandatangani surat nikah. Ke dua saksi ini dihadirkan untuk menentukan bahwa ke dua pengantin menikah atas keinginan sendiri, tidak ada yang memaksa.

b. Upacara Panggih
Pada siang hari sesudah akad nikah, upacara pernikahan adat dilaksanakan, yaitu upacara panggih.

Upacara Panggih terdiri-dari beberapa bagian, sebagai berikut:

1. Temu pengantin.
Pengantin putra masuk pintu depan dipayungi dua pendamping dan kedua pengantin menukar kembar mayang yang dilempar ke atas tarub.
2. Sawat-sawatan atau galangan gantal sirih.
Pengantin putra-putri saling melempar daun sirih. Artinya bertemunya dua perasaan, untuk melempar hari, dan dianggap sebagai waktu yang menyenangkan.
3. Wiji dadi.
Pengantin putra menempelkan telur ayam kampung kepada dahi sendiri dan dahi pengantin putri dan lalu melempar telur ini supaya pecah. Kaki mempelai pria dibasuh dengan air bunga setaman dan dibersihkan oleh pengantin putri yang duduk di depannya.
4. Sindur Binqyang.
Kedua mempelai bersalaman, berpegangan tangan dengan jari kelingking, dan Ibu putri menutup bahu keduanya dengan kain selendang yang berwarna merah dan putih dan pengantin diantar oleh Bapak ke kursi pelaminan.
5. Timbang.
Di pelaminan kedua pengantin duduk di pangkuan Bapak putri, putri di kaki kiri, dan putra di kaki kanan. Ibu putri bertanya kepada Bapak siapa yang lebih berat dan dia menjawab bahwa mereka sama saja.
6. Kacar-kucur.
Pengantin pria memberi beras, kacang, dan uang receh dibungkus dalam kain berwarna merah dan putih kepada wanita dan dia memberikannya kepada orangtuanya.
7. Saling menyuap.
Pengantin putra memberi makanan kepada isterinya dan lalu pengantin putri memberi makanan kepada suaminya, dan terus menyuap bersama.
8. Minta doa restu.

c. Resepsi
Pada sore atau malam sesudah upacara pernikahan, resepsi diselenggarakan untuk merayakan pernikahan. Pasangan suami-isteri masuk ruangan yang disediakan untuk resepsi dengan upacara kirab. Para tamu yang diundang memberi salam dan selamat kepada pasangan suami-isteri baru. Akhirnya upacara pernikahan selesai dan pasangan suami-isteri pulang untuk mulai kehidupan baru bersama.

Upacara pernikahan adat di pulau Jawa begitu rumit; persiapan, upacara-upacara dan bahan-bahan semua bermakna khusus untuk keselamatan dan kesejahteraan pasangan pengantin dan keluarganya. Dan makna ini yang membuat upacara pernikahan penting, kalau tidak ada makna pasti tidak akan ada maksud. Semoga upacara pernikahan adat tidak hilang seiring perkembangan zaman. Jadi ini merupakan tugas untuk semua orang untuk menjaga dan melestarikannya.


Referensi:
Bratawidjadja, Thomas Wiyasa. 1985. Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jakarta: PT Midas Surya Grafindo.
Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. 1978/1979. Adatdan Upacara Perkawinan Jawa Barat.
Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. 1978/1979. Adat dan Upacara Perkawinan Jawa Tengah.