Inilah cara pencegahan gigitan ular harus anda tahu

Gigitan ular
Ular tersebar secara luas di seluruh dunia, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, kecuali Antartika dan beberapa pulau kecil seperti Greenland, Hawaii, Islandia, Irlandia, dan Selandia Baru. Ular bersifat ektoterm dimana panas tubuh ular berasal dari lingkungannya. Untuk itu, saat siang hari ular seringkali ditemukan di tempat yang sejuk agar terlindung dari sinar matahari langsung, sementara pada malam hari, ular cenderung menghangatkan diri dibalik bebatuan atau benda lainnya. Sifat ular yang ektoterm ini juga yang membuat ular lebih nyaman berada di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Ular merupakan jenis hewan melata yang banyak terdapat di Indonesia Spesies ular dapat dibedakan atas ular berbisa dan ular tidak berbisa. Ular berbisa memiliki sepasang taring pada bagian rahang atas. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular. Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri.

Gigitan ular merupakan suatu keadaan gawat darurat yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Resiko infeksi gigitan lebih besar dari luka biasa karena toksik / racun mengakibatkan infeksi yang lebih parah. Tidak semua ular berbisa tetapi karena hidup pasien tergantung ketepatan diagnosa maka pada keadaan yang meragukan ambil sikap menganggap semua gigitan ular berbisa.

Berikut ini adalah cara pencegahan dari gigitan ular yang harus anda ketahui:

1. Di dalam rumah
  • Jaga rumah dari tikus yang merupakan mangsa dari ular.
  • Jangan memelihara hewan ternak yang merupakan mangsa ular (misal: ayam) di dalam rumah.
  • Hindari membangun rumah dengan konstruksi yang akan memberikan tempat persembunyian untuk ular, misalnya jerami dengan atap terbuka, dinding jerami dengan celah yang besar, serta lantai yang tidak tertutup secara sempurna.
  • Hindari tidur di atas lantai. Jika memang tidak dapat dihindari, gunakanlah kelambu untuk menghindari gigitan ular.
2. Di area kebun atau halaman rumah
  • Bersihkan rongsokan material bangunan, gundukan sampah, atau sarang rayap karena dapat menjadi sarang ular.
  • Pangkaslah pohon agar tidak menjulur ke arah rumah dan potonglah rumput serta semak menjadi pendek.
  • Tempatkanlah lumbung padi jauh dari rumah agar tidak menjadi sarang ular.
  • Kolam atau kubangan air dapat mengundang katak yang menjadi mangsa ular.
  • Dengarkanlah binatang liar atau peliharaan, biasanya hewan lain akan berisik untuk memperingatkan kehadiran ular.
  • Gunakan alat pencahayaan misalnya senter saat berjalan keluar rumah, pergi ke WC saat
    malam hari atau bersantai di depan rumah.
3.  Di pedesaan
  • Hindari mengumpulkan kayu bakar pada malam hari. Gunakan sepatu boot karet dan celana
    panjang saat berjalan di kegelapan, semak atau saat panen. Ular banyak keluar saat musim
    hujan, waspadalah!
  • Jangan memasukkan tangan ke lubang apa pun di tanah.
  • Bawalah alat penerangan misalnya senter dan obor serta tongkat saat berjalan di malam hari. Berikan penerangan yang cukup di halaman rumah dan sekitar WC.
  • Jangan menyentuh ular mati.
4. Di jalan raya
  • Jangan melindas ular, karena dapat membahayakan pejalan kaki. Selain itu ular dapat terperangkap di dasar kendaraan dan akan keluar saat kendaraan di parkir.
5. Di sungai, muara atau laut
  • Jangan menyentuh ular laut yang terperangkap di jaring ikan. Gunakan tongkat sebagai alat bantu. Waspadalah karena kepala dan ekor ular kadang sukar dibedakan.
  • Waspadalah saat mandi atau mencuci pakaian di pinggir sungai, muara atau laut.
Waspadalah jika melihat ular di mana pun anda berada, karena gigitan ular berbisa sangat berbahaya dan dapat membunuh manusia.

0 Response to "Inilah cara pencegahan gigitan ular harus anda tahu"

Posting Komentar