Selasa, 02 Oktober 2018

Inilah langkah wajib sebelum, saat, dan setelah gempa bumi

gempa bumi

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri atas beberapa pulau utama dan ribuan pulau kecil. Pulau utama di Indonesia antara lain: Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan juga Irian atau Papua. Jika didasarkan pada angka statistik, wilayah teritorial Indonesia didominasi lautan dengan perbandingan 4:1 dengan daratan. Meski demikian, jika semua pulau di Indonesia digabungkan menjadi satu, maka ia akan menempati urutan ke-15 negara terluas di dunia. Menilik letak geografisnya, maka wilayah Indonesia rawan terjadi bencana alam.

Secara geografis Indonesia sangat rawan terjadi bencana alam baik yang berupa gempa, banjir, atau tsunami. Pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia berpotensi menyebabkan gempa tektonik, sedangkan curah hujan yang tinggi berpotensi rawan banjir mengingat banyaknya sungai di wilayah ini.

Bencana merupakan kejadian yang tidak biasa sulit direspon dan dampaknya bisa dirasakan oleh beberapa generasi. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia.

Kita harus selalu waspada terhadap ancaman gempa bumi. Hal itu dikarenakan hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi secara akurat.

Sebelum kejadian bencana
 
Sebelum kejadian bencana gempa bumi perlu dilakukan persiapan dan pengetahuan mengenai kebencanaan. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapai bencana sehingga diharapkan kerugian dan korban akan dapat dikurangi. Persiapan dan pengetahuan bencana tersebut meliputi :

1. Perlunya memahami daerah yang kita tinggali merupakan daerah yang dekat dengan jalur gempa dan gunung api sehingga perlunya sikap waspada dan kesiap-siagaan. Namun demikian tetap tenang dan hidup wajar seperti biasa.
2. Perlunya mengumpulkan informasi bencana yang diperkirakan terjadi di daerah tempat tinggal kita dengan menghubungi instansi yang berwenang atau terkait.
3. Perlunya memahami tempat-tempat yang aman dan tempat yang tidak aman apabila terjadi bencana gempa. Hal ini cukup penting dalam rangka tindakan penyelamatan diri saat kejadian bencana gempa.
4. Mengaitkan benda-benda berat yang membahayakan ke tempat yang kokoh sehingga bila terjadi gempa tidak mudah roboh atau jatuh yang dapat mencelakakan kita.
5. Membuat rencana jalur evakuasi bagi masing-masing anggota keluarga menuju satu titik tempat aman di luar rumah. Begitu pun anggota masyarakat menuju satu titik tempat aman yang telah disepakati bersama.
6. Melakukan latihan evakuasi bagi anggota keluarga maupun masyarakat untuk menyelamatkan diri saat kejadian bencana. Hal ini penting untuk membiasakan melakukan evakuasi dan untuk mengestimasi waktu serta melakukan koordinasi saat kejadian bencana sebenarnya.

Saat kejadian
 
Saat kejadian bencana gempa bumi perlu dilakukan langkah-langkah yang bertujuan untuk menyelamatkan diri. Hal ini sangat penting dalam rangka mengurangi korban jiwa akibat bencana.

Langkah-langkah tersebut antara lain :

Saat berada di dalam rumah/gedung
Apabila gempa bumi terjadi saat kita berada di dalam rumah, maka yang kita lakukan adalah :
  • Tetap tenang dan tidak panik. Sikap tenang dan tidak panik akan membawa kita melakukan langkah-langkah yang benar dan cepat namun tidak sembrono. 
  • Cabut semua peralatan listrik dan gas.Tindakan ini dilakukan untuk menghindari kerusakan peralatan elektronik dan kemungkinan terjadinya kebakaran. 
  • Berlindung di bawah meja atau kursi yang kokoh. Apabila kita tidak sempat keluar rumah ketika terjadi gempa maka kita berlindung di bawah meja atau kursi yang kokoh, jangan meja atau kursi yang rapuh. Hal ini untuk melindungi dari jatuhan benda benda keras akibat gempa. 
  • Sesegera mungkin lari ke luar rumah menuju ke tempat terbuka. Apabila kita ada kesempatan ke luar rumah saat terjadi gempa, sesegera mungkin lari keluar rumah menuju ke tempat terbuka yang aman. Tempat terbuka yang aman adalah tempat terbuka yang jauh dari bangunan maupun pohon besar.
Saat berada dalam perjalanan
  • Tetap tenang dan tidak panik. Kepanikan kadang justru yang membuat diri kita celaka karena kita tergesa-gesa dan sembrono dalam bertindak. 
  • Parkir kendaraan di tempat yang aman. Apabila saat terjadi gempa kita berada dalam kendaraan, segera parkir kendaraan di tempat yang aman baik dari jatuhan pohon, bangunan dan sebagainya serta aman dari kemungkinan pencurian kendaraan. 
  • Sesegera lari ke luar kendaraan menuju ke tempat terbuka. Setelah kendaraan parkir di tempat aman, segera lari keluar kendaraan menuju ke tempat terbuka yang aman. Kalau tidak sempat keluar, tetap di dalam kendaraan, menunduk lindungi kepala dan berpegangan. 
  • Untuk bencana gempa bumi di daerah pantai, setelah terasa gempa serta diikuti dengan air laut surut secara tiba-tiba dan sangat cepat, maka segera tinggalkan pantai sesegera mungkin menuju ke tempat lebih tinggi. Karena hal tersebut merupakan indikasi akan datangnya gelombang tsunami. Janganlah kita terkecoh dengan banyaknya ikan yang ada di pantai akibat air laut yang surut tiba-tiba dan sangat cepat. Bila kondisi semacam tersebut terjadi segera beritahu anggota masyarakat lain dengan membunyikan alarm tanda bahaya yang telah disepakati, seperti sirine, peluit, kentongan dan sebagainya. Setelah itu secepatnya segera menghubungi posko-posko bantuan seperti Pemerintah Daerah, Palang Merah dan pihak-pihak lain.
Setelah kejadian
 
Setelah bencana terjadi, para pengungsi telah diungsikan ke tempat aman, langkah-langkah yang dilakukan antara lain :

1. Mengecek anggota keluarga dan sanak saudara kita. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah yang selamat dan korban jiwa akibat bencana khususnya keluarga dan sanak saudara kita.
2. Menyiapkan dapur umum (khususnya para wanita). Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan makanan secara terkoordinasi bagi semua pengungsi.
3. Menyiapkan tenda-tenda darurat atau yang lain untuk berteduh (khususnya kaum pria). Hal ini dilakukan untuk tempat berteduh dan istirahat sementara yang terkoordinasi bagi semua pengungsi.
4. Segera menghubungi dan mendatangi posko-posko batuan untuk mendapatkan makanan bergizi, selimut dan obat-obatan.
5. Segera menghubungi dan mendatangi posko kesehatan untuk memeriksakan diri agar terhindar dari penyakit yang umum pasca bencana seperti diare, infeksi saluran pernapasan atas, penyakit kulit, dan penyakit menular lainnya.
6. Melakukan rehabilitasi dan rekontruksi daerah pasca bencana (oleh pemerintah baik pusat maupun daerah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar