Penyebab, efek, dan tips mengatasi insomnia

susah tidur (insomnia)
Tidur adalah suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan, proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula, dengan begitu, tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Proses pemulihan yang terhambat dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal, akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi

Pentingnya tidur tidak bisa dipungkiri dan setiap tahap tidur memiliki fungsinya sendiri. Tidur non-REM membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan memastikan tubuh kita cukup beristirahat untuk menghadapi tantangan hidup di hari berikutnya. Di sisi lain, tidur REM membantu memproses informasi yang kita pelajari dan membantu memperkuat ingatan dan kemampuan belajar kita. Oleh karena itu, tidur yang baik bisa meningkatkan kesehatan fisik maupun psikologis kita agar bisa berfungsi secara optimal dan menjaga suasana hati kita dengan baik.

Insomnia merupakan masalah umum di masyarakat. Tidur yang nyenyak membantu memulihkan energi dan fungsi kognitif kita. Sebelum melanjutkan ke definisi insomnia, mari kita bahas tentang siklus tidur terlebih dahulu. Keluhan sukar tidur (insomnia) sering diutarakan berupa penyakit sulit tertidur, sering terbangun hanya mampu tidur sebentar atau tidak nyenyak. Penyebabnya dapat bermacam-macam diantaranya ialah pengaruh lingkungan.

Kesulitan tidur/insomnia ringan merupakan keadaan yang kerap dikeluhkan dengan kendala-kendala seperti kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, sering terbangun dipertengahan malam, dan seringnya terbangun diawal. Insomnia yang kita alami bisa berlangsung beberapa hari saja sampai dua atau tiga minggu.tetapi pada kasus yang kronis insomnia bisa bertahan lebih lama lagi.

Penyebab insomnia
Ada dua penyebab utama insomnia: Insomnia primer dan insomnia sekunder. Penyebab insomnia sekunder mencakup: gangguan mental dan suasana hati, penyakit fisik, penyalahgunaan obat, dan gangguan tidur lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi insomnia meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Bagi orang yang berusia 70 tahun atau lebih, tingkat insomnia bisa mencapai 35%. Insomnia lebih banyak terjadi pada wanita daripada pada pria. 

Secara umum penyebab kesulitan tidur (insomnia) adalah :

1) Stres atau kecemasan. Saat didera kegelisahan yang dalam, biasanya karena memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi.
2) Depresi. Selain menyebabkan insomnia, depresi juga menimbulkan keinginan untuk tidur terus sepanjang waktu karena ingin melepaskan diri dan masalah yang dihadapi.
3) Kelainan-kelainan Kronis. diabetes, sakit ginjal, artritis, atau penyakit yang mendadak seringkali menyebabkan kesulitan tidur.
4) Efek Samping Pengobatan Pengobatan untuk suatu penyakit juga dapat menjadi penyebab insomnia.
5) Pola Makan yang Buruk Mengkonsumdi makanan berat saat sebelum tidur bisa menyulitkan untuk tidur.
6) Kafein,Nikotin, dan Alkohol.
7) Kurang Berolahraga. Juga bisa menjadi faktor sulit tidur yang signifikan.

Efek dari insomnia
Insomnia sesekali tidak akan menyebabkan gangguan signifikan bagi tubuh. Namun, jika insomnia tetap terjadi, gangguan tidur ini bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis penderitanya. Hal ini bisa memengaruhi kualitas hidup, fungsi kognitif, memori, dan fungsi kerja penderitanya dan bisa memberikan beban sosioekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Kesultan tidur dapat memberikan dampak seperti :

a. Orang dengan insomnia lebih muda mendera depresi dibanding mereka yang bisa tidur dengan baik.
b. Kekurangan tidur akibat insomnia memberikan kontribusi pada timbulnya suatu penyakit, termasuk penyakit jantung.
c. Dampak mengantuk/ketiduran disiang hari dapat mengancam keselamatan kerja, termasuk mengemudi kendaraan.
d. Tidur malam yang buruk, dapat menurunkan kemampuan dalam memenuhi tugas harian serta kurang menikmati aktifitas hidup.

Cara higienitas bisa membantu melawan insomnia:

1. Pergi tidur dan bangun secara teratur.
2. Kurangi waktu yang dihabiskan untuk tidur/istirahat di siang hari.
3. Lebih sering berolahraga, namun hindari olahraga yang berat sebelum tidur.
4. Lingkungan tidur yang nyaman, termasuk seprai dan bantal yang nyaman, lingkungan yang tenang dan redup, suhu ruangan yang memadai sangatlah penting untuk tidur.
5. Minum secangkir susu hangat bisa membantu untuk mempermudah tidur.
6. Hindari merasa terlalu lapar atau terlalu kenyang sebelum tidur.
7. Hindari minum terlalu banyak air dan hindari minum kopi atau teh atau minuman beralkohol sebelum tidur.
8. Aktivitas yang santai, termasuk mendengarkan alunan musik, membaca buku, melakukan olahraga relaksasi, dan mandi air hangat bisa membantu untuk mempermudah tidur.
9. Bila tidak tidur, jangan berbaring di tempat tidur.
10. Jika mengalami hal-hal atau masalah yang belum terselesaikan sebelum tidur, jangan memikirkannya secara berulang-ulang. Pertimbangkan untuk menuliskan semua hal dan mengatur waktu untuk melakukannya lagi esok hari.
11. Matikan lampu saat tidur.
12. Jangan membaca, menonton televisi, mendengarkan musik saat berada di tempat tidur.
13. Jika tidak bisa tidur setelah 20 menit berbaring di tempat tidur, bangunlah dan cobalah untuk berbaring lagi jika Anda merasa mengantuk lagi.
14. Ulangi langkah di atas jika Anda terbangun selama lebih dari 20 menit di waktu tengah malam.
15. Terlepas dari kualitas tidur di malam sebelumnya, bangunlah keesokan paginya di jam tertentu yang sudah ditetapkan.
16. Hindari tidur di siang hari.

Jika cara di atas (higienitas tidur) tidak bisa membantu Anda untuk tidur nyenyak, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter.

0 Response to "Penyebab, efek, dan tips mengatasi insomnia"

Posting Komentar