Sejarah dan jenis-jenis bunga sakura yang terkenal

bunga sakura jepang

Sejarah bunga sakura
Sakura pertama kali muncul dalam karya sastra Jepang yaitu Kojikidan Nihon-Shoki lewat tokoh Kono Hana Sakuya Hime, yaitu putri Dewa Gunung. Dikisahkan dalam Nihon-Shoki bahwa putrid Kono Hana Sakuya Hime naik ke atas kabut dan terbang ke atas langit gunung Fuji, dari atas gunung Fuji dia menaburkan benih bunga. Bunga yang disebarkan itu diberi Sakura (diambil dari nama Sakuya dan menjadi nama Sakura). Adapun di dalam Kojiki dikisahkan bahwa putrid tersebut turun dari langit lewat sebuah gunung api, yang letaknya diperbatasan daerah Miyazaki dan Kagoshima, lalu menjadi istri Ninigi no Mikoto (cucu dewa matahari), dalam kojiki disebut bahwa Sakuya berarti bunga Sakura itu sendiri.

Pada zaman kuno, bunga sakura yang umum ditemukan adalah bunga sakura yang mekar di gunung yang disebut Yamasakura, namun pada masa Edo berkembang sakura jenis Someiyoshino yang menyebar ke setiap daerah di Jepang.

Menurut sejarah, kebiasaan hanami dipengaruhi oleh raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum yang dalam bahasa Jepang dikenal dengan “Ume” di sekitar istana mereka. Kemudian kebiasaan ini ditiru oleh Kaisar, Shogun dan para bangsawan di Jepang juga mulai menikmati bunga Ume (plum) ini. Namun pada abad ke-8 atau awal periode Heian, obyek bunga yang dinikmati bergeser ke bunga sakura.

Di masa pemerintahan Kaisar Saga pada jaman Edo, gemar menyelenggarakan pesta hanami di taman Shinsenen di Kyoto. Para bangsawan pun menikmati hanami di sekitar istana mereka, sedangkan para petani masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi untuk menikmati bunga sakura yang tumbuh di sana sambil membawa bekal untuk makan siang. Hingga sekarang hanami menjadi kebiasaan di seluruh masyarakat Jepang. Bahkan telah di terima sebagai salah satu kekhasan kebiasaan bangsanya.

Bunga ini hanya berbunga 1 kali dalam 1 tahun, oleh karena itu masyarakat Jepang tidak mau melewatkan kesempatan baik untuk menikmati indahnya bunga sakura. Selama musim ini media massa di Jepang juga ramai melaporkan sakura zensen, yaitu ramalan munculnya bunga sakura di berbagai tempat di jepang, yang bisanya di mulai dari dari wilayah Jepang bagian selatan pada pertengahan maret, kemudian terus menjalar ke bagian wilayah utara pada pertengahan april hingga akhir april.

Jenis-jenis bunga sakura
Bunga Sakura memiliki berbagai varian jenis pohon. Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura di akhir zaman Edo. Sakura jenis someiyoshino inilah yang banyak tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura. Sakura jenis someiyoshino memiliki ciri khas sendiri dibandingkan dengan bunga sakura yang lain yaitu, bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar, dan bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura jenis someiyoshino ini hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan biasanya dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga ini yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan dengan nama yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu. Tidak mengherankan jika bunga sakura disanjung banyak orang tidak hanya oleh masyarakat Jepang namun juga wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang karena keindahannya.

Adapun beberapa jenis dari bunga sakura adalah sebagai berikut:

1. Yamazakura
Yamazakura adalah bunga yang pertama kali dan tumbuh liar di jepang. Dahulu sebelum ada sakura persilangan, orang jepang hanya mengenal sakura yang tumbuh liar. Yamazakura tumbuh pada akhir bulan maret sampai awal april. Warna bunganya pink dan bermahkota 5.
2. Somei yoshino
Bunga ini di kembangkan pada jaman edo. Jumlah mahkotanya 5, bunganya berwarna putih dan rantingnya berwarna pink. Bunganya terlebih dahulu mekar sebelum daunnya muncul.
3. Shidarezakura
Sidarezakura bunga dan rantingnya menghadap kebawah seperti sedang berjatuhan. Dalam bahasa inggris di sebut “ weeping cherry trees” . sama halnya dengan yamazakura, shidarezakura tumbuh pada akhir maret sampai awal april. Biasanya mahkota berjumlah lima atau lebih dari 5.
4. Kikuzakura
Bunga ini mekar pada akhir april sampai dengan awal mei, berrmahkota 100. Dan sebelum daunnya muncul bunganya mekar terlebih dahulu. Bunganya berwarna pink. Dalam bahasa jepang disebut “chrysanthemum cherry”
5. Hikanzakura
Bunga sakura ini banyak tumbuh di daerah Okinawa dan pulau Honshu. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Adapun di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret dan lain-lain.

Periode mekarnya bunga sakura sangat pendek, hanya kurang lebih 1 minggu. Di jepang masa mekar bunga sakura ini dikenal dengan suatu kata kiasan yakni “7 hari bunga sakura”, yang artinya bahwa sejak sakura mulai mekar sampai gugur waktunya kurang lebih 7 hari. , dan keseluruhan pohon sakura sejak bunga pertama mulai mekar hingga seluruh bunganya gugur kurang lebih memakan waktu 2 minggu. Namun, terkadang lamanya bunga sakura dapat bertahan mekar juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Apabila cuaca terlalu hangat, maka bunganya akan cepat gugur. Hujan deras dan angin kencang membuat kelopak-kelopak bunga ini cepat sekali rontok. 

Bagi orang Jepang, bunga Sakura merupakan simbol penting yang sering diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, sehingga bunga Sakura dapat ditemukan di mana saja di Jepang.9 Sakura diasosiasikan sebagai perempuan karena perempuan laksana bunga yang yang cantik nan indah dipandang bagaikan bunga sakura yang mekar membawa ketenangan dan kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bahwa sakura adalah bunga penting dalam kehidupan orang Jepang, dimana semua orang memujanya saat mekar, setelah mereka (masyarakat Jepang) melewati musim dingin yang berat. 

Jika sakura dilambangkan dengan kematian karena tumbuh dan mekarnya bunga sakura yang indah hanya sebentar kira-kira seminggu sampai 10 hari saja. kemudian bunga sakura akan layu berguguran tertiup angin, mati lalu hilang. Hal ini melambangkan bahwa kehidupan manusia itu seperti bunga sakura yang begitu singkat, yaitu mekar (lahir) , hidup lalu mati. 


Referensi:
Tanaka, Yukio. 1985. Nihon no Tateyoko, Tokyo Gakken
Takeuchi, Misae.1992. Tanoshiku Yomeru Nihon no Kurashi Juunikageto, Apurikatto

0 Response to "Sejarah dan jenis-jenis bunga sakura yang terkenal"

Posting Komentar