11 Jenis laba-laba dan gambaran penjelasannya

Laba-laba ditemukan hampir di seluruh permukaan bumi dari daerah kutub hingga daerah padang pasir yang kering. Laba-laba terutama berlimpah di tempat yang banyak vegetasi. Sampai saat ini sekitar 37.000 spesies laba-laba telah diberi nama, diyakini jumlah itu baru seperempat dari jumlah laba-laba yang ada di dunia.

Keberadaan jenis laba-laba pada beberapa ekosistem disebabkan karena pada masing-masing lokasi merupakan tempat yang baik atau mampu beradaptasi dengan lingkungannya bagi laba-laba untuk meneruskan perkembangan hidupnya karena banyak menyediakan sumber makanan, dan tempat untuk berlindung, kawin dan bertelur. Disamping itu faktor suhu dan kelembapan di empat lokasi tersebut pasti berbeda-beda sehingga mempengaruhi jenis laba-laba yang akan hidup pada ekosistem tersebut.

Jenis laba-laba yang hidup di lingkungan perumahan memiliki jenis yang berbeda dengan lingkungan luar perumahan karena mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Jika dibandingkan dengan lingkungan terbuka, bahwa areal tertutup hanya sedikit jenis laba-laba yang hidup, karena peluang untuk mencari makan juga sedikit sehingga jenis laba-laba yang hidup pun sedikit karena hanya memangsa sesama jenisnya sendiri. Jenis laba-laba yang hidup di pemukiman laba-laba pejaring karena laba-laba pembuat jaring berada di bagian atas rumah sehingga kadang sulit untuk dijangkau oleh manusia.

Jenis laba-laba ini membuat jaring dan menetap di ujung jaring untuk menangkap mangsanya berupa serangga atau hewan lain yang tertangkap pada jaringnya. Salticidae dan Sicariidae merupakan jenis laba-laba yang tidak membuat jaring, tetapi hanya membuat benang-benang untuk melindungi telurnya dari predator lain. Laba-laba jenis ini merupakan laba-laba pemburu di daun-daun yang ada di kebun maupun daun yang ada ditempat lain dan juga menjadi pemburu di tanah. Biasanya laba-laba ini tinggal di gulungan atau lipatan daun biasanya juga hidup ditempat yang tidak terjangkau oleh manusia sambil menunggu mangsanya.

Rendahnya presentase jenis laba-laba ini yang tertangkap, kemungkinan disebabkan karena faktor cuaca yang kurang menguntungkan karena pada saat cuaca panas khususnya di pagi hari banyak terdapat laba-laba, sedangkan pada saat cuaca mendung dan banyak angin apalagi di waktu sore hari kurang laba-laba, atau karena adanya pemangsa lain sehingga tidak banyak yang hidup jenis lain serta dipengaruhi pula oleh waktu pengambilan yang dilakukan selama 2 hari. 

Berikut adalah jenis-jenis laba-laba dan deskripsinya:

1. Argiope appensa Walckenaer, 1841

Argiope appensa memiliki ciri bagian kepala hitam putih seperti batik, bagian dorsal berwarna kuning terang dan memiliki empat titik hitam, sedangkan pada bagian ventral khususnya abdomen berwarna kuning membentuk U terbalik. Kaki warna hitam ada belang-belang putih di setiap ruas/ segmen.

Deskripsi:
Argiope appensa adalah sejenis laba-laba yang terdapat di beberapa pulau di Samudera Pasifik Barat. Telah diperkenalkan ke Hawaii, dan ditemukan di Taiwan dan New Guinea. Laba-laba ini mendia hidup di berbagai habitat, dimulai dari pantai sampai ke hutan. Laba-laba betina mencapai panjang tubuh hingga 6 cm dan berwarna hitam dan kuning, sedangkan laba-laba yang jantan warnanya coklat, sekitar 2 cm. Di Hawaii ini disebut laba-laba kebun. Argipoe appensa dapat dijumpai di berbagai negara seperti indonesia. Penduduk setempat ada yang menyebutnya sebagai laba-laba pisang.

2. Argiope keyserlingi Karsch, 1878

Argiope keyserlingi ini adalah laba-laba yang hidup ditempat terbuka seperti kebun, dan memiliki ciri-ciri bagian kepala bercorak seperti batik berwarna hitam-putih. Bagian dorsal berwarna hitam dan terdapat 2 garis kuning memanjang. Sedangkan bagian ventral bagian perut berwarna kuning berbentuk huruf U terbalik tetapi bagian tengah warna kuning terputus. Kaki berwarna hitam ada belang-belang putih di setiap ruas/ segmen dan berbulu.

Deskripsi:
Laba-laba Argiope keyserlingi ini menggantung ke bawah dengan kedua kakinya saling berpasangan. Perut berbentuk segi lima datar dengan garis melintang kuning. Bagian dada dan kepala bagian atas memiliki pola perak keabuabuan dengan warna latar belakang hitam. Warna kaki didominasi warna hitam dengan beberapa warna lain kuning dan putih. Laba-laba ini berasal dari familia Araneidae di bawah genus Argiope.

3. Argiope aurantia Scopoli, 1772

Argiope aurantia ini memiliki ciri-ciri yaitu dorsal bagian kepala berwarna putih silver. Bagian belakang berwarna putih dan terdapat dua garis berwarna coklat dan kuning berbentuk huruf U. Bagian ventral dibagian abdomen berwarna kuning dan terdapat titik putih pada bagian tengahnya. Bagian kakinya berwarna coklat muda belang hitam dan berbulu halus.

Deskripsi:
Seperti yang terjadi pada banyak jenis laba-laba, laba-laba betina tumbuh jauh lebih besar daripada jantannya. Pada betina panjang tubuh dewasa berkisar antara 19 sampai 28 mm (3/4 sampai 1 1/8 inci), sedangkan jantannya hanya mencapai 5 sampai 9 mm (1/4 - 3/8 inci). Pada kedua jenis kelamin ini, memiliki perut yang berbentuk cekung dan pada cekungangnya memiliki tanda kuning atau oranye yang mencolok. Bagian depan tubuh, cephalothorax, ditutupi dengan rambut pendek. Kaki sebagian besar hitam, dengan bagian merah atau kuning di dekat tubuh. Seperti penenun bola lainnya (keluarga Araneidae), spesies ini memiliki tiga cakar per kaki. Spesies ini menggunakan cakar ketiga ini untuk membantu menangani benang saat berputar.

4. Argiope catenulata Doleschall, 1857

Argiope catenulata ini memiliki ciri-ciri yaitu bagian dorsal dibagian kepala berwarna putih dan berbulu halus, bagian belakang berwarna putih silver dan terdapat corak hitam bercampur orange berbentuk huruf U. Sedangkan bagian ventral berwarna hitam dan bercorak kuning berbentuk love terbalik. Warna kaki belang-belang yaitu putih-hitam dan berbulu kasar.

Deskripsi:
Argiope catenulata adalah sejenis laba-laba yang berwarna-warni. Cephalothorax betina berwarna kuning dengan mata hitam. Perutnya melintang dengan pola dorsal berwarna kuning keputihan. Potongan coklat bentuk tidak beraturan terlihat pada bagian perut ke sisi posterior. Kaki-kakinya berwarna hitam dengan cincin putih tipis. Laba-lab jantan lebih kecil dari betinanya.

5. Menemerus bivittatus Dufour, 1831

Jenis laba-laba ini tidak membuat jaring dan hidup sebagai pemburu. Menemerus bivittatus memiliki ciri-ciri seluruh bagian kepala besar lebih besar dari abdomen. Permukaan tubuhnya berwarna coklat pucat dan berbulu halus. Memiliki ukuran kecil dan begitu juga kaki kecil sesuai dengan tubuh.

Deskripsi:
Laba-laba ini merupakan penjangkar dinding berwarna coklat, bagian doral dan ventra ditutupi dengan rambut lebat dan putih keabu-abuan. Ada jambul dari bulu coklat tua di dekat mata besar yang menghadap ke depan. Laba-laba panjangnya sekitar sembilan milimeter, jantannya sedikit lebih kecil dari betina. Pada jantan memiliki garis punggung longitudinal yang kehitam-hitaman dengan garis putih kecoklatan di kedua sisi perut. Karapas dan chelicerae juga hitam dan kakinya memiliki bulu dengan warna yang sama. Betina umumnya pucat dan lebih cokelat, dengan karapas dan perut lebih besar. Karapasnya beringsut dengan dua pita hitam dan garis putih tipis dan perutnya berhias garis-garis hitam lebar di setiap sisi yang bersatu di ujung posterior. Betina berwarna abu-abu dan mengeluarkan 25 sampai 40 telur dalam kasus sutra seperti kantung.

6. Loxosceles reclusa Gertsch, 1940

Loxosceles reclusa ini ciri khas tidak membuat jaring, dorsal bagian kepala berwarna coklat pucat dan bagian punggungberwarna coklat pucat. Sedangkan ventral bagian abdomen coklat keruh dan seluruh permukaan tubuhnya dipenuhi oleh bulu-bulu halus serta kaki berwarna coklat.

Deskripsi:
Total hanya enam mata, disusun dalam tiga serangkai tiga pasang. Pengaturan mata ini adalah salah satu fitur diagnostik utama untuk semua spesies Loxosceles. Memiliki tubuh yang berwarna hitam pada bagian dorsal dan pada bagian ventral juga berwarna hitam. Pada baguan tubuhnya memiliki bulu-bulu halus. Kaki panjang dan ramping sebanding dengan tubuh, terutama pada jantan, dan berwarna coklat muda tanpa tanda. Pasangan kedua selalu terpanjang, sedangkan pasangan ketiga adalah yang terpendek. Postur kaki bisa agak mirip kepiting. Tarsi (ujung kaki) memiliki 2 cakar.

7. Pholcus phalangioides Fussli, 1775

Pholcus phalangiodes memiliki ciri-ciri yaitu seluruh bagian tubuhnya transparan, bagian kepala berwarna coklat pucat, bagian dorsal berwarna coklat tua begitu. Sedangkan ventral bagian abdomen berwarna coklat dan terdapat corak batik. Kaki berwarna coklat ada belang-belang putih di setiap ruas/ segmen.

Deskripsi:
Pholcus phalangiodes dapat ditemukan di lokasi yang tidak terganggu dan rendah cahaya. Beberapa tempat yang mungkin ditemui laba-laba ini ada di ruang bawah tanah, di bawah batu, di bawah tepian, dan di gua. Orang yang paling sering mengasosiasikan laba-laba ini dengan hidup di langit-langit dan di sudut-sudut di rumah. Mereka membuat jaringnya besar, longgar, dan datar, tapi bisa membuat mereka dalam bentuk tidak beraturan agar sesuai dengan objek sekitarnya. Jaring mereka biasanya berorientasi horizontal. Pholcus phalangioides tergantung terbalik di jaring yang dibuatnya. Kawasan Habitat beriklim sedang tropis terrestrial biomes savana habitat Lainnya gua pertanian pinggiran kota.

8. Gasteracantha cancriformis Linnaeus, 1758

Gasteracantha cancriformis memiliki ciri-ciri bagian dorsal di bagian kepala berwarna hitam, bagian punggung berwarna kuning keputihan dan terdapat bintik-bintik hitam dan bagian durinya berwarna hitam kemerahan. Sedangkan pada bagian ventral berwarna hitam dan bercorak merah setengah. Bagian kaki berwarna hitam ada belang-belang putih setiap ruas. Ciri khasnya bentuk tubuh seperti kepiting dan memiliki duri.

Deskripsi:
Gasteracantha cancriformis ditemukan di banyak belahan dunia. Hal ini ditemukan di bagian selatan Amerika Serikat dari California ke Florida, serta di Amerika Tengah, Jamaika, dan Kuba. Penenun bola kepiting yang kurus kering, laba-laba ini tinggal di tepian hutan dan kebun-kebun semak belukar. Banyak penelitian tentang laba-laba ini telah terjadi di kebun jeruk di Florida. Mereka sering tinggal di pohon atau di sekitar pohon di semak belukar, Kawasan Habitat beriklim sedang tropis.

9. Tetragnatha montana Simon, 1874

Tetragnatha montana memiliki ciri-ciri yaitu dorsal bagian kepala berwarna hitam dan celicera besar, bagian punggung berwarna orange kecokelatan. Sedangkan bagian ventral berwarna hitam coklat dan memiliki abdomen yang panjang dorsal pada bagian abdomen berwarna orange kecokelatan, dan memiliki abdomen yang panjang serta kaki yang panjang berwarna hitam kecokelatan.

Deskripsi:
Tetragnatha montana pada laba-laba betina lebih besar dari jantan dengan panjang tubuh 7-13 mm dibandingkan dengan pria 6-8 mm. Laki-laki memiliki paracymbium dengan lateral berbentuk kait. Pada betina memiliki garis posterior lurus atau cembung. Memiliki chelicera kuning-coklat, dengan tuberkulum bulat kecil yang bersebelahan dengan gigi atas chelicerae pada jantan. Kaki berwarna kuning kecoklatan dan opisthosoma berwarna perak di permukaan dorsal dengan bentuk sepaerti daun perak putih yang memanjang yang bergaris emas.

10. Latrodectus Hesperus Chamberlin, 1935

Latrodectus hesperus memiliki ciri-ciri yaitu dorsal bagian kepala berwarna hitam. Bagian punggung berwarna hitam terdapat corak seperti batik berwarna coklat pucat dan berbulu halus. Sedangkan ventral bagian abdomen memiliki bulu-bulu halus dan terdapat 2 titik putih 2. Bagian kaki berwarna hitam ada belang-belang putih di setiap segmen/ruas.

Deskripsi:
Laba-laba janda betina biasanya berwarna coklat tua atau berwarna hitam mengkilap saat mereka tumbuh besar, biasanya menunjukkan corak putih keruh di permukaan ventral (bagian bawah) perut; Beberapa mungkin memiliki sepasang putih keabu-abuan atau tidak memiliki tanda sama sekali. Laba-laba janda jantan sering menunjukkan berbagai tanda merah atau merah dan putih di permukaan dorsal (sisi atas) perut, mulai dari satu garis sampai batang atau bintik. Betina dari beberapa spesies berwarna coklat pucat dan beberapa tidak memiliki tanda terang. Mayat laba-laba janda hitam berkisar dari 3 sampai 10 mm, beberapa wanita dapat mengukur 13 mm di tubuh mereka.

11. Opadometa fastigata Simon, 1877

Opadometa fastigata ciri khasnya terdapat bagian kepala berwarna orange bercorak hitam sedangkan bagian dorsal berwarna orange bercampur hitam. Sedangkan pada bagian ventral berwarna hitam dan terdapat 2 titik berwarna orange. Bagian kaki ke-4 terdapat bulu-bulu kasar hitam yang berkumpul. Kaki berwarna hitam belang orange dengan pangkalnya yang berwarna orange.

Deskripsi:
Laba-laba ini memiliki nama umum pirang berbentuk pir. Bahkan menggunakan kata Leucauge yang mengarahkan kita pada genus Leucauge, laba-laba ini tidak berada di bawah genus itu karena spesies ini dipisahkan dari laba-laba Leucauge lainnya oleh perut berbentuk pir dan kaki keempatnya yang unik. Ini berada di bawah genus Opadometa yang merupakan keluarga yang sama dengan Leucauge dalam keluarga Tetragnathidae (penenun oranye panjang). Warna perut berwarna hitam dengan tanda putih perak. Bentuk perut melebar ke arah posterior dan keyserlingi meluas ke anterior tumpang tindih dengan karapas yang membentuk bentuk seperti punuk. Kaki-kakinya berwarna hitam dengan beberapa pita kuning.


Referensi:
Edwards GB. 1984. Large Florida orb weavers of the genus Neoscona (Araneae: Araneidae). Florida Department of Agriculture and Consumer Services, Division of Plant Industry Entomology Circular 266: 1-2.
Blackledge, TA & Hayashi, CY, 2006, ‘Silken toolkits: biomechanics of silk fibers spun by the orb web spider.
Argiope argentata (Fabricius 1775)’, Experimental Zoology, vol. 209, hal. 2452–2461.
Levi HW. 1968. The spider genera Gea and Argiope in America (Araneae: Araneidae). Bulletin of the Museum of Comparative Zoology 136: 319-352.
Muma MH. 1971. Biological and behavioral notes on Gasteracantha cancriformis (Arachnida: Araneidae). Florida Entomologist 54: 345-351.
Muma MH, Stone KJ. 1971. Predation of Gasteracantha cancriformis (Arachnida: Araneidae) eggs in Florida citrus groves by Phalacrotophora epeirae (Insecta: Phoridae) and Arachnophaga ferruginea (Insecta: Eupelmidae). Florida Entomologist 54: 305-310.

0 Response to "11 Jenis laba-laba dan gambaran penjelasannya"

Posting Komentar