7 Mitos takhayul dan dampak sering terjadi

Takhayul
Takhayul merupakan kepercayaan dari nenek moyang yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Takhayul berasal dari bahasa arab Al-tahayul yang bermakna rekaan, persangkaan dan khayalan. Menurut istilah Takhayul adalah kepercayaan terhadap perkara ghaib, yang didasarkan pada kecerdikan akal tidak didasarkan pada sumber Islam.

Sejarah kepercayaan manusia yang sudah ribuan tahun di dalamnya tercatat beberapa perkembangan sistem kepercayaan kepada yang gaib, yaitu dinamisme, animisme, politeisme, henoteisme. Kepercayaan dinamisme dan animisme dianggap sebagai awal dari kepercayaan umat manusia sampai sekarang dan dipercaya masih ada di dalam masyarakat. Walaupun kepercayaan itu tidak seperti masyarakat primitif, fenomena dan praktiknya masih menyerupai, seperti meminta pertolongan kepada dukun dan memakai sesuatu yang dianggap dapat menghindari bahaya.

Kepercayaan-kepercayaan itu terus berlanjut dan berkembang bersama perkembangan kerajaan-kerajaan hindu yang menggunakan mistik sebagai salah satu alirannya. Takhayul menjadikan seorang menyembah kepada pohon, batu atau benda keramat lainnya, yang mampu menolak suatu bencana atau mampu mendatangkan sebuah kemaslahatan. Ini salah satu dampak takhayul, jika demikian maka tauhid rububiyyah dan tauhid ibadah seorang hamba akan keropos dan hancur. Takhayul diartikan juga percaya kepada sesuatu yang tidak benar (mustahil).

Macam-macam takhayul
Takhayul adalah suatu kepercayaan yang kisahnya tidak masuk akal. Contoh macam-macam takhayul adalah:

1. Wanita hamil di anjurkan untuk melihat yang baik-baik, agar anaknya menjadi baik.
2. Jika terkena penyakit bisa disembuhkan dengan minum rendaman kertas yang bertuliskan huruf alif.
3. Jika pada waktu sedang makan, tergigit mulut bagian dalam bibir alamat ada yang membicarakan kita.
4. Percaya pada pohon besar-besar, yang dapat membawa masyarakat kepada kebaikan.
5. Takhayul mengenai alam ghaib mempercayai roh-roh, makhluk-makhluk ghaib, kekuatan sakti, dan alam ghaib.
6. Apabila seseorang melihat binatang ular memotong perjalananya maka akan celaka jika perjalanannya diteruskan.
7. Jika terdengar suara katak masyarakat mempercayainya bahwa akan segera turun hujan.

Pengaruh takhayul pada masyarakat yang sering terjadi
Takhayul sudah ada dari masa nenek moyang dan dipercayai oleh masyarakat melalui dari mulut ke mulut. Kepercayaan terhadap takhayul timbul karena pengaruh awamnya ilmu pengetahuan pada masa itu. Demikian juga sebagian masyarakat yang berada di desa-desa masih mempercayai takhayul. Di dalam ajaran dinamisme ada bentuk kepercayaan di dalam diri manusia terhadap sesuatu yang dianggap ghaib atau keramat seperti, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lainnya.

Takhayul bila dilihat bersumber dari ajaran dinamisme, yaitu mempercayai bahwa semua sesuatu memiliki tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan kehidupan. Pengaruh takhayul di kalangan masyarakat bisa membawa dampak negatif bagi masyarakat apabila masyarakat mempercayainya dengan sepenuh hati.

Di Indonesia sendiri kita dapat menemukan orang yang menganggap bahwa malam Jumat Kliwon sebagai hari keramat, menggunakan hari lahir (weton) sebagai dasar pengambilan keputusan terkait dengan kondisi masa mendatang (jodoh, rezeki, kematian, pantangan, dan lain-lain), mengenakan jimat untuk memperoleh keselamatan atau menghindarkan diri dari mara bahaya. Beragam majalah dan tabloid yang beredar di masyarakat juga selalu menyertakan kolom astrologi atau horoskop, bahkan tabloid harian bisnis terkemuka pun memiliki kolom ramalan peruntungan/hoki harian untuk berbagai shio.

Pengaruh takhayul yang dimiliki seseorang sering kali mendorong munculnya tindakan yang tidak rasional terkait dengan pengambilan keputusan, untuk menghindari kegagalan atau mendatangkan kesuksesan.

Pemikiran modern memang memprioritaskan rasionalitas ketimbang takhayul yang hanya dipercaya melalui cerita-cerita. Tetapi rasionalitas yang berlebih-lebihan menganggap semuanya dapat diselesaikan dengan akal, maka tak ubahnya seperti takhayul. Takhayul yang berdasarkan rasio maka akan dapat diterima diakal, pengaruh mempercayai takhayul ini karena kurangnya penggunaan akal.

Beberapa fungsi agama bagi masyarakat, misalnya dalam fungsi edukatif, agama memberikan sebuah peluang kepada seseorang untuk dapat berperilaku baik sesuai dengan ajaran-ajaran agamanya. Karena pada dasarnya setiap agama mengandung nilai-nilai edukatif yang dianggap baik dan benar dalam sebuah agama atau dalam pandangan suatu masyarakat. Nilai-nilai pendidikan yang diajarkan oleh suatu agama dipegang oleh setiap pemeluknya untuk dapat diamalkan secara terus menerus, sehingga nilai-nilai pendidikan tersebut dapat diwariskan secara turun temurun dalam suatu masyarakat.

Proses tranformatif dan sublimatif agama dalam masyarakat sebenarnya termasuk kepada pengembangan dan pendalaman mengenai makna ajaran-ajaran keagamaan tersebut. Proses ini terjadi dalam sosialisasi dan transvaluasi doktrin-doktrin agama yang terdapat di sekolah-sekolah, pesantren, masjid, gereja dan sebagainya. Karena dalam suatu komunitas atau masyarakat agama, doktrin-doktrin keagamaan sangat penting bagi kehidupan agama sebagai penangkal terhadap nilai-nilai baru atau budaya yang datang dari luar.

Perubahan sosial yang terjadi secara cepat, berpengaruh pada tatanan kepercayaan masyarakat. Dalam masyarakat, mudah sekali terjadi benturan-benturan antara satu agama dengan agama yang lain, sehingga sebuah konflik dalam masyarakat akan sangat berpotensi terjadi. Dalam hal ini pengaruh nilai-nilai agama dan kepercayaan terhadap pengendalian konflik cukup penting. Hal ini dimungkinkan jika penganut agama dan kepercayaan itu konsen dengan ajaran dan anutannya.

Untuk itu dalam masyarakat heterogen perlu adanya kesadaran-kesadaran untuk selalu menjaga ketenteraman dan menghilangkan konflik-konflik yang sifatnya agamis. Hal ini sudah dipraktekkan pada masyarakat modern, namun konflik-konflik masih sering terjadi antar pemeluk agama.

Masyarakat juga berpikir tentang suatu kekuatan yang lebih besar dari manusia. Kekuatan tersebut selalu mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia seperti keberuntungan, kekayaan, dan lain-lain. Masyarakat bahkan juga mempercayai bahwa dengan cara menyembah atau memberi sesaji (dan sebagainya) dapat menyenangkan sumber kekuatan tersebut sehingga bisa mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia menuju ke arah yang lebih baik.

Tapi sekarang masyarakat sudah menyadari bahwa hanya Allah SWT lah yang mempunyai kekuasaan, dan tidak perlu mempercayai lagi seperti hal yang namanya mitos atau tahayul.

0 Response to "7 Mitos takhayul dan dampak sering terjadi"

Posting Komentar