9 Resiko tinggi hamil di usia muda

Kehamilan yang di sebabkan karena pemikiran maupun akibat pergaulan bebas, yang jika itu dialami oleh remaja maka akan memberikan dampak dan pengaruh yang besar terhadap fisik, mental, sosial dan ekonomi.

Dari segi sosial, transisi menjadi orang tua mungkin sulit bagi orang tua yang masih remaja. Dengan tugas-tugas perkembangan orang tua yang belum dipenuhi. Remaja dapat mengalami kesulitan dan menerima perubahan ciri-ciri dan menyesuaikan peran-peran baru yang berhubungan dengan tanggung jawab merawat bayi. Mereka mungkin merasa berbeda dari teman sebayanya, diasingkan dari kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan terpaksa masuk ke peran sosial orang dewasa lebih dini.

Masalah ekonomi, kehamilan pada usia remaja sejak lama merupakan penyebab utama remaja putri berhenti sekolah lebih awal. Berhenti sekolah berhubungan dengan pengangguran dan kemiskinan. Akibatnya, orang tua remaja ini sering gagal menyelesaikan pendidikan Dasar mereka, memiliki sedikit kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan karier, dan berpotensi memiliki penghasilan yang terbatas.

Maka dari itu hipotesa yang dapat diambil setiap individu memiliki respon yang berbeda terhadap kehamilan. Bagi sebagian orang tua mungkin timbul perasaan gembira terhadap kehamilan yang sudah direncanakan, namun bagi remaja yang belum siap kehamilan dapat menjadi peristiwa yang mengejutkan dan bahkan menimbulkan persepsi karena mendengar berita tersebut, dan membayangkan masalah sosial serta financial yang harus ditanggungnya.

Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia di bawah 20 tahun antara lain: Resiko bagi ibunya:

1. Pada ibu kekurangan cairan dan nutrisi, keracunan kehamilan, pendarahan pada kehamilan maupun pasca persalinan, Hipertensi selama kehamilan, solution plasenta, dan resiko tinggi meninggal akibat pendarahan.

2. Pada Bayi kehamilan belum waktunya (Prematur), Pertumbuhan Janin terhambat, Lahir Cacat dan Berpenyakitan, kemungkinan lahir dengan berat badan dibawah Normal, dan meninggal 28 hari pertama kehidupannya.

3. Akan terjadi perebutan antara tubuhnya dengan kebutuhan janin yang dikandungnya. Akibatnya, salah seorang kalah atau kedua-duanya kalah. Jika janinnya yang kalah, maka ia lahir premature: lahir dengan berat badan kurang, atau lahir dengan pertumbuhan otak yang kurang memadai. Jika ibunya kalah, ia akan mengalami kekurangan gizi dan mudah mengalami pendarahan sewaktu melahirkan.

4. Mengalami perdarahan.
Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.

5. Kemungkinan keguguran / abortus.
Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.

6. Persalinan yang lama dan sulit
Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah Kematian ibu.

Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. Dari bayinya :

a. Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.
Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.

b. Berat badan lahir rendah (BBLR).
Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.

7. Cacat bawaan.
Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.

8. Kematian bayi.
Kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba).

9. Pengaruh Melahirkan Di Usia muda terhadap penyakit Osteoporosis
Pengaruh melahirkan diusia remaja terhadap penyakit osteoporosis semakin terasa setelah tahu resiko dua kali lipat setelah menopause (seperti diketahui wanita melahirkan saat remaja mempunyai resiko menopause lebih cepat), dibandingkan pada wanita yang terkena menopause yang tak melahirkan saat usia remaja. Dengan menggunakan alat rontgen khusus, terlihat kepadatan tulangnya secara keseluruhan lebih rendah pada tulang pinggul, leher, dan tulang belakang dari pada wanita melahirkan pada usia ideal saat menopause. Selain kerapuhan tulang ancaman lain seperti berat badan bayi yang kurang, kematian bayi, sampai kematian sang ibu karena pendarahan hebat, juga turut mengintai.

Hal yang mengejutkan peneliti bahwa ditemukan sebagian ibu hamil dengan usia kurang dari 20 tahun mengalami masalah kehamilan dan persalinan seperti hipertensi, kelahiran prematur dan persalinan dengan vakum yang berdampak pada pengeroposan tulang (osteoporosis) sejak dini. Sehingga perubahan fisik yang terjadi setelah kehamilan dan melahirkan jauh lebih cepat dari yang semestinya sehingga akan rentan terkena menopause lebih cepat.

Osteoporosis juga bisa berhubungan erat dengan kehamilan wanita pada usia dini. Seorang remaja pada umumnya memiliki kebutuhan akan kalsium yang tinggi. Saat seorang remaja perempuan yang masih membutuhkan kalsium dalam pertumbuhannya ini hamil, kalsium yang dia butuhkan lebih banyak lagi dari wanita hamil pada umumnya. Bila ia tidak diberi kalsium yang cukup, osteoporosis akan terjadi dalam masa kehamilannya, atau di kemudian hari risiko osteoporosis akan lebih besar terjadi padanya. Untuk remaja perempuan yang hamil disarankan mengonsumsi minimal 1.300 mg kalsium per hari.

Kesimpulan ini tetap tak berubah meskipun data-data penelitian menambahkan faktor usia, usia saat menstruasi pertama, usia saat menopause, indeks massa tubuh, tingkat pendidikan, kebiasaan olahraga, pendapatan rumah tangga, sampai penggunaan terapi hormon dan kadar vitamin D. Semua yang disebutkan bermuara yang sama yaitu bahwa pengaruh melahirkan di usia remaja terhadap penyakit osteoporosis ternyata tetap tinggi, dimana melahirkan di usia remaja mempunyai resiko terkena osteoporosis lebih tinggi akibat menopause yang lebih cepat dialami dibanding dengan wanita yang melahirkan pada usia yang ideal.

0 Response to "9 Resiko tinggi hamil di usia muda"

Posting Komentar