5 Gangguan mungkin terjadi pada anak diberi makan

Masalah pemberian makan anak
Makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah berusia 6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan disebut makanan pendamping ASI, ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi bayi termasuk kelompok yang paling mudah menderita kelainan gizi. Salah satu faktor penyebab perilaku penunjang orang tua dalam memberikan makanan pendamping ASI pada bayi adalah masih rendahnya pengetahuan ibu tentang makanan bergizi bagi bayinya. Karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh ibu, sehingga banyak bayi yang mengalami gizi kurang. Untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan gizi dan masalah psikososial diperlukan adanya perilaku penunjang dari para orang tua, khususnya perilaku ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI pada bayinya.

Banyak orang tua tidak tahu apa yang dimaksud pengenalan makanan tambahan,apa keuntungannya, kapan pemberian makanan, apa saja yang harus diperkenalkan ,makanan apa yang cocok dan makanan apa yang harus dihindari untuk bayi usia tertentu dan sebagainya. Orang tua terutama ibu yang pengetahuan tentang makanan kurang maka banyak dari mereka yang salah dalam memperkenalkan makanan untuk anaknya , orang tua sering memberikan makanan pada saat bayi usia kurang dari 6 bulan selain itu orang tua sering memberikan makanan sekaligus banyak makanan dan bervariasi setiap harinya.Padahal pada umumnya anak belum menunjukkan adanya tanda-tanda alergi kadang anak juga baru bias menyesuaikan lidahnya untuk makanan tertentu dalam waktu berulang atau 4-7 hari. 

Kadang orang tua membeli makanan langsung dari toko yang mahal yang mereka pikir praktis dan aman buat bayi mereka, karena mereka tidak tahu dan tidak berfikir apa yang dirasakan oleh bayi terhadap makanan tambahan tersebut sebab mereka lupa bahwa makanan yang dibuat sendiri lebih bermanfaat dan aman bagi kesehatan bayi. Orang tua juga sering lupa atau bahkan tidak meneliti keamanan dari makanan tersebut, orang tua hanya berfikir makanan itu cocok untuk bayinya.

Berikut adalah gejala-gejala yang mungkin timbul pada gangguan pemberian makan anak:

1. Konstipasi dan Diare akut
Faktor predisposisi terjadinya konstipasi adalah asupan cairan yang tidak kuat pada bayi dan asupan susu yang berlebihan pada anak usia sekolah. Penatalaksanaan dengan laksatif kadang diperlukan dan relativf aman pada gejala yang telah berlangsung beberapa bulan.Diare akut merupakan penyebab tersering seorang anak dirawat di rumah sakit. Diare akut biasanya mengacu pada gastroenteritis yang disebabkan virus. Apabila tidak terdapat gejala dehidrasi, makanan biasa dapat tetap diberikan. Dan untuk cairan dapat diberikan dalam bentuk cairan elektrolit dan glukosa. Apabila terdapat gejala dehidrasi, maka makanan harus dihentikan sampai tercapai rehidrasi.

2. Posseting, Vomitus, dan Gastro-esofageal Reflux (GOR)
Posseting atau 'innocent vomiting' adalah regurgitasi tanpa tenaga dan berulang, sejumlah susu segera setelah pemberian makan. Keadaan ini juga disebut sebagai GOR fisiologis. Hal ini disebabkan imaturitas mekanisme sphinter gastro-esopfageal. Keadaan ini akan berkurang dengan sendirinya setelah berusia 1 tahun, terutama setelah pemberian makanan padat.

Vomitus yang terjadi secara proyektil dan persisten selama lebih dari 2 minggu, mengacu pada stenosis pyloric, kadang-kadang dijumpai pula pertambahan berat badan yang terhenti. Keadaan ini harus segera dirujuk ke unit pediatrik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis banding lainnya adalah overfeeding, intoleransi protein susu sapi. Apabila ditemukan cairan empedu, perlu dicurigai adanya suatu obstruksi gastrointestinal, yang membutuhkan penanganan segera. 

3. Kolik
Penyebab kolik pada bayi masih belum diketahui dengan jelas, tetapi kemungkinan terjadi pada beberapa suatu hal yang Pertama, intoleransi protein susu sapi, laktosa atau produksi gas yang berlebihan menyebabkan kontraksi dari usus yang menimbulkan nyeri. Kedua, interaksi yang tidak baik antara orangtua dengan anak, menyebabkan gangguan perilaku, yang bermanifestasi sebagai kolik.

4. Overfeeding
Mekanisme selera makan dan rasa kenyang, memungkinkan bayi untuk mengontrol jumlah energi yang dicerna. Pada penelitian pada hewan percobaan, bahwa pemberian makanan yang berlebihan pada saat bayi, akan meningkatkan faktor predisposisi untuk menjadi obesitas di kemudian hari, karena sel adiposit yang meningkat jumlahnya.

5. Alergi Makanan
Merupakan reaksi yang merugikan akibat makanan yang menyebabkan beberapa gejala. Yang harus dibedakan adalah intoleransi makanan dengan alergi makanan. Pada alergi makanan terdapat reaksi imunologi yang abnormal (dimediasi oleh antibody, limfosit T, atau keduanya).

0 Response to "5 Gangguan mungkin terjadi pada anak diberi makan"

Posting Komentar