6 Penyebab mempengaruhi nafsu makan anak

nafsu makan pada anak
Makan merupakan proses terpenting dalam tumbuh kembang seorang anak. Pada saat makan terjadi interaksi antara anak dengan orang tua, sehingga pendapat "pintar mengurus anak" merupakan suatu penghargaan yang tak ternilai bila anak mereka mau makan. masalah makan yang dikaitkan dengan bidang nutrisi klinis anak adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan ketidakmampuan bayi atau anak untuk mengkonsumsi sejumlah makanan yang diperlukannya secara alamiah dan wajar dengan menggunakan mulutnya secara sukarela.

Nafsu makan atau selera makan biasa diartikan sebagai rasa senang atau rasa ingin yang ditimbulkan oleh rangsangan makanan, berupa aroma atau penampilan, dan keputusan untuk memilih makanan tertentu. Selera makan yang baik pada bayi akan berubah menjadi kurang baik pada saat mereka menginjak usia prasekolah sehingga dapat membuat khawatir orangtua. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola dan selera makan anak berupa lingkungan keluarga, tren sosial, media massa, teman sebaya, pada saat sakit, obat-obatan.

1. Lingkungan keluarga
Keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan pola makan anak, sehingga mereka akan mencontoh saudara tertua atau anggota lainnya. Kebiasaan makan, jenis makanan yang disukai atau tidak disukai orangtua akan menurun kepada anaknya. Anak yang obesitas atau yang suka diet biasanya mengikuti pola makan orangtua mereka. Dengan kesibukan orangtua, makan bersama merupakan hal yang jarang dilakukan, termasuk menentukan dan mempersiapkan menu makan keluarga. Anak yang makan malam bersama keluarga, akan menyukai sayuran dan buahan, jarang minum soda dan makanan gorengan. Sedangkan anak yang jarang makan malam bersama bersama keluarganya akan memiliki pola makan sebaliknya.

2. Tren sosial
Di Amerika Serikat, tiga perempat ibu yang anaknya bersekolah adalah pekerja, sehingga anak mereka akan makan di tempat penitipan atau di sekolah. Dengan terbatasnya waktu dalam mempersiapkan menu makan, maka makanan cepat saji menjadi pilihan.Pendapat lain mengatakan bahwa orang tua yang bekerja tidak bepengaruh secara negatif terhadap selera makan anak. 

3. Media massa
Setengah dari program anak di televisi biasanya akan mengiklankan makanan. Anak usia pra-sekolah belum dapat mengerti pesan dari iklan komersial tersebut, tetapi pada kenyataannya mereka akan mengingat dan meminta makanan dari tayangan yang ditontonnya. Televisi dianggap pula sebagai faktor yang menyebabkan obesitas pada anak usia sekolah, karena berakibat kurang dalam beraktivitas dan merupakan kegiatan pasif dalam mengisi waktu luang.

4. Teman sebaya
Teman sangat berpengaruh dalam pemilihan dan sikap makan anak. Biasanya anak secara mendadak menolak makanan yang disajikan dan meminta makanan yang sedang populer. Mereka akan berpartisipasi pada makan bersama di sekolah karena ada teman sepermainan tanpa memperdulikan menu yang disajikan. Dengan makan dalam kelompok, anak akan makan dengan variasi menu yang bergizi dan porsi yang lebih banyak dibanding menyantapnya seorang diri.

5. Pada saat sakit
Anak yang sedang sakit akan mengalami penurunan selera makan dan asupan makanan. Gastroesophageal reflux, dan alergi terhadap makanan tertentu dapat mengakibatkan perasaan mual atau tidak nyaman sehingga anak mendapatkan persepsi negatif terhadap makanannya.

6. Obat-obatan
Megesrol, glukokortikoid, dan siproheptadin adalah obat-obat yang dapat meningkatkan nafsu makan anak. Sedangkan amfetamin memiliki efek sebaliknya. Beberapa obat juga dapat memiliki efek samping pada saluran pencernaan, seperti mual, muntah,nyeri disebabkan oleh zat besi. Amoxicillin menimbulkan efek mual dan muntah. Obat yang termasuk golongan anti inflamasi non steroid menyebabkan kerusakan dinding mukosa. Obat psikotropika menimbulkan efek kesulitan menelan dan penurunan kesadaran.

0 Response to "6 Penyebab mempengaruhi nafsu makan anak"

Posting Komentar